Latest News

Showing posts with label Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi. Show all posts

Saturday, 27 June 2020

Soal Jiwasraya


Soal Jiwasraya, Arief Poyuono: Jokowi Tukang Cuci Piring Kotor Ulah Bakrie DKK!

 Jun 26, 2020

Kegigihan seorang Jokowi dalam menumpas koruptor mendapat restu Sang Kuasa. Bahkan suara pembelanya datang dari eks oposisi yang dulu sesalu getol menyerangnya. Ialah Arief Poyuono yang kini ikut mengupas kasus Jiwasraya. Pernyataannya singkat namun telak membuat penegak hukum dan mantan penguasa lama kepanasan.

Kalau dalam isu PKI ia menyebut penciptanya adalah kadrun, isu Jiwasraya disebut dibuat antek penguasa lama. Kejanggalan penyelidikan sejak era 2008 dan tak berani mengusut tahun sebelumnya menjadi kunci mati para penegak hukum. Apa yang hendak disembunyikan? Apakah tujuannya memang menuduh Jiwasraya untuk dana kampanye Jokowi?

Sebelumnya dilansir jpnn.com, Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyuono menyebut masuknya perkara Jiwasraya ke tingkat pengadilan membuat tudingan pihak tertentu ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi terbantahkan.

Sebab, kata Arief, jiwasraya yang pada awalnya merupakan kasus pasar modal, menjadi gorengan politik karena dikaitkan dengan pemerintahan Jokowi.

"Dengan masuk persidangan, tuduhan yang selama ini dilancarkan oleh pihak lawan-lawan Jokowi terbantahkan. Misalnya, ada tuduhan duit Jiwasraya mengucur ke kampanye Jokowi, kini hanya jadi fitnah semata," kata Arief dalam pesan singkatnya kepada awak media, Kamis (25/6).

"Kesimpulannya, pemerintahan Jokowi hanya bernasib sial, karena Jiwasraya sudah busuk sejak lama. Pemerintan Jokowi seperti tukang cuci piring kotor belaka. Yang menikmati makanannya adalah rezim dan komplotan yang lama," ungkap Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini.

Arief mengungkapkan, pada tahun 2008, saat pergantian direksi, posisi Jiwasraya sudah minus Rp 5,7 Trilliun. Artinya Jiwasraya sudah rugi sebelum tahun 2008, sebelum direksi baru waktu itu diangkat. "Namun anehnya mengapa Kejaksaan melokalisir kasus Jiwasraya hanya di periode 2008-2018? Mengapa sebelum tahun 2008 tidak diusut?" ujarnya heran.

Arief pun bertanya-tanya, apakah betul seperti kabar yang beredar bahwa Bakrie telah melakukan "deal" baik dengan Kejaksaan dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk tidak mengungkit keterlibatan mereka pada kasus Jiwasraya.

“Pertanyaan ini muncul kalau membaca Laporan Utama TEMPO 'Bakrie Dirunut, Auditor Terbelah'," ujarnya. Arief menjelaskan, selain tidak dibongkarnya kasus lama Jiwasraya sebelum tahun 2008, Kejaksaan juga masih gagal membongkar OJK yang merupakan lembaga pengawas yang bertanggung jawab penuh pada Jiwasraya.

“Kejaksaan belum memunculkan peran OJK dalam drama politik penegakan hukum Jiwasraya ini, khususnya Ir. Hoesen MM sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal," kata Arief.

Akhirnya Tuhan meminjam mulut Arief untuk mengungkap kebenaran dan membersihkan pemerintah Jokowi dari segala fitnah. Kini kita tahu semua motif diusutnya Jiwasraya sejak tahun 2008 untuk menutupi kasus lama era Abu Rizal Bakrie menjabat sebagai Menko perekonomian.

Makanya acara ILC berjudul "Membongkar Dalang Jiwasraya" 5 bulan yang lalu mengundang narasumber Said Didu. Karena dialah oposisi yang waktu itu menuduh Jokowi memakai dana Jiwasraya untuk kampanye. Sebenarnya acara ILC milik Bakrie hendak cuci tangan keterlibatan bosnya dalam skandal Jiwasraya.

Jadi Bakrie yang sempat menikmati hampir 4 triliun dana Jiwasraya yang kini menguap di beberapa perusahaannya tetap aman. Berbekal koneksi ke lembaga negara seperti BPK dan juga medianya, Bakrie hendak melimpahkan kasus ini ke mulut pemerintah saat ini.

Untuk itu, pemerintah dan aparat penegak hukum harus mampu menyelidiki borok Jiwasraya dari awal yakni sebelum tahun 2008. Kalau direksi baru (2008) dan Benny Tjokro bisa ditindak, komplotan Bakrie juga harus merasakan hukuman yang sama. Saatnya mereka mendekam di penjara dan negara harus berani menyita aset Bakrie. Jangan sampai tiap 17 Agustus negara memperingati kemerdekaan, sementara penjajah dari kaum sendiri masih leluasa.

Kalau sampai Bakrie lolos lagi, yang menanggung rugi adalah para nasabah dan negara. Tengok kasus Lapindo yang merugikan negara 700 Milyar lebih, ini akibat piciknya Bakrie memainkan negosiasi. Negara cuma diberi aset tanah sekitar lapindo yang harganya sudah pasti turun. Meski begitu keluarga Bakrie masih bisa hidup mewah hingga membelikan menantunya rumah besar di USA. Kalau Setnov yang licin saja akhirnya terciduk, harusnya Bakrie bisa terseret beserta aset-asetnya.

Begitulah kura-kura.

Referensi:

https://m.jpnn.com/news/arief-poyuono-tuduhan-duit-jiwasraya-ke-kampanye-jokowi-sudah-terbantahkan


https://seword.com/umum/soal-jiwasraya-arief-poyouno-jokowi-tukang-cuci-Phb7LFPFTL

Saturday, 13 June 2020

Era Tarik Dana Ribuan Triliunan Dari Luar, Jokowi Hebat.


ERA JOKOWI, ERA TARIK DANA RIBUAN TRILIUN DARI LUAR NEGERI

Jadi, demikianlah akhirnya. Pemerintah Indonesia dan Swiss menandatangani deklarasi kerjasama, pekan lalu. Dengan demikian, era menyembunyikan duit haram para koruptor di Swiss berakhir  - karena pemerintahan  Jokowi kini giat mengejarnya.

Deklarasi yang sama juga dibuat dengan pihak berwenang di China, Hong Kong dan Singapura. Jika Swiss menyepakati, negara lain mau tak mau menyusul.

Maka, bila Presiden Jokowi terpilih lagi  -  masuk periode dua -  ada harapan ribuan triliun duit haram orang kita di Swiss, Singapura dan Hong Kong - atau pajak resmi yang seharusnya mereka bayar -  balik ke Tanah Air.

Sebaliknya, bila Jokowi kalah dan diganti, maka rezim baru yang menikmatinya, atau menghentikannya. Atau sebaliknya, justru asset kita yang akan terbang ke Swiss, Hong Kong, Singapura dan China.  Mereka sudah siap menadahnya.

Tak heran bila pemilik uang haram itu kini ketar ketir. Sekuat tenaga mereka menggagalkannya, dan berharap pemerintah Jokowi jatuh dan tidak terpilih lagi.

Memanfaatkan politisi kubu lawan, mengerahkan provokator dan agitator, memproduksi isu, menyebarkan hoax, membuat keresahan dan kerusuhan, instabilitas, demo demo bernuansa SARA, tagar ganti presiden, mengerahkan kaum radikal intoleran ke jalan, menggunakan jasa kaum  separatis, semua dalam upaya menghentikan kembalinya uang haram itu.

Jangan dikira aksi penembakan di Papua, aksi aksi separatis,  dan demo demo di jalanan tidak ada hubungannya dengan politik di Jakarta dan para mafia ekonomi.

DULU, tak lama setelah rezim Orde Baru jatuh, setiap kali Soeharto hendak diadili, dibawa ke meja hijau, meletus aksi aksi kerusuhan di berbagai pelosok negeri. Pelakunya belum tentu atas perintah keluarga mantan presiden itu, melainkan kroni kroninya,  baik di pusat dan daerah.

Selama 32 tahun menguasai politik dan keamanan di Tanah Air, kroni keluarga Cendana - baik yang masih dinas maupun pensiun - tahu persis potensi potensi konflik di berbagai pelosok daerah, dan bagaimana memprovokasi warga agar berseteru satu dengan yang lain. Dan mereka yang di Jakarta menikmati hasilnya.

Dan jangan lupa perusahaan asing tak rela tambang uang mereka berkurang dan berakhir di sini.  Untuk tingkat korporasi global,  mereka mampu membiayai LSM, stasiun TV, media, dan juga geng bersenjata, untuk membuat ulah. Belum lagi mafia BBM, mafia pangan, mafia pelabuhan,  yang telah digulung satu per satu. Mereka terus konslodasi, karena uang tabungan mereka masih banyak.

Dengan aset triliunan rupiah yang telah dikeduknya,  selama puluhan tahun – selama ini -  para mafia klas Mastodon itu, bisa melakukan segalanya. Membeli integritas oknum oknum, mengongkosi kelompok bersenjata untuk mengobarkan kerusuhan di berbagai wilayah, membayar politisi dan media lalu mengalihkan isu, agar pemerintah mengalihkan perhatian . Pendeknya, bikin repot pemerintah.

Bambang Brodjonegoro, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia dan  Menteri Keuangan sebelumnya, pernah memperkirakan, sedikitnya ada 84 WNI memiliki rekening gendut di bank Swiss. Nilainya mencapai kurang lebih US$ 195 miliar atau sekitar Rp 2.535 triliun (kurs Rp 13.000 per US$). Jauh di atas belanja negara dalam APBN 2016 sebesar Rp 2.095,7 triliun, sebagaimana dilansir Thejakartapost.com.

Bangsa Indonesia - khususnya generasi yang seusia saya -  tak bisa melupakan peristiwa yang menghebohkan Singapura dan Indonesia di tahun 1992, dimana Pengadilan Tinggi Singapura membuka kembali persidangan untuk menentukan siapa yang berhak atas 19 rekening milik almarhum Haji Achmad Thahir di Bank Sumitomo Singapura. Terjadi perebutan antara istrinya almarhum, Kartika Thahir melawan Pertamina.

Thahir adalah pejabat tinggi di Pertamina. Dalam rekening yang menjadi sengketa itu, ada dana USD 79 juta. Perkiraan awal berjumlah 23 juta dollar AS, tapi jumlahnya terus berbunga. Diduga uang tersebut adalah komisi yang diterima Thahir atas sejumlah proyek Pertamina.

Saat itu Kartika Thahir tidak tinggal di Singapura, melainkan di Jenewa, Swiss. Majalah Tempo memburu Kartika hingga ke Swiss. Jadi laporan utama masa itu.

Dan Kartika Thahir hanya salahsatu orang Indonesia yang mengambil dan menyimpan duit haram yang berasal dari aset tanah air kita. Masih banyak yang lainnya. Yakni mafia dan koruptor Indonesia generasi baru. Kata Bambang Brojonegoro itu, ada 84 WNI.

DI AULA Chakti Budhi Bakti, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, Selasa (04/07) perjanjian itu penandatanganan dilakukan oleh Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Yvonne Baumann dan Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi yang disaksikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati serta Perwakilan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Firdaus Djaelani dan Staf Ahli Bidang Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri Ridwan Hassan.

Dalam ‘joint declaration’ ini, Indonesia dan Swiss menyatakan kesepakatan untuk saling bertukar informasi rekening keuangan secara otomatis sesuai dengan Common Reporting Standar mulai tahun 2018 dan pertukaran pertama akan dilakukan pada tahun 2019.

Sri Mulyani mengatakan penandatanganan dengan Swiss menandakan berakhirnya era kerahasiaan penyimpanan uang dari pajak. Selama ini Swiss dikenal sebagai salah satu pusat keuangan terbesar dunia dan mendapat julukan salah satu negara surga pajak.

"Penandatanganan hari ini simbol sangat penting, sinyal kuat bagi para financial center seluruh dunia, bahwa tempat penyimpanan pajak sudah berakhir, era kerahasiaan berakhir," kata Sri Mulyani kepada wartawan, Selasa (4/7).

DUTA BESAR Swiss untuk Indonesia, Yvonne Baumann, mengatakan,  Swiss memiliki kepentingan untuk ikut menerapkan transparansi keuangan. Dia juga berharap perjanjian ini juga dapat menjadi pintu penguatan kerja sama Indonesia - Swiss dalam isu keuangan lain. "Ini adalah kemajuan besar untuk menerapkan keterbukaan informasi keuangan," kata Yvonne.

