Nantinya mungkin seperti ini ke Danau Toba.....
*RILIS PUPR 2*
*11 JUNI 2020*
*SP.BIRKOM/VI/2020/257*
*Segera Rampung, Pelebaran Alur Tano Ponggol Akan Permudah Kapal Wisata Keliling Pulau Samosir*
Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini tengah menyelesaikan pekerjaan pelebaran alur Tano Ponggol di Danau Toba, Kabupaten Samosir. Pelebaran alur tersebut bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada wisatawan dapat mengelilingi Pulau Samosir menggunakan kapal pesiar berukuran besar.
Danau Toba merupakan salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Prioritas yang dipersiapkan untuk mendukung produktivitas di sektor pariwisata pada tatanan normal baru (new normal) akibat COVID-19. Pada tahun 2020 Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,3 triliun untuk pembangunan infrastruktur di KSPN Danau Toba yang terbagi untuk infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) Rp 119,8 miliar, jalan dan jembatan sebesar Rp 800,3 miliar, permukiman Rp 102 miliar dan perumahan Rp 348,4 miliar sebanyak 68 paket pekerjaan. Untuk TA 2020, sebanyak 36 paket saat ini telah tahap konstruksi, 24 paket dalam proses lelang, dan sisanya 8 paket dikerjakan secara swakelola, termasuk untuk pembebasan lahan.
“Dalam tatanan normal baru untuk hidup berdamai dengan Pandemi COVID-19, Pemerintah meyakini bahwa sektor ekonomi utama yang dapat rebound dengan cepat adalah sektor pariwisata. Untuk itu, tidak ada kegiatan pembangunan infrastruktur pada 5 KSPN yang dihentikan,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu.
Pekerjaan pelebaran alur Tano Ponggol dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II, Ditjen Sumber Daya Air (SDA) dengan kegiatan utama adalah pelebaran dan pendalaman alur sehingga akan dapat dilewati oleh kapal pesiar dengan progres saat ini sudah mencapai 93,506%.
Alur Tano Ponggol akan dilakukan pelebaran dari 25 meter menjadi 80 m sepanjang 1,2 Km dan ditambah kedalamannya dari 3 meter menjadi 8 meter. Dari total panjang 1,2 km tersisa sepanjang sekitar 20 meter yang belum dilakukan pelebaran. Pekerjaan tersebut akan memindahkan tanah sebanyak 571.562 m3 untuk mendapatkan elevasi dasar alur pada 897 mdpl. Kontrak pekerjaannya dimulai Desember 2017 dengan anggaran mencapai Rp 320,55 miliar.
Selain itu pada sisi kiri dan kanan alur Tano Ponggol nantinya akan menggunakan steel sheet pile untuk menjaga kekuatan tanggul. Setelah dilakukan pelebaran, pada sisi kiri dan kanan juga akan dibangun jalur pedestrian sebagai bagian dari penataan kawasan sekaligus dukungan objek wisata di Danau Toba yang dilakukan oleh Ditjen Cipta Karya.
Pengembangan kawasan Tano Ponggol yang tengah dilakukan Kementerian PUPR yaitu menggunakan konsep pengembangan daerah tepian air baik itu tepi pantai, sungai ataupun danau yang dikenal dengan waterfront city untuk wisata air. Pengembangan kawasan Tano Ponggol merupakan pekerjaan terpadu yang dilakukan oleh Ditjen SDA yang melebarkan alur sungai, Ditjen Bina Marga dengan membangun jembatan, dan Cipta Karya dengan penataan kawasannya.
Dengan adanya jalur pelebaran alur ini, secara otomatis perlu dilakukan penyesuaian desain Jembatan Tano Ponggol agar kapal pesiar dapat lewat di bawah jembatan. Kondisi jembatan saat ini hanya memiliki panjang 25 meter dan freeboard cukup rendah sehingga kapal besar tidak dapat lewat. Tano Ponggol merupakan satu-satunya akses darat untuk menuju Pulau Samosir yang berada di tengah Danau Toba.
Desain jembatan tersebut juga akan mengadposi kearifan lokal adat Batak dengan perkiraan ketinggian ideal jembatan sekitar 8-9 meter dan panjang total 294 meter yang terdiri dari jembatan utama sepanjang 179 meter dan sisanya merupakan jembatan pendekat, dan oprit.
Konstruksi fisik jembatan rencananya akan dimulai pada tahun 2020 dengan alokasi anggaran Rp 175,5 miliar. Saat ini progresnya masih dalam tahapan pra kualifikasi persiapan lelang. Rencananya Jembatan Tano Ponggol yang baru akan memiliki 2 lajur. Dengan desain baru jembatan, tentunya akan menjadi ikon baru di Danau Toba selalu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi terlebih di pesisir Danau Toba. (*)
Biro Komunikasi Publik
Kementerian PUPR
Facebook : Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Twitter : @kemenpu
Instagram : kemenpupr
Youtube : kemenpu
#PUPRBersatuAtasiCOVID-19
#InfrastrukturUntukIndonesiaMaju
#PUPRSigapMembangunNegeri
-----------
Berikut HOT ISU yang berkembang pada pagi hingga siang ini :
1. Komite I DPD RI menolak pelaksanaan Pilkada Serentak 9 Desember 2020 dengan sejumlah pertimbangan. Antara lain, WHO telah menyatakan Covid-19 sebagai pandemi global yang belum dapat diprediksi kapan pandemi tersebut akan berakhir. Pemerintah sendiri telah tetapkan Covid-19 sebagai bencana nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 dan sampai saat ini Keppres tersebut masih berlaku.
Selain itu, pandemi Covid-19 telah berdampak meningkatnya jumlah korban dan kerugian harta benda, meluasnya cakupan wilayah yang terkena bencana, serta menimbulkan implikasi pada aspek sosial ekonomi yang luas di Indonesia.
Pilkada Serentak yang melibatkan 270 daerah serta kurang lebih jumlah pemilih sebanyak 105 juta orang pemilih sangat rentan mengancam keselamatan jiwa pemilih dan penyelenggara Pemilu. Sampai saat ini, jumlah korban yang terinfeksi Covid-19 masih terus bertambah, serta belum menunjukkan kecenderungan akan melandai apalagi berakhir.
‘’Kami dapat memahami alasan dilaksanakannya Pilkada Serentak tanggal 9 Desember 2020 dengan memperhatikan tingkat kerawanan daerah dari Pandemi Covid19. Tetapi, sangat disayangkan pelaksanaan Pilkada Serentak tersebut kurang memperhatikan doktrin yang diterima secara universal, yaitu “salus populi supreme lex esto” atau keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi bagi suatu negara,’’ tegas Komite I DPD RI, Agustin Teras Narang yang mantan Gubernur Kalteng dua periode ini, Rabu (10/6).
2. Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR Ferry Mursyidan Baldan mengusulkan pemerintah menunda pelaksanaan Pilkada serentak ke tahun depan, setidaknya pada pertengahan 2001. Ferry beralasan, tidak seorang pun yang bisa menjamin penyelenggara, peserta pilkada, pemilih dan petugas pengamanan tidak akan terpapar virus.
“Kalau mau dipaksakan tahun ini, penyelenggara pemilu harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan pihak yang berwenang dan mengetahui kondisi sesungguhnya, yakni Gugus Tugas Covid-19. Apakah mungkin tahun ini bisa dilakukan tahapan pilkada hingga Desember 2020. Itu sangat penting untuk ditanyakan, jangan sampai kerja keras Gugus Tugas Covid memberantas virus corona muspro karena pilkada yang dipaksakan,” ujar Ferry, kepawa wartawan, di Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6) siang.
3. Mantan anggota DPD RI, Adrianus Garu menyampaikan dua agenda penting kepada Presiden Jokowi. Yakni, menunda pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 dan lakukan evaluasi terhadap kinerja Kabinet Jilid 2 Jokowi-Ma’ruf Amin.
“Yang pertama, saya berharap Presiden Jokowi bisa menunda seluruh proses pilkada 2020 ke 2022 sesuai rancangan UU Parpol dan UU Pemilu. Yang kedua, saya berharap Presiden Jokowi segera mengevaluasi secara menyeluruh Kabinet Jilid 2 yang tidak sejalan dengan visi Presiden,’’ ,katanya di Jakarta, kemarin.
Terkait masalah penundaan Pilkada Serentak 2020, Adrianus meminta agar Presiden Jokowi lebih tegas. “Bahwasannya, penyelamatan rakyat bangsa Indonesia jauh lebih penting daripada euforia pemilukada di tengah pro kontra antara Mendagri, Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan Bawaslu. Pemerintah tidak perlu mengikuti keinginan parpol-parpol,” ujar Adrianus.
4. Menko Polhukam Mahfud MD menegaskan, pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 yang digelar pada 9 Desember tidak akan mengalami penundaan. Menurut Mahfud, tetap digelarnya pesta demokrasi tersebut bertujuan agar dapat melahirkan kepala daerah definitif.
"Artinya, kepala daerah-daerah itu harus definitif, kalau ditunda terus tanpa tahu kapan selesainya, itu kan pemerintahan nanti Plt (pelaksana tugas) semua," ujar Mahfud MD. diterima Kompas.com, Kamis (11/6/2020). Baca juga: Anggaran Pilkada Membengkak, Kemendagri: Pemda Bisa Hibahkan Tak Sebatas Uang
Dijelaskan, apabila kepala daerah berstatus Plt dikhawatirkan tidak bisa mengambil langkah-langkah tertentu di dalam pemerintahan sahari-hari. Apalagi, kondisi saat ini tengah terjadi pandemi Covid-19 yang belum bisa diprediksi sampai kapan akan berakhir.
5. Direktur Fasilitasi Kepala Daerah Ditjen Otda Kemendagri Budi Santoso beralasan, jika pilkada serentak -- yang telah disepakati pemerintah dan DPR, red -- diundur melewat Desember 2020, dikhawatirkan akan terjadi kekosongan pejabat daerah.
Budi juga khawatir, jika terjadi kekosongan jabatan, maka pejabat sementara tidak memiliki power maksimal dalam mekanisme politik. Selain itu pelaksanaan pilkada pada Desember ini agar ritme demokrasi tetap terjaga.
"Kalau sampai pilkada ini dimundurkan dari 9 Desember, itu banyak kekosongan kepala daerah. Dalam kondisi saat inilah kita berusaha sekuat mungkin pelaksanaan pilkada di Desember untuk menghindari kekosongan di kepala daerah," kata Budi Santoso, Rabu (10/6).
