Showing posts with label Negara Maju. Show all posts
Showing posts with label Negara Maju. Show all posts
Sunday, 5 May 2019
Ramalan Jayabaya...koq ada mirip²nya dg sikon Jokowi saat ini.....
Ramalan Jayabaya...koq ada mirip²nya dg sikon Jokowi saat ini.....
Jangka JAYABAYA: Ana ratu kinuya-kuya, mungsuhe njaba njero , ibarate endhog ingapit sela gampang pecahe . Nanging rineksa Hyang Suksma. Mungsuhe ka-weleh² . Ratu mau banget teguhe . Kinuya-kuya ora rinasa , malah suka raharja kaesimbelani Negara sigar semangka . Ambek utama tan duwe pamrih . Ratu mau putrane mbok randha kasiyan .
Terjemahan bebas sbb :
Ada Pemimpin yg di-kejar²/di-cari² kesalahannya . Lawannya ada di luar & di dalam lingkaran kepemimpinannya . Ibarat telur dijepit batu mudah pecah . Namun dia di JAGA Yang Maha Kuasa .
( Sehingga ) Lawannya satu demi satu terbuka kebohongannya . Pemimpin tsb Sangat Teguh ( meski ) di-cari² kesalahannya , tdk dirasakan justru menebar Senyum . Tenteram dan Bahagia . Demi membela Negara ( supaya tidak ) terbelah . Sifatnya Berbudi utama tanpa Pamrih . Pemimpin tsb anaknya seorang Janda .
Jokowi artinya kuat . Yakowi artinya Maha Kuat ... jadi Sang Maha Kuat memberikan kekuatannya pada Jokowi agar menjadi Kuat di dalam Dadanya dan Kuat Kursinya ...
🤲🏻🤲🏻😌😔😭
TAK APA JADI CINA, ASAL BERGUNA
Petinju andalan dan kebanggaan Indonesia, Daud Yordan, berhasil membawa pulang sabuk juara tinju kelas ringan WBA Asia dan WBO Intercontinental. Dalam pertarungan di DIVS, Ekaterinburg, Rusia, Senin (23/4/2018) dini hari WIB, Daud menang KO atas lawannya dari Rusia, Pavel Malikov.
Cino adalah nama julukan pemberian yang diberikan oleh mantan pelatihnya semasa amatir, Carlos Jesus Renate Tores, asal Kuba, merujuk pada kata Chino dalam bahasa Spanyol yang berarti 'Cina', karena wajahnya yang sangat kental khas oriental (Cina).
Daud Yordan sendiri dan ayahnya, Hermanus Lay Tjun adalah orang Tionghoa-Indonesia, dan ibunya adalah orang Dayak, Nathalia.
Dia keturunan Cina (baca : Tionghoa) dia anak bangsa. Dia mengucurkan darahnya - bukan untuk sabuk juaranya pribadi - tapi demi berkumandangnya Indonesia Raya. Demi Merah Putih yang tertoreh dalam darah dan tulangnya.
Bahkan perilakunya sebagai anak bangsa sangat mengharukan, ketika di ujung acara ia mendatangi lawannya petinju tuan rumah yang masih terbaring kesakitan lalu memeluknya - sehingga memecah kebisuan dan mengundang tepuk tangan membahana dari penonton Rusia.
Daud ingin tiap tetesan darahmya di ring laga tak menetes sia-sia, darah 'Cina' anak bangsa itu harus menetes demi cintanya pada bunda pertiwi.
Kita tak bisa menolak dan tak pernah meminta dilahirkan sebagai (keturunan) Cina di negeri ini. Tapi menjadi Cina yang mengharumkan nama bangsa adalah pilihan, 100% pilihan itu di tangan kita, 100% dalam tiap tetesan darah dan peluh yang mengucur demi kebesaran bangsa.
Apapun warna kulitmu, jadilah berguna...
Selamat Daud, jangan pernah lelah mencintai Indonesia.
Sumber @Herry Tjahjono2018
Friday, 3 May 2019
Mengapa Denmark Menjadi Salah Satu Negara Termakmur Dunia?
Mari kita belajar kebaikan dari siapa saja, dari mana saja dan kapan saja.