Itu artinya yang dikejar bukan hanya pajak dari penghasilan resmi, melainkan juga aset-aset  yang tidak jelas asal usulnya.

"Penandatanganan ‘joint declaration’ ini menunjukkan komitmen pemerintah Swiss untuk mengimplementasikan standar internasional dalam hal transparansi perpajakan. Hal ini juga sejalan dengan strategi pemerintah Swiss di bidang keuangan yang kompetitif dan berintegritas tinggi," ungkap Yvonne pada sambutannya.

Selain Swiss, negara-negara lain yang sangat penting bagi Indonesia untuk bertukar informasi adalah Singapura, Hongkong, Macau, United Kingdom, Amerika, dan Australia dimana negara-negara tersebut merupakan pusat keuangan yang bisa dijadikan tempat penghindaran pajak.

Jumat 16 Juni 2017 lalu, Pemerintah Indonesia dan Hong Kong menandatangani Bilateral Competent Authority Agreement (BCAA) di Kantor Pusat Ditjen Pajak Hong Kong (Inland Revenue Department/IRD). Penandatanganan dilakukan langsung oleh kedua petinggi otoritas pajak Indonesia yaitu Dirjen Pajak RI Ken Dwiguisteadi dan Dirjen Pajak Hong Kong Richard Wong Kuen Fai, yang didampingi oleh Direktur Perpajakan Internasional John Hutagaol, Konsul Jenderal RI di Hong Kong Tri Tharyat dan Deputy Commissioner Brian Chiu Kwok-Kit.

“Penandatangan BCAA ini merupakan yang pertama bagi Indonesia dengan negara lain terkait pertukaran informasi secara otomatis,” ujar John kepada DDTCNews.

SINGAPURA merupakan salah satu negara yang tengah dibidik oleh pemerintah Indonesia untuk perjanjian bilateral AEoI - Automatic Exchange of Information:  pelaksanaan pertukaran informasi secara otomatis. Sebab, banyak WNI yang diduga menyembunyikan hartanya di Singapura. Pada 2014 silam, Budi Gunadi Sadikin yang ketika itu menjabat Direktur Utama Bank Mandiri memperkirakan total dana WNI yang tersimpan di perbankan Singapura berjumlah lebih dari Rp 3.000 triliun.

Sebelumnya pemerintah pun telah menandatangani perjanjian dengan Tiongkok, Hong Kong dan puluhan negara lain yang telah menerapkan AEoI. Selanjutnya, pemerintah berharap segera menandatangani kesepakatan akses keterbukaan informasi dengan Singapura.

"Saya yakin mereka (Singapura) syaratnya sama dengan Swiss dan Hong Kong. Kalau Hong Kong siap, Singapura juga harus siap," kata Sri Mulyani.

Pemerintah Singapura telah sepakat mengikuti kerja sama pertukaran data secara otomatis AEoI. Namun, pemerintah negeri singa hanya akan menjalankan kerja sama itu melalui perjanjian bilateral dengan negara-negara yang dianggap memenuhi syarat.

Kehadiran Prabowo dan panggung yang diberikan untuknya berpidato, beberapa waktu lalu,  sebenarnya menunjukkan Singapura yang sedang resah. Potensi baliknya duit orang Indonesia ke Tanah Air - dari negeri mini ini - membuat  mereka ketar ketir.  Mau tak mau mereka berharap pada Prabowo.

PRESIDEN JOKOWI menyebut, Indonesia sebenarnya punya banyak uang. Namun, tak sedikit pula pengusaha atau konglomerat yang justru memilih untuk menyimpan uangnya di luar negeri.

"Bukan uang siapa-siapa, itu uang kita. Ada yang ditaruh di bawah bantal. Saya tahu, ada yang ditaruh di bank Swiss, ada yang ditaruh di Hongkong, ada yang ditaruh di BPI, ada yang ditaruh di Singapura. Datanya ada di kantong saya," kata Presiden Jokowi dalam sosialisasi Tax Amnesty di Sumatera Utara seperti ditulis situs Setkab di Jakarta pada Juli 2016 lalu.

Jokowi mengingatkan kepada pengusaha dan orang Indonesia bahwa mereka hidup dan makan di Indonesia, serta bertempat tinggal di Indonesia. Para pengusaha juga diberi kemudahan oleh pemerintah mencari rezeki di Indonesia. Karena itu, Presiden menilai, kalau ada uang ditempatkan di luar negeri (merupakan) tidak pantas.

PERJANJIAN kerjasama Indonesia - Swiss sepenuhnya keputusan politik – sepenuhnya keputusan presiden Jokowi dan tim ekonominya.  Bisa jadi aksi nyata, bisa cuma dokumen mati yang tak berbunyi alias ‘macan kertas’ - bergantung pada integritas pelaksanaannya.

Para patriot pembela tanah air, dan mereka yang berintegritas,  bisa mewujudkannya menjadi aksi nyata, dengan segela kesungguhan dan kegigihan.  Presiden Jokowi, DR Sri Mulyani dan tim ekonomi yang sering diejek ‘medioker’ oleh kubu lawan – dengan dukungan sebagian anggota DPR RI yang berintegritas  -  terus memastikan agar dana luar negeri itu bisa ditarik kembali.

Sedangkan politisi kubu lawan boleh jadi diam diam malah mencegahnya.  Atau menguasai untuk kepentingan mereka.

Karena itu, rakyat harus waspada dan bisa memilih mana presiden yang berintegritas dan mana calon presiden yang pura pura mau berantas korupsi tapi justru melindunginya, lewat demo bernuansa SARA dan mengobarkan serangan bersenjata di ujung negeri.  ***

https://www.cnbcindonesia.com/market/20181213162744-17-46282/siap-siap-wni-tak-bisa-lagi-sembunyikan-uang-di-swiss
.
.
.
Dewa Aruna

-----+-------

Gelar Konser Daring Spesial Edisi Hari Lahir Soekarno, Gibran Sapa dan Dengarkan Keluhan Warga Baron Cilik yang Nonbar dari Kampung

SOLO--Warga RT 1 RW 2 dan RT 2 RW 1 Panularan, beserta warga
RT 1-3 RW 7 Kelurahan Bumi menggelar nonbar (nonton bareng) acara seni hiburan daring Inaugurasi Panglipur Ati Vol. 3 yang bertema hari lahir Sang Proklamator dari kampung masing-masing, Sabtu (6/6/2020).

Tampak di lokasi terdapat relawan Kagege (Kancane Gibran Gees) yang sudah berada di tempat sembari mengedukasi masyarakat sekitar terkait penanggulangan Covid-19. Relawan turut membagikan masker dan menyediakan tempat cuci tangan di lokasi acara.

Sekitar pukul 15.00 WIB saat acara Panglipur Ati dimulai, warga pun menempati kursi yang telah ditata berjarak dan tetap menerapkan protokol kesehatan, tertib mengenakan masker dan melakukan physical distancing.

Panglipur Ati dibuka oleh Gibran dengan membaca puisi dedication of life milik Bung Karno dan dilanjutkan aksi pertunjukan wayang golek dari @yayasan_slenkgroup. Demo masak resep khas masakan yang digemari Bung Karno seperti sayur lodeh, telur ceplok, ikan asin, jadah ketan, olahan singkong dan gethuk bakar juga ditampilkan pada acara ini.

Gibran turut menyapa langsung warga Baron Cilik yang sedang nonbar Panglipur Ati, pemilik brand Tugas Negara Bos itu menanyakan bagaimana keadaan warga selama pandemi.

Ari selaku Ketua RT 1, RW 2 Panularan mengutarakan kegiatan usaha banyak yang macet.

Yayuk selaku kader posyandu balita dan lansia pun menyampaikan permohonan bantuan terkait pengadaan alat kelengkapan posyandu, peningkatan gizi dan permainan edukasi anak.

"Nggih Bu, permasalahan yang Ibu utarakan sering saya dengar saat blusukan dulu. Terkait masalah tersebut sudah saya catat dan coba saya carikan solusinya," ujar Gibran.

Warga pun tampak menikmati acara Panglipur Ati #DariRumahAja. Performer yang tampil pada konser daring kali ini adalah Endah Laras, Fisip Meraung, Wayang Slenk Group, Batikabstract Pandono, Romanz Pitu, Natic.motion, dan Dwisurni.

Warga Baron Cilik turut mendapat bantuan paket sembako dari Gibran sebanyak 210 bingkisan yang disalurkan melalui perangkat RT setempat.


*Lilmar*

-----+-------

*Suara dari seorang Gurubesar UI :*I
_(Rhenald Kasali)_

*Hidup zaman sekarang jauh lebih enak.*

 Sy bingung kl ada yg bilang enak zaman dulu.  Juga bingung kl dikatakan ekonomi susah. Yg susah kan cuma tinggal preman, koruptor dan politisi2 yg tak terpilih lagi oleh rakyat.

 Ngga tahu ya bagaimana takutnya kita sbg mahasiswa, dulu waktu kita dikejar2 intel, ngumpet di kamar jenazah, mau menyatakan pendapat susahnya minta ampun. Itu saat negeri dikuasai oknum diktatur militer. Ngeri...

Cari seribu perak saja saat itu susah sekali. Cuma krn dulu gak ada WA dan FB kita gak saling komen. Lagian kl mengeluh ya besoknya dah hilang diciduk aparat. Ngeri...

Naik bis ngga ada yg ada AC nya. Copetnya ada dimana2. Bahkan pada bawa sangkur. Kita penumpang bis dulu biasa dirogoh dan diperas copet dan begal.

Preman di setiap sudut jalan.

Untuk bisa Makan paling2 sama krupuk dan sudah top kl dapat sop kaki kambing. Itu baru bisa kite makan bbrp bulan sekali.

Mudik, ampun...susahnya setengah mati. Naik kereta semua orang rebutan sampai masuk lewat jendela dan bawa kardus2 bau ikan asin, bukan koper. Toiletnya kotor.  Anak2 kegencet-gencet. Tak ada celah kosong. Orang tidur sambil berdiri. Calonya juga banyak. Uang THR habis diembat calo dan copet.

Di kampung2, dulu, ada babinsa yg galaknya minta ampun. Lurah2 juga korup. Bupatinya harus tentara. Kita apa2 harus urusan sama tentara.  Ada litsus dll. Di jalanan tentara galaknya minta ampun. Kita ambil jalan mereka, habis kita digamparin. Lewat komplek tentara serem sekali.

Koran2 sering dibredel. Lalu puncaknya waktu anak2 mahasiswa sudah gak tahan gegara mertua kawan kita mau terus jadi raja, maka penculikan2 terjadi. 

Banyak mahasiswa2 saya yg hilang. Orangtua menangis. Mereka bukan cuma ditembak aparat. Tetapi juga di-injak2 dgn sepatu lars dan  nyawanya meregang. Mereka juga dihadapkan dgn laskar2 berjubah, muncul pasukan berjubah agama yg menyerang mahasiswa pakai bambu runcing. Penjarahan dibiarkan. Banyak orang hilang.

Kekerasan itu adalah bagian dari sesuatu yg awalnya adalah intoleransi. Jangan biarkan itu terulang lagi di negeri yg sudah diperbaiki oleh para ulama dan umaroh hebat. GUS Dur sdh mengembalikan militer ke barak untuk fokus ke pertahanan dan keamanan. Tentara zaman sekarang sdh jauh lbh manusiawi dan punya tantangan baru, yaitu perang proxy.

Sekarang para oknum yg dulu gagal melanjutkan kekuasaannya secara diktatur mencoba kembali.  Tentu mereka senang mengendalikan orang2 lugu dan mereka yg mudah dimanipulasi dgn "sorga"
Tetapi janganlah kita mudah tertipu, sahabat. Sebab apapun yg datang dari Allah pasti adalah kelembutan  dan kasih sayang, bukan amarah atau meng-anjing-anjingkan manusia. Bukan yg "keras" dan menakut2i. Juga bukan yang haus kuasa dan korup.

Bahkan mereka kini memakai teknologi internet. Menyerang TGB dan ustadz2 baik.  Menyerang Jokowi, Sri Mulyani, Susi, Adi MS, Rudiantara, BUMN, Maruf Amin dll

Orang2 baik ini diserang pakai bot dan robot, pakai "senjata pemusnah massal" hoax.  Pakai segala yg serba palsu.

Kita semua ditakut-takuti. Seakan2 besok Indonesia tak ada lagi. Se-akan2 jadi sopir ojol itu pekerjaan budak dan bodoh, seakan2 kita semakin miskin. Semua kemajuan dianggap kemunduran.