6. Mendagri, Tito Karnavian menyatakan Kemenkeu menyanggupi dana APBN dialokasikan untuk membantu biaya penyelenggaraan Pilkada Serentak tahun 2020 bagi wilayah yang memiliki keterbatasan kapasitas fiskal APBD di tengah pendemi virus corona (Covid-19).
"Di daerah yang kapasitas fiskal rendah seperti di beberapa daerah di Indonesia bagian timur, itu akan didorong, dibantu lewat APBN," kata Tito untuk merespons banyaknya keluhan pemerintah daerah yang memgalami keterbatasan APBD dalam memenuhi tambahan anggaran penyelenggaraan Pilkada serentak 2020, Rabu (10/6).
Tito menyatakan Menkeu Sri Mulyani siap membantu penyelenggaraan Pilkada 2020 di daerah melalui kucuran dana APBN dengan meminta daerah dapat memaksimalkan terlebih dulu anggaran Pilkada dalam APBD melalui mekanisme restrukturisasi kebutuhan program.
7. Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh menyatakan pihaknya tengah menyiapkan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) Tambahan untuk Pilkada serentak 2020. Dia menyebut penyusunan DP4 tambahan yang akan diserahkan ke KPU tidak hanya berasal dari 270 daerah yang menggelar Pilkada 2020, tetapi juga dari 48 kabupaten/kota yang ikut melaksanakan pilkada level gubernur.
"Jadi ada 309 kabupaten/kota yang dimutakhirkan data pemilih pemulanya atau yang 17 tahun baru. Sebab ada kabupaten/kota tidak pilkada, tetapi dilaksanakan pilkada gubernur," kata Zudan dalam keterangan resminya, Rabu (10/6).
8. KPU tengah mempersiapkan draf Peraturan KPU (PKPU) terkait Pilkada Serentak 2020. KPU memastikan substansi draf RUU tersebut sesuai protokol kesehatan yang disusun Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas Pencegahan COVID-19.
"KPU sudah menyusun draf peraturan KPU tentang pilkada di tengah pandemi corona melalui proses FGD dan uji publik sebagai bagian dari proses menjaring aspirasi seluruh pihak, seluruh stakeholder, masyarakat sipil, kampus partai politik, kementerian dan lembaga, para pakar baik hukum maupun epidemiologi,’’ kata Komisioner KPU, Pramono Ubaid, Rabu (10/6).
9. Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Mochamad Ardian mengatakan, untuk mendukung penyelenggaraan pemilihan kepala daerah, pemda tidak hanya dapat menghibahkan dana ke penyelenggara pilkada, pemda juga bisa menghibahkan barang yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pilkada yang sifatnya habis pakai atau tak digunakan.
Pernyataan ini merespon membengkaknya dana pilkada 2020 akibat pandemi Covid-19, serta usulan penambahan dana pilkada melalui APBN karena terbatasnya anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Mochamad Ardian mengatakan, anggaran Pilkada Serentak 2020 yang telah dicairkan Pemda ke penyelenggara baru Rp 5,8 triliun dari total anggaran pilkada untuk 270 daerah sebesar Rp 14,98 triliun. Artinya, sebanyak Rp 9,1 triliun dana pilkada belum dicairkan.
10. Ekonom Senior Rizal Ramli menyatakan kesiapannya untuk berdebat soal utang luar negeri dengan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan tim ekonomi Presiden Jokowi soal utang luar negeri. Tim ekonomi dimaksud adalah Menkeu Sri Mulyani dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Bekas jubir Presiden Gus Dur, Adhi Massardi yang kini menjadi jubir Rizal Ramli mengatakan, agar debat menjadi serius, pihaknya mengusulkan adanya punishment atau hukuman. Menurut Massardi, jika Rizal kalah dalam debat, maka tidak akan lakukan kritik terhadap pemerintah lagi. Sementara jika menang, Rizal Ramli meminta semua tim ekonomi Jokowi mundur.
Rizal Ramli sendiri melalui akun Twitternya, @RamliRizal, menuliskan jika kalah berdebat, dirinya tidak akan mengeritik kebijakan pemerintah lagi, sebaliknya kalau dirinya menang, Rizal minta tim ekonomi Jokowi mundur. "Rizal Ramli siap ladeni debat, Luhut dan tim ekonomi harus mundur kalau kalah," tulisnya.
11. Sementara itu, jubir Menko Marves Jodi Mahardi mengatakan Luhut Binsar Pandjaitan menyambut baik kesiapan ekonom senior Rizal Ramli berdebat dengannya. Terkait dengan hal tersebut, pihak Kemenko Marves telah mengundang Rizal Ramli melalui pesan singkat untuk hadir dalam debat tersebut.
Selain Rizal Ramli, Luhut juga mengundang Dosen senior FE UI Djamester Simarmata yang ingin berdebat soal utang luar negeri (ULN) Indonesia. "Rencananya kami akan mengundang beliau dalam minggu ini untuk berdiskusi melihat analisis data-data yang disampaikan dan dasar-dasar keilmuan yang digunakan. Dari kami sudah sampaikan jadwalnya, tinggal tunggu konfirmasi Pak Djamester," ujar Jodi, Rabu (10/6).
12. Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoopsau) I, Marsda Tri Bowo Budi Santoso mengatakan telah terjadi peningkatan eskalasi di Laut Cina Selatan akibat konflik antara Amerika Serikat (AS) dan China, Indonesia harus siap menghadapi berbagai ancaman. Ia mengatakan Indonesia punya kemungkinan terdampak konflik tersebut. Dia perintahkan lanud terdekat selalu memantau perkembangan konflik.
"Kita sangat tahu bahwasanya di Laut Cina Selatan terjadi peningkatan eskalasi, saya sudah briefing kepada seluruh lanud jajaran, khususnya di wilayah Koopsau 1, buat saya pedomannya untuk masalah safety dan security jangan menyederhanakan masalah. Kalau suatu saat terjadi beneran, kita harus sudah lebih siap," tegas Tri Bowo Budi di Mabesau Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (10/6).
13. Sebelumnya Menlu AS Mike Pompeo dalam pertemuan via video dengan Menlu ASEAN, menuduh Cina memanfaatkan wabah Corona untuk memperkuat klaim Laut China Selatan. Ia mengatakan, baru-baru ini Beijing memasukkan kedua kepulauan yang menjadi bahan sengketa ke dalam wilayah administrasi provinsi di Cina.
Langkah tersebut dinilai sebagai upaya menciptakan status quo di kawasan. Dia juga menuduh Cina menggunakan kapal yang telah dipersenjatai untuk mencegah negara lain mengerjakan proyek minyak dan gas lepas pantai.
"Beijing bergerak memanfaatkan kelengahan dunia, dengan mengumumkan distrik administrasi di atas kedua kepulauan dan wilayah perairan Laut Cina Selatan, menenggelamkan kapal nelayan Vietnam awal bulan ini dan membangun 'stasiun penelitian' di Fiery Cross Reef dan Subi Reef," kata Pompeo.
14. Kepala Bakamla Laksdya Aan Kurnia menyoroti minimnya kehadiran kapal milik warga Natuna yang mencari ikan di perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau. Menurut dia, hal itu terjadi karena kapal milik warga setempat belum memiliki kapasitas yang memadai untuk mengeksploitasi potensi perikanan di ZEE Indonesia. Akibatnya, potensi sumber daya perikanan di Laut Natuna Utara yang sangat besar belum bisa dinikmati secara maksimal oleh Indonesia.
Kepala Bakamla Laksdya Aan Kurnia mengharapkan kegiatan illegal, unreported, and unregulated fishing (IUUF) atau penangkapan ikan secara ilegal dapat ditetapkan sebagai kejahatan transnasional. Indonesia harus mengambil peran sentral dalam mendorong agar IUUF dapat ditetapkan sebagai kejahatan transnasional mengingat dampak yang ditimbulkan sangat luas.
Aan berharap hal serupa berlaku dalam konteks regional, khususnya permasalahan di Laut Natuna Utara. Karena Indonesia menjadi salah satu pelopor declaration of conduct dan secara tegas mendukung keputusan Permanent Court of Arbitration.
15. MenPAN-RB Tjahjo Kumolo ingin menuntaskan reformasi birokrasi sebelum pemerintahan Presiden Jokowi berakhir 2024 nanti. Harapannya, bila itu terwujud, pemerintahan berikutnya tinggal fokus di Pendayagunaan Aparatur Negara. Sebab sistem birokrasi yang produktif, berjiwa melayani kepentingan publik, dan cepat dalam mengambil keputusan sudah berjalan dengan solid.
"Andai dipercaya mengemban amanah ini hingga selesai, saya berupaya agar reformasi birokrasi ini bisa selesai di periode Pak Jokowi. Jadi, di pemerintahan berikutnya tak perlu lagi embel-embel RB di Kementerian ini," kata Tjahjo dikantornya.
Pertanyaannya, kok MenPan-RB bilang, andai dipercaya mengemban anamah ini hingga selesai, apakah memang akan terjadi reshuffle kabinet?
MenPAN-RB Tjahjo Kumolo menekankan, persoalan narkoba jadi perhatian serius Presiden Jokowi, karena narkoba sudah merasuki seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang usia, profesi, dan pangkat seseorang. Menurut Tjahjo, pengawasan terhadap narkoba tidak boleh kendur.
"Jangan sampai kendur ini. Kalau sampai kendur, saya kira ini ancaman. Saya kira ini tugas dan fungsi penguatan kelembagaan, fungsi sumber daya manusia, dan fungsi sama-sama mengoptimalkan database yang dipunyai oleh BNN," ujarnya, Rabu (10/6).
16. Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah mengatakan di tengah derasnya arus informasi dunia yang memudahkan masyarakat mengakses semua informasi dengan cepat, nilai-nilai Pancasila harus dilindungi dari kepentingan ideologi bangsa lain.
Selain itu, secara sistematis nilai-nilai Pancasila wajib dibumikan ke tengah masyarakat Indonesia. Menurutnya, kehadiran negara sangat dibutuhkan untuk lakukan pembinaan ideologi bangsanya di tengah arus globalisasi yang begitu deras.
''Pancasila harus diketahui dan dipahami oleh anak cucu kita, dari generasi ke generasi, dari zaman ke zaman agar terus berfungsi sebagai pedoman hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," ujar Basarah, Rabu (10/6).
