[https://politikandalan.blogspot.com/2020/02/bappenas-dorong-perguruan-tinggi-untuk.html]
Pemerintah Republik Indonesia, khususnya dalam hal ini melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memberikan keleluasaan kepada Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia untuk menjalin kerjasama dengan dengan berbagai pihak termasuk industri dan dunia kerja demi peningkatan kualitas pembelajaran.
“Kementerian PPN/Bappenas mendorong kepada Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia untuk bekerja sama dengan berbagai pihak terkait demi meningkatnya mutu pembelajaran di Indonesia,” ujar Direktur Pendidikan Tinggi, Iptek, dan Kebudayaan Bappenas, Dr. Hadiat M.A pada hari Selasa (18/02/2020).
Lebih lanjut Dr. Hadiat M.A mengungkapkan, apabila Perguruan Tinggi mau bekerja sama dengan pihak-pihak, diharapkan Perguruan Tinggi tersebut mampu menelurkan lulusan-lulusan terbaik yang bisa langsung beradaptasi dengan dunia kerja dan industri dan mampu menghasilkan karya yang inovatif..
“Saya berharap, dari kerjasama ini nantinya Perguruan Tinggi mampu memberikan lulusan-lulusan terbaik yang langsung beradaptasi dengan dunia kerja dan juga menghasilkan karya-karya inovatif,” tambah Dr. Hadiat M.A.
Selain itu, Dr. Hadiat M.A juga memberikan masukan tentang literasi perpustakaan. Baginya keberadaan perpustakaan baik perpustakan umum, perpustakaan Perguruan Tinggi dan perpustakaan sekolah, merupakan sarana untuk mendukung proses peningkatan literasi dan pemberdayaan masyarakat.
“Adanya perpustakaan, baik perpustakan umum, perpustakaan Perguruan Tinggi dan perpustakaan sekolah, merupakan sarana untuk mendukung proses terbentuknya masyarakat dan lulusan literate dan pembelajar,” kata Dr. Hadiat M.A
Dr. Hadiat M.A juga menilai perpustakaan saat ini mempunyai posisi yang strategis dalam masyarakat pembelajar karena perpustakaan bertugas mengumpulkan mengelola dan menyediakan pengetahuan untuk dibaca dan dipelajari serta memperkuat kapasitas masyarakat pembelajar.
“Perpustakaan saat ini mempunyai peranan yang strategis dalam masyarakat pembelajar karena bertugas mengumpulkan, mengelola dan menyediakan pengetahuan untuk dibaca dan dipelajari serta memperkuat kapasitas masyarakat,” tutup Dr. Hadiat M.A
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/02/bappenas-dorong-perguruan-tinggi-untuk.html
Selasa 18 Februari 2020
Tim Komunikasi Publik
Kementerian PPN/Bappenas
Showing posts with label Pendidikan Nasional. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan Nasional. Show all posts
Tuesday, 18 February 2020
Wednesday, 22 May 2019
Hal: POTRET BURAM PENDIDIKAN NASIONAL
Ir. KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M. Sc., Lic.Eng., Ph. D.
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Kepada Yth,
Presiden Jokowi
Di Jakarta
Hal: POTRET BURAM PENDIDIKAN NASIONAL
Dengan hormat,
Ancaman dari seorang pemuda yang akan memenggal kepala Presiden Jokowi, bukanlah hal yang sederhana, apalagi jika dilihat dari perspektif pendidikan. Bagaimana bisa seorang pemuda yang tentunya pernah mengenyam pendidikan, dengan enaknya mengancam membunuh Kepala Negara di ranah publik, dan disaat bulan Ramadhan. Jelas, pemuda ini bengis, biadab, tidak tahu tatakrama, tidak bisa menghormati simbol negara, mengancam keamanan negara dan tidak bisa menghormati agama.
Saya dukung rencana Presiden Jokowi kedepan fokus untuk membenahi SDM Indonesia utamanya lewat jalur pendidikan, baik pendidikan dasar, menengah, atas dan tinggi.
Pembenahan sistem pendidikan di Indonesia bisa dimulai dari hal-hal sebagai berikut:
1. Sederhanakan kurikulum nasional sesuai usianya, dan muatannya harus bersifat mendasar, humanis, dan kultural.
2. Ajarkan kembali pelajaran Pancasila, sejarah, budipekerti, agama dalam cakupan rasional dan kontekstual, kesenian dan kebudayaan, khususnya bagi murid SD, SMP dan SMA.
3. Bebaskan sekolah dan kampus dari ancaman dogma-dogma radikalisme agama.
4. Bebaskan sekolah dan kampus dari perilaku deskriminatif dari segala bentuk parameter SARA.
5. Perbaiki mekanisme dan sistem evaluasi pendidikan nasional secara berkala dan rutin.
Negara harus hadir dalam menjamin kulitas pendidikan nasional dan sekolah harus imun dari segala bentuk penyusupan faham-faham ideologi sesat yang dilakukan oleh guru-guru dan alumni yang ujung-ujungnya menggoyahkan Pancasila, keutuhan NKRI dan merusak Kebhinneka Indonesia.
Radikalisme di sekolah dan kampus bukanlah isapan jempol, namun fakta yang menghadang perjalanan sejarah Bangsa Indonesia.
Pendidikan nasional dalam ancaman serius dan harus dibenahi menyeluruh.
Viralkan!
Terimakasih.
Yogyajarta, 2019-05-12
Hormat saya,
(BP. Widyakanigara)