Faktanya kita justru tengah menuju negara yg makmur. Daya beli meningkat, ketimpangan turun, harga2 terkendali, banyak yg semakin murah. Tetapi memang banyak yg berubah, orang sekarang lebih senang pindah2 kerja shg kesannya banyak yg nganggur. Padahal mereka lebih punya pilihan jrn orangtua mereka lbh kaya dari orangtua kita dulu.

Taksi dulu hanya ada yg seratus ribuan yg silver dan gold. Sekarang ada ribuan taksi yg ongkosnya hanya ribuan perak.

Dulu bini kita beli kerudung cepek dapat satu, sekarang bisa dapat 4 gegara bisnis online dibuka pemerintah.

Dulu kl orang jakarta naik mobil ke Surabaya  butuh 15-20 jam. Sekarang cukup 8 jam. Airport2 baru cakep2. Pelabuhan juga keren2. Sekolah2 tak terdengar lagi yg roboh krn koruptor disikat habis. PNSnya sdh digaji lbh baik, kontrolnya jauh lbh kuat.

Dulu kita malu kalo ngaku jadi orang Indonesia pas jalan2 ke luar negri. Orang asing memandang kita rendah. Miskin prestasi. Jalanannya buruk, ambles, macet, banyak lubang, gak menarik.

Jembatannya dulu juga sempit2 dan reyot sampai2 anak2 sekolah harus bergelantungan mengerikan. Jalan tol cuma bisa dibuat di jabodetabek dan sebagian kecil pulau jawa.  Itupun banyak yg sampai 20 tahun gak kelar2.

Korupsinya menggunung. Sebab  Anak2 presiden, dulu  ngambil proyek2 besar scr serakah dan bekerjasama dgn para kroni2nya. Merekalah yg menjadi rolemodel awal para koruptor. Mereka merusak nilai2 bangsa.

Militer juga dulu sangat berkuasa, dan selalu maunya punya presiden dari militer. Seakan2 tak ada pemimpin sipil. Maka kita dipandang sejajar dengan Uganda di era Idi Amin atau Irak di era Jendral Sadam Husen. Dianggap diktatur militer.  Duh, malu deh zaman itu...  efeknya masih ada smp sekarang, setiap kali sipil menjadi presiden, kok selalu dikatain PKI... ada apa ini?

Sekarang bangsa kita dibawah Jokowi sudah muncul sbg kekuatan baru yg nyata di dunia. Orang sipil berbadan kecil dan sdh merasa cukup dengan makan sedikit tapi semangat membangunnya begitu kuat. Freeport tunduk, Singapura takut, Swiss mau tandatangan untuk kembalikan harta2 kita yg disimpan para koruptor di sana. Malaysia kembali memandang RI.  Bahkan di Asian Games kita bisa unjuk prestasi. Anak2 muda kita semakin menonjol dengan inovasi sejak diberi ruang lewat Bekraft dan sering dikunjungi presiden. Bahkan produk2nya dipromosikan beliau.

Banggalah punya pemimpin yg meski dia orang sipil, tetapi dia adem, ibadahnya jelas, puasanya disaksikan ustad Yusuf Mansur, kerja keras buat kita, dan hasilnya nyata.   

Sahabat, Hanya orang2 baguslah yg selalu ditakuti para diktator dan koruptor.

Hanya karena dia diperhitungkanlah maka dia dikirim rumor dan hoax yg ngga2. Mereka yg mentereng hanya berani dari semak2  benar2 terlalu kerdil, mentang2 tak punya prestasi kini  membual dan memutarbalikkan fakta2.

Hidup ini begitu indah dan akan ada banyak hal indah yg bisa kita nikmati kalo negri ini damai dipimpin pemimpin yg adem, optimis, rendah hati dan mau mendengarkan.... itu sebabnya mata batin kita tertuju pada *Jokowi*.
 Tuhan selalu menjaga orang2 baik... Amiiinn...🙏🇲🇨🙏

Perbankkan Kuat Di Indonesia

*_Perbankan Kuat, Masyarakat Tak Perlu Khawatir Isu Rush Money_*

Masyarakat diminta tidak khawatir terhadap kondisi perbankan di tengah pandemi corona seperti saat ini. Terlebih sampai menarik uang secara berlebihan di perbankan.

Pengamat Perbankan Paul Sutaryono menyatakan, saat ini kondisi perbankan nasional masih cukup kuat. Terlebih pemerintah telah menyiapkan bank jangkar untuk memperkuat likuditas perbankan.

"Bank nasional tetap dalam kondisi sehat saat ini. Apalagi pemerintah segera menyalurkan likuiditas atau penempatan dana kepada bank pelaksana melalui bank peserta (bank jangkar)," kata dia kepada Liputan6.com di Jakarta, Sabtu (13/6/2020).

Menurut Paul, dengan kondisi perbankan yang masih kuat, maka masyarakat bisa tetap tenang menyimpan uangnya di perbankan. Selain itu, pengawasan yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga dinilai sudah baik meski tetap perlu ditingkatkan.

"Jadi masyarakat tak perlu khawatir dengan isu rush money. Pengawasan OJK selama ini sudah baik," ujarnya.

https://www.liputan6.com/bisnis/read/4278455/pengamat-kondisi-perbankan-kuat-masyarakat-tak-perlu-khawatir-isu-rush-money

Utang Negara Yang Diberesin Oleh Jokowi

Analisis Peter F Gontha : Beban Hutang Negara Era Jokowi Hanya 16 T Bukan 5.000 T https://projustisianews.id/analisis-peter-f-gontha-beban-hutang-negara-era-jokowi-hanya-16-t-bukan-5-000-t/

*Makin banyak Rakyat Indonesia yang pintar, lalu sadar kalau selama ini mereka di bohongi pembenci2 Jokowi ( yang di support para koruptor2 ) yang sering  memberi data hoax*

*Ini data yang benar* 👇🏼👇🏼

*Jokowi berutang Rp1.644 T, tetapi mampu membayar utang Rp 1.628 T. Artinya, utang Jokowi sejatinya cuma Rp16 T dalam 4 tahun kepemimpinannya.*

JAKARTA, PROJUSTISIANEWS.ID — Salah satu tuduhan haters yang tersebar di media sosial adalah Jokowi membuat Indonesia ketiban utang raksasa. Bayangkan, utang Indonesia hampir mencapai Rp5.000 Triliun ( lima ribu trilyun ). Demikian komentar orang-orang yang notabene tidak suka sama Jokowi dan termakan isu bodoh dan hoax.

Salah satu yang termakan isu ini adalah sopir Grabcar di Bekasi. Ia memaki-maki Jokowi melalui media sosial. Seorang advokat di Cikampek, Elyasa SH, mengumbar kebencian terhadap Jokowi dengan menulis utang negara 5.000 T tadi. Tohir, seorang da’i di Lampung – teman Elyasa di Yogya – melakukan hal sama. Indonesia, menurutnya, akan bangkrut di tangan Jokowi karena utang yang sundul langit.

Benarkah demikian ?

Peter F. Gontha, pengusaha sukses – pendiri RCTI, SCTV, Berita Satu, Indovision, dan First Media – menyodorkan data dan fakta bahwa Indonesia di era Jokowi tidak akan bangkrut bahkan akan melejit perekonomiannya, karena Jokowi bukan penumpuk utang. Malah, dialah Presiden yang menurunkan utang Indonesia.

Gontha, di awal tulisannya, menyebutkan: Di dunia ini, ada tiga negara yang terancam bangkrut pada 2018 karena krisis moneter, yaitu: Turki, Venezuela, dan Malaysia.

Seperti dilansir Reuters, Menteri Keuangan Malaysia Lim Guang Eng menjelaskan, total utang Malaysia mencapai 1.087 triliun ringgit (sekitar Rp3.500 T) pada 31 Desember 2017. Konon, utang tersebut berhilir pada kasus mega korupsi mantan Perdana Menterinya (PM) Najib Razak beserta istrinya.

Nasib perekonomian Negeri Jiran pun di ujung tanduk. Warga Malaysia membuat gerakan aksi melunasi utang dengan cara iuran atau patungan. Ini dilakukan melalui sebuah situs crowdfunding. Di samping itu, PM Mahathir Mohamad memotong gaji para Menteri dan anggota parlemen seluruh negara bagian sebesar 10% untuk mengurangi utang yang mencapai 1.087 T Ringgit itu.

Betul. Utang Indonesia lebih besar dari Malaysia. Berdasarkan laporan Bank Indonesia, pada akhir April 2018, jumlah utang luar negeri (ULN) berada di angka 356,9 Miliar USD. Sekitar Rp5.000 T.

Pertanyaannya: Kenapa Malaysia terancam bangkrut, sementara Indonesia tidak? Demikian pertanyaan Gontha. Pria yang mendapat julukan “Rupert Murdoch” Indonesia (karena memiliki media massa) itu, menjawab sendiri pertanyaannya.

Menurut Gontha – hal itu terjelaskan dari rasio utang negara terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Utang Malaysia memang hanya Rp3.500 triliun. Tapi rasionya terhadap PDB lebih dari 60%. Sebaliknya Indonesia, meski berutang hingga Rp5.000 T, namun rasio utangnya terhadap PDB hanya 29%.

“Dengan rasio utang yang lebih dari 60% PDB, Malaysia akan sulit membayar cicilan utangnya. Hal ini akan membawa efek berantai kondisi moneter Malaysia,” tulis mantan akuntan di City Bank New York itu.

Tahun-tahun sebelumnya Malaysia jarang sekali punya utang lebih dari 300 Miliar Ringgit. Utang yang mencapai 1.087 Triliun Ringgit itu terjadi akibat dugaan kasus korupsi di 1MDB (1 Malaysia Development Berhad). 1MDB adalah semacam BUMN yang didirikan mantan PM Najib Razak untuk menghimpun dana pembiayaan proyek infrastruktur Malaysia.

Turki nyaris bangkrut karena pemborosan dan salah kalkulasi, sedangkan Venezuela bangkrut karena dulu, di zaman Hugo Chavez terlalu meninabobokan rakyatnya dengan subsidi macam-macam yang berasal dari petro dolar.

Akibatnya, ketika harga minyak jatuh, negeri itu pun ambruk. Keuangan negara ambles. Rakyat marah karena harga-harga melejit. Dunia internasional tak mempercayainya lagi.

Indonesia Hebat!!

Tulis Gontha: Ada yang salah dari kritik oposisi terhadap utang pemerintah. Mengapa? Karena cerita balutan utang yang dikritik oposisi hanya menekankan kata “utangnya saja” tanpa penjelasan komprehensif. Oposisi hanya mengkritik sisi kritisnya, sedangkan sisi prospeknya disembunyikan.

Soal utang negara, tulis Gontha, sepanjang pemerintahan Jokowi tercatat sekitar Rp1.644,22 T. Bila utang Era Jokowi tadi ditambah dengan utang Era SBY (sampai tahun 2014 sebesar Rp2.608,8 T), memang jumlahnya besar sekali. Per-Juli 2018, tercatat Rp4.253,02 T.

Jadi, utang Jokowi hanya Rp 1.644,22 T. Tapi oposisi mengangkatnya menjadi Rp5.000 T. Padahal, jika cermat hitung-hitungannya, utang Jokowi jauh lebih kecil dibanding utang SBY.

Pertanyaan berikutnya – tulis Gontha – manfaat apa yang dirasakan rakyat dari utang Era Jokowi?

Ini Jawabannya

Pembangunan I infrastruktur secara massif di seluruh Indonesia! mulai infrastruktur air, pertanian, listrik, BBM (satu harga), dan jalan raya. Semua wilayah terisolasi dibuka. Jokowi membuka gerbang konektivitas seluruh nusantara. Mulai dari wilayah terpencil, termasuk perbatasan (dengan negara lain), dan wilayah terdepan di pulau-pulau kecil di tengah Samudera Hindia dan Pasifik.

Tak hanya itu. Ada yang luput dari perhatian publik. Jokowi selain menambah utang, juga membayar utang yang jumlahnya cukup besar.

Total utang jatuh tempo dari 2014 (Era SBY) hingga 2018 (Era Jokowi) yang dibayar pemerintah mencapai Rp1.628 T. Utang yang dibayar ini merupakan pinjaman dan surat berharga negara (SBN).

Pada tahun 2014 Pemerintahan Jokowi membayar utang jatuh tempo Rp237 T. Tahun 2015 sebesar Rp226,26 T. Tahun 2016 sejumlah Rp322,55 T. Tahun 2017 sebesar Rp350,22 T. Bahkan tahun 2018 di tengah isu miring, Jokowi membayar utang senilai Rp492,29 T.

