Latest News

Showing posts with label Joko Widodo. Show all posts
Showing posts with label Joko Widodo. Show all posts

Monday, 22 June 2020

Selamat Ulang Tahun Pak Jokowi


‼️ Kahiyang Ayu Bercerita 👌

21 Juni 1961 adalah hari kelahiran Presiden Jokowi, dan Minggu 21 Juni 2020 usianya genap 59 tahun.

Tentu tidak mulus perjalanannya dalam membangun Indonesia, apalagi saat ini dunia sedang menghadapi WABAH virus Covid-19 yang tidak bisa diprediksi datang dan perginya itu.

Pandemi ini jelas membuat Presiden Jokowi menghadapi tantangan PALING BERAT di antara Presiden Indonesia sebelumnya. Mungkin Allah sudah memilih orang yang tepat untuk menghadapi wabah ini dalam memimpin Indonesia.

Jika bukan Jokowi, apa berani mengeluarkan anggaran ratusan triliun demi rakyatnya, dengan risiko keuangan negara minus?
.
.
Bagaimana suara hati Kahiyang Ayu, anak perempuan satu-satunya Jokowi tentang bapaknya itu?

"Tidak jadi Presiden pun bapak tetap berkarya, hanya saja berkarya di lingkungan keluarga dan sekitarnya."

"Bapak selalu punya tekad sejak menjadi Walikota Solo untuk membantu banyak orang yang kekurangan, tapi bapak tidak punya banyak uang untuk menolong rakyat Indonesia yang masih kekurangan."

"Syukur alhamdulilah bapak ditakdirkan Allah menjadi Presiden saat Ini, agar bisa membantu banyak orang melalui uang negara, karena menurut bapak, itu uang rakyat Indonesia harus kembali ke rakyat. Itu saja tekad bapak."

"Agar rakyat sejahtera dan hidup berkeadilan menjadi rakyat Indonesia karena uang negara Itu haknya orang miskin atau yang sangat kekurangan."

"Karena bapak dulu pernah merasakan bagaimana menjadi rakyat kecil. Bapak lahir bukan berasal dari keluarga kaya atau keturunan keluarga yang sejak lahir sudah berkecukupan, tapi bapak tahir dari keluarga yang tidak punya apa-apa."

"Maka saat diberi amanah oleh Allah sejak menjadi Walikota, Gubernur hingga Presiden, bapak hanya menghabiskan waktu buat rakyat. Kadang aku bertanya dalam hati kapan bapak bisa bersama keluarga. Sabtu - Minggu pun bapak tetap bekerja...😢."

"Aku hanya bisa berdoa semoga bapak sehat selalu dan diberi kesabaran oleh Allah, maupun saat dihina dan dicaci tidak mengapa. Yang penting bapak bisa bantu banyak orang dan semoga jadi amal baik bapak kelak. Aamiin". 🙏💞🙏😷💋

#21Juni
#59TahunJokowi
#KahiyangAyu  🙏🙏


SELAMAT ULANG TAHUN, PAKDE JOKOWI..

Seorang teman dengan nada sinis berkata, "Jokowi dimatamu kayak manusia sempurna aja, gada salahnya. Setiap keputusannya, selalu kamu bela.."

Dan terakhir, dia menulis "cuihhh.." seperti sedang meludah. Mungkin jijik dgn persepsinya sendiri padaku, yang dia anggap sebagai penjilat atau orang bayaran pemerintah.

Ya, seperti biasa saya ketawa aja membaca ejekan seperti itu. Dia orang yang ke ratusan ribuan kali yang menghina seperti itu. Udah kebal, gak mempan dan kuanggap seperti kentut yang sedikit bau, tapi cepat berlalu.

Sebenarnya aku ingin seperti dia, mengkritik Jokowi sekeras-kerasnya. Biar tampak seperti pahlawan, pembela keadilan sosial atau apalah. Tapi selalu diakhir aku sadar, keadilan sosial itu selalu bermata dua, tergantung dari sudut mana memandang. Sudut kebencian atau sudut rasional ?

Bagaimana aku bisa menghantam seorang Jokowi yang membangun negeri ini dengan niat yang benar ? Lihat, baru kali ini kita mengalami pembangunan besar-besaran di seluruh daerah, bukan hanya di Jawa saja.

