Showing posts with label Debat Politik. Show all posts
Showing posts with label Debat Politik. Show all posts
Monday, 23 December 2019
Saturday, 13 July 2019
Dewi Tanjung Ngamuk & akan Laporkan Kepolisi atas stetmen FZ yang mengatakan Kepala Negara Salesman
"Amin Rais ke PAN jngn Rabun Ayam,Dewi Tanjung Amin Rais hati Nuraninya BuTa akan kedamaian kebaika
Dewi Tanjung Meminta Jokowi Menolak PAN bergabung ke Pemerintah, PAN ini pernah mengkhianati Kita
pesan untuk AMIEN RAIS dari DEWI TANJUNG
Wednesday, 29 May 2019
Tuesday, 2 April 2019
JOKOWI LINDUNGI PRABOWO
Gambar Ilustrasi
JOKOWI LINDUNGI PRABOWO
Sangat bisa jadi institusi TNI dan keluarga besar TNI marah karena dilecehkan berkali-kali oleh Prabowo dalam debat ke empat. Capres 02 bahkan mengatakan dia lebih TNI dari TNI. Untuk menegaskan bahwa Indonesia adalah negara lemah dan TNI tidak bisa apa-apa dalam bidang pertahanan. Bisanya cuma bikin laporan palsu ke panglima tertingginya. Ini tuduhan yang menyakitkan.
DIPLOMAT
Para diplomat yang berjuang di lini depan pertarungan diplomasi internasional mungkin juga marah. Perjuangan menegakkan kepentingan Indonesia dikecilkan oleh Prabowo dengan julukan "being nice guy". Yang kerjanya cuma senyam senyum. Karena tidak berdaya negaranya lemah dan harus tunduk pada kekuatan negara-negara besar.
ASEAN
ASEAN mungkin terkejut dengan pernyataan Prabowo bahwa Indonesia tidak dianggap oleh sesama negara anggota. Bahkan secara tidak langsung, Prabowo menuding ASEAN sebagai organisasi regional yang impoten karena terbelenggu oleh prinsip dasar perhimpunan ini untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri anggotanya.
Padahal dalam banyak kasus, ASEAN WAY telah berjasa menyelesaikan konflik di Kamboja, Indochina dan kini sedang diselesaikan ASEAN yakni soal Rohingya di Myanmar serta code of conduct terkait sengketa Kepulauan Spartley.
Dan terang-terangan, dalam banyak kesempatan, ASEAN minta Indonesia tampil di depan to lead the ASEAN way.
Karenanya, sama sekali tidak betul jika Prabowo mengatakan Indonesia tidak diremehkan atau tidak dihormati ASEAN.
Terlalu banyak bolong-bolong Prabowo dalam debat yang membuat marah banyak orang..
NEGARAWAN
Namun seperti debat terdahulu, Jokowi memberikan kejutan. Yakni dia merangkul Prabowo agar terlindungi dari kemarahan banyak orang, termasuk dari TNI.
Jokowi membilas semua kemarahan itu dengan menampilkan sosok politisi ber- ke-negara- wa-nan. Yang tidak ambil peluang untuk menjatuhkan lawan meskipun dia berkali-kali diserang.
Jokowi merangkul Prabowo dan tegas mengatakan, "Pak Prabowo teman saya.. "
Jokowi melindungi Prabowo dari kekalahan yang memalukan dengan berujar Prabowo sama seperti dirinya. Sama-sama berjuang untuk kepentingan bangsa.
PRABOWO YANG BAPER
Akibatnya, Prabowo membuang semua rancangan pernyataan ofensif yang sudah dipersiapkan. Dia langsung luluh dan ikut gendang sentimentil yang ditabuh Jokowi. Dia juga mengatakan dia dan Jokowi adalah kawan, termasuk Megawati dan Yeni Wahid.
Terlihat Prabowo adalah sosok baperan di balik penampilannya yang sangar.
Rangkulan Jokowi membuat Prabowo tiba-tiba berhati Rinto. Yang melankolis.
Publik Indonesia juga tepuk tangan bahkan mungkin terharu disuguhkan pertunjukan sportivitas yang mengundang decak kagum dan pujian bahwa, " Seharusnya lah debat Presiden seperti itu "
MENANG BANYAK
Dan dibalik pernyataan yang memadamkan semangat Prabowo yang akan menyerang itu, Jokowi sadar bahwa jika TNI marah dengan pernyataan Prabowo, maka keluarga besar TNi yang tadinya memilih Prabowo akan mengalihkan dukungannya.
Dalam kondisi peta preferensi pemilih sudah statis, Jokowi kemungkinan besar akan mendapat tambahan suara yang signifikan.
Kemenangan makin nyata.
Prabowo akan segera menyadari itu. Tapi dia akan menerima kekalahan dengan senyuman bukan cemberutan apalagi kemarahan..
Ini semua karena prinsip Jawa Jokowi dalam menghadapi lawan:
Menang Tanpo Ngasorake..
Menang tanpa mempermalukan.
Menjadikan Jokowi leading to number ONE..
Ini sungguh strategi tim Jokowi yang brilian..
[Budi Setiawan]
SAYA PUSING DENGAR JAWABAN PRABOWO
Hari ini saya lebih menikmati pertunjukan Prabowo daripada materi debat..
Dari sisi materi, apa yang disampaikan kedua Capres terasa datar-datar saja. Tidak ada serangan-serangan tajam seperti debat sebelumnya. Tidak ada masalah lahan, tidak ada masalah onlen onlen. Saya kira juga materi HTI dan ormas radikal masuk dalam sesi "ideologi" tapi tidak ada.
Debat malam ini saya lebih meniknati pertunjukan letupan emosi Prabowo..
Prabowo Subianto terlihat ingin menguasai panggung dengan memberikan banyak orasi dan penekanan kata-katanya. Tapi khas Prabowo, dari sana malah kelihatan temperamennya. Dan semakin naik temperamen Prabowo, semakin ngawur jawaban Prabowo.