*Jokowi berutang Rp1.644 T, tetapi mampu membayar utang Rp 1.628 T. Artinya, utang Jokowi sejatinya cuma Rp16 T dalam 4 tahun kepemimpinannya.*

Bandingkan dengan utang tinggalan SBY selama 10 tahun yang mencapai Rp2.608.8 Triliun.

Mengapa Era SBY utangnya demikian besar? Karena untuk menyubsidi BBM Rp300 Triliun/tahun. Belum lagi rente yang dicatut broker minyak Petral di Singapura. Kedua kanker tersebut telah dipotong Jokowi.

Gontha – akuntan handal lulusan Praehap Institute di Belanda itu bertanya, apakah hal itu bisa disebut gali lubang tutup lubang? Tidak. Hanya pebisnis anak papi dan mami yang menyatakan pemerintah berutang untuk gali lubang tutup lubang – tulis mantan Vice Presiden American Express Bank Asia yang mulai berbisnis dari bawah itu.

Jokowi, sebelum jadi presiden adalah pengusaha handal. Ia bukan pengusaha rente. Bukan pengusaha papa minta saham.

Hidup dalam berbisnis, tulis Gontha, perlu modal. Dan modal didapat dari utang. Dengan berutang, pelaku bisnis bisa membeli aset, atau alat penggerak usaha. Hasilnya bisa untuk membayar utang.

Lihat driver gojek. Awalnya berutang untuk beli motor. Motor itu untuk ojek online (ojol). Pendapatannya dari ojol bersih, katakan antara Rp5 – 8 juta sebulan. Ia bisa menghidupi anak istrinya dan melunasi cicilannya. Motor pun kemudian jadi aset sang driver.

Itu pula yang dilakukan negara. Asal kalkulasinya cermat, utang itu akan terbayar dan negara punya aset. Hebatnya lagi, tidak seperti motor yang nilai intrinsiknya terus turun dari tahun ke tahun. Jalan tol, pelabuhan, bendungan, dan bandara nilai intrinsiknya makin lama makin mahal. Negara pun berlimpah aset berharga. Kaya!

Jokowi selama 4 tahun mampu membayar utang Rp1.628 Triliun. Jokowi berjanji tidak akan menambah utang lagi, khususnya utang luar negeri berbasis USD. Jokowi juga menginginkan semua pembangunan infrastruktur rampung secepatnya. Artinya, infrastruktur tersebut segera menghasilkan uang.

Kalau dalam 4 tahun Jokowi bisa membayar Rp1.628 triliun. Lalu setiap tahunnya pendapatan negara meningkat karena infrastruktur yang dibangunnya telah menghasilkan uang, maka besar kemungkinan Indonesia bisa membayar utang lebih besar dari angka jatuh tempo sebelumnya.

Bila itu terjadi, tulis Gontha (akuntan kaliber internasional), sekitar 10 tahun lagi, Indonesia akan bebas utang. Wow..!! Bila tercapai, Indonesia akan tumbuh menjadi negara kuat dan makmur. (Sumber: KAGAMA)

Ketika Susah

*Ketika Susah*

Ketika keadaan susah, apa apa jadi begah, kebijakan apapun jadi salah, banyak mulut nyinyir, meluncur bebas tanpa bisa dicegah.

Sekarang ini jamannya jaman demokrasi susah, kata ganjar pranowo para pemimpin letaknya di bawah, ditanah harus rela di injak2 terompah.

Ketika Jepang sengsara karena kalah, Hirosima luluh lantak, bahkan ekosistem kehidupan terkecilpun punah.

Para ahli barat memperkirakan karena terpapar radioaktif perlu 70 th untuk mengembalikan unsur hara tanah, namun di musim semi tahun pertama pendapat ahli terbantah.

Ternyata bunga2 oleandersan tumbuh subur, dahan dan ranting menyeruak dari tanah, bunga bunga di musim semi mulai merekah.

Dari situlah bangsa jepang mengambil hikmah, bahwa ketahanan dan kekuatan untuk hidup dan berkembang di contohkan oleh bunga oleander san yg kemudian dijadikan bunga semangat, pantang menyerah.

Ketika Korea selatan luluh lantak akibat perang saudara, bahkan rakyatpun harus antri Kimchi yg dijatah pemerintah.

Namun lihatlah kini Korea semua sudah berubah, rakyat bahu membahu dg pemerintah.

Pembangunan manusia sampai budaya jauh sudah melangkah, bahkan gangnam sampai drama korea menjadi primadona para tuan dan nyonyah.

Sementara itu di negeri antah berantah, ketika keadaan susah, rakyatnya disibukkan dg aksi saling berbantah.

Tunjuk hidung saling asah salah, keadaan gelap, bukan menyalakan lilin namun menyalahkan PLN (perusahaan lilin negara).

Sementara itu hiburan yg dicari adalah drama keributan keluarga, yang dibaca dan di forward kesana kemari adalah tragedi krisdayanti vs aurel Hermansyah.

Lalu apakah negara antah berantah itu akan menyerah. Yo mbuh lah.

Yg jelas bukan di negeriku. Karena dinegeriku hanya ada satu semboyan *pantang menyerah*

Kasongan 9 jun 2020
Wiw

Masyarakat Tidak Perlu Kawatir

*_OJK: Masyarakat Tak Perlu Khawatir Kondisi Perbankan_*

OJK mencermati dalam beberapa hari ini beredar viral berita lama yang mengkaitkan kondisi beberapa bank, sementara seperti disampaikan Ketua BPK Agung Firman Sampurna meminta nasabah tidak perlu khawatir, takut, atau ragu terhadap bank-bank tersebut, karena pengawasannya dilakukan langsung oleh OJK. Viralnya berita lama tersebut juga dimanfaatkan oknum yang tidak beretika sebagai marketing gimmick untuk menarik nasabah bank. OJK menyampaikan industri perbankan saat ini dalam kondisi stabil dan terjaga.

OJK mengharapkan masyarakat tetap tenang dan melakukan transaksi perbankan secara wajar. Jika membutuhkan informasi mengenai sektor jasa keuangan bisa menghubungi Kontak OJK 157 atau melalui WA di nomor 081 157 157 157.

Https://m.detik.com/finance/moneter/d-5048780/ojk-minta-masyarakat-tak-perlu-khawatir-kondisi-perbankan

--------------

*Sebar hoax PKI bangkit, pangeran cendana dpt bingkisan kado dr menkeu....*
https://otomotifnet.gridoto.com/read/232185015/menkeu-tagih-utang-rp-12-triliun-dari-pabrik-mobil-timor-perkara-pelik-sejak-2006

Menkeu Tagih Utang Rp 1,2 Triliun Dari Pabrik Mobil Timor, Perkara Pelik Sejak 2006

Otomotifnet.com - Proyek mobil nasional Timor di bawah bendera PT Timor Putra Nasional (PTN) milik Tommy Soeharto wajib bayar hutang ke negara Rp 1,2 triliun.

Hal itu dikarenakan proyek mobnas tersebut gagal setelah terkena imbas krisis moneter pada 1997 lalu.

Meski TPN sudah tak lagi beroperasi, perusahaan tersebut masih meninggalkan kewajiban utang pada pemerintah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akhirnya bisa mengejar pelunasan utang tersebut.

Dikutip dari laman resmi Setkab, pemerintah berhasil mengamankan uang negara senilai Rp 1,2 triliun dari rekening TPN yang diblokir di Bank Mandiri.

Majelis Hakim Mahkamah Agung (MA) memutuskan menolak upaya Peninjauan Kembali (PK) kedua yang diajukan oleh PT Timor Putra Nasional terhadap Putusan PK Perkara 118 di PN Jakarta Utara terkait kasus pemblokiran uang Rp 1,2 triliun di Bank Mandiri.

Sri Mulyani berhasil menyelamatkan uang negara dari PT Timor Putra Nasional (TPN) milik Tommy Soeharto (Kolase Kompas.com & Warta Kota)

Dalam informasi yang dimuat di situs web Mahkamah Agung disebutkan, penolakan atas PK kedua PT TPN kepada Bank Mandiri dan Menteri Keuangan dengan Nomor Register 716 PK/PDT/2017 itu diputuskan oleh tiga majelis hakim MA pada 13 Desember 2017, dan sudah dikirimkan ke pengadilan pada 4 Juli 2018.

Kepala Biro Advokasi Sekretariat Jenderal Kemenkeu Tio Serepina Siahaan menyambut baik keputusan Majelis Hakim PK Mahkamah Agung itu dan bersyukur dengan kemenangan tersebut

Thursday, 14 May 2020

IMIP si Cantik Dari Morowali.


Bila di tahun 2025 nanti ada 1000 mobil listrik diproduksi setiap harinya dan itu baru di Morowali saja, apa yg akan terjadi?

Pasti ada rasa bangga.
Dan bila 1000 mobil listrik perhari yang dapat diproduksi itu mendekati angka 20% total produksi dunia? Dan bila tahun 2025 nanti ada lebih dari 100.000 orang dapat bekerja di Morowali.

Ini berita sangat menggembirakan yang akan membuat semangat nasionalisme kita bangkit.

Bagaimana bila diantara 100.000 tenaga kerja di Morowali ada sekitar 15.000 adalah TKA dan kebanyakan China?

PKI...!! TOLAAAAK..!!
Itulah realitas yang ada. Aneh bin ajaib, kita buka bengkel service motor di kampung sebelah syaratnya bengkel boleh dibangun, tapi pekerjanya kudu warga kampung itu. Bangkrut kita..!!

Ada proses transformasi keahlian disana. Tak semua orang kampung bisa dan mau bekerja sebagai mekanik. Alih kepandaian ini pasti butuh waktu.

Disisi lain, pasti ada bagian-bagian tertentu yang tak mungkin diberikan kepada orang lokal dan itu adalah sebuah kewajaran.

Sebelum Jokowi menjadi Presiden, Morowali mungkin adalah nama asing. Mungkin juga bahkan banyak orang tak mengetahui bahwa itu adalah nama sebuah kota.

Hingar bingar pertama adalah isu luar biasa santer saat pilpres yang lalu tentang ribuan TKA China demi kampanye negatif bagi Jokowi.

Sekarang cerita sudah berbeda. Semua kenal Morowali seolah sebagai ujung tombak kemajuan negara kita.

Nikel menjadi bintang bersinar.

Bayangkan, seorang Elon Musk pendiri Tesla dan CATL berkongsi dengan LG, VW hingga Mercedez menyatakan ingin berinvestasi di Morowali.

Elon Musk sang Iron Man di dunia pemilik Tesla kepincut dengan Morowali. Disana ada harta berharga milik rakyat Indonesia yang mampu membuat Elon Musk berlutut, seolah menggenggam seikat mawar, dia meminangnya.

Dulu, Morowali memang bukan siapa-siapa. Semua menoleh kepadanya setelah dia didandani dengan Undang-Undang No.4 tahun 2009. Peraturan yang melarang penjualan nikel ore, nikel dalam bentuk bongkahan yang belum mendapat sentuhan apapun.

Peraturan itu membuat Uni Eropa (EU) marah dan menggugat Indonesia di WTO. Indonesia bergeming. Tekad mempercantik Morowali sudah bulat.

Disanalah Morowali mulai didandani. Bak si cantik tanpa tanding, dia hanya siap bersanding dengan siapapun yang serius dan sungguh-sungguh demi masa depannya.

Didandani dengan regulasi dan insentif pajak yang menguntungkan kedua pihak secara adil, puluhan pangeran berebut mendapatkan perhatiannya.

Kalau Elon Musk yang.mau investasi kenapa yang datang dan kerja China?

Sama dengan Indonesia saat ini yang akan belajar menerima transfer tehnologi dari China, China mendapatkan pengetahuan tentang metalurgi dan permesinan dari Jerman. Eloktronika dari Korea dan Jepang. Tehnik pertambangan dari Israel.

Tak ada yang gratis disana, semua ada biayanya. Semua ada hitung-hitungannya. Ada bentuk kerjasama yang telah menyatukan mereka.

Mereka melakukan bisnis dengan banyak negara yang telah lebih dahulu maju. Mereka memiliki banyak perusahaan yang dimiliki secara bersama.

Bisnis tak kenal warna kulit. Duit juga tidak mengenal mata sipit dan belo. Hanya otak sakit saja yang masih sibuk dengan hal seperti itu dimasa kini.