Dan menariknya, rakyat yang dulu selalu berontak saat tanahnya dipake untuk program pemerintah karena dibayar seadanya saja, sekarang berlomba-lomba menawarkan tanahnya, karena ketika dibeli pemerintah mereka malah tambah kaya. Lalu kenapa saya harus menghantam Jokowi jika dia berbuat baik pada rakyatnya ?

Dan lihat, bagaimana Jokowi mampu meredam mafia ekonomi, mulai pangan sampai migas yang selama ini merampok negeri ini ? Bagaimana Jokowi mampu mengembalikan Freeport dan tambang2 besar kembali ke pangkuan negeri dgn konsep kedaulatan Indonesia ?

Kalau saya mau nulis tentang apa yang Jokowi lakukan, tentu tidak cukup semua saya tulis disini. Semua program besar, punya visi kemajuan. Kalau ada masalah kecil, lalu apakah saya harus menghilangkan semua kebaikan yang pernah dia lakukan ??

Jokowi bukan manusia sempurna memang, seperti kita juga. Dia ada di tempat, dimana negeri ini rusak parah. Harusnya banyak orang paham, tidak mudah ada di posisi seperti dia. Dan berterimakasih, karena masih ada orang yang bersedia meluangkan waktu untuk memperbaikinya.

Mencaci itu mudah. Memberi penghargaan terhadap kinerja orang itu yang susah. Tidak semua orang paham visi besar seorang Jokowi, karena banyak orang bahkan tidak mengerti visi dirinya sendiri.

Lama saya sadar, bahwa saya sebenarnya bukan membela seorang Jokowi. Tetapi membela mimpi saya untuk negeri ini. Dan mimpi itu terwakili oleh sosok seorang yang tulus membangun negeri.

Biarlah temanku dan banyak orang lain dengan sakit hatinya. Mungkin mereka punya masalah ekonomi, tapi tidak tahu bagaimana cara melampiaskannya. Paling gampang, cari kambing hitam, salahkan Jokowi saja..

Ah, sampai lupa. Besok beliau Ultah.

Selamat ulang tahun ke 59 Pakde Jokowi. Teruslah bekerja, yang lain serahkan ke kami saja. Karena kami juga tidak mau ketinggalan, ingin ikut berjuang denganmu walau hanya sibuk memerangi propaganda jahat di media sosial.

Kelak ketika engkau pensiun dan sudah tidak sibuk lagi, undanglah diriku ke rumah meski hanya disuguhkan secangkir kopi saja. Itu lebih dari cukup karena yang penting, ingin kudengar cita-citamu untuk Indonesia.

Seruputttttt....

Denny Siregar

---------------
JOKOWI DATANG, CALO BUBAR

"Paimo tuh, baru ok. Gak kaya Paijo, sama-sama direktur, gaji sama, masa jomplang banget hidupnya?

Paimo dan Paijo memang sama-sama menduduki jabatan direktur salah satu anak perusahaan BUMN, keduanya bergaji Rp 200 juta tiap bulan.

Paimo menghabiskan Rp 100 juta setiap bulannya untuk tagihan bank.  Cicilan dua mobil mewah untuk dua anak perempuannya dan sebuah motor Ducati bagi anak laki-lakinya, dan sebagian lagi untuk cicilan rumah.

Untuk memenuhi gaya hidupnya yang mewah dan demi eksistensinya sebagai seorang direktur, Paimo tak merasa sayang untuk memgeluarkan biaya sebesar hampir Rp 70 juta tiap bulannya.

Luar biasa Paimo...,dia sangat mengerti bagaimana menghargai hidup.

Sementara, Paijo juga memiliki tagihan bank sebesar Rp 120 juta tiap bulannya karena investasi tanah dikampungnya untuk keperluan kebun sengon dan usaha pabrik kayu lapis yang belum terlalu besar. Ketiga anaknya hanya memiliki motor biasa, itupun karena perhitungan ekonomis dibandingkan dengan harus naik kendaraan umum bagi kegiatan sehari harinya.

Rp 50 juta dia pakai untuk asuransi pendidikan ketiga anaknya, dan sisanya dia hemat bagi kebutuhan harian. Keluar makan, paling banyak hanya empat kali dalam sebulan.

Paijo hidup dengan sederhana, tak berbeda dengan banyak orang dilingkungannya.

Ketika keduanya pensiun, yakni setelah dua puluh tahun menjabat, Paijo sudah menjadi pengusaha besar. Asetnya berkali lipat dibanding hutang bank yang pernah dia ambil demi merintis usahanya.