17. Ketua MPR Bambang Soesatyo mengajak generasi muda turut menjadi garda terdepan dalam menyuarakan pentingnya kesehatan bagi masyarakat di tengah pandemi COVID-19. Menurut dia, generasi muda bangsa harus peka dan peduli terhadap beragamnya problematika di lingkungan masyarakat, bangsa, dan negara.
"Saat ini yang perlu kita lakukan adalah mengimplementasikan semangat optimisme dalam menghadapi pandemi corona serta menggerakkan solidaritas dan kegotongroyongan bersama untuk saling membantu elemen bangsa lainnya Selain itu membangun kerangka berfikir dan bertindak bersama untuk mempersiapkan diri memasuki gaya hidup baru atau new normal," ujarnya saat sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama kader PMII, Rabu (10/6).
18. Kejagung menahan 2 tersangka lagi terkait kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas pembiayaan dari PT Danareksa Sekuritas kepada PT Evio Sekuritas tahun 2014-2015. Dua orang yang ditahan adalah mantan Direktur PT Evio Securities Teguh Ramadhani dan mantan Direktur Retail Capital Market PT Danareksa Sekuritas Sujadi.
"Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI menahan lagi 2 orang tersangka setelah melakukan pemeriksaan sebagai tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian fasilitas pembiayaan dari PT Danareksa Sekuritas kepada PT Evio Sekuritas Tahun 2014-2015," kata Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono, Rabu (10/6).
19. Setelah jadi tahanan KPK, eks Sekretaris MA Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono menjalani pemeriksaan hingga pukul 22.00 WIB. Keduanya bungkam dan buru-buru menuju mobil tahanan. Plt Jubir KPK Ali Fikri mengatakan keduanya diperiksa untuk saling menjadi saksi satu sama lain. Ali mengatakan penyidik juga mendalami hubungan keduanya hingga persembunyiannya selama menjadi buron KPK.
Penyidik KPK juga memeriksa Kardi, pegawai negeri Mahkamah Agung sebagai saksi dalam kasus yang menjerat Nurhadi. Kardi dicecar soal aset milik Istri Nurhadi, Tin Zuraida, yang dikuasainya. Penyidik mengkonfirmasi dan mendalami keterangan saksi terkait adanya dugaan aset milik istri Nurhadi yang berada di bawah kekuasaannya.
20. Mantan anggota DPD asal NTT Adrianus Garu mendesak Presiden Jokowi mencopot Menhub Budi Karya Sumadi, karena kebijakan yang dibuatnya tidak konsisten dan kerap membingungkan masyarakat. ‘’Kebijakannya kerap berubah-rubah, nggak jelas standarnya," ujar Adrianus Garu di Jakarta, kemarin.
Menurut dia, penilaian tak konsisten itu antara lain Menhub menghapus ketentuan pembatasan penumpang angkutan umum sebanyak 50 persen dari kapasitas dalam aturan barunya soal pengendalian transportasi guna mencegah penyebaran virus Covid-19. ‘’Manhub tidak konsisten, sebaiknya diganti,’’ pinta Adrianus Garu lagi.
21. Cendekiawan muslim Nasaruddin Umar mengatakan perlunya pendekatan holistik dalam mencegah perkembangan paham radikal. Dia menyebut radikalisme berkembang karena adanya ketimpangan antara kaum kaya dan kaum miskin.
"Perlu pendekatan holistik. Bagaimana menciptakan perekonomian yang tidak melahirkan satu ketimpangan, yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Secanggih apa pun BNPT, kalau jarak si kaya dan si miskin menganga, tidak mungkin bisa mencegah berkembangnya radikalisme. Radikalisme itu kan juga masalah urusan perut ya kan,’’ ujarnya di kantor BNPT, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (10/6).
22. Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar menyebut pelibatan tokoh agama dan ulama dalam pencegahan radikalisme sangat penting. Boy menilai tindakan radikalisme saat ini masih memakai simbol keagamaan, karenanya ia ingin para ulama meluruskan pemikiran yang salah tersebut. Menurutnya, ulama adalah penangkal pemikiran radikal yang mengatasnamakan agama.
"Kita juga tentu berupaya agar pelibatan dari tokoh-tokoh agama dan ulama moderat untuk dapat melakukan upaya membantu kita bersama-sama agar pemikiran yang mengarah kepada kekerasan yang dianut anak-anak muda dengan mengatasnamakan agama ini bisa diluruskan," kata Boy di kantornya, Rabu (10/6).
23. Epidemiolog dari Universitas Indonesia menganalisis, lonjakan wabah corona di DKI Jakarta disebabkan efek aktivitas lebaran hingga euforia yang timbul akibat pengumuman masa transisi PSBB oleh Gubernur Anies Baswedan.
Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, Tri Yunis Miko Wahyono, menjelaskan, rekor 239 kasus baru Corona di Jakarta yang terjadi pada Selasa (9/6) karena aktivitas warga Jakarta yang keluar rumah dan berinteraksi saat lebaran kemarin. "Saat dua hari masa Lebaran, banyak orang di Jakarta keluar rumah," kata Tri, Rabu (10/6).
24. Kementerian Luar Negeri masih mendalami kasus dua WNI ABK yang melompat dari kapal China di Selat Malaka. Kemlu menggandeng Polri untuk mengusut kasus ini. Kemlu jua membenarkan ada WNI yang dideportasi dari Korea Selatan karena melanggar aturan karantina. WNI bersangkutan ditangkap 30 Mei lalu dideportasi ke Indonesia sehari setelahnya.
Isteri ABK yang melompat dari kapal Cina, Fenny Susanti mengatakan suaminya dijanjikan bekerja di Korea dan dimintai uang sebesar Rp 50 juta. Ia menuturkan Andri, suaminya awalnya dijanjikan untuk bekerja di daratan Korea, tetapi malah ditempatkan untuk bekerja di kapal.
"Pertama-tama saya menceritakan kejadian Mas Andri berangkat ke Korea yang sebenarnya dijanjikan berangkat Korea, tapi malah dialihkan bekerja di kapal laut. Awalnya, Mas Andri kenal dengan temannya yang diperkenalkan dengan yang namanya Pak Safrudin," kata Fenny dalam diskusi virtual bertajuk 'Mengungkap Kejahatan Perdagangan Orang dan Kerja Paksa Pada Industri Perikanan Tangkap', kemarin.
Sebelumnya, dua orang WNI ABK Kapal China Fu Lu Qing Yuan Yu berhasil kabur --karena disiksa dan diperbudak atasannya -- berkat bantuan WNI lain yang memata-matai kamar nakhoda kapal. Kedua ABK itu adalah AJ (30) dan R (22), ditemukan nelayan binaan Direktorat Polisi Air (Ditpolair) Polda Kepri, Tengky Azahar tengah mengambang di laut lepas dan meminta pertolongan.
"Selama bekerja di atas kapal, terjadi kekerasan, istirahat serta makan tidak cukup, sehingga para pekerja asal Indonesia itu tidak betah bekerja," kata Direktur Polisi Air Polda Kepri, Kombes GR Gultom, akhir pekan lalu.
25. Menkum HAM Yasonna Laoly membenarkan, anggota Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator (FKPD) Partai Demokrat Subur Sembiring telah menemuinya. Yasonna mengungkapkan, kedatangan Subur untuk melaporkan soal dugaan pelanggaran dalam penyelenggaraan Kongres V Partai Demokrat.
"Mereka menyampaikan keberatan karena, menurut Pak Subur, kongres tersebut melanggar AD/RT, supercepat, ada mekanisme yang dilanggar," kata Yasonna, Rabu (10/6).
26. Kemlu menyatakan Indonesia mengecam rencana aneksasi tepi barat Yordan yang dilakukan oleh Israel. Rencana itu ilegal serta bertentangan dengan resolusi PBB dan hukum internasional. Rencana tersebut juga mengancam stabilitas dan keamanan kawasan serta semakin menjauhkan penyelesaian konflik berdasarkan solusi dua negara," sambungnya.
"Bangsa Indonesia dalam beberapa kesempatan seperti yang ditegaskan oleh Menteri Luar Negeri mengecam keras dalam perencanaan aneksasi wilayah Palestina di tepi barat oleh Israel. Rencana tersebut ilegal dan bertentangan dengan berbagai resolusi PBB dan hukum internasional," kata Jubir Kemlu, Teuku Faizasyah, Rabu (10/6).
Kemlu menyatakan, tiga warga negara Indonesia (WNI) yang diculik di perairan Afrika Barat telah dibebaskan dua hari lalu. Mereka dalam keadaan sehat dan pemerintah sedang mengupayakan pemulangan mereka ke Indonesia.
"Terkait tiga warga negara Indonesia yang dibebaskan dari perampok di Gabon, dapat kami sampaikan bahwa benar ada tiga warga negara Indonesia yang telah diculik pada 3 Mei 2020 bersama 2 warga negara Senegal dan 1 warga negara Korea Selatan dan alhamdulillah mereka telah dibebaskan pada 8 Juni 2020," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kemlu Judha Nugraha, Rabu (10/6).
27. Para koruptor makin canggih bikin eksepsi, dalih-dalih yang diungkapkan, mengesankan seolah dirinya bersih. Hakim harus hati-hati dan cermat, jangan sampai terkecoh. Simak saja, terdakwa kasus korupsi Jiwasraya Heru Hidayat menyampaikan nota keberatan atau eksepsi di PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus. Heru membantah dakwaan jaksa dan menyebut tidak ada kerugian negara dalam kasus ini.
"Perbuatan terdakwa dianggap merugikan keuangan negara atau perekonomian negara adalah keliru dan tidak cermat karena sejatinya uang tersebut berasal dari uang nasabah, sehingga menjadi kegagalan pembayaran uang nasabah," kata kuasa hukum Heru, Susilo Aribowo.
Kuasa hukum mengatakan perkara ini tidak tergolong dalam tindak pidana korupsi melainkan pelanggaran pasal modal. Menurutnya, tidak semua perbuatan yang merugikan keuangan negara merupakan ranah tindak pidana korupsi. Enak saja mereka ngomong.
28. Diut PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro menilai, dakwaan JPU terkait tindak pidana pencucian uang (TPPU) terhadap dirinya tidak berdasar. Ia mengatakan, tidak ada yang perlu ditutupi perihal asal usul kekayaannya karena sudah mengikuti program tax amnesty pada tahun 2017. Benny mengaku telah mendeklarasikan seluruh harta kekayaannya senilai Rp 5,3 triliun dan pajak yang ia bayarkan sebesar Rp 161 miliar.