Mengapa Denmark menjadi salah satu negara paling makmur di dunia?
👉 Padahal negaranya tidak memiliki sumber kekayaan alam yang melimpah,
👉 padahal kondisi musim di negara itu sangat ekstrim karena dekat dengan kutub utara.
👉 Padahal di negeri ini matahari dan siang hari hanya sebentar saja, terutama di musim dingin.
Suatu hari tanpa sengaja, saya mengarahkan jari-jemari saya melalui google untuk membuka sejarah negara Denmark.
Dari info Wikipedia yang kebetulan saya baca ternyata Denmark adalah negara paling nyaman untuk tempat tinggal manusia di dunia, negara dengan pendapatan penduduk paling tinggi di dunia, juga menjadi negara paling makmur di dunia paling bersih di dunia hingga mendapat gelar “Negeri Dongeng”.
Meskipun kemudian tingkat kenyamanannya tergeser oleh New Zealand.
New Zealand menempati urutan pertama negara paling nyaman untuk tempat tinggal manusia di dunia.
Sebagai seorang pendidik, saya langsung berpikir bahwa mungkin yang menjadi penyebab Denmark dan New Zealand menjadi negara termakmur adalah karena pendidikan mereka yang sangat baik.
Namun ternyata dugaan saya keliru. Orang-orang Denmark justru percaya bahwa penyebab dari negaranya menjadi negara termakmur, ternyaman dan teraman adalah karena masyarakatnya jujur .
Orang Denmark percaya bahwa semua kebaikan yang ada di negaranya berawal dari kejujuran, pada saat seorang jujur maka semua fasilitas umum untuk rakyat akan terbangun dengan baik oleh pemerintah, sebagaimana mestinya sesuai standar mutu yang telah ditetapkan di segala bidang mulai dari kesehatan, pendidikan, kesejahteraan dll.
Masyarakat Denmark percaya bahwa kejujuran bisa melahirkan segalanya.
Mereka percaya bahwa setiap manusia itu pintar, dengan kejujuran maka setiap kepintaran manusia akan menjadi manfaat bagi sesama dan seluruh negeri.
Mereka yakin jika setiap aparat pemerintah jujur, mulai dari pejabat, menteri, polisi dan seterusnya dan rakyatnya jujur maka sebuah negara bisa menjadi makmur tanpa perlu menjadi yang paling pintar di bidang pendidikan .
Ternyata memang benar, Denmark masuk dalam salah satu negara dengan tingkat korupsi nyaris nol, seperti juga di Finlandia dan New Zealand .
Karena kejujuran itulah akhirnya pendidikan di negara ini pun menjadi lebih baik dan sangat maju. Jadi tidak salah jika kita katakan bahwa ketidak jujuran (mental korup), akan melahirkan bencana berantai dalam sebuah negara .
Mereka begitu yakinnya bahwa kejujuran adalah awal dari semua kebaikan dan bukannya kepintaran.
Kira-kira 10 tahun silam, kejujuran dan etika moral adalah prioritas utama, sedangkan kepintaran itu kita kembangkan kemudian, karena kita juga yakin bahwa setiap anak terlahir pintar .
Kita tidak terlalu pusing jika seorang anak belum bisa berhitung saat masuk SD atau bahkan setelah sekolah SD, tapi kami sangat peduli jika sorang anak tidak jujur dan beretika buruk .
Dan setelah membaca artikel ini sepertinya saya diingatkan kembali oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk tetap mempertahankan apa yang sudah kami yakini.
Bahwa karakter, perilaku dan kejujuran adalah landasan untuk membangun Indonesia yang kuat dan makmur, bukan sekedar angka-angka akademik yang tertera di buku-buku raport sekolah .
Belajarlah juga dari pengalaman negara lain.
Semoga kita bisa mengawali dari lingkup terkecil yakni keluarga dan sekolah kita.
“Sebagai warga negara ..... Mari kita melakukan segala hal di rebuplik ini dengan JUJUR dan BERTANGGUNGJAW demi Bangsa dan Negara kita INDONESIA
JUJUR itu memang INDAH
Oleh: Prof. Dr. H. Komaruddin Hidayat
MERDEKA!!!