Ketiga anaknyapun kini sudah sukses dan mereka semua mengecap pendidikan diluar negeri.

Paimo tidak miskin, dia masih tetap perlente dengan asesoris melekat pada tubuhnya. Tiga anaknya juga sudah bekerja, namun tak sehebat ketiga anak Paijo.

Hidup keluarga Paimo begitu-begitu saja, dia tidak miskin, tapi juga tidak berubah menjadi kaya. Dia mengalami hidup yang flat, datar dan tak banyak ada perubahan.

Mungkin, beginilah gambaran tentang makna "middle income trap" yang akan menempatkan Indonesia menjadi "middle income country" sebagai istilah bagi Indonesia yang tak akan beranjak menjadi negara maju bila tidak segera berbenah. Indonesia akan begitu-begitu saja.

Ini bukan ngarang, ini sebuah peringatan bank dunia kepada pemerintah Indonesia saat awal Jokowi memerintah di tahun 2014 silam.

Jokowi sebagai Presiden berbenah. Dengan memanggil Sri Mulyani pulang, Presiden berharap "Indonesia yang begitu-begitu saja" tak harus terjadi.

"Kurangi sunsidi, tambal kebocoran, budayakan hidup sederhana". Itulah yang diminta oleh Sri Mulyani. Bisa?

Sambil garuk-garuk kepala yang tak gatal, Presiden langsung membayangkan betapa akan terjadi perlawanan besar dari banyak orang mapan yang selama ini menikmati kebocoran yang disengaja dalam banyak anggaran pemerintah.

"Kurangi sunsidi? Alamaak..." Gumam Presiden dalam hati.

Subsidi adalah lahan. Lahan bagi regulator, sekaligus lahan panen pujian bagi politisi yang akan didapatkan atas kebijakan populis dari rakyat.

"Budayakan hidup hemat?? Orang Indonesia harus hemat? Lha wong gaji banyak temenku cuma 5 juta belanjanya bisa 8 juta, ini malah suruh hemat? Mati aku..!", tak terasa Jokowi berbisik galau.

Indonesia yang miracle, bukan mitos. Banyak orang dengan struck gaji tercetak 5 juta tapi bisa punya tiga mobil bukan rahasia. Banyak orang yang kerjanya hanya nongkrong di depan kantor urusan publik, tak pernah kehabisan uang beli rokok.

Lantas kini Jokowi harus merubah itu? Pasti akan terjadi banyak konflik dalam lima tahun kedepan.

Dan itu sungguh terjadi. Jokowi tak memilih cara hidup Paimo yang menghabiskan seluruh pendapatannya dan terbukti telah membuat Paimo tak beranjak dari status "middle", menjadi Paimo yang kaya. Paimo terjebak dan tak pernah bangkit dari posisinya, bahkan saat dia sudah menjadi tua.

Benar adanya bahwa Paimo tidak lantas menjadi miskin, demikian pula Indonesia tak akan menjadi miskin hanya gara-gara subsidi dan membiarkan korupsi terjaga pada level seperti kemarin-kemarin.

Lebih-lebih, Jokowi dijamin tak akan di ungkit apalagi dijahilin, dan yang pasti, Jokowi juga akan terangkut menjadi orang yang sangat kaya bila dia membiarkan saja budaya yang sudah lama itu terus lestari.

Konyolnya, Jikowi memilih cara Paijo. Jokowi memilih seperti Paijo yang hanya membelikan motor biasa dan uang jajan seperlunya buat ketiga anaknya. Jokowi menginvestasikan uang yang dulunya bisa dibagi-bagi, dengan infrastruktur dan banyak regulasi baru.

Berbeda dengan  ketiga anak Paijo yang nurut saja meski hanya dikasi motor disaat anak tetangga pak Paimo bisa memiliki mobil mewah, banyak rakyat Indonesia berlaku marah pada tindakan Jokowi.

Banyak pejabat merasa dikhianati oleh Jokowi karena pendapatannya menurun drastis. Cara hidup yang lama telah mendarah daging, kini berubah. Ini bukan pilihan enak. Mereka marah!

Kini "miracle Indonesia" yakni bergaji 5 juta berbelanja 8 juta sulit ditemukan. Mereka yang hanya nongkrong dan menjadi calo, tak lagi bisa sepuasnya beli rokok.  Namun, rakyat dijamin tak akan kelaparan dan mati karena tak bisa berobat.