Jujur saya pusing dengar jawaban Prabowo yang muter dari Boyolali sampai Siborong borong. Tidak ada jawaban dalam bentuk "apa" yang dia lakukan dalam setiap masalah yang disampaikan. Yang ada malah curhat, trus emosi-emosi sendiri malah sampai membentak penonton "jangan ketawa kalian !"
Jokowi sendiri tampak tidak melayani emosi Prabowo dan seperti memberi kesempatan Prabowo meluapkan semuanya supaya penonton bisa menilai sendiri. Dan Prabowo semakin mutar, curhat, ngomel, tapi tidak menyentuh akar masalah yang ada.
Saya kebayang kalau Prabowo menjadi Presiden ketika ditanya Menterinya, "Pak, bagaimana cara kita menyelesaikan masalah kemiskinan ?" Prabowo bukannya menjawab dengan solusi, tapi malah membanggakan dirinya, "Saya ini lebih TNI dari TNI, ahlinya ahli, core of the core. Jadi masalah kemiskinan sudah menjadi makanan saya.." Terus aja begitu, tapi tidak ada jawaban yang pasti.
Yah mungkin kita juga sudah bosan menonton debat, dan tidak ada perubahan dari hardcore pemilih Jokowi maupun Prabowo sesudah melihat debat. Tetap saja Jokowi 53 persen dan Prabowo hanya 33 persen.
Cuma satu catatan saya sesudah melihat debat malam ini.
Saya jelas tidak ingin punya Presiden pemarah. Jangan-jangan nanti saya ketawa pun dilarang.
Jadi ingat kata Warkop Prambors, "Ketawalah sebelum tertawa itu dilarang Prabowo.."
Sudah. Seruput kopi jangan sambil ketawa. Keselek cangkirnya nanti..
Denny Siregar
Debat Capres, Mayjen TNI (Purn) Saurip Kadi: Prabowo Permalukan TNI 31 Maret 2019
Debat Capres, Mayjen TNI (Purn) Saurip Kadi: Prabowo Permalukan TNI
- Prabowo Perlu Ikut Bimbel Pertahanan Keamanan Di Jaman Now
JAKARTA - Menanggapi hasil Debat Calon Presiden ke-4, semalam (29 Maret 2019), Mayjen TNI (Purn) Saurip Kadi yang mantan Aster Kasad sekaligus juga teman seangkatan Capres Nomor 02 Prabowo Subiyanto di AKABRI (Nomor Akademi 70), terheran-heran, bagaimana mungkin pak Jokowi yang lulusan Faktultas Kehutanan justru lebih menguasai bidang pertahanan.
Dia menyebut, bahwa dalam debat capres tersebut, Prabowo kembali mempermalukan TNI lagi. Karena ternyata tidak mengetahui bahwa di seluruh dunia, yang digunakan dalam menyusun rencana pertahanan adalah “Hakikat Ancaman” yang bakal dihadapi sebuah negara.
Dan “Hakikat Ancaman” itu sendiri adanya di Perkiraan Intelejen Strategis baik Jangka Pendek, Menengah dan Panjang.
"Dan itulah maka di setiap Kedutaan Besar negara manapun dilengkapi dengan Atase Pertahanan dari ketiga angkatan. Sehingga dasar penyusunan Hakikat Ancaman benar-benar valid, sama sekali bukan asumsi apalagi halusinasi, merekalah Badan Pengumpul Keterangan yang resmi dibiayai negara," tandas Saurip Kadi, hari ini.
Menurut Saurip, Capres nomor urut 01 Jokowi justru mengetahui bahwa perang jaman now bukan lagi adu kekuatan persenjataan seperti perang jaman old, tapi perang asimetris yang intinya adalah bagaimana mempengaruhi rakyat negara lawan melalui perubahan mindset," ujarnya.
Dan saat ini, menurut Saurip Kadi, negara negara lain sudah mengubah konsep pertahanan mereka, bahkan Amerika Serikat sudah menutup sejumlah pangkalan militernya di negara lain.
Saurip Kadi juga menyatakan, keliru besar jika Prabowo membandingkan besaran anggaran militer Indonesia dengan Singapura.
"Dengan luas wilayah yang kecil, tidak lebih dari Kabupaten Brebes, tapi menguasai kekuatan ekonomi kawasan melalui jasa finansial dan perdagangan, maka tidak ada pilihan, Singapura harus mempunyai keunggulan dibidang militer. Karena dengan satu sorty pengeboman saja, Singapura akan habis'" katanya.
Jadi, menurutnya, Prabowo harus belajar lagi soal pertahanan dan keamanan yang terbaru. Sesuai jaman now. "Kalau perlu, melalui Bimbingan Belajar," tandas Saurip Kadi.
Ditanyakan soal makna penyataan Capres Nomor 02 Prabowo Subiayanto bahwa dirinya adalah lebih TNI dari TNI, Saurip Kadi menyilahkan bertanya langsung kepada Prabowo.
"Tapi yang saya ketahui pak PS adalah Perwira Tinggi TNI yang dipecat dari dinas aktif, karena berinisiatif melakukan penculikan sejumlah aktifis, sebagaimana diakui sendiri di depan sidang DKP," imbuhya.
Setelah ikatan dinasnya selesai, berakhirnya dinas militer di negara manapun hanya ada 3 alasan, yaitu pertama karena atas pemintaan sendiri untuk pensiun dini, kedua karena diberhentikan dengan hormat akibat sakit atau cacat sehingga tidak lagi mampu menjalankan tugas-tugas kemiliteran dan yang ketiga karena pensiun sesuai batas umur yang diatur oleh Undang-Undang. Di luar ketiga alasan tersebut adalah karena dipecat.
"Karena pak PS adalah perwira tinggi bintang tiga dan lagi menantu pak Harto, ya saru kalau digunakan istilah dipecat, maka dihadapkan pada kondisi riil saat itu, penggunaan istilah diberhentikan sungguh sangat bijak," tandasnya.