Baik Tesla. Mercedes, VW hingga LG adalah perusahaan multinasional. Mereka memiliki perusahaan di China dengan operator China dan pekerja berbangsa China pula. Apakah setiap orang bermata sipit dan berkebangsaan China selalu membawa bendera Tiongkok?

"Apa hebatnya kalau yang dibuat hanya baterai mobil?"

Banyak pabrik di China yang akan dan sedang melakukan relokasi ke Morowali. Morowali sungguh menjadi seperti gula bagi para pelaku industri. Morowali seolah sedang menuju takdirnya sebagai bintang baru di dunia industri berteknologi tinggi.

Stainless steel, slab, nikel pick iron, verro chrome, carbon steel dan CRC Carbon atas berbagai ragam produk industri berbasis nikel dan bouksit adalah produk yang akan dibuat oleh pabrik yang telah siap relokasi.

Produk olahan cobalt serta lithium akan dijadikan sebagai bahan baku pembuatan baterai untuk kendaraan listrik.

Nikel Laterit untuk memenuhi kebutuhan lithium generasi kedua yakni generasi yang kedua baterai super canggih berbasis lithium yang akan menjadi produk unggulan berskala internasional. Dan ingat..itu buatan Indonesia.

Dan..., salah satu pabrik pembuat microchip sebagai mata rantai dunia pemasok kebutuhan tehnologi super canggih untuk Samsung, Apple Mercedes, hingga Airbuspun telah siap memilih Morowali sebagai rumahnya.

Ini seperti mimpi. Kebijakan pemerintah dibawah Jokowilah yang membuat semua ini bisa terwujud. Insting bisnis dan mata jelinya siap membawa bangsa ini maju dengan sangat pesat.

Nikel sabagai harta luar biasa berharga sebagai anugerah bangsa ditambah dengan regulasi dan insentif yang dijadikan kebijakan telah membuat mereka berlomba.

Pemulihan ekonomi akibat bencana seolah menemukan jalan terang. Disana jalur itu semakin terlihat jelas. Kita hanya perlu mengikuti jalan itu.

PT. Indonesia Morowali Industrial Park - IMIP


----------------------------

Inilah China yang Kalian Benci.

Tahukah kalian, China yang kalian benci itu penduduknya lebih dari 1,4 miliar namun populasi Hape 1,7 miliar. Jumlah kelas menengah di china sebanyak 400 juta orang dari 150 juta keluarga. Dengan tingkat penghasilan sebulan rata rata per orang sebesar US$3,640 atau Rp. 45 juta.

Kelas menengah China itu terbesar di dunia. Mengalahkan semua penduduk Amerika. Mengalahkan semua penduduk ASEAN. Jadi jangan baper rakyat China mau pindah ke indonesia. Mereka lebih makmur dari kita.

Tahukah kalian, China yang kalian benci itu punya anggota sosial media terbesar di dunia, yaitu 770 juta user. Dan itu semua menggunakan aplikasi dalam negeri sendiri, Baidu, Alibaba and Tencent. Mereka bangsa mandiri dalam aplikasi IT. 90% aplikasi sosial media digunakan untuk bisnis, bukan utuk produsen hoax

Tahukah kalian, 90% suplai Chain industri di dunia ini dari 11 katagori berasal dari China. Kebayangkan, kalau hidup mati industri dunia, tergantung pasokan China. 1/3 sumber daya alam pembelinya adalah China. Kebayang engga kalau China engga beli. Akan banyak negara ketiga yang bangkrut.

China yang kalian benci itu, menghidupi bisnis pariwista dunia, yang mengirim wisatawan mencapai 150 juta orang setahun. Kebayang engga kalau mereka engga bisa wisata ke luar negeri. Berapa banyak bisnis wisata bangkrut.

China yang kalian benci itu, 25% dari top 500 perusahaan kelas dunia ada di China. Mereka negara yang mengirim pelajar ke luar negeri terbanyak di dunia. Negara yang membelanjakan biaya riset lebih besar dari APBN kita yaitu $293 billion setahun. Negara terbesar kedua di dunia yang membangun atas dasar IPTEK.

China yang kalian benci itu, adalah negara dengan tingkat hutang terbesar di dunia. Namun berhutang kepada rakyat sendiri, yang menerapkan skema pinjaman bagi hasil. Tingkat hutang berbasis sukuk atau syariah mencapai 260% dari PDB nya. Hanya 40% PDB hutang berbasis bunga.

Namun China adalah 3 negara kreditur terbesar yang membiayai APBN Amerika yang boros. Memberikan bantuan ekonomi ke semua negara islam di dunia termasuk Arab. Mereka bangsa mandiri dan tidak sungkan membantu negara lain. Bahkan kepada pembencinya sekalipun.

Mengapa kalian tidak belajar dari kesuksesan China yang membangun dengan konsep syariah. Padahal mereka bukan negara berbasis islam. Kalau tidak bisa bersaing, belajarlah kepada pesaing. Kalau tidak bisa mandiri, belajarlah kepada yang bisa mandiri.

Kebencian hanya melahirkan kebodohan. Jangan mengutuki orang yang sukses hanya karena kalian jadi orang gagal. Tirulah para sufi yang tak segan belajar, bahkan kepada anjing sekalipun.

Pahamkan sayang..

Babo EJB


-----------------------------

Trump is hopeless. Hatinya racist, terhadap siapapun, Afro, Hispanic, Jews maupun Cina.
Terhadap Cina itu sekedar politik untuk memperkuat kedudukan kepresidenannya dan sekarang menjelang pemilihan umum untuk his second term.
Trump dan Xi tetap kawan baik dibelakang layar politik.
Sewaktu Trump menuntut trade war, disabari dan dibiarkan Xi.
Sewaktu Covid19 in Xi tetap membantu dan mengirimkan kebutuhan America. Xi tidak bakal mempersulit Trump dan Amerika.
Trump memiliki investment besar di China, 15 golf courses dan gedung gedung dsb.
Sewaktu Trump aba aba mau perang, sepertinya sandiwara, antara Xi dan Trump siapa mau sampai habis habisan.
Trump dibelakang segala itu hanya politik, struggle untuk mendapatkan popularitas rakyatnya.
Dia tahu kapasitas dirinya tidak becus menguasai Covid19, sudah ada yang mengabarkan bahwa dia kapok menjadi president, mau quit saja.
Maka habis habisan marah kepada wartawan wanita yang menanyakan pertanyaan yang tajam.
Sengaja semua news media mengajukan wartawan wanita mereka memojoklan Trump, karena begitu arrogant Trump dia sendiri takut pada wanita, tidak bisa menang dalam petarungan mulut dengan mereka.
Yang merendahkan dan membicarakan ketidak baikan Trump bukan dari kita ini, terapi sehari hari dari semua media Amerika, mereka bukan leftists, mereka semua Amerika yang penegak kebenaran dan menjaga keruntuhan Amerika yang bisa dirusak karena mental breakfown Trump saat ini.
Perlu memakai pikiran yang terang dari pada mendukung dan membela dengan buta.

---------------------


Sunday, 26 May 2019

Dari Huawei merembet ke New York. Ke kereta bawah tanah.

Long H-March

Rabo 22 May 2019
Oleh : Dahlan Iskan

Dari Huawei merembet ke New York. Ke kereta bawah tanah. Yang jaringannya teruwet di dunia itu. Yang bisingnya bikin kangen itu.

"Jangan-jangan teknologi kereta apinya juga dipasangi penyadap," ujar seorang anggota DPR Amerika asal New York. "Harus diperiksa yang teliti," tambahnya.

Perusahaan kereta bawah tanah Tiongkok memang ikut tender di New York. Tingkatnya baru tender desain. Tapi sudah menang.

Berikutnya akan tender pengadaan gerbongnya. Untuk menggantikan gerbong-gerbong lama yang sudah kuno itu. Kecenderungannya Tiongkok pula yang bakal menang. Tidak akan ada yang bisa mengalahkan murahnya. Dan kesiapan sumber pendanaannya.

Belakangan pengadaan gerbong kereta bawah tanah di Amerika sudah selalu dimenangkan Tiongkok. Yang di Los Angeles. Di Chicago. Di Philadelphia. Di Washington DC.

Amerika memang harus menghadang semua langkah Tiongkok. Dengan alasan keamanan nasional. Tidak bisa dibantah. Korban pertamanya Huawei. Promotor 5G di dunia. Perusahaan Amerika dilarang menjual apa pun ke Huawei. Dan dilarang membeli apa pun dari Huawei. Itulah keputusan Presiden Donald Trump minggu lalu.

Huawei sanggup menandatangani jaminan tidak akan terjadi penyadapan.

Amerika tidak mau.

Huawei minta perusahaan telekomunikasi lain juga ditest hal yang sama.

Amerika tidak mau.

Akhirnya Huawei setengah menantang. Tidak boleh beli komponen dari Amerika tidak apa-apa. Huawei sudah siap. Sudah lama jaga-jaga. Sejak dulu sudah mengira siapa tahu ada kejadian seperti ini. Yang ternyata benar-benar terjadi.

Amerika mengira Huawei langsung terkena Achilles Heel-nya. Dikira di situlah kelemahan utama Huawei: tergantung pada chips bikinan Amerika.

Ternyata Huawei sudah bisa membuat chips sendiri. Melalui HiSilicon. Anak perusahaan yang khusus di bidang pembuatan chips. Yang dilahirkan khusus untuk jaga-jaga kalau ada masalah seperti ini.

Chips bikinan HiSilicon itu sebenarnya sudah dipakai Huawei. Untuk produknya yang kelas premium. Pembelian chips Huawei ke HiSilicon sudah mencapai sekitar Rp 140 triliun setahun. Baru sepertiga dari kebutuhan chips secara keseluruhan. Selama ini Huawei masih membeli chips dari beberapa perusahaan Amerika. Salah satunya Qualcomm. Senilai sekitar Rp 350 triliun setahun.

Perusahaan chips Amerika tentu akan kehilangan omset sebesar itu.

Huawei pun ternyata aman.

Ups... belum!

Amerika terus cari jalan mengejar Huawei. Ketemu. Google diminta untuk menghentikan kerjasamanya dengan Huawei. Google App, Google Play, YouTube dan Gmailnya tidak boleh lagi dipakai Huawei.

Pemilik HP Huawei, seperti saya, masih terus bisa menggunakan fasilitas milik Google itu. Tapi untuk produk Huawei yang baru sudah tidak boleh lagi.

Belum ada penjelasan bagaimana Huawei mengatasi hukuman terbaru ini. Di pasar Tiongkok tidak ada masalah. Di Tiongkok, Google memang sudah lama dilarang. Tiongkok punya 'google' sendiri: Baidu.

Tapi untuk pasar Huawei di luar Tiongkok perlu ada  penjelasan khusus. Itulah yang lagi ditunggu dunia. Yang jelas Huawei tidak akan tinggal diam. "Dalam dua tiga tahun ke depan Amerika masih belum bisa mengejar Huawei," ujar Ren Zhengfei, pendiri Huawei.

Begitu seru langkah-langkah Trump.

Baru kali ini terjadi. Negara melawan satu perusahaan swasta.

Trump terus mempertahankan prinsipnya: sudah terlalu lama Amerika mengalah ke Tiongkok. Di bidang perdagangan. Ia tidak menyalahkan Tiongkok. Ia selalu menyalahkan presiden-presiden Amerika sebelumnya. Yang tidak mau berbuat seperti yang ia lakukan sekarang ini.

Tiongkok sendiri masih terus cari akal. Apa lagi yang bisa dilakukan. Setelah tidak mau mengimpor kedelai, jagung dan babi dari Amerika.

Dua hari lalu Presiden Xi Jinping melakukan kunjungan ke daerah selatan. Ke Provinsi Jiangxi. Ke satu pegunungan di perbatasan dengan Fujian. Ke Desa Yudu.

Di situ ada monumen bersejarah. Tempat Mao Zedong dulu memulai long march. Menghindari kejaran tentara nasionalis pimpinan Chiang Kai Shek.
Dari situ Mao dan pengikutnya melakukan perjalanan jauh. Yang melelahkan. Dan membahayakan. Menerobos  pegunungan-pegunungan tinggi. Melintasi enam provinsi. Sambil menyusun kekuatan. Dan kehilangan separo tentaranya. Terutama saat menyeberang sungai ganas di Guangxi. Di saat banjir besar.

Akhirnya Mao tiba di Provinsi Xi'an di utara. Di sana disambut tokoh daerah. Yang menambah semangat perjuangan Mao. Di sinilah Mao menyusun pasukannya. Untuk menaklukkan kekuasaan Chiang Kai Shek di seluruh Tiongkok. Tokoh daerah yang menyambutnya itu adalah: ayah Xi Jinping.