Benny Tjokrosaputro juga menyinggung soal nama samaran yang disebut jaksa penuntut umum (JPU) dalam surat dakwaan kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Menurut Benny, jaksa tidak dapat membuktikan keterlibatan dirinya dalam kasus tersebut karena tak ada nama samaran untuknya.
Benny meminta majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi untuk dibebaskan. Selain itu, Benny juga meminta majelis hakim membatalkan surat dakwaan atau memerintahkan jaksa penuntut umum (JPU) memperbaikinya. Hal itu disampaikan Benny dalam eksepsi atau nota keberatan yang ia bacakan pada sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (10/6).
29. Jika Sukses di Pilkada Serentak 2020, Gerindra Akan Mengusung Prabowo Subianto Nyapres Lagi di 2024, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani Menyebut, Prabowo Siap Maju Pilpres 2024 Bila Diminta Kader. Ini mirip statemen Mahatir tentang Politik Berputar
30. Komisi II DPR akan revisi UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu). Beberapa hal yang akan dikaji adalah soal angka ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) dari yang saat ini 4 %, dinaikkan jadi 7 %.
Wakil Ketua Komisi II DPR dari NasDem, Saan Mustofa menyebut, ada beberapa poin yang akan dikaji ulang dalam RUU Pemilu kali ini. Mulai dari sistem pemilu, ambang batas parlemen dan ambang batas pencapresan atau presidential threshold, sistem konversi suara, keserentakan pemilu, district magnitude (besaran daerah pemilihan), juga teknis-teknis pelaksanaan pemilu.
31. Presiden Jokowi menekankan, diperlukan prakondisi yang ketat saat ini. Salah satunya, adalah dengan mensosialisasikan protokol kesehatan yang harus dilakukan masyarakat secara masif dalam kondisi seperti ini.
32. PTUN Jakarta perintahkan Menlu Retno Marsudi memecat PNS-nya bernama Nurmansyah karena tidak masuk kerja selama 72 hari. Menurut PTUN Jakarta, hukuman yang dijatuhkan Menlu berupa penurunan pangkat selama 1 tahun terlalu ringan. Perintah itu tertuang dalam Putusan PTUN Jakarta yang dipublikasikan website Mahkamah Agung (MA), Rabu (10/6).
Nurmansyah pernah dijatuhi hukuman disiplin berupa 'Pernyataan Tidak Puas Secara Tertulis' pada 2014, karena tidak masuk kerja dengan alasan yang tidak jelas selama 97 hari pada kurun 1 Januari 2014 hingga 30 Desember 2014. Kemudian pada 2015-2016, ia kembali bolos bekerja selama 72 hari kerja. Alasannya, sakit dan ada masalah keluarga.
33. Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid menilai tidak relevan jika kasus kematian George Floyd di Amerika Serikat dikaitkan dengan diskriminasi dan rasisme terhadap etnis Papua di Indonesia, karena terdapat perbedaan konteks sejarah dan kepentingan.
Meutya mengamini bahwa masih ada pandangan negatif dari masyarakat terhadap etnis Papua, namun menurut dia, itu terjadi bukan karena sentimen rasisme. Ia menyebut, Papua kerap diidentikkan dengan kelompok yang ingin lepas dari Indonesia.
34. Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) Ramdan Andri Gunawan menilai, beberapa aturan dalam Omnibus Law RUU Cipta Kerja tidak menganggap kegiatan yang membahayakan masyarakat sebagai tindak pidana. Ini neh. RUU tidak menganggap kegiatan yang sangat membahayakan sebagai tindak pidana.
Dikatakan, sanksi pidana bisa dijatuhkan manakala pelanggarnya tidak mampu membayar denda administratif. "Di banyak negara di Eropa dan Amerika, dan RRC, perbuatan-perbuatan buang limbah tanpa izin, pencemaran, buang limbah tak sesuai peraturan, itu sudah tindak pidana tanpa harus menggantungkan syarat ketentuan pidana pada ada atau tidaknya sanksi administratif atau mampu tidak mampunya seseorang membayar denda," ujarnya, Rabu (10/6).
35. Menko Polhukam Mahfud MD mengundang para pimpinan serikat pekerja di kantor Kemenkopolhukam, Rabu (10/6). Pertemuan tersebut dihadiri Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, Presiden KSPI Said Iqbal, Presiden KSBSI Elly Rosita, dan tokoh-tokoh buruh lainnya. Pertemuan itu juga dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Mensesneg Pratikno, Menakertrans Ida Fauziah, dan Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko.
Mahfud mengatakan, pertemuan untuk berdialog dan menerima masukan dari pimpinan serikat pekerja terkait Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang tengah dibahas di DPR. "Pertemuan ini agar kita bisa saling bertukar pikiran mengenai Omnibus Law RUU Cipta Kerja. Dengan keyakinan bahwa dengan pikiran yang sama untuk dapat meningkatkan martabat dan kesejahteraan tenaga kerja," kata Mahfud.
36. Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia Timboel Siregar mengkritik, tidak ada jaminan peserta Tapera akan memperoleh pembiayaan rumah dengan mudah. Kritik itu menyoroti Pasal 39 Ayat (2) PP Tapera yang menyebutkan pembiayaan perumahan bagi peserta dilaksanakan dengan urutan prioritas berdasarkan sejumlah kriteria.
Apalagi manfaat perumahan pekerja sebenarnya sudah diatur lewat manfaat layanan tambahan (MLT) perumahan bagi pekerja peserta Jaminan Hari Tua atau JHT di BP Jamsostek. Dalam MLT, BP Jamsostek bekerja sama dengan bank-bank BUMN untuk memberikan pinjaman kepemilikan, uang muka, dan renovasi rumah.
37. Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengingatkan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mematuhi kaidah tata kelola (governance) yang telah ditetapkan agar tidak terjadi masalah di kemudian hari, seperti kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero). "Tapera prinsipnya sama dengan lembaga keuangan yang lain, harus menerapkan kaidah-kaidah governance yang sudah ditetapkan," katanya.
Terima kasih.
Showing posts with label Pembangunan Jokowi. Show all posts
Showing posts with label Pembangunan Jokowi. Show all posts
Friday, 12 June 2020
Tuesday, 2 April 2019
Intruksi untuk Bersama Untuk teman-teman Seknas KPP Jokowi di seluruh Indonesia
Dari TKN:
Intruksi untuk Bersama Untuk teman-teman Seknas KPP Jokowi di seluruh Indonesia
Tetap sebagai pasukan bawah tanah yang terus bergerak secara sporadis,dari berbagai elemen dan komunitas,seperti yang sudah kita lakukan sejak 2012 dan 2014 lalu.
Kawan-kawan sekalian,jangan terlena dengan sosmed dan komentari perilaku pasangan paslon 02 dengan reaksional yang tidak berguna,dan hanya akan makin membuat paslon tersebut makin populer.
Karena tindakan negatif tersebut mereka ciptakan melalui Ilmu management konflik,yang akan mengambil keuntungan dari konflik yang diciptakannya.
Coba masing-masing relawan Jokowi-Ma'ruf Amin satukan komitmen untuk
tidak perlu banyak share berita atau info2 yang kurang bermanfaat, karena kita sudah berada di wilayah pertempuran.
WAG digunakan hanya untuk info2 penting utk gerakan menyebarkan info keberhasilan Jokowi-JK guna mematahkan hoax yang diciptakan lawan.
Banyak sibuk dengan WA hanya menghabiskan waktu, kita terlena dgn WAG dan tidak kerja.
Tidak perlu jor2an mengerahkan massa,bekerja saja seperti pada pilgub DKI 2012,dan Pilpres 2014.
Kita harus mengerjakan hal2 berikut :
1. Sudahkah rumah kita dibranding dgn JOKOWI AMIN?
2. Sudahkah kita membangun persahabatan 1 orang dengan 8 kawan?
masing2 kawan membentuk lagi 8 kawan, cukup 5 level, artinya masing-masing kita punya kawan 8×8×8×8×8= 32.768 kawan.
Dengan orang 100 anggota saja, Gerakan ini akan mendapat suara riil 327.680. Bila orang 1.000 maka akan mendapat 32.768.000 suara
Andai hanya 4 level, ada kawan 4.096.000, suara riil kerja kita.
Lalu kalau ada 10 kelompok Relawan yang gunakan cara ini dengan mendapat hasil.0 yang sama,maka sudah ada 4.096.000.X10=49.600.000 suara yang akan didapatkan.
Kerja jaringan tidak sulit, karena kita hanya mencari 8 kawan di luar anggota Gerakan.
Kalau itu kita lakukan, kita menang, tanpa itu mustahil kita menang.
Kepanikan lawan yang telah gunakan segala cara melalui HOAX,FITNAH dan menciptakan berbagai statement distorsi informasi untuk membodohi rakyat.
Tidak semua relawan harus muncul kepermukaan, lakukan tugas yang kita harus lakukan tanpa harus dilihat dan dikenal.
Senyapkan serangan terhadap paslon 02, perbanyak branding Jokowi-Ma'ruf Amin(JOMIN) dengan fakta berita dengan data yang valid.
Hentikan mengkomentari kebodohan lawan,karena itu adalah strategi management pencipta konflik guna mempertahankan popularitas dan elektabilitasnya.
Kobarkan terus untuk tetap semangat seperti 2012 dan 2014,jangan peduli dikenal dan diketahui atau tidak,karena kita lakukan semua demi masa depan anak cucu kita,bukan demi siapapun.
Salam kemenangan Indonesia
Bersama Jokowi-Ma'ruf Amin.