Terhadap pertanyaan, kwalitas jawaban bidang pertahanan oleh capres nomor urut 01 Jokowi, Saurip Kadi mengajak bangsa ini sepatutnya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena mempunyai Presiden yang paham tentang tentara dalam negara demokrasi dimana senjatanya wajib menghadap keluar.
Dan karenanya gelar TNI yang saat ini adalah warisan Belanda yabg dilanjutkan Orba, maka kedepan harus ditata ulang agar bisa meng "cover" seluruh wilayah pertahanan NKRI, untuk melumpuhkan musuh sebelum masuk maupun yang sudah terlanjur masuk masuk ke dalam wilayah NKRI.
Ditanya tentang siapa yang bakal tampil sebagai pemenang dalam Pemilu 17 April 2019 mendatang, Saurip Kadi mengingatkan segenap Keluarga Besar TNI (KBT) bahwa menggunakan Hak Pilih adalah HAM, tapi sebelum segalanya terlambat, terkhusus kepada para pensiunan prajurit TNI dan terlebih mantan elit TNI utamanya mantan Panglima TNI dan Kas Angkatan serta petinggi TNI yang ada di BPN Paslon 02 bahwa sampai ajal menjemput, para pensiunan mempunyai kewajiban untuk menjaga kehormatan, derajat dan martabat TNI.
"Apa yang kita cari di hari tua, haruskah para pensiunanan tega membiarkan TNI kembali menanggung aib, karena prajurit TNI harus menghormat dengan sangkur terhunus kepada mantan petinggi TNI yang berhenti dari dinas aktif, karena dipecat, naudzu bilah mindalik" ujar Saurip Kadi lagi
Diakui oleh Saurip Kadi, memang sulit untuk tidak menempatkan Pak Prabowo sebagai bagian dari KBT, tapi para purnawirawan TNI wajib menjaga TNI sebagai almamater tempat kita dulu menyerahkan jiwa dan raga untuk kejayaan NKRI.
Kecuali bagi mereka yang tidak merasa bahwa penculikan aktifis, bukanlah aib bagi TNI dan terkhusus bagi lulusan Akademi TNI.
"Dan kalau betul ada pensiunan TNI yang tidak menempatkan hal tersebut sebagai aib, maka kedepan mereka tidak layak untuk menyebut dirinya sebagai tentara rakyat, tentara pejuang dan tentara nasional. Karena pak Dirman dan para pendiri TNI lainnya serta para pelatih kita di Akademi TNI tidak pernah mengajarkan bahwa rakyat apalagi aktifis demokrasi sebagai musuh negara, sehingga mereka sah untuk diculik," tegas Saurip Kadi yang memang dikenal kritis ini.
Sementara itu kepada segenap anak bangsa, Saurip Kadi menyerukan bahwa Pemilu bukan Perang. Pemilu tak lebih untuk memilih Capres dan program untuk 5 tahun ke depan.
"Untuk itu, pilihlah Capres yang nyata-nyata sudah terbukti berani dan berhasil memberantas Mega Korupsi, Mafia Tambang serta Migas seperti Petral, Free Port, Newmont, Blok Rokan, Mahakam dan juga mampu membangun rasa Indonesia melalui kwalitas pelayanan dan infra struktur yang sama untuk seluruh wilayah Indonesia dan nyata-nyata mampu melanjutkan pembangunan jalan TOL dan infratsruktur yang dimasa lalu MANGKRAK. Melalui Dana Desa dan sejumlah program Kartu, kini rakyat kecil sudah mulai merasakan manfaat NKRI," pungkasnya. (Aris)
Analisa debat semalam
Saya kadang bingung sama Prabowo. Di matanya semua gak ada yang genah. Sama TNI, dia curiga dan gak percaya. Katanya TNI suka melapor asal bapak senang saja. Dia seakan meremehkan kekuatan TNI.
Bahkan katanya, Prabowo lebih TNI dari TNI. Saya bingung, apa yang dimaksud lebih TNI dari TNI. Oh, mungkin maksudnya, dia adalah anggota TNI yang dipecat. Makanya berbeda dengan anggota TNI biasa.
Dalam kepala Prabowo, dunia selalu berada dalam ancaman. Dia seperti parno menghadapi kehidupan internasional. Makanya yang dipikirin melulu alat perang. Itupun perang dalam arti tradsional. Militer saling bertempur. Mesiu. Bom. Ledakan. Saling bunuh.
Padahal dunia sudah berubah. Jauh berubah. Perang bukan lagi hanya ekspansi fisik. Senjata. Darah. Atau mesiu. Perang saat ini lebih pada ekspansi informasi akibat teknologi informasi.
Disinilah Jokowi lebih peka melihat persoalan. Dia bukan hanya memperkuat militer dengan alutsita tradisional seperti senjata, tank dan pesawat. Lebih dari itu, dia berusaha memenuhi kebutuhan alutsita kita dengan mengembangkan teknologi pertahanan sendiri.
Kini kita sudah mampu memproduksi berbagai alat perang yang canggih. Tank dan senjata diproduksi Pindad. Kapal selam dan kapal perang diproduksi dalam negeri. Sementara teknologi informasi diperkuat untuk menghadang kekuatan asing.
Ketika Prabowo masih sibuk mau mengeluarkan banyak dana untuk alat perang tradisional, Jokowi lebih memilih berpikir jangka panjang. Membangun industri persenjataan dalam negeri dan mengembangkan tenaga-tenaga cyber.
Dalam persoalan pertahanan dan keamanan jelas tergambar, bagaimana seorang militer pecatan berhadapan dengan seorang pemimpin visioner. Bagaimana orang yang melulu mengandalkan otot dengan Jokowi yang lebih mengandalkan otak.
Bagaimana orang emosional berhadapan dengan lelaki bijak dengan cara berpikir jernih.