Kunjungannya ke Yudu itu ditafsirkan sebagai napak tilas. Bahwa Tiongkok siap melakukan long march baru. Long march di zaman modern. Menderita dalam waktu yang panjang. Sambil tidak mau takluk pada musuh. Kali ini musuhnya adalah Amerika.

Isyarat yang ingin disampaikan: Tiongkok siap untuk perang panjang. Dengan segala pengorbanan.

Xi Jinping lantas mengunjungi satu pabrik di Jiangxi. Bukan pabrik sembarang. Ini pabrik rare earth. Tanah jarang. Tanah langka. Yang memproduksi 27 jenis kimia tambang. Salah satunya bahan baku low carbon. Yang dipakai untuk membuat layar HP, casing HP, pesawat TV dan elektronik lainnya.

Tiongkok menguasai 90 persen bahan baku rare earth dunia. Ada kemungkinan Tiongkok akan melarang ekspor rare earth ke Amerika.

Kita memiliki sedikit rare earth di Bangka. Yang dulu diekspor sebagai tanah sisa tambang. Kini benda itu tentu sangat berharga. Di sela-sela perang dagang mereka.

Perang dagang telah berkembang ke perang dingin.(Dahlan Iskan)

https://www.disway.id/r/458/long-h-march

Saturday, 16 February 2019

BERUNTUNGLAH ZAKY PUNYA PRESIDEN SEPERTI JOKOWI



Akhirnya Achmad Zaky gak kuat. CEO Bukalapak ini datang menemui Jokowi di Istana. Ia mengerahkan segala energi dan jaringannya untuk bisa diterima meski hanya beberapa menit.

Zaky mengirim sinyal, jika tidak secepatnya Jokowi turun tangan, Bukalapak bakal semaput. Amukan netizen memang luar biasa mengancam masa depan Zaky.  Ada1500 karyawan disana.

Bukan hanya Bukalapak. Hijup.com yang dimiliki istri Zaky juga gak luput dari bahaya. Para pecinta Jokowi bereaksi negatif juga.

Sebetulnya cuitan Zaky yang bilang 'pemerintah omong kosong' dan 'presiden baru', bagi Jokowi dianggap biasa saja. Kayak angin lalu. Setiap orang bebas mengekspresikan pilihan politiknya.

Ketika Presiden ikut mendorong Bukalapak membesar, juga gak mikir Zaky itu pendukung siapa. Yang ada di kepala Jokowi hanyalah membantu membesarkan bisnis anak bangsa. Milik anak-anak Indonesia.

Jokowi tidak berharap setelah itu mereka akan mendukungnya. Atau memberikan suara kepadanya. Dia hanya mencintai negeri ini. Mencintai karya anak Indo esia. Ia hanya ingin mendorong semuanya untuk maju.

Jika setelah usahanya diendorse Jokowi, orang seperti Zaky tetap terang-terangan mendukung Prabowo, itu biasa saja. Gak akan menyurutkan Jokowi untuk membesarkannya. Itulah yang dinamakan kerja dengan cinta. Ia hanya menjalankan tugasnya dengan baik. Ia hanya memposisikan dirinya pengayom semuanya.

Bukalapak adalah karya asli orang Indonesia. Gak peduli apapun pilihan politiknya, bagi Jokowi harus tetap dibesarkan. Sebab memajukan karya asli Indonesia adalah kewajibannya sebagai Presiden. Agar mereka bisa tumbuh maksimal.

Tapi menjadi pendukung Jokowi, bukan kewajiban seorang Ahcmad Zaky.

Kamu fikir, sebagai Presiden dia gak tahu kemana afiliasi politik orang yang ingin dibesarkannya?

Makanya pagi ini, Presiden bersedia bertemu CEO Bukalapak. Zaky yang sejak kemarin pusing tujuh keliling, merengek minta waktu Jokowi. Setelah cuitannya itu, Zaky berharap pertemuannya dengan Jokowi bisa menolong posisi Bukalapak yang yang terjepit.

Apa Jokowi marah karena cuitan Zaky lalu membiarkan Bukalapak terseok? Apa dukungan terbuka Achmad Zaky kepada Prabowo cukup untuk membuat Jokowi sakit hati?

Gak. Zaky boleh bertindak semaunya. Dia bebas menentukan pilihan politiknya. Tapi kecintaan Jokowi pada karya-karya anak bangsa jauh lebih tinggi dari sekadar Copras-capres. Apapun pilihan politik Zaky, tidak menutup pintu Jokowi untuk tetap menerimanya.

Maka, siang ini Jokowi menerima Zaky di istana. Mendengar keluh kesahnya. Dan mendoakan agar usaha Zaky tetap tumbuh maksimal.

Beruntunglah Zaky, punya Presiden sebaik itu. Beruntunglah kita punya pemimpin yang di hatinya tidak terselip rasa dendam. Pilpres ini tidak cukup menjadikan Jokowi manusia politik. Ia tetap seorang yang bekerja dengan cinta.

Bahkan dari kemarin, dua putra Jokowi, Kaesang dan Gibran sudah pasang badan untuk membela Zaky. Mereka gak peduli dengan pilihan politik Zaky. Mereka, seperti juga ayahnya, mencintai negeri ini dan karya-karya orang di dalamnya, jauh lebih besar dari sekadar copras-capres.

Maka hari ini, sepertinya kita cukupkan kemarahan kita pada Zaky dan Bukalapak. Saya mau tiru Jokowi. Pilpres tidak menjadikan kita manusia pemarah.

Sebab kita mendukung Jokowi, karena kita tahu, dia orang baik...

"Ahcmad Zaky beruntung mas. Dia punya Presiden seperti Jokowi," ujar Abu Kumkum.

# Pakdhe panceen luar biasa hatinya.. ☝🥰


MEMAHAMI ACHMAD ZAKI DAN BUKA LAPAK-NYA
- Andi Setiono M.

Barangkali inilah sebuah ironi berusaha di abad milineal. Seorang anak desa, lahir di kota kecil Sragen, lalu berkesempatan kuliah di PTN ternama bernama ITB. Lalu membangun sebuah start-up kekikinian, bernama Buka Lapak. Sukses story yang sebenarnya biasa saja, Bisa terjadi dan dialami semua orang, pembedanya cuma dua minimal: keberuntungan dan popularitas. Keberuntungan tak bisa dibeli, tapi tentu saja popularitas sangat bisa dieksploitasi. Senyampang dengan itu, sesungguhnya keduanya saling mereduksi, semakin tinggi popularitas yang di dapat sebenarnya, keberuntungannya semakin menyusut. Bila tak bisa dibilang pelan2 menjauh dan menghilang. Itulah yang terjadi pada Achmad Zaki. Dari seorang funder dan membanggakan diri dengan stempel CEO, sesungguhnya ia terakhir hanya pemilik 1% dari perusahaan yang didirikannya itu. Berapa-pun nilainya perusahaan itu, ia hanya minortas yang memiliki kuasa dan pengaruh di anak yang sempat dilahirkannya itu. Frustasi dan kegilaan dari seorang founder dan CEO, yang sesungguhnya tak lebih seorang pion. Bagaimana bisa?

Bisnis on-line seperti ini sesungguhnya tidaklah sama dengan bentuk bisnis lain yang memiliki kolateral yang dapat diagunkan ke bank. Ia tidak sama dengan dengan bisnis properti atau kendaraan bermotor yang jelas agunannya. Dunia perbankan tidak mungkin membiayai jenis start-up bisnis seperti ini, sehingga kalau ingin membesar mereka harus terus mengejar investor. Karena itulah, jenis bisnis seperti harus selalu high-profile. Hal yang kalau dikaitkan, dengan profil AZ jadi sangat gak nyambung sejak awal. Ia thengil, lebay, dan celometan. Ia membangun Bukalapak mulanya dengan mencoba menggandeng Sandiaga Uno, Oportunis yang lain, yang sebagaimana kita tahu bisnis sesungguhnya hanya jual beli konsesi dan pengejar rente.  Coba saya ingatkan, bahwa hanya dengan modal dengkul Sandi merapat (dulu) ke Partai Demokrat lalu mendapat konsesi pembangunan jalan Tol Cipali. Di tengah jalan konsesi ini dijual pada Group Astra yang memberinya keuntungan triyunan tanpa modal sepeserpun. Itu alasan kenapa, Prabowo merekrutnya: di luar gayanya yang "menyebalkan dan suka bersandiwara" itu, ia figur yang pandai mencari uang. Menutupi lubang menganga kebutuhan dana kampanye yang tak lagi bisa dipenuhi oleh keluarga Djojohadikusumo itu. Berharap dari Cendana? Kasihan deh loe...

Lalu diperkenalkanlah ia pada  Edy Sariatmadja pendiri dan pemilik EMTEK, yang konon juga lagi butuh punya eksistensi di bisnis on-line. Dari sinilah mereka bisa berharap masuk bursa saham. Artinya apa? Ia memperoleh keuntungan bukan  return nya bukan dari profit real bisnis tetapi dari value saham di market. Dan karena untuk bisa eksis di bursa saham, ia harus cukup "nampang", ia butuh terus menerus dana tambahan. Sejenis buaya mangap, yang tak pernah kenyang!  Salah satu yang dilakukannya sejak tahun 2017, Bukalapak berusaha menarik dana dari publik melalui penerbitan reksadana. Tetapi nilainya tidak significant untuk memenuhi ROE layak masuk bursa. Dan kesempatan terkakhir, saat ia ikut tender di lingkaran pemerintah yang konon berbau R&D (Research & Development) dan ia gagal. Lalu sebagaimana kita tahu, ia celometan di twitter menyalahkan anggaran riset yang terbatas, sialnya pakai data yang salah. Dan lebih buruk, ia pengen ganti presiden. Saya tidak tahu, apa reaksi Edy Sariatmadja, yang telah menolongnya itu. Karena ES tercatat sebagai salah satu ring satu pendanaan kampanye Jokowi. Konon setehari setelah ia ngacapruk, valuasi nilai perusahannya telah turun 30% dan diperkirakan akan semakin turun.... Ia bukan saja dihukum oleh netizen seacar sosial, ia juga telah bunuh diri secara bisnis.

Jadi AZ ini, tidak saja mengkhianati Jokowi yang meng-endorse bisnis-nya sedemikian rupa agar berkembang. Tetapi terutama investornya. Bagian paling buruknya adalah ia bermimpi dapat pertolongan dari kelompok sebelah! Sambil mencampakkan orang2 yang sudah riil menolongnya. Buah simalakama yang ditimbulkan sungguh luar biasa. Jadi agak ngaco membandngkannya dengan kasus Sari Roti dan Traveloka. Semestinya tidak ada yang harus happy dari peristiwa ini, semua harus merasa kehilangan dan kecolongan. Semua kita kehilangan sebuah modal baik. Kalau kelompok sebelah seolah bersorak? Bersorak untuk apa?  Emang mereka bisa memberi pertolongan apa? Berharap dari langit ke tujuh? Ini adalah cermin kebodohan dan kekonyolan dari seorang anak muda yang sok bergaya milineal. Ingin tampak keren, tapi sebenarnya sangat ndeso. Orang desa saja masih lebih beruntung karena punya kerendahan hati dan kejujuran.

Orang Jawa bilang ia adalah typical wong sing ora kuat nyangga drajat! Mungkin habitat aslinya memang sebatas berdiang di aquarium ikan!