Hari ini, tanda-tanda bahwa Indonesia telah melangkah dengan benar, dan proses itu sudah berjalan selama lima tahun, telah menunjukkan hasilnya. Benar belum semua menikmati hasilnya, namun infrastruktur telah terhampar nyata bahkan didepan rumah kita.

Hari ini, hampir tidak ada kampung tak berlistrik dan ber"jalan", semua orang sudah dapat melakukan yang dulu mustahil.

Indonesia memang sedang berbenah, dan dalam berbenah, pasti ada yang harus dibuang dan dilempar ketempat sampah. Mereka yang dibuang ketempat sampah adalah mereka yang tak mau berbenah dan berubah.

Siapakah mereka? Yang masih ngamuk dan marah-marah.
.
.
.
Copas dr fb
.
.
Rahayu
Karto Bugel

---------------------

Pukulan Berat Jokowi Ditinggal Dua Menteri Saat Pandemi.

Gunjingan dan guyonan yang terus menerus dialamatkan kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, mau tak mau memang membuat lelaki kelahiran Toba Samosir itu jengah juga. Ia sudah lelah berkali-kali dijuluki “Menkosaurus” alias Menteri Segala Urusan oleh netizen.

Julukan yang diberikan oleh netizen kepada Luhut tersebut sejatinya memang cukup beralasan dan tak salah-salah amat. Di luar bidang militer, Luhut setidaknya sudah pernah menjabat sebagai petinggi di lima kementerian atau setingkat kementerian. Dari mulai Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Staf Kepresidenan, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Menteri Perhubungan (ad interim), sampai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Namun tetap saja itu cukup bikin jengkel Luhut. Apalagi julukan itu terus menerus diamplifikasi di sosial media.

Menurut Luhut, julukan dan aneka guyonan itu sungguh membuat dirinya cukup terpukul. Sebagai seorang prajurit, ia merasa sedih karena segala dan upayanya yang telah ia kerahkan selama ini untuk ikut membangun negeri ternyata justru berbuah guyonan murahan.

Pada akhirnya, Luhut sampai kepada keputusan yang tak banyak orang menyangkanya: mengundurkan diri.

“Saya akan mengundurkan diri,” ujar Luhut kepada awak media beberapa waktu yang lalu lobi gedung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Senin, 15 Juni 2020 lalu.

Pernyataannya tersebut tentu saja membuat beberapa awak media yang sejatinya sedang ingin mewawancarai Luhut perihal wacana pembukaan wisata konservasi di masa pandemi covid-19 langsung heboh.

“Saya tidak bercanda, saya ingin mengundurkan diri dari jabatan menteri, saya berencana akan menyampaikannya langsung secara resmi kepada Pak Jokowi tanggal 21 mendatang.”

Luhut mengatakan ingin fokus untuk menggeluti dunia pendidikan, dunia yang selama ini menjadi ladang pengabdiannya kepada masyarakat. Seperti diketahui, di kampung halamannya, Luhut membangun sebuah Politeknik Informatika dan yayasan yang fokus memberikan bantuan pendidikan untuk warga yang kurang mampu.

“Mungkin dengan kembali bergiat di bidang pendidikan, saya bisa lebih maksimal dalam memberikan sumbangsih bagi negeri ini. Saya ini prajurit, saya sudah disumpah untuk selalu berbakti kepada negeri ini, dan saya pikir, itulah bakti yang paling masuk akal untuk bisa saya lakukan,” terang Luhut.

Niatan untuk mundur dari jabatan menteri ternyata juga dirasakan oleh Menteri Kesehatan Dokter Terawan Agus Putranto. Bedanya, jika Luhut berniat mengundurkan diri karena ingin mengabdi di bidang lain, Dokter Terawan justru ingin mundur karena ia merasa gagal dalam mengawal proses penanganan virus covid-19.

Seperti diketahui, Indonesia saat ini masih menjadi negara di Asia Tenggara dengan pertumbuhan kasus positif covid-19 yang sangat tinggi. Dalam beberapa hari terakhir, setidaknya ada lebih dari seribu kasus positif yang tercatat tiap harinya.

Per tanggal 20 Juni 2020 kemarin, setidaknya sudah ada 45.029 kasus positif covid-19 dengan 2.429 korban meninggal dunia. Angka ini menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara. Kurva penyebaran virus covid-19 juga masih belum melandai, bahkan cenderung memburuk.