Ketika bicara soal politik luar negeri, seperti biasa Prabowo selalu melecehkan bangsanya. Dia seolah merasa bisa menyelesaikan masalah diplomasi dengan senjata.
Kadang kita bingung. Bagaimana seorang Prabowo bisa menyelesaikan diplomasi luar negeri kalau dia sendiri terkena larangan masuk ke AS dan beberapa negara lain. Sebab sampai saat ini Prabowo dianggap sebagai penjahat HAM. Jadi sebagai personal, Prabowo sendiri punya reputasi buruk di mata dunia internasional. Bagaimana dia bisa membawa bangsa ini berhadapan dengan asing, jika dia sudah distempel sebagai penjahat kemanusiaan.
Yang paling menarik, Prabowo selalu bicara soal harta kita di bawa ke luar negeri. Padahal perusahaan milik Prabowo dan Sandiaga termasuk yang tercatat di Paradise Papers. Itu karena mereka menempatkan hartanya di negara surga pajak.
Artinya, ya Prabowolah aktor yang membawa harta bangsa ini ke luar negeri.
Gimana soal ideologi? Iya, Prabowo secara retoris mengakui Pancasila sebagai dasar negara. Tapi pengakuan gak cukup. Sampai sekarang kita gak melihat sikap tegasnya soal HTI dan khilafah.
Bahkan di panggung kampanyenya kemarin, bendera HTI berkibar dengan gagah. Menunjukan dukungan.
Jadi saya melihat, apa yang dikritik Prabowo terhadap bangsa ini, padahal dia sendiri menjadi bagian aktif disana. Mestinya dia mengkritik dirinya terlebih dahulu. Sebab kritiknya justru lebih tepat untuk dirinya sendiri. Ketimbang ditujukan pada Jokowi.
Untung saja Jokowi kalem. Dia sadar, debat kali ini sudah terlalu mepet dengan masa pencoblosan. Tidak akan banyak pengaruhnya kepada suara mengambang.
Dia membiarkan Prabowo marah-marah di panggung debat. Membiarkan emosi Prabowo meluap-luap seperti air mancur. Sebab ketika orang marah, sesungguhnya dia sedang membuka topengnya sendiri. Melucuti kekurangannya sendiri.
Sementara Prabowo ngamuk sampai memarahi penonton, Jokowi santai saja. Dia lebih fokus menjelaskan detil-detil persoalan. Lebih dingin dan adem.
Debat ini menampilkan dua karakter orang yang berbeda. Yang satu gila perang. Satunya lagi adem dan bersahabat.
Saturday, 30 March 2019
TUAN BESAR PRABOWO SUBIANTO Yang Terhormat,
VIRALKAN...!!!
Surat Terbuka:
TUAN BESAR PRABOWO SUBIANTO
Yang Terhormat,
Mohon maaf jika Surat Terbuka ini harus saya awali dengan pernyataan saya yang mungkin akan membuat Tuan Prabowo tidak berkenan.
Saya harus mengatakan, bahwa Tuan adalah pemimpin yang tidak sekedar temperamental dan emosional, tapi Tuan juga adalah pemimpin yang sangat berbahaya bagi orang-orang yang yang sedang berbahagia. Bahkan mungkin Tuan adalah pemimpin yang berbahaya bagi orang-orang yang sedang bersedih. Karena jika tertawa karena bahagiapun Tuan larang dan persoalkan, lalu bagaimana dengan orang yang bersedih dan tidak mau tertarwa?
Penilaian saya ini berdasarkan fakta peristiwa yang saya alami saat hadir dalam Debat Capres di Hotel Shangrila malam ini.
TUAN PRABOWO SUBIANTO,
Sekedar Tuan tahu, Tertawa Saya itu spontan, seperti umumnya jika orang tertawa. Tidak ada tertawa yang dipersiapkan dan direncanakan. Karena tertawa Saya malam ini adalah ekspresi kebahagian yang didorong karena ada hal lucu yang dirasakan.
Dan jika Tuan bertanya kenapa saya tertawa? Sejujurnya karena memang Pernyataan Tuan tentang Strategi Pertahanan Keamanan lah yang menjadi sumber penyebabnya.
TUAN PRABOWO SUBIANTO,
Ketika dengan nada tinggi yang diiringi goyangan berulang-ulang telunjuk jari mempertanyakan Kenapa dan alasan apa Saya tertawa. Saya paham bahwa Tuan sedang menegur Saya karena Tuan merasa tidak nyaman dengan tertawa saya yang Sampai ditelinga Tuan.
Tuan boleh merasa tidak nyaman dan terganggu, tapi pertanyaannya, benarkah Tuan punyak hak untuk menegur orang yang tertawa atau bahkan menimbulkan gangguan dalam acara debat tersebut?
Tuan lupa, bahwa acara Debat Pilpres tersebut dilaksanakan oleh KPU. Tuan Prabowo Subianto adalah Capres yang menjadi peserta debat sebagaimana Pak Jokowi.
Maka sesungguhnya KPU lah yang memiki kekuasaan penuh untuk menegur, bahkan mungkin mengeluarkan Saya dari ruangan atau siapapun yang dinilai telah mengganggu kenyamanan dan kelancaran pelaksanaan Debat Capres sebagaimana yang diatur dalam tata tertib pelaksanaan debat yang dibuat oleh KPU.
Tapi fakta dilapangan, hingga selesainya acara Debat malam ini, Saya tidak sekalipun mendapat peringatan dan teguran apapun dari KPU.
TUAN PRABOWO SUBIANTO,
Peristiwa malam ini, semakin menguatkan keyakinan Pilihan Politik Saya terhadap Jokowi.
Selama kurang lebih 4,5 tahun, Jokowi tidak sekedar ditertawakan oleh lawan-lawannya. Jokowi diejek dan dihinakan harga dirinya, direndahkan martabat keluarganya, dilecehkan kesetiannya kepada Pancasila, diragukan keyakinan atas keIslamannya. Tapi selama itu juga Jokowi mampu bersabar dan menahan diri dengan kesholehan lisan dan tindakannya.