Thursday, 14 February 2019

Jalan Panjang Freeport ke Pangkuan Ibu Pertiwi


PENANDATANGANAN Head of Agreement (HoA) antara PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan Freeport Mcmoran Inc (FCX) dan Rio Tinto terkait penjualan saham Freeport dan Participating Interest (PI) Rio Tinto di PT Freeport Indonesia (PTFI), menandakan secara resmi pengambilalihan (divestasi) 51% saham Freeport.
Kepemilikan Inalum setelah penjualan saham dan PI tersebut menjadi sebesar 51%, yang 10% PI akan diserahkan kepada pemerintah daerah Papua. Sangat pas kalau Presiden Joko Widodo mengucapkan, "Alhamdulillah Inalum kuasai 51% saham Freeport." Pasalnya, setelah setengah abad, bangsa Indonesia akhirnya dapat menguasai mayoritas 51% saham Freeport yang diperoleh dari proses perundingan panjang dan berliku berdasarkan prinsip-prinsip perundingan internasional.
Proses panjang itu diawali dengan persetujuan Kontrak Karya (KK) Freeport untuk pertama kali ditandatangani pada 1967, berdasarkan Undang-undang No 11/1967 tentang Modal Asing.
Setelah berlangsung 30 tahun, pada 1997, KK Freeport diperpanjang lagi selama 30 tahun ke depan hingga KK baru akan berakhir pada 2021. Selama 50 tahun, pemerintah Indonesia mendapatkan pembagian saham Freeport hanya sebesar 9,36%. Sementara itu, mayoritas saham sebanyak 90,64% dikuasai Freeport Mcmoran Inc. Parahnya, deviden yang porsinya kecil kerap kali tidak dibayarkan dengan alasan kebijakan laba ditahan untuk modal ekspansi. Royalti yang diberikan kepada pemerintah Indonesia juga sangat kecil, antara 1%-3,5%.
Dalam perjanjian perpanjangan KK kedua, yang ditandatangani pada 1997, sebenarnya sudah memasukkan ketentuan divestasi secara bertahap hingga mencapai 51% paling lambat pada 2011. Namun, Freeport berupaya untuk tidak memenuhi perjanjian tersebut dengan melancarkan trik dalam penetapan harga divestasi saham yang sangat tinggi.
Pada saat Freeport harus menjual 10,64% saham kepada pemerintah Indonesia, Freeport menetapkan harganya senilai US$1,7 miliar atau sekitar Rp22,1 triliun (pada saat itu US$1 setara Rp13.000). Asumsinya, KK akan diperpanjang selama 20 tahun, maka cadangan yang dimasukkan perhitungan harga saham ditetapkan hingga 2041. Konsekuensinya, harga saham ditawarkan pada saat itu sangat tinggi, bahkan cenderung over value. Pemerintah menolak tawaran harga sebesar itu sehingga Freeport tetap saja menggenggam 90,64% mayoritas saham, saham Indonesia masih saja 9,36%.
Sudah jadi tekad
Sejak awal pemerintahannya, Presiden Joko Widodo sudah bertekad untuk mengambil alih Freeport dengan menguasai 51% saham Freeport melalui perundingan. Tim perunding pemerintah, diwakili Menteri ESDM, Menteri BUMN, dan Menteri Keuangan, menawarkan kepada Freeport untuk mengubah KK menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Awalnya Freeport menolak keras IUPK, bahkan Freeport sempat mengancam untuk mengadukan Indonesia ke Arbitrase Internasional, menghentikan produksi, dan PHK besar-besaran, jika Pemerintah Indonesia memaksakan pemberlakuan IUPK.
Namun, di luar dugaan setelah pertemuan antara CEO Freeport-Mcmoran Inc Richard Adkerson dan Menteri ESDM Ignasius Jonan, di Jakarta, pada 27 Agustus 2017, Freeport menyetujui kesepakatan kerangka dasar (framework). Hasil kesepakatan itu diumumkan ke publik pada 29 Agustus 2018.
Kerangka dasar yang disepakati ialah perubahan KK menjadi IUPK dengan persyaratan smelterisasi, divestasi 51% saham Freeport, dan penerimaan negara yang lebih tinggi dari pajak dan royalti. Dalam kesepakatan kerangka dasar itu, pemerintah menyetujui perpanjangan operasi Freeport 2x10 tahun dan memberikan jaminan kepastian investasi.
Setelah tercapai kesepakatan kerangka dasar, Menteri ESDM tidak lagi terlibat secara langsung perundingan, Menteri BUMN dan Menteri Keuangan yang melanjutkan perundingan untuk membahas penetapan harga saham, royalti, dan pajak. Meskipun sudah menyetujui kesepakatan kerangka dasar, Freeport menolak usulan pemerintah terkait penetapan harga saham divestasi yang dihitung berdasarkan nilai aset dan cadangan hingga 2021.
Freeport tetap bertahan pada penetapan harga divestasi saham yang mencerminkan nilai pasar wajar ialah dengan memperhitungkan nilai aset dan cadangan hingga 2041. Tidak bisa dihindari terjadi lagi dead lock dalam perundingan.
Untuk mencairkan dead lock perundingan, Presiden Joko Widodo menugaskan Ignasius Jonan untuk kembali terlibat secara langsung dalam perundingan. Di tengah alotnya perundingan penetapan harga saham Freeport, tim perunding pemerintah memutuskan untuk membeli participating interest (PI) Rio Tinto, yang ada pada PTFI sebanyak 40%. Freeport pun juga menyetujui keputusan Indonesia untuk membeli PI sebagai bagian dalam proses divestasi 51% saham Freeport. Namun, perundingan kembali dead lock lantaran antara Inalum dan Rio Tinto tidak menyepakati penetapan harga jual PI dan tahapan konversi PI menjadi saham.
Di tengah ancaman dead lock, di sela kesibukkannya menjadi key note speaker pada World Gas Conference, Menteri ESDM Ignasius Jonan kembali menemui CEO Freeport McmoRan Richard C Adkerson di Washington. Tujuan pertemuan itu ialah untuk mempercepat finalisasi kesepakatan. Pertemuan keduanya di Washington dilanjutkan dengan pertemuan-pertemuan di Jakarta. Setelah melalui jalan panjang dan berliku yang dijalani dengan penuh kesabaran, akhirnya pada 12 Juli 2018, pemerintah Indonesia, Freeport McmoRan dan Rio Tinto sepakat untuk menandatangani HoA. Inalum setuju mengeluarkan dana sebesar US$3,85 miliar untuk membeli 40% PI Rio Tinto di PTFI dan 100% saham Freeport di PT Indocopper Investama 9,36% saham di PTFI. Genaplah sudah Indonesia mengusai mayoritas 51% saham Freeport.
Manfaat
Penguasaan 51% saham Freeport akan memberikan beberapa manfaat ekonomi, yakni peningkatan pendapatan dari deviden, pendapatan pajak dan royalti yang akan ditentukan dari besaran pendapatan tahun berjalan PTFI. Berdasarkan laporan keuangan 2017 yang telah diaudit, PTFI membukukan pendapatan sebesar US$4,44 miliar, naik dari US$3,29 miliar di 2016. PTFI juga membukukan laba bersih sebesar US$1,28 miliar pada 2017, naik dari US$579 juta pada 2016.
Selain itu, pendapatan kekayaan deposit emas dengan nilai cadangan diperkirakan sebesar US$42 miliar, cadangan tembaga US$116 miliar, dan cadangan perak US$2,5 miliar. Total cadangan terbukti (proven) mencapai US$160 miliar atau setara Rp2.290 triliun. Cadangan itu diperkirakan dapat dieksplorasi dan eksploitasi hingga 2060. Demikian juga dengan pembangunan smelter, selain memberikan nilai tambah dari pengolahan konsentrat menjadi emas, perak, dan tembaga, juga membuka lapangan pekerjaan untuk dipekerjakan di sejumlah smelter yang akan dibangun.
Penguasaan mayoritas saham Freeport itu, tidak hanya menandai awal pengembalian Freeport ke pangkuan ibu pertiwi, tetapi juga mengembalikan kedaulatan energi kepada NKRI dalam pengelolaan tambang di bumi Papua. Selain itu, penguasaan 51% saham Freeport juga akan memberikan manfaat ekonomi yang dapat dipergunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat, sesuai amanah konstitusi UUD 1945, utamanya rakyat Papua.
Penulis: Fahmy Radhi Pengamat Ekonomi Energi UGM dan Mantan Anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas
Source : http://mediaindonesia.com/read/detail/172022-jalan-panjang-freeport-ke-pangkuan-ibu-pertiwi?utm_source=dable

Friday, 1 February 2019

ANALISIS PETER F. GONTHA BAHWA UTANG JOKOWI HANYA RP.16 T. DALAM 4 TAHUN PEMERINTAHANNYA

Hi Teman2 Pertiwi, yuk  kita viral kan sebanyak mungkin artikel ini...banyak sekali rakyat kecil termakan isu Jokowi membuat Indonesia ketiban utang.
Salam 👍 Tuhan Berkati🙏🙏🙏

KUTIPAN DARI KAGAMA ANALISIS PETER F. GONTHA BAHWA UTANG JOKOWI HANYA RP.16 T. DALAM 4 TAHUN PEMERINTAHANNYA

Salah satu tuduhan haters yang tersebar di medsos adalah Jokowi membuat Indonesia ketiban utang raksasa. Bayangkan, utang Indonesia mencapai Rp.5000 Triliun (5000 T). Buaanyaaak sekali, bagaimana bisa membayarnya.?!

Doni – sopir Grabcar – di Bekasi, termakan isu itu. Ia memaki-maki Jokowi melalui medsos, seorang advokat di Cikampek, Elyasa SH, mengumbar kebencian terhadap Jokowi dengan menulis utang negara 5000 T tadi. Tohir, seorang da’i di Lampung – teman Elyasa di Yogya – melakukan hal sama. Indonesia, menurutnya, akan bangkrut di tangan Jokowi karena utang yang sundul langit.

Benarkah demikian.?!

Peter F Gontha, pengusaha sukses – pendiri RCTI, SCTV, Berita Satu, Indovision, dan First Media – menyodorkan data dan fakta bahwa Indonesia di era Jokowi tidak akan bangkrut bahkan akan melejit perekonomiannya, karena Jokowi bukan penumpuk utang. Malah, dialah presiden yang menurunkan utang Indonesia.

Gontha, di awal tulisannya, menyebutkan: Di dunia ini, ada tiga negara yang terancam bangkrut pada tahun 2018 karena krisis moneter. Yaitu Turki, Venezuela, dan Malaysia.

Seperti dilansir Reuters, Menteri Keuangan Malaysia Lim Guang Eng menjelaskan, total utang Malaysia mencapai 1.087 triliun ringgit (sekitar Rp3.500 T) pada 31 Desember 2017. Konon, utang tersebut berhilir pada kasus mega korupsi mantan Perdana Menterinya (PM) Najib Razak beserta istrinya.

Nasib perekonomian Negeri Jiran pun di ujung tanduk. Warga Malaysia membuat gerakan aksi melunasi utang dengan cara iuran atau patungan. Ini dilakukan melalui sebuah situs crowdfunding. Di samping itu, PM Mahathir Mohamad memotong gaji para Menteri dan anggota parlemen seluruh negara bagian sebesar 10% untuk mengurangi utang yang mencapai 1.087 T Ringgit itu.

Betul. Utang Indonesia lebih besar dari Malaysia. Berdasarkan laporan Bank Indonesia, pada akhir April 2018, jumlah utang luar negeri (ULN) berada di angka 356,9 Miliar USD. Sekitar Rp 5.000 T.

Pertanyaannya: Kenapa Malaysia terancam bangkrut, sementara Indonesia tidak.?! Demikian pertanyaan Gontha. Pria yang mendapat julukan “Rupert Murdoch” Indonesia (karena memiliki media massa) itu, menjawab sendiri pertanyaannya.

Menurut Gontha – hal itu terjelaskan dari rasio utang negara terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Utang Malaysia memang hanya Rp 3.500 triliun. Tapi rasionya terhadap PDB lebih dari 60%. Sebaliknya Indonesia, meski berutang hingga Rp 5.000 T, namun rasio utangnya terhadap PDB hanya 29%.

“Dengan rasio utang yang lebih dari 60% PDB, Malaysia akan sulit membayar cicilan utangnya. Hal ini akan membawa efek berantai kondisi moneter Malaysia,” tulis mantan akuntan di City Bank New York itu.

Tahun-tahun sebelumnya Malaysia jarang sekali punya utang lebih dari 300 Miliar Ringgit. Utang yang mencapai 1.087 Triliun Ringgit itu terjadi akibat dugaan kasus korupsi di 1MDB (1 Malaysia Development Berhad). 1MDB adalah semacam BUMN yang didirikan mantan PM Najib Razak untuk menghimpun dana pembiayaan proyek infrastruktur Malaysia.

Turki nyaris bangkrut karena pemborosan dan salah kalkulasi, sedangkan Venezuela bangkrut karena dulu, di zaman Hugo Chavez terlalu menina-bobokan rakyatnya dengan subsidi macam-macam yang berasal dari petro dolar.

Akibatnya, ketika harga minyak jatuh, negeri pun koleps. Keuangan negara ambles. Rakyat marah karena harga-harga melejit. Dunia internasional tak mempercayainya lagi.

Indonesia Hebat..!!

Tulis Gontha: Ada yang salah dari kritik oposisi terhadap utang pemerintah. Mengapa? Karena cerita balutan utang yang dikritik oposisi hanya menekankan kata "utangnya saja". Tanpa penjelasan komprehensif. Oposisi hanya mengkritik sisi kritisnya, sedangkan sisi prospeknya disembunyikan.