Seknas KPPJokowi
Chandra Kirana
👆MOHON DI SHARE.....Minimal 20 orang dalam kontak WA anda👆
Lindungi Bhinneka Tunggal Ika dan Toleransi Indonesia
Monday, 1 April 2019
36 Yang terbaik telah terbukti bersama JOKOWI :
36 Yang terbaik telah terbukti bersama JOKOWI :
1. Bayar ganti rugi korban LAPINDO.
2. IKAN Melimpah karena Kapal-kapal Pencuri ikan ditenggelamkan oleh bu SUSI PUDJIASTUTI.
3. SINGAPURA Semakin "Segan" Kepada INDONESIA karena kebijakan TAX AMNESTI.
4. Pulau NATUNA sudah direbut oleh JOKOWI dari tangan CHINA.
5. Saham FREEPORT 51% untuk INDONESIA.
6. Mafia PETRAL yang merugikan negara bubar di tangani JOKOWI.
7. Bencana KABUT ASAP sudah berhasil diminimalisir nyaris tidak ada lagi.
8. INDONESIA jadi anggota OTDC karena PDB diatas 1T.
9. BBM satu harga seluruh INDONESIA di realisasikan.
10. SERTIFIKAT TANAH untuk rakyat miskin.
11. Dana desa, KIP, KIS untuk rakyat.
12. Listrik sudah menyala di desa terpencil
13. Jalan TRANS PAPUA di selesaikan.
14. Jalan TRANS SUMATRA dan jalan yang mnghubungkan antar provinsi sedang dalam proses penyelesaian.
15. Listrik tenaga angin di SIDRAP.
16. IRIGASI, BENDUNGAN, EMBUN dibangun untuk mengairi sawah pertanian agar bisa panen 3x setahun. ( menuju swasembada pangan)
17. Pembangunan 10 JEMBATAN GANTUNG di BANTEN sudah selesai.
18. Pembangunan 32 JEMBATAN GANTUNG sedang dalam penyelesaian.
19. Bandara KERTAJATI selesai ditangan JOKOWI sehingga menggerakan ekonomi rakyat.
20. Pelabuhan TANJUNG PRIOK sekarang bisa untuk transit kapal besar sehingga tidak perlu transit di Singapura.
21. Pemerintahan pak JOKOWI sudah bisa Mencicil utang rezim SBY 1600 T.
22. Hari SANTRI nasional di berlakukan
23. Proyek proyek mangkrak dibereskan
24. HTI pencinta KHILAFA di bubarkan
25. GOOGLE bayar pajak di wajibkan
26. Bandar NARKOBA nyawanya dihilangkan
27. Pengemplang pajak dipaksa ikut aturan
28. TEAM CYBER pungli di berdayakan
29. OTT gencar dimana mana
30. BLOK ROKAN dan BLOK MAHAKAM direbut kembali
31. OPM kembali kepangkuan ibu pertiwi
32. Pabrik gula terbesar di Lampung
33. 15 bandara baru disiapkan
34. Jalan tol 5000 km diselesaikan 3,5th berjalan
35. PLBN mega di setiap perbatasan
36. Dunia mengakui kemajuan Selama Jokowi Presiden RI
Friday, 29 March 2019
AM HENDROPRIYONO: Pemilu 2019, Pertarungan PANCASILA Dengan KHILAFAH
Hendropriyono: Pemilu Kali Ini yang Berhadapan Ideologi Pancasila dengan Khilafah
Merdeka.com - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Abdullah Mahmud Hendropriyono menilai Pemilu 2019 yang digelar serentak 17 April mendatang sangat berbeda dari Pemilu pernah dilaksanakan di Indonesia. Menurut dia, pertarungan Pemilu sekarang ini adalah dua ideologi berbeda.
"Pemilu kali ini yang berhadap-hadapan bukan saja hanya subjeknya. Orang yang berhadapan bukan hanya kubu, kubu dari PakJokowi dan kubu dari Pak Prabowo, bukan. Tapi ideologi," kata Hendropriyono di Gedung Pertemuan Kesatrian Soekarno Hatta, BIN, Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (28/3).
Hendropriyono mengatakan, yang bertarung pada Pemilu kali ini adalah ideologi Pancasila berhadapan dengan ideologi khilafah. Oleh sebab itu, dia meminta masyarakat harus mulai menentukan pilihan dan memahami calon pemimpin dipilih pada Pemilu 2019.
"Bahwa yang berhadap-hadapan adalah ideologi Pancasila berhadapan dengan ideologi khilafah. Tinggal pilih yang mana. Rakyat harus jelas mengerti. Bahwa dia harus memilih yang bisa membikin dia selamat," ujar dia.
Hendropriyono menjelaskan, selama ini, ideologi Pancasila telah membawa kemajuan bagi bangsa Indonesia yang memiliki keanekaragaman budaya. Namun, dengan adanya ideologi khilafah yang sekarang ini sedang marak, masyarakat pun harus lebih memahami apa yang benar-benar menjadi pilihannya.
Hal ini kata dia, karena ideologi khilafah sendiri sudah tidak berfungsi sejak abad ke-13, tepatnya sejak tahun 1258. Menurut Hendropriyono, negara-negara Islam dan Arab sekalipun lebih memilih tata negara kerajaan.
"Tidak ada lagi yang memilih khilafah ini. Karena juga secara resmi sudah tidak diikuti, dibubarkan. Itu 1924. Masa sekarang mau kesana. Jangan coba-coba. Kita tau apa yang terjadi di Suriah dan Iraq adalah karena coba-coba," kata dia.
"Jadi tolong jangan salah pilih. Saya tidak nakut-nakutin," tambahnya.
Jangan Golput
Hendropriyono turut mengatakan, Indonesia sebagai negara yang kaya budaya atau heterogen sebenarnya tidak memiliki peluang untuk menganut ideologi khilafah yang hanya berlaku bagi penganut agama Islam.
Ia pun mengimbau agar masyarakat benar-benar yakin dengan pilihan yang dianggapnya sebagai yang terbaik. Karenanya, golput pun sebaiknya dihindari.
"Kalau pada golput ya berarti kita terima nasib. Kita kan tidak lagi bicara cuma mencari pemimpin terbaik. Tapi jangan sampai kita dipimpin oleh orang terburuk. Itu saja. Kalau sampai kita dipimpin sama orang terburuk, kita sampai ada satu titik kita tidak bisa kembali lagi. Maju kena, mundur kena, dan ini nasib kita sekarang tinggal beberapa hari lagi," ujarnya.
"Silakan pilih dan ketahuilah bahwa saudara-saudara akan memilih satu negara yang dari proklamasi sampai sekarang ideologi Pancasila atau ideologi yang lain," tandas Hendropriyono.
Link : https://www.merdeka.com/politik/hendropriyono-pemilu-kali-ini-yang-berhadapan-ideologi-pancasila-dengan-khilafah.html
Thursday, 28 March 2019
Monday, 25 March 2019
JANGAN BILANG-BILANG TETANGGA
JANGAN BILANG-BILANG TETANGGA
Hari ini Jokowi tampil di halaman depan berbagai media cetak ternama di Australia saat akan menghadiri KTT Istimewa Asean Australia. Yang unik adalah selain disana mengenakan peci, juga membawa beberapa santri untuk dialog dengan warga Indonesia yang berada di Australia. Hebatnya lagi hanya Jokowi yang mengisi halaman utama media cetak, dan hanya Jokowi yang diundang makan malam oleh Perdana Menteri Australia.
Jokowi yang sejak hadir langsung jadi pusat perhatian warga Australia karena dianggap menjadi salah satu pemimpin penentu arah dunia, akan membahas tentang kerja sama ekonomi dan penanganan terorisme. Lalu kenapa tetangga jangan dikasi tau? Siapa tau tetangga kita itu hobby bikin hoax. Nanti bisa diplintir beritanya jadi Jokowi antek asing.
Ini rahasia dan jangan bilang siapa-siapa ya. Jokowi itu sekarang paling sering dibahas di berbagai media cetak dan elektronik dunia. Utamanya terkait dengan Jokonomik istilah media Korea untuk menyebut sistem ekonomi yang diterapkan Jokowi. Diurutan berikutnya masalah politik, dan sisanya tentang kesederhanaan keluarga Jokowi, pembangunan, tokoh Islam yang disegani, dan hal-hal yang berkaitan dengan kesehariannya.
Satu lagi. Biasanya kalau Jokowi kunjungan kerja ke berbagai daerah di Indonesia selalu disambut meriah, bahkan banyak yang hingga histiris karena kecintaannya, ternyata hal itu juga sama dengan sambutan warga Indonesia yang di luar negeri, bahkan bule-bule juga ikut berebut selfie. Presiden yang satu ini memang luar biasa. Sekali lagi, jangan bilang bilang ya.
"Salam 2 periode untuk NKRI gemilang"
Saturday, 23 March 2019
PRABOWO PASTI KALAH , INI ALASANNYA !
Tanda Kalah Prabowo di Wajah Fadli, Fahri, Sandi dan Neno Warisman
Monday, 11 March 2019
Fitnah Dan Hoaks Serbuan 10 Juta TKA Cina
Isu hoaks 10 juta tenaga kerja asing asal Cina ini
dimulai dimainkan dari berbagai situs abal-abal yang
berisi fitnah dan hoaks di awal tahun 2016, seperti:
kabarbisnis24, intelijen.co, voaislam, pkspiyungan,
dll. Situs-situs ini memelintir pernyataan Wakil
Perdana Menteri Tiongkok Lu Yondong yang
dibelokkan bahwa Tiongkok akan mengimpor 10 juta
imigran ke Indonesia.
Pernyataan Wakil Perdana Menteri China Liu
Yandong disampaikan dalam sambutan kuliah umum
dengan tema “Mempererat Pertukaran Antara
Masyarakat, Bersama Membina Persahabatan
Tiongkok—Indonesia” di Kampus Universitas
Indonesia, Rabu (27/5/2015).
Padahal media-media lain yang meliput peristiwa ini
tidak pernah menulis angka 10 juta.
lihat saja di:
http://nasional.kompas.com/read/2015/05/27/19
373091/Kepada.Wakil.PM.Jokowi.Minta.Tiongkok.
Tak.Sekedar.Janji.Investasi.di.Indonesia
http://news.liputan6.com/read/2240428/wakil-pm-
liu-kerja-sama-china-indonesia-sejahterakan-dunia
http://edukasi.sindonews.com/read/1006009/144
/china-ajak-ui-kerja-sama-pendidikan-1432722279
Demikian juga berita yang dirilis situs resmi Fisip
UI,http://fisip.ui.ac.id/kuliah-umum-y-m-madam-
liu-yandong-wakil-perdana-menteri-republik-rakyat-
tiongkok/
Darimana muncul angka 10 juta?
Angka 10 juta yang terkait dengan Indonesia-Tiongkok
adalah jumlah wisatawan asal Tiongkok yang
ditargetkan datang ke Indonesia setiap tahunnya.