Maaf TUAN BESAR PRABOWO SUBIANTO, malam ini Tuan tidak sekedar telah menculik kebahagian Saya untuk tertawa. Tapi Tuan juga telah menculik hak dan kewenangan KPU dan Bawaslu RI sebagai penyelenggara Pilpres termasuk keseluruhan tahapan pelaksananan Debat Capres didalamnya.
Tuan, disadari atau tidak, malam ini Tuan telah MENCULIK dan melakukan PENGHIILANGAN SECARA PAKSA atas 13 orang manusia indonesia. Saya yang tertawanya anda persoalkan dan 7 Komisioner KPU serta 5 Komisioner Bawaslu RI sebagai Pelaksana dan Pengawas penyenggaraan Debat Capres malam ini.
Terima kasih TUAN BESAR PRABOWO SUBIANTO,
Insya Allah Indonesia akan tetap dipimpin oleh seorang Presiden yang tidak sekedar bisa membuat rakyatnya bahagia. Tapi juga menjamin secara merdeka setiap warga negaranya untuk bisa Tertawa karena bahagia.
Bukan seorang Presiden yang membahayakan kemerdekaan warga negaranya untuk tertawa karena bahagia dan Menculik serta menghilangkan secara paksa hak warga negaranya yang mengekspresikan kebahagiaannya dengan cara tertawa.
Terima kasih.
Jakarta, 30 Maret 2019
Hormat Saya:
BENNY RHAMDANI
Thursday, 7 March 2019
Tuesday, 26 February 2019
MOHON PENCERAHAN KEPADA KUBU PRABOWO YANG TERKESAN PINTAR DAN BERAKAL SEHAT...
MOHON PENCERAHAN KEPADA KUBU PRABOWO YANG TERKESAN PINTAR DAN BERAKAL SEHAT...
1. Mau BBM murah??
2. Mau listrik murah??
3. Mau sembako murah??
4. Mau penghasilan meningkat??
5. Mau hutang negara lunas??
6. Mau negara ini aman dan terkendali??
TOLONG JELASKAN BAGAIMANA CARANYA, APA PROGRAMNYA DAN JAWAB PERTANYAAN DI BAWAH INI:
Mohon dijawab dengan data hasil riset dan kajian ilmiah dari tim Prabowo agar tidak menjadi debat kusir..
1. MAU BBM MURAH....???.
Bagaimana cara pak Prabowo akan menciptakan BBM murah?
Apa dengan melakukan subsidi seperti di zaman pak SBY?
Darimana dana untuk mensubsidi BBM itu?
Apakah subsidi BBM itu akan tepat sasaran?
Apakah akan tercipta BBM satu harga seperti saat ini?
Apakah akan menghidupkan kembali Petral?
Apakah Pertamina akan membeli BBM dari Petral lagi? Berarti Prabowo akan memasukkan lagi Petral ke dalam lingkup Pertamina?
Coba terangkanlah...!!...??.
2. MAU LISTRIK MURAH...???.
Apakah kubu pak Prabowo belum tahu bahwa dengan harga listrik saat ini saja PLN masih mengalami kerugian karena harga jual ke konsumen harus mengikuti arahan pemerintah?
Bukankah dengan menurunkan harga jual listrik akan semakin menambah kerugian PLN?
Jika PLN terus mengalami kerugian yang besar, maka kalau tidak mau tutup pemerintah harus menyuntik dana ke PLN, lalu dana untuk menyuntik tsb darimana?
Coba terangkanlah...!!...??.
3. MAU SEMBAKO MURAH...???.
Murahnya harga sembako itu tergantung hukum ekonomi yaitu demand vs supply.. Sepanjang supply melimpah maka harga akan turun.
Demikian sebaliknya jika permintaan tinggi dan ketersediaan barang sedikit, maka harga akan naik.
Pemerintah bisa intervensi pasar saat stok menipis agar harga tidak naik.
Selama beberapa tahun belakangan ini harga sembako tidak bergejolak walaupun dalam bulan puasa dan lebaran?
Mau sembako murah seperti apa lagi?
Yang disubsidi terus menerus oleh pemerintah dan bikin rakyat jadi malas bekerja itukah?
Anda teriak sembako mahal tapi mobil, motor, pulsa beberapa nomor handphone, paket internet dan rokok masih sanggup beli.. Anda sehat???
Coba terangkanlah...!!...??.
4. MAU PENGHASILAN MENINGKAT...???.
Bagaimana cara pak Prabowo meningkatkan penghasilan?
Meningkatkan penghasilan itu hanya dengan kerja keras dan rajin bekerja.
Pemerintah hanya fasilitator saja, semua tergantung rakyat apakah mau kerja keras demi sejahtera atau mau malas-malasan dan hanya berharap subsidi.. Sandi Uno menjanjikan peningkatan penghasilan bagi para petani dan pedagang tapi di satu sisi berteriak sembako terlalu mahal..bertolak belakang..bagaimana cara Prabowo menaikkan penghasilan petani tetapi harga sembako bisa lebih murah lagi dari sekarang?apa mw pakai sistem barter lagi?
Coba terangkanlah...!!...??..
5. MAU HUTANG NEGARA LUNAS ???
Ini yang paling seru nih.
Sebutkan dengan cara apa Prabowo Sandi mw melunasi hutang negara baik itu dalam negeri maupun luar negeri!!?
Apa dengan menjual asset negara?
Mau berikan konsesi SDA kepada pihak asing?
Naikin pajak? Sekarang saja kalian teriak katanya pajak mencekik rakyat, tapi saat target penerimaan pajak tidak tercapai eh kalian ngomel-ngomel.
Mau genjot BUMN untuk menghasilkan keuntungan bagi negara? Lah kan PLN saja kalian mau minta harga listrik murah, bagaimana bisa ada untung?
Mau menasionalisasi perusahaan asing di Indonesia?loh katanya amerika dan china thu penting buat Indonesia..