“Saya pikir, adalah keputusan yang bijak jika saya mengundurkan diri. Masyarakat butuh kepercayaan yang baik terhadap pemerintah, dan kita tahu, saya tidak bisa menghadirkan kepercayaan itu. Saya dianggap tidak kompeten. Maka, akan sangat baik jika posisi saya digantikan oleh orang yang lebih bisa bikin masyarakat percaya,” ujarnya setelah rapat kerja bersama Timwas Covid-19 DPR RI di Kantor Kemenkes, Rabu, 17 Juni 2020 lalu.

Kepada awak media, Dokter Terawan mengatakan bahwa ia ingin fokus membantu proses percepatan penanganan Covid-19 namun dalam kapasitasnya sebagai seorang tenaga kesehatan, bukan sebagai menteri.

“Mungkin akhir pekan ini saya akan menemui Pak Jokowi untuk membicarakan hal ini,” terangnya.

Dokter Terawan mengatakan bahwa masyarakat butuh figur yang bisa menenangkan. Ia kemudian mencontohkan bagaimana kondusivitas komunikasi di media tentang Gugus Tugas yang perlahan mulai membaik setelah Dokter Reisa ditunjuk menjadi salah satu tim komunikasi Gugus Tugas.

“Indonesia butuh sosok yang lebih baik untuk mengawal pandemi ini.”

Niat mundur dua menteri tersebut ternyata tak main-main. Minggu pagi, 21 Juni 2020, Luhut dan Terawan ternyata benar-benar menemui Jokowi di Istana Negara.

Menurut keterangan Setkab Pramono Anung, keduanya diterima oleh Jokowi di ruang kerja Jokowi.

Kepada Jokowi, dengan disaksikan oleh Pramono Anung dan beberapa staf, Luhut dan Terawan mengungkapkan niat mereka untuk mengundurkan diri.

Wajah Jokowi yang sebelumnya tampak ceria mendadak layu mendengar penjelasan kedua menterinya itu.

“Kok ya sekarang, Mbok ya nunggu pandemi selesai,” kata Jokowi dengan nada bicara khasnya.

“Nggak bisa, Pak. Lebih cepat lebih baik,” jawab Dokter Terawan.

“Betul, Pak,” kata Luhut.

“Ya sudah, siang nanti akan segera saya pikirkan. Tapi yang jelas, saya belum bisa menerima secara resmi pengunduran diri kalian.”

“Siap, Pak. Yang penting kami berdua sudah menyampaikan maksud dan niatan kami.”

Dokter Terawan, Luhut, Pramono Anung, dan beberapa staf yang ada di ruangan pun kemudian keluar dari ruangan dan meninggalkan Jokowi yang tampak gusar.

Tentu bukan perkara susah bagi Jokowi kalau sampai ada menterinya yang mengundurkan diri. Dirinya pasti punya rekomendasi sosok yang mampu menggantikan mentrinya yang mengundurkan diri. Namun kalau yang mundur dua menteri sekaligus, apalagi di masa sulit seperti sekarang ini, tentu hal tersebut bisa menjadi preseden yang buruk bagi pemerintahannya.

Jokowi pun kemudian keluar dari ruangannya dan berjalan menuju beranda Istana.

Belum juga jauh beranjak, mendadak dari arah samping, sudah datang Luhut dan Terawan membawa kue. Lagu “Selamat ulang tahun” dari Jamrud pun langsung terdengar keras dari sound system di sebelah ruang kerja presiden.

“Selamat ulang tahuuuuuuuun…” kata Luhut.

Jokowi kaget tak terkira. Ia kemudian melemparkan pandangannya ke samping, di sana, sudah ada banyak orang yang berkumpul menyambutnya, termasuk beberapa menteri dan anggota staf kepresidenan. Semuanya kompak memakai topi kerucut.

Jokowi yang sedari tegang dan tampak gusar kini tampak sebal dan jengkel.

“Jigur, kena lagi,” kata Jokowi sambil menepok jidatnya. “Kalau sampai tahun depan kamu berani begini lagi, nggak perlu mundur, langsung tak pecat kamu, Hut!”

“Ampun, Booos!” kata Luhut sambil merenges.

Sungguh sebuah adegan yang menarik.

Selamat ulang tahun ke-59 Pak Jokowi.
.
(Tenan pora...?)

============================


Saturday, 13 June 2020

Era Tarik Dana Ribuan Triliunan Dari Luar, Jokowi Hebat.