Sebagaimana yang diberitakan pada Jumat, 27 Maret
2015, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta
Tiongkok menerapkan kebijakan bebas visa bagi
Warga Negara Indonesia (WNI) yang akan berkunjung
ke Negeri Tirai Bambu itu. Menurut Jokowi, tingkat
kunjungan WNI ke Tiongkok cukup tinggi.
"Jumlah kunjungan wisatawan ke dua negara
ditargetkan 10 juta per tahun. Dalam kaitan ini saya
minta Pemerintah Tiongkok untuk memberikan bebas
visa bagi masyarakat Indonesia yang akan berkunjung
ke Tiongkok," kata Presiden Jokowi, saat kunjungan
kenegaraan kepada Presiden Xi Jinping di Great Hall
of The People Beijing, Kamis (26/3/2015).
Angka 10 juta pun dikutip oleh berbagai lain dengan
menuliskan, “"Karena sudah bebas visa, kita minta
kunjungan wisatawan antar Tiongkok dan Indonesia
10 juta per tahun," kata Jokowi di Bandara Halim
Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (29/3/2015).
Jadi sangat jelas, “10 juta” itu bukan impor tenaga
kerja seperti yang diberitakan situs-situs dan kicauan
penebar hoaks dan fitnah, tetapi adalah target
mendatangkan wisatawan Tiongkok ke Indonesia.
Namun, bila dilihat dari motif politik dari kelompok
dibalik situs dan kicauan di media sosial menunjukkan
bahwa angka 10 juta TKA Cina ini tidaklah muncul
tiba-tiba. Tujuannya jelas membuat keresahan dan
ketidakpercayaan publik.
Angka ini sangat berhubungan juga dengan janji
Presiden Jokowi yang akan membuka 10 juta lapangan
kerja baru selama 5 tahun pemerintahannya.
----------------------------------
Klarifikasi Jokowi
Ada yang beda dengan nada suara Presiden Joko
Widodo (Jokowi). Tepatnya saat dirinya menemui
kader ulama Majelis Ulama Indonesia di Kantor
Bupati Kabupaten Bogor, beberapa waktu lalu.
Nada suara Jokowi saat itu terdengar lantang. Bahkan
meninggi begitu mengklarifikasi kabar fitnah yang
menuduhnya mendukung asing. Salah satunya
terhadap fitnah mengenai tenaga kerja asing (TKA)
di Indonesia, khususnya dari China.
Ia menyayangkan kabar tak benar yang menyebutkan
ada 10 juta TKA dari China yang masuk ke Indonesia.
Padahal yang ada hanya 23 ribuan TKA China. Itu
pun tak sampai 1 persen dari total penduduk Indo-
nesia.
"Saya blak-blakan, 23 ribu, iya. TKA, mereka kerja di
sini. Tapi juga tidak kerja terus-terus. Mereka masang
turbin, smelter kita memang belum siap melakukan
itu. Sehingga mereka harus di sini 4-6 bulan untuk
masang," ujarnya awal Agustus 2018 lalu.
Jokowi kemudian memberi perbandingan soal tenaga
kerja Indonesia (TKI) di China dan Malaysia. TKI di
China jumlahnya 80 ribu orang, sedangkan di
Malaysia mencapai 1,2 juta orang. Malah bila
ditambah dengan yang ilegal bisa 2 juta lebih--dan
Malaysia tak mempermasalahkannya.
"Bandingkan coba TKA di Uni Emirat Arab 80 persen
asing semuanya, mereka senang-senang saja, enggak
ada masalah. Di Arab Saudi, 33 persen tenaga kerja
asing. Kita 1 persen aja enggak ada," ucap Jokowi.
Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko
turut menyayangkan adanya penyimpangan informasi
yang beredar di masyarakat menyangkut TKA.
Penyimpangan tersebut dianggap sengaja diembuskan
untuk kepentingan sebagian pihak.
Ia menegaskan, penyebaran informasi TKA itu bisa
berujung pada keresahan di kalangan masyarakat.
Lantaran banyak informasi yang keliru, pemerintah
menganggap perlu meluruskan hal-hal yang tidak
benar.
“Saya minta (penyebar informasi) menggunakan data
yang benar. Mari kita beradu data. Kita juga memiliki
data. Jangan karena merasa memiliki pengaruh,
menjadi sembarangan bicara. Nanti bisa dibenarkan
oleh publik,” kata Moeldoko, beberapa waktu lalu.
Ia melihat selama ini, isu terkait TKA memang sering
muncul beriringan dengan situasi politik nasional.
Kemunculannya juga naik turun, mengikuti dinamika
politik yang terjadi.
Kata Moeldoko, langkah tersebut sangat tidak
bijaksana karena menggunakan informasi yang salah.
Sebab bukan tidak mungkin, dampak dari penyebaran
fitnah tersebut berbalik kepada penyebar informasi
awal.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas
Polri Brigjen M Iqbal menegaskan pihaknya terus
memburu pengunggah pertama berita palsu tentang
banjir 10 juta pekerja asal China ke Indonesia tersebut.
Tim Cyber Crime telah bergerak melacak untuk tak
hanya menemukan pihak yang pertama mengunggah,
tapi juga yang menyebarkan hoax yang meresahkan
masyarakat itu. Hingga kini tim masih bekerja dan
kabarnya sudah mendapat informasi dari intelijen
soal penyebaran berita hoax tersebut.
Penjelasan Menteri Tenaga Kerja dan
Menkumham
Terpisah, Menteri Ketengakerjaan Hanif Dhakiri juga
menyampaikan bahwa TKA di Indonesia bukan hanya
dari China saja, melainkan dari sejumlah negara.
Kata Hanif, salah satunya bahkan dari Amerika
Serikat, seperti yang ada di Pembangkit Listrik Tenaga
Bayu Sidrap, Sulawesi Selatan. Di sana, imbuhnya,
ada sekitar 700 pekerja, lima persen di antaranya
dari AS. Namun, informasi yang berkembang seolah-
olah seluruh TKA dari China saja.
Menaker juga menjabarkan bahwa menurut rasio
TKA di Indonesia (sekitar 85.000) dibandingkan
dengan jumlah penduduk saat ini masih kurang dari
0,1 persen.
Angka ini jauh lebih kecil dibanding rasio serupa di
negara-negara lain seperti di Uni Emirat Arab
sebanyak 96 persen, Qatar 94,5 persen, Thailand 4,5
persen, Hongkong 6,6 persen, dan Vietnam 0,14
persen.
Hanif pun mengamini bahwa jumlah TKI yang bekerja
di luar negeri sejauh ini, menurut Bank Dunia, justru
sebanyak 9 juta. TKI Indonesia di luar negeri malah
memiliki organisasi, yang bernaung di bawah parpol,
ormas, LSM, paguyuban daerah, dan organisasi lain.
Dan kondisi seperti itu tidak terjadi pada TKA di
Indonesia.
Hal serupa diserukan dengan lantang oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yasonna
Laoly. Ia membantah isu 10 juta pekerja dari China
membanjiri Indonesia karena kebijakan bebas visa.
Namun menurut Yassona, data Kementerian Hukum
dan HAM menyebut ada 31 ribu tenaga kerja asing
asal China yang menggunakan Izin Tinggal Sementara
(ITAS) di Indonesia.
"Data kami memang beda dengan Kemenaker yang
menyebut 20 ribuan. Data di kami 31 ribu yang ITAS,
itu maksudnya dia transaksi perlintasannya. Jadi
kenapa data kami berbeda dengan Kemenaker, yang
bekerja itu 21 ribu, tetapi kadang-kadang keluar
masuk-keluar masuk, data perlintasan kami tentunya
harus lebih besar," ujarnya saat itu.
Yasonna menjelaskan kebijakan bebas visa itu
tujuannya untuk turisme dan meningkatkan arus
turis. Yang terpenting, katanya, soal kebijakan bebas
visa ini adalah pihaknya tetap melakukan pengawasan.
"Jadi, kalau orang asing yang masuk itu datanya ada
9 juta, yang keluar juga harus 9 juta," tuturnya.
Meminjam laporan Antara, awal tahun ini, kabar soal
siapa yang menyebar kabar fitnah tersebut sudah
dikantongi Kementerian Komunikasi dan Informatika.
"Itu hoax, sekarang banyak hoax. Jadi sekarang kami
minta, kalau kamu mengatakan ada data 10 juta orang
asing atau yang ilegal 1 juta orang, tunjukin ke kami.
Karena kami sudah menindak lebih dari 7.887 orang
kemudian dideportasi, dan ada 329 orang yang pro
justitia," tuturnya.
"Misalnya saya sendiri, saya tenaga kerja asing. Saya
datang ke sini pertama kali, kemudian pulang dulu,
dan kembali lagi ke sini. Saya dicatat tiga kali padahal
saya sendiri. Nah itu perbedaan angka kami yang 31
ribu tetapi data Kemenaker, dan seluruh tenaga kerja
asing di sini sekitar 70 ribu, jadi yang menyerbu itu
siapa?" jelas Yasonna.
Peraturan Presiden No 20 Tahun 2018
Presiden Jokowi sendiri tak cuma sekali melantangkan
bahwa kabar soal TKA dari China tersebut adalah
fitnah. Saat kunjungan kerja ke Padang, Sumatera
Barat, baru-baru ini pun orang nomor satu di
Indonesia itu kembali menyampaikan ketegasannya.
Tak hanya itu, ketegasannya pun ditunjukkan
penandatanganan Peraturan Presiden (Perpres) No
20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja
Asing (TKA). Peraturan itu mencabut pemberlakuan
Peraturan Presiden No 72 Tahun 2014 tentang
Penggunaan TKA serta Pelaksanaan Pendidikan dan
Pelatihan Tenaga Kerja Pendamping.
"Saya telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres)
baru tentang tenaga kerja asing yang justru diatur
lebih ketat," kata Jokowi di Padang.
Benar saja. Dengan Perpres yang baru, bila dulu tidak
bayar, sekarang harus membayar, dan jangka waktu
bekerja juga dibatasi secara ketat. "Intinya itu
memperketat. Saya melihat ini isu politik lagi,
pemerintah memperketat, malah dianggap
memperlonggar," katanya.
Presiden Jokowi lantas memberi gambaran, saat ini,
di China gaji terendah sudah mencapai setara Rp8
juta untuk level terbawah. "Sementara di Sumbar,
UMR sekitar Rp2,1 juta, mau enggak kira-kira orang
sana dibawa ke sini, kemudian digaji setara UMR di
sini?" ucap Presiden.