Apa beneran siap hadapi gugatan hukum internasional?
Mau pinjam lagi dari luar negeri???Loh katanya ga akan mw hutang2 luar negeri lagi.. Loh kan katanya anti asing..katanya anti aseng..
Coba jelaskan bagaimana cara Prabowo melunasi hutang negara???!!!!
Coba terangkanlah...!!...??.
6. MAU NEGARA AMAN DAN TERKENDALI..??
Numpang tanya, memang sekarang kondisi negara kita lagi kacau balau?
Lagi terjadi huru-hara?
Anda pastinya tahu dong siapa yang suka nakut nakuti selama ini??
Apa sekarang tidak aman?
berangkat ke kantor, istri belanja ke Mall atau pasar, anak2 jln ke sekolah semua Aman dan Nyaman.
Cuma orang yang terlibat korupsi, terlibat terorisme, terlibat kriminal, penyebar hoax, ujaran kebencian dan tukang fitnah serta terlibat ormas terlarang yang merasa dirinya tidak aman.
Jadi apa maksudnya kalau Prabowo bisa jadi Presiden maka negara aman dan terkendali ??? Apa dengan jalan penculikan2 seperti jaman Suharto kalau rakyat tidak suka dengan kinerja Prabowo???apa dengan jalan ditodongkan senjata seperti para mahasiswa 98?apa dengan cara kekerasan supaya rakyat takut dan mw mengikuti semua yang dilakukan Prabowo?
Coba terangkanlah...!!...??.
Salam damai selalu untuk Indonesia yang kita cintai.
"DEMI INDONESIA RAYA...".
#Jokowi1PeriodeLagi... Jauh Lebih Baik...
ORANG-ORANG DI SEKELILING PRABOWO
ORANG-ORANG DI SEKELILING PRABOWO
Oleh: Saiful Huda Ems (SHE).
Beberapa menit yang lalu saya dikejutkan oleh sebuah tulisan yang mendiskreditkan Capres No.01 Jokowi. Dalam tulisan itu si penulis mencoba menggiring opini negatif yang mengkomparasikan antara orang-orang berpengaruh di sekeliling Prabowo dan orang-orang berpengaruh di sekeliling Jokowi. Seolah-olah si penulis itu ingin menunjukkan bahwa semua orang-orang berpengaruh di sekeliling Prabowo itu intelektual muslim atau ulama semua, sedangkan orang-orang berpengaruh di sekeliling Jokowi itu orang-orang di luar Islam semua, PKI dan tidak jelas agamanya apa.
Atas dasar tulisan yang memfitnah Jokowi atau yang mengada-ada itu, maka saya tergerak untuk menulis tulisan ini sebagai counter opini dari penulis pendukung Prabowo yang memfitnah dan membuat komparasi yang sangat tidak adil dan berimbang tsb, yang tentunya tulisan itu akan sangat menyudutkan dan merugikan Jokowi-Makruf sebagai Paslon Capres-Cawapres No.01. Bila si penulis di sebrang sana memulai dengan daftar orang-orang berpengaruh di belakang Prabowo, dan kemudian dengan daftar orang-orang berpengaruh di belakang Jokowi, maka saya akan membaliknya dengan daftar orang-orang berpengaruh di belakang Jokowi dan dilanjutkan dengan Prabowo sbb:
I. Orang-Orang Berpengaruh di Belakang Jokowi:
a. KH. Said Aqil Shiradj (Ulama Ketum PBNU).
b. KH. Maimun Zubair (Ulama kharismatik NU).
c. Tuan Guru Bajang/TGB (Cendekiawan Muda Islam, Gubernur NTB).
d. Habib Lutfi bin Yahya (Ulama ahli thariqat NU).
e. Mahfud MD (Cendekiawan Muslim).
f. Gus Muwafiq (Budayawan Muslim).
g. KH. Mustofa Bisri (Budayawan Muslim).
h. Habib Syekh bin Abdul Qadir Assegaf (Ulama ahli Sholawat).
i. Ustadz Yusuf Masyur (Ulama).
j. Moeldoko (Purnawirawan Jenderal TNI Muslim mantan Panglima TNI).
II. Orang-orang Berpengaruh di Sekitar Prabowo:
a. Ratna Sarumpaet (Tersangka Penyebar Hoax agamanya tidak jelas).
b. Ahmad Dhani (Narapidana Kriminal yang awam ilmu agama).
c. Jonru (Mantan Narapidana dan mualaf).
d. Habib Bahar bin Smith (Tahanan Polisi atas kasus penganiayaan anak remaja).
e. Novel Bamukmin (mantan pegawai restaurant Pizza yang mendadak jadi habib/ustadz).
f. Rocky Gerung (Filsuf abal-abal agamanya tidak jelas yang sekarang berurusan dengan polisi).
g. Hasyim Djoyo Hadikusumo (Pengusaha Non Muslim adik kandung Prabowo yang pernah kena kasus penadahan benda-benda purbakala).
h. Sugik Nur Miharja alias Gus Nur (Mantan Penjual Jamu yang mendadak jadi Gus dan Ustadz padahal bukan putra ulama dan tidak pernah mondok di pesantren yang sekarang menjadi Tersangka Kasus Pencemaran Nama Baik atau Perbuatan Tidak Menyenangkan).
i. Habib Riziek (Yang kabur ke Tanah suci dan belum kembali-kembali karena memiliki banyak kasus hukum di Tanah air).
Dan melalui tulisan ini, saya juga ingin bertanya pada para pembaca:
1. Siapakah Capres yang selalu teriak-teriak membela kepentingan orang kecil namun dia sendiri menguasai lahan puluhan ribu hektar yang sabtu kemarin didemo dan dipaksa mengembalikan tanahnya oleh Rakyat Gayo Aceh Tengah?
2. Siapakah Capres yang tidak bisa membaca ayat suci Al-Quran padahal ia selalu menggerakkan orang untuk demo bela agama?