ERA JOKOWI, ERA TARIK DANA RIBUAN TRILIUN DARI LUAR NEGERI

Jadi, demikianlah akhirnya. Pemerintah Indonesia dan Swiss menandatangani deklarasi kerjasama, pekan lalu. Dengan demikian, era menyembunyikan duit haram para koruptor di Swiss berakhir  - karena pemerintahan  Jokowi kini giat mengejarnya.

Deklarasi yang sama juga dibuat dengan pihak berwenang di China, Hong Kong dan Singapura. Jika Swiss menyepakati, negara lain mau tak mau menyusul.

Maka, bila Presiden Jokowi terpilih lagi  -  masuk periode dua -  ada harapan ribuan triliun duit haram orang kita di Swiss, Singapura dan Hong Kong - atau pajak resmi yang seharusnya mereka bayar -  balik ke Tanah Air.

Sebaliknya, bila Jokowi kalah dan diganti, maka rezim baru yang menikmatinya, atau menghentikannya. Atau sebaliknya, justru asset kita yang akan terbang ke Swiss, Hong Kong, Singapura dan China.  Mereka sudah siap menadahnya.

Tak heran bila pemilik uang haram itu kini ketar ketir. Sekuat tenaga mereka menggagalkannya, dan berharap pemerintah Jokowi jatuh dan tidak terpilih lagi.

Memanfaatkan politisi kubu lawan, mengerahkan provokator dan agitator, memproduksi isu, menyebarkan hoax, membuat keresahan dan kerusuhan, instabilitas, demo demo bernuansa SARA, tagar ganti presiden, mengerahkan kaum radikal intoleran ke jalan, menggunakan jasa kaum  separatis, semua dalam upaya menghentikan kembalinya uang haram itu.

Jangan dikira aksi penembakan di Papua, aksi aksi separatis,  dan demo demo di jalanan tidak ada hubungannya dengan politik di Jakarta dan para mafia ekonomi.

DULU, tak lama setelah rezim Orde Baru jatuh, setiap kali Soeharto hendak diadili, dibawa ke meja hijau, meletus aksi aksi kerusuhan di berbagai pelosok negeri. Pelakunya belum tentu atas perintah keluarga mantan presiden itu, melainkan kroni kroninya,  baik di pusat dan daerah.

Selama 32 tahun menguasai politik dan keamanan di Tanah Air, kroni keluarga Cendana - baik yang masih dinas maupun pensiun - tahu persis potensi potensi konflik di berbagai pelosok daerah, dan bagaimana memprovokasi warga agar berseteru satu dengan yang lain. Dan mereka yang di Jakarta menikmati hasilnya.

Dan jangan lupa perusahaan asing tak rela tambang uang mereka berkurang dan berakhir di sini.  Untuk tingkat korporasi global,  mereka mampu membiayai LSM, stasiun TV, media, dan juga geng bersenjata, untuk membuat ulah. Belum lagi mafia BBM, mafia pangan, mafia pelabuhan,  yang telah digulung satu per satu. Mereka terus konslodasi, karena uang tabungan mereka masih banyak.

Dengan aset triliunan rupiah yang telah dikeduknya,  selama puluhan tahun – selama ini -  para mafia klas Mastodon itu, bisa melakukan segalanya. Membeli integritas oknum oknum, mengongkosi kelompok bersenjata untuk mengobarkan kerusuhan di berbagai wilayah, membayar politisi dan media lalu mengalihkan isu, agar pemerintah mengalihkan perhatian . Pendeknya, bikin repot pemerintah.

Bambang Brodjonegoro, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia dan  Menteri Keuangan sebelumnya, pernah memperkirakan, sedikitnya ada 84 WNI memiliki rekening gendut di bank Swiss. Nilainya mencapai kurang lebih US$ 195 miliar atau sekitar Rp 2.535 triliun (kurs Rp 13.000 per US$). Jauh di atas belanja negara dalam APBN 2016 sebesar Rp 2.095,7 triliun, sebagaimana dilansir Thejakartapost.com.

Bangsa Indonesia - khususnya generasi yang seusia saya -  tak bisa melupakan peristiwa yang menghebohkan Singapura dan Indonesia di tahun 1992, dimana Pengadilan Tinggi Singapura membuka kembali persidangan untuk menentukan siapa yang berhak atas 19 rekening milik almarhum Haji Achmad Thahir di Bank Sumitomo Singapura. Terjadi perebutan antara istrinya almarhum, Kartika Thahir melawan Pertamina.