Masih kata Jokowi, secara logika, kalau ada
perusahaan dari China di Indonesia, tentu akan
memilih mempekerjakan tenaga lokal, karena gajinya
lebih murah dibanding mendatangkan pekerja dari
negaranya.
"Atau mau enggak tenaga kerja Indonesia kerja di
negara yang gajinya Rp500 ribu, padahal di sini
sudah Rp2 juta?" ujar Mantan Gubernur DKI Jakarta
itu.
Presiden Jokowi mengutarakan tenaga kerja
Indonesia yang bekerja di luar negeri pasti gajinya
tiga sampai empat kali lipat lebih besar dibanding
dalam negeri.
"Memang ada tenaga kerja asing yang masuk ke
Indonesia tapi karena keterampilan mereka belum
ada dimiliki orang Indonesia. Itu pun hanya beberapa
bulan, lalu pulang," katanya.
Karena itu, Presiden Jokowi meminta isu seperti itu
disaring dan dipertimbangkan lagi, apakah masuk
akal atau tidak secara logika. "Kembali lagi ini urusan
politik, jangan telan mentah-mentah begitu saja,"
tuturnya.
Sementara mengenai adanya tanggapan soal Perpres
No.20 Tahun 2018 tentang TKA, Wakil Presiden
Jusuf Kalla ikut merespons. Menurutnya, masyarakat
dan DPR tak perlu mempersoalkan regulasi baru
tersebut karena tidak ada perubahan krusial jika
dibandingkan dengan regulasi lama.
Menurut Wapres Kalla, Perpres baru memuat
perubahan teknis administrasi, seperti surat izin atau
visa bekerja, dan lainnya. Jika pada Perpres
sebelumnya, yakni Perpres Nomor 72 Tahun 2014
diatur TKA wajib memperpanjang visa kerja setiap
enam bulan sekali. Sedangkan dalam Perpres
20/2018 diatur visa kerja berlaku selama kontrak
kerja TKA di Indonesia.
Tapi prinsip pokok pengaturan TKA tidak berubah.
Setiap TKA harus memiliki keahlian dan kontrak
kerja. TKA juga diwajibkan mendidik tenaga kerja
lokal yang mendampingi selama bekerja di Indonesia.
Perpres 20/2018, bahkan, mengatur kewajiban TKA
membiayai pendidikan tenaga kerja lokal.
Dari situlah JK meminta masyarakat tidak khawatir.
Selain jumlahnya masih ribuan orang, keberadaan
TKA juga dapat membuka lapangan kerja baru. Selain
itu juga membuka peluang adanya transfer teknologi.
“Keberadaan tenaga kerja asing itu tidak
mempengaruhi kondisi di negara tertentu. Di Thailand
jumlah tenaga kerja asing 10 kalilipat, tapi tidak
berpengaruh. Di Malaysia, ada 2 juta tenaga kerja
asing dari Indonesia, juga tidak berpengaruh,”
tuturnya.
Kalla pun mengingatkan bahwa investasi perlu
ditingkatkan agar perekonomian tetap bertumbuh
dengan baik. Sementara biasanya para investor asing
menyertakan tenaga kerja dari negaranya, tetapi
jumlahnya relatif sedikit.
Survey 3 Tahun Jokowi-Jk Kepuasan Di Atas 65%
Seakan sudah menjadi budaya, sejumlah survei
bermunculan seiring 3 tahun Pemerintahan Joko
Widodo-Jusuf Kalla. Menggunakan beragam indikator
sebagai penilainya, angka demi angka dalam bentuk
persentase menggambarkan kinerja perjalanan
pemerintahan dalam tiga tahun belakangan.
Terlepas dari adanya persaingan survei satu dengan
lainnya, survei-survei tersebut dianggap bisa dijadikan
sebagai bahan evaluasi, baik melihat kekurangan ke
belakang maupun merancang perbaikan ke depan.
Meski pada umumnya menggunakan metode yang
sama, yakni mengumpulkan suara dari responden-
responden dengan kualifikasi tertentu yang tersebar
di seluruh Indonesia, sejumlah survei
turut berkontribusi memberikan
masukan kepada negara: mengenai apa
saja yang perlu ditingkatkan; dikejar;
bahkan ditinggalkan karena dinilai tidak
menyentuh ekspektasi.
Saiful Mujani Research and Consulting
(SMRC), misalnya. Sekitar dua bulan lalu
telah merilis tingkat kepuasan
masyarakat terhadap tiga tahun
pemerintah Presiden Jokowi. Melalui
Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan,
survei ini mengatakan kepuasan publik
akan kinerja Jokowi di atas 60 persen.
SMRC melakukan survei ini pada awal
September 2017 dengan melibatkan
1.057 orang responden yang
diwawancarai. Mereka mengaku
memiliki margin error dari surveinya
hanya sebesar lebih-kurang 3,1 persen
dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Dari survei tersebut, diketahui publik
yang merasa cukup puas sebesar 61
persen. Sebanyak 27 persen responden
menyatakan tidak puas, dan 3 persen
tidak menjawab.
Dalam kesimpulannya, mereka menyatakan bahwa
tren kepuasan masyarakat atas kinerja Presiden
Jokowi meningkat sejak Desember 2015, dari awalnya
49 persen kini 61 persen. Djayadi pun menambahkan
bahwa mulai pertengahan 2016 kepuasan terhadap
presiden selalu di atas 60 persen.
"Dan cenderung stabil," katanya dalam paparan di
kantor SMRC, Cikini, Jakarta, Oktober lalu.
Menurut lembaganya, tingginya kepuasan tersebut
didasari atas persepsi masyarakat yang merasa kondisi
umum di sektor ekonomi, politik, hukum, dan
keamanan membaik. Ia lantas memberi contoh pada
salah satu paparannya. Di sektor sosial-ekonomi,
warga yang merasa kondisi saat ini lebih baik
ketimbang tahun lalu lebih banyak daripada yang
berpikiran sebaliknya. Sebanyak 41,5 persen warga
merasa ekonomi rumah tangga lebih baik daripada
sebelumnya. Tak cuma itu, dari sektor ekonomi
nasional, sebanyak 51 persen beranggapan kondisi
saat ini lebih baik daripada tahun lalu.
"Warga umumnya optimistis dengan ekonomi rumah
tangga dan nasional ke depan," imbuh Djayadi.
Sementara perihal kerja Pemerintah Jokowi, indikator
yang dinilai paling banyak mengalami kemajuan
adalah pembangunan infrastruktur. Kerja Jokowi
membangun jalan-jalan umum direspons positif
dengan 74 persen masyarakat yang menganggapnya
semakin baik dibandingkan tahun lalu.
Berangkat dari indikator itu, Djayadi ada satu indikator
surveinya yang mengatakan bahwa elektabilitas
Jokowi meningkat. Bahkan hasil survei juga
menunjukkan apabila pemilihan presiden dilakukan
sekarang, maka Jokowi akan menjadi pemenang,
unggul jauh dari para pesaingnya termasuk Ketua
Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Salah satu surveinya menunjukkan dalam benak
masyarakat (top of mind) presiden pilihan mereka
adalah Joko Widodo. Elektabilitas Jokowi bahkan
berada di angka 38,9 persen. Di bawah Jokowi ada
nama Prabowo (12 persen) dan Ketua Umum Partai
Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (1,6 persen).
Adapun calon-calon lainnya hanya meraih suara di
bawah satu persen.
Ia juga menunjukkan bagaimana sejak Oktober 2015
hingga September 2017, tren elektabilitas Jokowi
cenderung naik. Tingkat keterpilihan Jokowi pada
Oktober 2015 sebesar 25,5 persen sedangkan pada
September 2017 ada di angka 38,9 persen.
Adapun elektabilitas Prabowo cenderung menurun
dari 13,6 persen menjadi 12 persen. Begitu pula
dengan SBY dari 4,5 persen kini 1,6 persen. "Nama
lain belum ada yang cukup kompetitif. Ini top of mind,
dukungan solid yang agak sulit diubah," tambahnya.
Adapun tokoh lain yang belakangan
kerap diperbincangkan di antaranya
Jenderal Gatot Nurmantyo,
elektabilitasnya masih jauh di bawah
Jokowi dan Prabowo. Panglima
Tentara Nasional Indonesia ini hanya
mendapatkan 0,3 persen. Posisi ini
pun sama saat responden diberikan
pertanyaan semi terbuka. Jokowi
mendapatkan 45,6 persen dan
Prabowo 18,7 persen.
Poin kesimpulan baru pun muncul,
yakni Jika Jokowi ingin maju lagi,
kemungkinan besar ia akan
mendapatkan calon penantang kuat
yang baru selain Prabowo. Celah itu
terbuka menyusul turunnya
elektabilitas Prabowo di banyak
survei. Penantang itu bisa saja tokoh
yang belum muncul atau belum
diperhitungkan, karena masih ada
waktu buat menyiapkan diri,
setidaknya sepanjang tahun 2018
hingga awal 2019.
Adapun nama-nama di luar Jokowi
dan Prabowo dan yang sudah
disebutkan sebelumnya di antaranya Anies Basdewan,
Basuki Tjahaja Purnama, Jusuf Kalla, Hary
Tanoesudibjo, Ridwan Kamil, dan Sri Mulyani. Namun
nama-nama ini hanya mendapatkan kurang dari satu
persen.
Hanya saja memang, hadirnya tokoh penantang baru
tidak otomatis menggerus elektabilitas Jokowi. Yang
terjadi bahkan bisa sebaliknya, suara pesaing-pesaing
Jokowi akan terpecah jika di antara nama itu tak ada
penantang yang betul-betul kuat. Walaupun tetap
saja kedigdayaan Jokowi kelak amat tergantung pada
kinerja pemerintahannya di dua tahun tersisa.
Nah, bicara soal hasil survei CSIS September lalu, tiga
besar masalah yang dikeluhkan masyarakat rupanya
berkaitan dengan ekonomi, yakni tingginya harga
sembako (27,9 persen responden), minimnya
lapangan kerja (20 persen), dan tingginya angka
kemiskinan (14,1 persen). Isu urutan berikutnya pun
masih berkaitan dengan ekomomi dan kesejahteraan,
yakni biaya kesehatan (9,4 persen), ketimpangan
ekonomi (8,6 persen), dan layanan pendidikan (5,4
persen).