3. Siapakah Capres yang pernah dipecat dari TNI oleh Dewan Kehormatan Militer atas kasus penculikan dan pembunuhan serta kerusuhan Mei 1998?
4. Siapakah Capres yang pernah kabur ke luar negeri disaat mertuanya di demo mahasiswa dan pemuda di seluruh Tanah air?
5. Siapakah Capres yang dalam Sholat Jum'at perdananya diawali dengan penyebaran pamflet undangan Sholat Jumatan bersama-sama dengannya?
6. Siapakah Capres yang memilih Cawapresnya yang tidak bisa berwudlu?
7. Siapakah Capres yang temperamental dan suka melempar handphone?
8. Siapakah Capres yang didukung penghianat Reformasi 98, dimana dulu ia melawan Rezim ORBA namun sekarang justru mendukung kebangkitan kembali ORBA?
9. Siapakah Capres yang seluruh saudara kandung dan orang tuanya bukan orang muslim?
10. Siapakah Capres yang tidak hafal doa-doa dalam sholat wajib 5 waktu?
Dari apa yang saya tulis di atas, tentu pembaca akan lebih mudah untuk menjawab dan menentukan pilihan Capresnya dalam Pilpres April 2019 mendatang. Sapere aude ! Beranilah berpikir ! Afala ta'qilun ! Gunakanlah akalmu ! Afala tatafakkarun ! Gunakanlah fikiranmu ! Wallahu a'lamu bisshawab...(SHE).
Jakarta, 24 Februari 2019.
Saiful Huda Ems (SHE). Advokat dan Penulis, Alumnus Pondok Pesantren Tebuireng Jombang 1985-1991, Mantan Gerilyawan Politik Penantang Rezim Soeharto di Berlin Jerman 1991-1995, Ketua Umum Pimpinan Pusat HARIMAU JOKOWI.
Source : https://t.me/PoskoUdaraTimCyber01JM
Thursday, 17 January 2019
Prabowo Tuduh, Jokowi Serang Balik Mematikan, Prabowo Hancur- Lebur
Debat: Prabowo Tuduh, Jokowi Serang Balik Mematikan, Prabowo Hancur- Lebur
Asaaro Lahagu
Debat: Prabowo Tuduh, Jokowi Serang Balik Mematikan, Prabowo Hancur- Lebur
Saya mengikuti dengan serius debat perdana Pilpres. Dari gelagat Prabowo-Sandi saat memasuki arena debat, terpercik kesombongan dan keangkuhan keduanya. Hal itu terlihat dari senyum percaya diri hebat disertai sinis dari bibir Prabowo.
Saya pun bertanya, apa gerangan yang membuat Prabowo-Sandi begitu sombong saat memasuki arena debat? Jawabannya terbongkar saat keduanya meluncurkan pertanyaan mematikan kepada Jokowi-Ma’ruf. Rupanya pertanyaan itulah yang menjadi senjata maut mereka.
Baik Prabowo maupun Sandiaga, telah yakin benar pertanyaan mematikan mereka. Ketika senjata mustika itu dikeluarkan, maka Jokowi langsung KO. Lalu apa senjata maut berupa pertanyaan maut yang dikantongi Prabowo-Sandi itu?
Hanya satu, yakni soal kepala daerah, gubernur, bupati jika mendukung Jokowi, maka kasusnya menguap. Sementara jika berlawanan dengan Jokowi, maka mereka dikejar-kejar aparat. Ada Kades yang karena tidak mendukung pasangan nomor 01 tetapi mendukung pasangan nomor 02, ditangkap.
Pertanyaan Prabowo-Sandi ini sepintas lalu mematikan Jokowi. Mengapa? Karena narasi selama ini memang telah dibangun demikian oleh kubu Prabowo-Sandi. Opini kubu Prabowo pun termakan narasi itu dan menganggap hal itu fakta. Lalu apa tangkisan Jokowi?
Jokowi to the point. “Jangan menuduh Pak Prabowo”, tegas Jokowi. “Kalau ada bukti, sampaikan kepada aparat. Laporkan. Jangan langsung grasa-grusu, menuduh sana-sini, melakukan konferensi pers tentang seseorang wanita yang mukanya bengkak-bengkak lalu dibilang telah dianiaya. Padahal orang itu ternyata operasi plastik”, balas Jokowi telak.
Jawaban Jokowi ini sangat telak, langsung mematikan Prabowo-Sandi. Ini serangan balik bagaikan rudal nuklir. Langsung membungkam kubu Prabowo. Saya lihat pendukung-pendukung Prabowo yang ada di belakangnya, diam dan tak berkutik. Saat itu sebenarnya debat sudah selesai, Jokowi menang telak.
Mengapa Prabowo pingsan mendengar tangkisan Jokowi itu? Karena serangan menohok begitu runtut Jokowi adalah fakta yang tak terbantahkan. Masyarakat sudah tahu betul bagaimana Prabowo langsung melakukan konferensi pers tentang muka bonyok Ratna Sarumpaet, tetapi ternyata hoax.
Setelah serangan balik mematikan Jokowi ini, saya lihat Prabowo kembali membangun serangan, tetapi sudah lunglai. Tenaganya sudah hilang 60 persen. Serangan balik pertama Jokowi itu langsung menghancur-leburkan Prabowo. Ketika Prabowo kembali bangun dengan titik darah penghabisan, Jokowi kembali menyerang dengan senjata maut lainnya.
Saat Prabowo membangun narasi bahwa dia akan mengikis habis korupsi dan memenjarakan langsung kadernya yang korup, Jokowi langsung melancarkan serangan maut lainnya. Jokowi bertanya: “Ada 6 mantan narapidana dari kader Partai Gerinda yang menjadi caleg. Nama pengajuan mereka ditanda-tandangani oleh Ketua Umum, yakni Pak Prabowo sendiri. Lalu mengapa keenam calon itu yang sudah terbukti korupsi disetujui menjadi caleg?” tanya Jokowi menggelegar.