Thahir adalah pejabat tinggi di Pertamina. Dalam rekening yang menjadi sengketa itu, ada dana USD 79 juta. Perkiraan awal berjumlah 23 juta dollar AS, tapi jumlahnya terus berbunga. Diduga uang tersebut adalah komisi yang diterima Thahir atas sejumlah proyek Pertamina.

Saat itu Kartika Thahir tidak tinggal di Singapura, melainkan di Jenewa, Swiss. Majalah Tempo memburu Kartika hingga ke Swiss. Jadi laporan utama masa itu.

Dan Kartika Thahir hanya salahsatu orang Indonesia yang mengambil dan menyimpan duit haram yang berasal dari aset tanah air kita. Masih banyak yang lainnya. Yakni mafia dan koruptor Indonesia generasi baru. Kata Bambang Brojonegoro itu, ada 84 WNI.

DI AULA Chakti Budhi Bakti, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, Selasa (04/07) perjanjian itu penandatanganan dilakukan oleh Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Yvonne Baumann dan Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi yang disaksikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati serta Perwakilan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Firdaus Djaelani dan Staf Ahli Bidang Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri Ridwan Hassan.

Dalam ‘joint declaration’ ini, Indonesia dan Swiss menyatakan kesepakatan untuk saling bertukar informasi rekening keuangan secara otomatis sesuai dengan Common Reporting Standar mulai tahun 2018 dan pertukaran pertama akan dilakukan pada tahun 2019.

Sri Mulyani mengatakan penandatanganan dengan Swiss menandakan berakhirnya era kerahasiaan penyimpanan uang dari pajak. Selama ini Swiss dikenal sebagai salah satu pusat keuangan terbesar dunia dan mendapat julukan salah satu negara surga pajak.

"Penandatanganan hari ini simbol sangat penting, sinyal kuat bagi para financial center seluruh dunia, bahwa tempat penyimpanan pajak sudah berakhir, era kerahasiaan berakhir," kata Sri Mulyani kepada wartawan, Selasa (4/7).

DUTA BESAR Swiss untuk Indonesia, Yvonne Baumann, mengatakan,  Swiss memiliki kepentingan untuk ikut menerapkan transparansi keuangan. Dia juga berharap perjanjian ini juga dapat menjadi pintu penguatan kerja sama Indonesia - Swiss dalam isu keuangan lain. "Ini adalah kemajuan besar untuk menerapkan keterbukaan informasi keuangan," kata Yvonne.

Itu artinya yang dikejar bukan hanya pajak dari penghasilan resmi, melainkan juga aset-aset  yang tidak jelas asal usulnya.

"Penandatanganan ‘joint declaration’ ini menunjukkan komitmen pemerintah Swiss untuk mengimplementasikan standar internasional dalam hal transparansi perpajakan. Hal ini juga sejalan dengan strategi pemerintah Swiss di bidang keuangan yang kompetitif dan berintegritas tinggi," ungkap Yvonne pada sambutannya.

Selain Swiss, negara-negara lain yang sangat penting bagi Indonesia untuk bertukar informasi adalah Singapura, Hongkong, Macau, United Kingdom, Amerika, dan Australia dimana negara-negara tersebut merupakan pusat keuangan yang bisa dijadikan tempat penghindaran pajak.

Jumat 16 Juni 2017 lalu, Pemerintah Indonesia dan Hong Kong menandatangani Bilateral Competent Authority Agreement (BCAA) di Kantor Pusat Ditjen Pajak Hong Kong (Inland Revenue Department/IRD). Penandatanganan dilakukan langsung oleh kedua petinggi otoritas pajak Indonesia yaitu Dirjen Pajak RI Ken Dwiguisteadi dan Dirjen Pajak Hong Kong Richard Wong Kuen Fai, yang didampingi oleh Direktur Perpajakan Internasional John Hutagaol, Konsul Jenderal RI di Hong Kong Tri Tharyat dan Deputy Commissioner Brian Chiu Kwok-Kit.

“Penandatangan BCAA ini merupakan yang pertama bagi Indonesia dengan negara lain terkait pertukaran informasi secara otomatis,” ujar John kepada DDTCNews.

SINGAPURA merupakan salah satu negara yang tengah dibidik oleh pemerintah Indonesia untuk perjanjian bilateral AEoI - Automatic Exchange of Information:  pelaksanaan pertukaran informasi secara otomatis. Sebab, banyak WNI yang diduga menyembunyikan hartanya di Singapura. Pada 2014 silam, Budi Gunadi Sadikin yang ketika itu menjabat Direktur Utama Bank Mandiri memperkirakan total dana WNI yang tersimpan di perbankan Singapura berjumlah lebih dari Rp 3.000 triliun.