Soal utang negara, tulis Gontha, sepanjang pemerintahan Jokowi tercatat sekitar Rp 1.644,22 T. Bila utang Era Jokowi tadi ditambah dengan utang Era SBY (sampai tahun 2014 sebesar Rp 2.608,8 T), memang jumlahnya besar sekali. Per-Juli 2018, tercatat 4.253,02 T.

So, utang Jokowi hanya Rp 1.644,22 T. Tapi oposisi mengangkatnya menjadi Rp.5000 T. Padahal, jika cermat itung-itungannya, utang Jokowi jauh lebih kecil dibanding utang SBY.

Pertanyaan berikutnya – tulis Gontha -- manfaat apa yang dirasakan rakyat dari utang Era Jokowi.?!

Jawabnya adalah :

Pembangunan I infrastruktur secara massif di seluruh Indonesia! Mulai infrastruktur air, pertanian, listrik, BBM (satu harga), dan jalan raya. Semua wilayah terisolasi dibuka. Jokowi membuka gerbang konektivitas seluruh nusantara. Mulai dari wilayah terpencil, termasuk perbatasan (dengan negara lain), dan wilayah terdepan di pulau-pulau kecil di tengah Samudera Hindia dan Pasifik.

Tak hanya itu. Ada yang luput dari perhatian publik. Jokowi selain menambah utang, juga membayar utang yang jumlahnya cukup besar.

Lihat data :

Total utang jatuh tempo dari 2014 (Era SBY) hingga 2018 (Era Jokowi) yang dibayar pemerintah mencapai Rp.1.628 T. Utang yang dibayar ini merupakan pinjaman dan surat berharga negara (SBN).

Pada tahun 2014 :

- Misalnya Pemerintahan Jokowi membayar utang jatuh tempo Rp.237 T.

- Tahun 2015 sebesar Rp.226,26 T.

- Tahun 2016 sejumlah Rp.322,55 T.

- Sedangkan tahun 2017 sebesar Rp 350,22 T.

- Bahkan tahun 2018 di tengah isu miring, Jokowi membayar utang senilai Rp 492,29 T.

Jokowi berutang Rp 1.644 T, tapi mampu membayar utang Rp 1.628 T. Artinya, utang Jokowi sejatinya cuma Rp 16 T dalam 4 tahun kepemimpinannya.

Bandingkan dengan utang tinggalan SBY selama 10 tahun yang mencapai Rp.2.608.8 Triliun.

Kenapa Era SBY utangnya demikian besar.?!

Karena untuk menyubsidi BBM Rp.300 Triliun/tahun. Belum lagi rente yang dicatut broker minyak Petral di Singapura. Kedua kanker tersebut telah dipotong Jokowi.

Gontha – akuntan handal lulusan Praehap Institute di Belanda itu bertanya, pakah hal itu bisa disebut gali lubang tutup lubang.?!

No. Hanya pebisnis anak papi dan mami yang menyatakan pemerintah berutang untuk gali lubang tutup lubang – tulis mantan Vice Presiden American Express Bank Asia yang mulai berbisnis dari bawah itu.

Jokowi, sebelum jadi presiden adalah pengusaha handal. Ia bukan pengusaha rente. Bukan pengusaha Papa minta saham.

Hidup dalam berbisnis, tulis Gontha, perlu modal. Dan modal didapat dari utang. Dengan berutang, pelaku bisnis bisa membeli aset, atau alat penggerak usaha. Hasilnya bisa untuk membayar utang.

Lihat driver gojek. Awalnya berutang untuk beli motor. Motor itu untuk ojek online (ojol). Pendapatannya dari ojol bersih, katakan antara Rp.5 - 8 juta sebulan. Ia bisa menghidupi anak istrinya dan melunasi cicilannya. Motor pun kemudian jadi aset sang driver.

Itu pula yang dilakukan negara. Asal kalkulasinya cermat, utang itu akan terbayar dan negara punya aset. Hebatnya lagi, tidak seperti motor yang nilai intrinsiknya terus turun dari tahun ke tahun. Jalan tol, pelabuhan, bendungan, dan bandara nilai intrinsiknya makin lama makin mahal. Negara pun berlimpah aset berharga. Kaya!

Jokowi selama 4 tahun mampu membayar utang Rp.1.628 Triliun. Jokowi berjanji tidak akan menambah utang lagi, khususnya utang luar negeri berbasis USD. Jokowi juga menginginkan semua pembangunan infrastruktur rampung secepatnya. Artinya, infrastruktur tersebut segera menghasilkan uang.

Kalau dalam 4 tahun Jokowi bisa membayar Rp 1.628 triliun. Lalu setiap tahunnya pendapatan negara meningkat karena infrastruktur yang dibangunnya telah menghasilkan uang, maka besar kemungkinan Indonesia bisa membayar utang lebih besar dari angka jatuh tempo sebelumnya.

Bila itu terjadi, tulis Gontha (akuntan kaliber internasional), sekitar 10 tahun lagi, Indonesia akan bebas utang. Wow..!! Bila tercapai, Indonesia akan tumbuh menjadi negara kuat dan makmur.

Semoga bermanfaat bagi orang-orang yang picik pikirannya, Aamiin..3X YRA

Thursday, 20 December 2018

Masih Pagi, Rupiah Sudah Nomor 1 di Asia!

Ilustrasi

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat. Dolar AS semakin jauh dari level Rp 14.500 dan bisa saja terdorong ke kisaran Rp 14.300. 
Pada Rabu (19/12/2018), US$ 1 dibanderol Rp 14.430 kala pembukaan pasar spot. Rupiah menguat 0,45% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya. 
Penguatan ini sudah bisa diperkirakan sebelumnya. Tanda-tanda apresiasi rupiah sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF). 

Seiring perjalanan pasar, rupiah semakin galak. Pada pukul 08:04 WIB, US$ 1 sudah setara dengan Rp 14.410 di mana rupiah menguat 0,59%. 
Rupiah berhasil ditutup menguat terhadap dolar AS di perdagangan pasar spot dalam 2 hari terakhir. Jika penguatan pagi ini bertahan sampai penutupan pasar, maka rupiah akan menguat selama 3 hari beruntun. 
Seperti rupiah, mayoritas mata uang utama Asia juga mampu menguat di hadapan greenback. Namun penguatan 0,59% berhasil membawa rupiah menjadi yang terbaik. Dalam hal penguatan terhadap dolar AS, tidak ada yang lebih baik dari rupiah di Asia. 
Berikut perkembangan nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama Benua Kuning pada pukul 08:07 WIB: 
 
Dolar AS Sedang Sepi Peminat
Rupiah dkk di Asia mampu memanfaatkan dolar AS yang memang sedang tertekan secara global. Pada pukul 08:09 WIB, Dollar Index (yang mencerminkan posisi greenback secara relatif di hadapan enam mata uang utama dunia) melemah 0,21%. 

Seperti kemarin, investor masih menantikan rapat The Federal Reserve/The Fed yang semakin dekat. Akan tetapi, sepertinya semakin dekat ke pelaksanaan rapat yang ada malah kemungkinan kenaikan suku bunga jadi semakin tipis. 

Mengutip CME Fedwatch, kini probabilitas Jerome 'Jay' Powell dan sejawat menaikkan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 2,25-2,5% adalah 68,9%. Kemarin, posisinya masih di 72,3% dan sepekan lalu ada di 75,8%. 


Proyeksi perlambatan ekonomi AS dan dunia membuat pelaku pasar mulai mengubah taruhannya. Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini di kisaran 3,7%, dan tahun depan melambat menjadi 3,5%. 

Sedangkan ekonomi AS tahun ini diramal tumbuh 2,9% sebelum melambat ke 2,7% tahun depan. Kemudian pertumbuhan ekonomi Uni Eropa pada 2018 diperkirakan sebesar 1,9% dan melambat ke 1,8% pada 2019. 

Lalu ekonomi China tahun ini diproyeksikan tumbuh 6,6% sebelum melambat ke 6,3% tahun depan. Sementara ekonomi Indonesia tahun depan diperkirakan stagnan, sama dengan tahun ini yaitu tumbuh 5,2%. 

Oleh karena itu, kemungkinan The Fed menahan suku bunga kini menjadi semakin besar. Ada peluang The Fed sudah mulai dovish pada bulan ini, lebih awal dari perkiraan sebelumnya yaitu tahun depan. Dampaknya, dolar AS masih akan dijauhi oleh pelaku pasar. 

Apalagi dolar AS juga kehilangan kemolekannya karena imbal hasil (yield) obligasi AS yang semakin menurun. Pada pukul 08:11 WIB, yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 1,3 bps. 

Yield di pasar sekunder akan menjadi patokan dalam penentuan kupon di lelang pasar perdana. Ketika yield turun, maka kupon tentu menjadi rendah dan kurang menarik. Pasar obligasi AS yang kurang atraktif ini membuat permintaan terhadap greenback ikut turun sehingga nilainya melemah. 

Rupiah bisa memanfaatkan situasi ini dengan kembali mencatat penguatan. Jika rupiah kembali ditutup menguat hari ini, maka akan menjadi apresiasi selama 3 hari beruntun.


TIM RISET CNBC INDONESIA

(aji/aji)

https://www.cnbcindonesia.com/market/20181219081142-17-47026/masih-pagi-rupiah-sudah-nomor-1-di-asia/2

Monday, 24 September 2018

Dasyat! 10.000 Perusahaan Crazy Rich Surabaya Dukung Jokowi Tukar 67 Juta Dolar



Dasyat! 10.000 Perusahaan Crazy Rich Surabaya Dukung Jokowi Tukar 67 Juta Dolar

Hebatnya kepemimpinan Jokowi adalah mampu menginspirasi orang bertindak sesuatu bagai bangsa dan negara. Ketika banyak politisi memilih nyinyir dan menyebarkan ketakutan tentang Indonesia akan jatuh ke jurang krisis seperti 1998, crazy rich 'orang-orang superkaya' di Surabaya tergerak membantu pemerintah menguatkkan nilai tukar Rupiah.

Mereka adalah para pengusaha Jawa Timur yang tergabung dalam Forum Komunikasi Asosiasi Pengusaha (Forkas) Jawa Timur yang terdiri dari 38 asosiasi sektoral dengan keanggotaan perusahaan lebih dari 10.000 perusahaan.
Para crazy rich Surabaya ini awalnya menyampaikan kabar kepada Kepala Kantor Staf Kepresidenan Jenderal (purn.) Moeldoko bahwa mereka akan membantu pemerintahan Joko Widodo untuk menguatkan nilai tukar rupiah dengan gerakan menukar dolar ke rupiah.
Kamis siang, 20/09 mereka bertanya kepada Moeldoko, kalau 10 juta dollar cukup tak, atau mau tambah. Tentu saja Moeldoko minta jika boleh lebih dari itu.

Pada malam, 20/09 Moeldoko tiba di di Hotel Majapahit, Surabaya untuk menghadiri acara itu.
Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jatim Difi Ahmad Johansyah total yang ditukarkan para pebisnis kaya di Jatim sebanyak US$ 67 juta. Namun secara simbolik dalam acara "Bersatu Menguatkan Rupiah" akan ditukarkan sebanyak 50 juta dollar AS.
Luar biasa!

Solidaritas rakyat dari beragam kelompok seperti ini adalah tindakan hebat dan setepat-tepatnya untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia dari turbulensi ekonomi dunia saat ini.
Aksi para pengusaha ini tentu menampar para politisi yang hanya sibuk berteriak-teriak memanfaatkan kondisi untuk meraih kekuasaan.
Salut untuk para crazy rich Surabaya. Salut untuk Presiden Joko Widodo. Hanya kepemimpinan inspiratif yang mampu menggerakkan kesukarelaan warga negara untuk terlibat berbuat sesuatu bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Sumber:
Kontan.com (20/09/2018) "Pengusaha Surabaya rame-rame tukar dollar AS." nasional.kontan.co.id/news/pengusaha-surabaya-rame-rame-tukar-dollar-as

Tribunnews.com (20/09/2018) "Forkas Jatim Ajak Pengusaha Tukarkan Dollar AS ke Rupiah Lewat Acara 'Bersatu Menguatkan Rupiah'" jatim.tribunnews.com/2018/09/20/forkas-jatim-ajak-pengusaha-tukarkan-dollar-as-ke-rupiah-lewat-acara-bersatu-menguatkan-rupiah

Antaranews.com (20/09/2018) "Forkas Tukar Dolar ke Rupiah." antarafoto.com/bisnis/v1537455311/forkas-tukar-dolar-ke-rupiah

Tags

Recent Post