Prabowo menjawab linglung. Pertama ia tidak tahu data itu. Bahkan ia lagi-lagi menuduh pihak lain bahwa itu hanya tuduhan. Tetapi ketika ditunjukkan bahwa itu bukan tuduhan tetapi fakta, Prabowo akhirnya pasrah.
“Ya kalau mereka masih mau dipilih oleh masyarakat dan hukum mengijinkan mereka, ya silahkan maju sebagai caleg. Namun ingat korupsi mereka mungkin kecil-kecil dan tidak seberapa”, tangkis Prabowo mengharukan. Jelas inkonsistensi dari pernyataan melawan korupsi. Jelas jawaban Prabowo ini semakin membuatnya hancur-lebur.
Dan moment puncak kehancuran Prabowo ketika Jokowi memberikan pesan pamungkas yang menjadi bencana bagi Prabowo.
“Kami, Joko Widodo dan Ma’aruf Amin, tidak punya beban masa lalu. Kami tidak punya jejak sebagai penculik, kami tidak punya jejak sebagai koruptor, kami tidak punya jejak sebagai pelanggar HAM, kami akan sekuat tenaga memajukan bangsa Indonesia ini, menjadi bangsa yang maju”, tegas Jokowi membahana.
Pesan pamungkas ini jelas menghantam telak ulu hati Prabowo. Jejak hitam Prabowo sebagai penculik, pelanggar HAM, jelas tersayat oleh pesan Jokowi itu. Dan ketika Prabowo mendapat giliran menyampaikan pesan, idenya sudah tidak lagi bergairah, mati suri.
Dengan sisa-sisa nafasnya, Prabowo mencoba mengulang retorika bocor dan bocor. Ia berjanji akan mensejahterakan rakyat, menaikkan gaji pegawai besar-besaran dan berkali-kali lipat dengan meningkatkan 16 persen ratio pajak. Mimpi.
Saya melihat di akhir debat, para pendukung Prabowo hanya bisa menggigit jari. Wajah mereka pucat-pasi. Wajah Amin Rais terlihat semakin berkerut. Debat yang diharapkan dimenangkan oleh Prabowo, ternyata justru kalah telak akibat hoax yang selama ini dilancarkannya. Ternyata mereka memanen karma.
Saya yakin apa yang terjadi di tahun 2014 akan kembali terjadi. Apa itu? Prabowo kalah Pilpres karena kalah debat dengan Jokowi. Begitulah kura-kura.#17AprilJokowiTetapPresiden.
Salam Seword,
Asaaro Lahagu
Thursday, 3 January 2019
JANGAN ULAMAKAN PARA KRIMINAL
Tampaknya orang yang menyebut dirinya ulama di negeri ini boleh berbuat apa saja.
Rizieq di mimbar agama melecehkan Pancasila. Kadang melecehkan keyakinan agama lain. Lantas yang tersinggung dengan ulah itu mengadukannya ke polisi. Polisi memproses kasusnya.
Dia juga disangkakan melakukan chat mesum
Hasil chatnya tersebar ke seantero jagad. Bahkan dengan foto perempuan bugil segala. Polisi mau memeriksa kebenarannya karena itu melanggar UU ITE. Tapi orangnya kabur ke luar negeri.
Di Indonesia pembelanya berteriak, jangan kriminalisasi ulama!
Ada lagi Alfian Tanjung. Dia juga sering tampil di mimbar agama. Dalam pembicaraannya di depan publik dia menuduh istana disusupi PKI. Menuding seorang pejabat sebagai antek PKI. Pejabat itu marah. Lalu mengadukannya ke polisi. Wajar.
Penceramah itu dimintakan pertangungjawabannya. Karena menghina orang, bahkan cenderung memfitnah, dia dijadikan tersangka.
Lalu pembelanya berteriak, jangan kriminalisasi ulama!
Ada lagi Zulfikar Muhamad Ali. Ceramahnya penuh provokasi. Dia bilang Indonesia bakal kedatangan 200 juta warga China. Tujuannya menyembelih orang Indonesia. Gila, orang itu dengan gampang ngomong, 200 juta orang dari RRC masuk ke Indonesia buat membantai rakyat kita.
Ini benar-benar luar biasa bohong.
Jika sebuah pesawat bisa mengangkut 500 orang, maka dibutuhkan sekitar 400.000 pesawat untuk mengangkut 200 juta orang warga RRC itu. Asumsikan perjalanan China-Indonesia rata-rata 5 jam, maka dibutuhkan 2 juta jam atau 83 Rabu hari. Atau sama dengan 280 tahun!
Ini jika yang mendengar mau berfikir sedikt saja sudah gampang dilacak betapa kebohongan disemburkan oleh orang berjenggot itu, atas nama ceramah agama.
Provokasi yang jauh dari akal sehat ini disebarkan dengan bungkusan agama. Akibat omongannya yang menghasut Zulfikar ditetapkan tersangka oleh polisi.
Lalu ada orang yang berteriak, jangan kriminalisasi ulama.
Betapa begahnya otak kita mendengar itu semua. Padahal chat mesum, fitnah, menghasut adalah termasuk perbuatan kriminal. Itu melanggar KUHP.
Apakah seseorang ketika mengklaim dirinya ulama lalu bisa berbuat semaunya tanpa harus ada konsekuensi hukum?
• Ulama boleh mesum secara brutal.
• Ulama boleh memfitnah orang lain.
• Ulama boleh menghasut rakyat dengan kebohongan.
• Ulama boleh memaki-maki siapa saja dari atas mimbar agama.
Jika dia melanggar hukum, maka ada kelompok orang yang membelanya dengan slogan : jangan kriminalisasi ulama!
"Mereka mikirnya terbalik ya, mas?," ujar Bambang Kusnadi.
"Terbalik gimana Mbang?"
"Harusnya mereka berteriak : jangan mengulamakan para kriminal...."
Bakul bubur ini pinter juga, bathinku.
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10215385227207365&id=1337245036