Dalam pengertian tersirat, bila Jokowi bisa mengatasi
berbagai isu yang masih mendapat penilaian negatif
tadi, maka ia berpeluang besar untuk menang kembali
pada Pemilu 2019. Sebaliknya, Jokowi akan kesulitan
memenangi Pemilu 2019 bila tak bisa membuat
perekonomian lebih baik antara lain dengan cara
memacu pertumbuhan ekonomi.
CSIS bahkan juga merilis tingkat kepuasan terhadap
Jokowi dari responden generasi milenial. Hasilnya,
70,8 gererasi milenial atau masyarakat usia 17-29
tahun, menyatakan puas terhadap kinerja Jokowi-JK
selama 3 tahun terakhir. Sisanya, 29 persen
menyatakan tidak puas.
Angka yang hampir sama juga diperoleh CSIS di
kalangan usia non-milenial atau usia 30 tahun ke atas.
Sebesar 70,2 persen warga non-milenial mengaku
puas dengan kinerja Jokowi-JK. Sisanya, 29,6 persen
menyatakan tidak puas.
"Tingkat kepuasan milenial dan non-milenial terhadap
kinerja pemerintahan relatif sama di angka 70%-an,"
ujar peneliti CSIS Arya Fernandes, Jumat, November
lalu.
Survei CSIS dilakukan pada periode 23-30 Agustus
2017 dengan mengambil 600 sampel. Mereka
menggunakan metode penarikan sampel multistage
random sampling dan margin error 4 persen. Adapun
pengumpulan data dilakukan dengan wawancara
tatap muka proporsional di 34 provinsi.
Adapun survei lain setidaknya memang masih
membuat posisi Jokowi hingga sekarang aman. Survei
Indikator Politik Indonesia, misalnya, yang
mengatakan 68,3 persen masyarakat puas dengan
kinerja Jokowi-JK. Angka ini didapatkan setelah
diadakan survei pada 17-24 September 2017.
Sebanyak 60,39 persen responden menyatakan cukup
puas, sementara 7,95 persen responden menyatakan
sangat puas.
"Kalau ditotal, 68,3 persen responden kita sangat
puas atau cukup puas dengan kinerja Jokowi-JK," kata
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia,
Burhanuddin Muhtadi, saat merilis hasil survei di
kantornya, Jakarta, Rabu Oktober lalu.
Sementara, responden yang menyatakan kurang puas
dengan kinerja Jokowi-JK sebesar 27,23 persen.
Adapun responden yang menyatakan tidak puas sama
sekali 2,26 persen. Artinya jika dijumlahkan, totalnya
29,5 persen responden.
Kepuasan masyarakat ini sejalan dengan keyakinan
bahwa Jokowi-JK bisa memimpin Indonesia menjadi
lebih baik pada tahun mendatang. Sebanyak 72,6
persen masyarakat yakin Jokowi-JK akan memimpin
Indonesia menjadi lebih baik. Hanya 22,6 persen yang
menjawab tidak yakin. Menurut Burhanuddin,
kepuasan dan keyakinan masyarakat ini didasari oleh
sejumlah hal.
Misalnya, membangun jalan umum (72 persen),
membuat layanan kesehatan terjangkau (65 persen),
membangun sarana transportasi umum (60 persen)
dan membangun jalan tol luar Jawa (56 persen).
Namun, kata survei ini, kepuasan masyarakat minim
di sejumlah bidang, seperti membuat harga
kebutuhan pokok terjangkau (34 persen), mengurangi
jumlah orang miskin (32 persen), menyediakan
lapangan kerja (30 persen), dan mengurangi
pengangguran (27 persen).
Survei ini sendiri menggunakan multistage random
sampling dengan 1.220 responden di seluruh wilayah
Indonesia, dengan margin of error sekitar 2,9 persen.
Sama halnya dengan Survei yang dilakukan Litbang
Kompas. Mayoritas masyarakat merasa puas dengan
kinerja pemerintahan Presiden Jokowi selama 3 tahun
terakhir. Hal ini mereka sampaikan pada setelah
dilakukan survei pada 26 September-8 Oktober 2017.
Kepuasan secara umum responden terhadap kinerja
pemerintahan Jokowi-JK selama tiga tahun terakhir
sebesar 70,8 persen. Hanya 29,2 persen responden
yang menyatakan tidak puas. Tingkat kepuasan
terhadap pemerintahan Jokowi-JK ini naik jika
dibandingkan dengan survei Litbang Kompas periode
April 2017. Saat itu, responden yang menyatakan
puas dengan kinerja pemerintah hanya 63,1 persen.
Dalam mengukur tingkat kepuasan ini, Litbang
Kompas menggunakan 24 indikator di 4 bidang, yakni
politik dan keamanan, penegakan hukum, ekonomi,
dan kesejahteraan sosial. Tingkat kepuasan responden
terhadap bidang politik dan keamanan paling tinggi,
yakni mencapai 76,4 persen. Di bidang kesejahteraan
sosial, 72,8 persen responden juga menyatakan puas.
Namun, dalam bidang penegakan hukum, responden
yang menyatakan puas menurun menjadi 61,0 persen.
Bidang ekonomi menjadi yang paling rendah, yakni
hanya 55,1 persen responden yang menyatakan puas.
Dari sisi wilayah, lebih banyak responden di luar pulau
Jawa yang menyatakan puas dengan kinerja Jokowi-
JK, yakni sebesar 75,2 persen. Responden di pulau
Jawa yang menyatakan puas dengan kinerja Jokowi-
JK hanya 67,4 persen.
Populasi survei ini adalah seluruh warga negara
Indonesia berusia minimal 17 tahun atau sudah
menikah. Metode pemilihan sampel acak bertahap
atau multistage random sampling. Jumlah sampel
yang diambil 1200 responden di 32 provinsi seluruh
Indonesia. Margin of error sebesar plus minus 2,83
persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Hal ini sekali lagi menunjukkan bahwa Presiden Jokowi
sepertinya kembali dinanti untuk menjadi presiden
pada periode 2019-2024. Survei Indo Barometer pun
yang baru saja merilis hasil surveinya di Jakarta,
Minggu (3/12) lalu mengatakan demikian.
Dalam survei tersebut, sebanyak 61,8 persen
responden menginginkan Jokowi kembali menjadi
presiden. "Mayoritas publik, 61,8 persen,
menginginkan Joko Widodo kembali menjadi Presiden
untuk periode 2019-2024," ucap Direktur Eksekutif
Indo Barometer Muhammad Qodari dalam
paparannya.
"Yang tidak menginginkan kembali 23,6 persen. Dan
yang tidak tahu atau tidak menjawab 14,7 persen,"
lanjut Qodari.
Sementara itu, elektabikitas Jokowi berada di angka
34,9 persen berdasarkan pertanyaan terbuka. Namun,
jika berdasarkan pertanyaan tertutup dan hanya
dibatasi 16 capres, elektabilitas Jokowi naik menjadi
41,8 persen. Kemudian jika diajukan pertanyaan
tertutup dan capres dibatasi enam nama, elektabilitas
Jokowi meningkat menjadi 44,9 persen.
Selain itu, Prabowo, menurut mereka, masih diprediksi
menjadi pesaing utama Jokowi pada Pemilu 2019.
Berdasarkan pertanyaan terbuka, elektabilitas
Prabowo berada di angka 12,1 persen. Jika didasarkan
pada pertanyaan tertutup dan jumlah capres dibatasi
16 capres, elektabilitas Prabowo naik menjadi 13,6
persen.
Survei Indo Barometer dilaksanakan pada 15-23
November 2017 di 34 provinsi di Indonesia. Jumlah
sampel sebanyak 1.200 responden dengan margin of
error sebesar 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan
95 persen.
Sementara Lembaga survei Populi Center juga sudah
merilis hasil penilaian masyarakat atas tiga tahun
kinerja Presiden JokowiSurvei sendiri dilakukan pada
19-26 Oktober 2017 di 34 provinsi di Indonesia.
Jumlah sampel sebanyak 1.200 responden dan dipilih
secara acak (multistage random sampling). Mereka
mengklaim margin of error dalam survei sebesar
kurang lebih 2,8% dengan tingkat kepercayaan 95
persen.
"Kami mengambil tema Indonesia-sentris karena
melihat Pak Jokowi ingin pembangunan diratakan ke
seluruh Indonesia. Intinya bahwa ada konektivitas
antara Jawa dan luar Jawa atau seluruh bangsa
Indonesia ini," ujar Direktur Populi Center Usep S
Ahyar dalam rilis, November lalu.
Terkait pembangunan 'Indonesia-sentris' ini, katanya,
77,5% masyarakat setuju dengan kebijakan
pembangunan Jalan Tol Lintas Sumatera, 75,8%
masyarakat setuju dengan proyek Trans Papua, dan
73,6% masyarakat setuju dengan pembangunan rel
kereta di Sulawesi. Ketiga proyek ini merupakan
program kerja pemerintahan Jokowi-JK soal
pembangunan di luar Pulau Jawa.
Presiden Jokowi sendiri mengatakan pemerintahan
yang dijalankannya bersama Wapres JK tahun ini
dijalani dengan terus bekerja dalam mewujudkan visi
dan misi yang telah ditetapkan. Selama tiga tahun
pemerintahannya, Jokowi juga selalu melakukan
blusukan.
Tak hanya saat menjadi Presiden, Jokowi sudah
blusukan saat dia masih menjadi Wali Kota Solo dan
Gubernur DKI Jakarta. "Tiga tahun menjadi Presiden
Republik Indonesia adalah tiga tahun blusukan ke
seluruh penjuru negeri," kata Jokowi dalam akun
Facebook-nya pada Oktober silam.
Jokowi memiliki alasannya sendiri mengapa dia selalu
melakukan aktivitas blusukan. "Jika hanya duduk di
kantor, kita tidak akan pernah tahu masalah di
lapangan," tulisnya. Selama Jokowi menjadi Presiden,
setidaknya 117 kabupaten dan 47 kota di seluruh
Indonesia telah ia kunjungi. Dalam perjalanannya itu,
Jokowi tak hanya menemui para kepala daerah tapi
juga masyarakatnya sendiri.
Sumber: Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting
(SMRC), Survei Centre for Strategic and International Studies
(CSIS), Survei Indikator Politik Indonesia, Litbang Kompas, Survei
Indo Barometer dan Lembaga survei Populi Center