Sebelumnya pemerintah pun telah menandatangani perjanjian dengan Tiongkok, Hong Kong dan puluhan negara lain yang telah menerapkan AEoI. Selanjutnya, pemerintah berharap segera menandatangani kesepakatan akses keterbukaan informasi dengan Singapura.

"Saya yakin mereka (Singapura) syaratnya sama dengan Swiss dan Hong Kong. Kalau Hong Kong siap, Singapura juga harus siap," kata Sri Mulyani.

Pemerintah Singapura telah sepakat mengikuti kerja sama pertukaran data secara otomatis AEoI. Namun, pemerintah negeri singa hanya akan menjalankan kerja sama itu melalui perjanjian bilateral dengan negara-negara yang dianggap memenuhi syarat.

Kehadiran Prabowo dan panggung yang diberikan untuknya berpidato, beberapa waktu lalu,  sebenarnya menunjukkan Singapura yang sedang resah. Potensi baliknya duit orang Indonesia ke Tanah Air - dari negeri mini ini - membuat  mereka ketar ketir.  Mau tak mau mereka berharap pada Prabowo.

PRESIDEN JOKOWI menyebut, Indonesia sebenarnya punya banyak uang. Namun, tak sedikit pula pengusaha atau konglomerat yang justru memilih untuk menyimpan uangnya di luar negeri.

"Bukan uang siapa-siapa, itu uang kita. Ada yang ditaruh di bawah bantal. Saya tahu, ada yang ditaruh di bank Swiss, ada yang ditaruh di Hongkong, ada yang ditaruh di BPI, ada yang ditaruh di Singapura. Datanya ada di kantong saya," kata Presiden Jokowi dalam sosialisasi Tax Amnesty di Sumatera Utara seperti ditulis situs Setkab di Jakarta pada Juli 2016 lalu.

Jokowi mengingatkan kepada pengusaha dan orang Indonesia bahwa mereka hidup dan makan di Indonesia, serta bertempat tinggal di Indonesia. Para pengusaha juga diberi kemudahan oleh pemerintah mencari rezeki di Indonesia. Karena itu, Presiden menilai, kalau ada uang ditempatkan di luar negeri (merupakan) tidak pantas.

PERJANJIAN kerjasama Indonesia - Swiss sepenuhnya keputusan politik – sepenuhnya keputusan presiden Jokowi dan tim ekonominya.  Bisa jadi aksi nyata, bisa cuma dokumen mati yang tak berbunyi alias ‘macan kertas’ - bergantung pada integritas pelaksanaannya.

Para patriot pembela tanah air, dan mereka yang berintegritas,  bisa mewujudkannya menjadi aksi nyata, dengan segela kesungguhan dan kegigihan.  Presiden Jokowi, DR Sri Mulyani dan tim ekonomi yang sering diejek ‘medioker’ oleh kubu lawan – dengan dukungan sebagian anggota DPR RI yang berintegritas  -  terus memastikan agar dana luar negeri itu bisa ditarik kembali.

Sedangkan politisi kubu lawan boleh jadi diam diam malah mencegahnya.  Atau menguasai untuk kepentingan mereka.

Karena itu, rakyat harus waspada dan bisa memilih mana presiden yang berintegritas dan mana calon presiden yang pura pura mau berantas korupsi tapi justru melindunginya, lewat demo bernuansa SARA dan mengobarkan serangan bersenjata di ujung negeri.  ***

https://www.cnbcindonesia.com/market/20181213162744-17-46282/siap-siap-wni-tak-bisa-lagi-sembunyikan-uang-di-swiss
.
.
.
Dewa Aruna

-----+-------

Gelar Konser Daring Spesial Edisi Hari Lahir Soekarno, Gibran Sapa dan Dengarkan Keluhan Warga Baron Cilik yang Nonbar dari Kampung

SOLO--Warga RT 1 RW 2 dan RT 2 RW 1 Panularan, beserta warga
RT 1-3 RW 7 Kelurahan Bumi menggelar nonbar (nonton bareng) acara seni hiburan daring Inaugurasi Panglipur Ati Vol. 3 yang bertema hari lahir Sang Proklamator dari kampung masing-masing, Sabtu (6/6/2020).

Tampak di lokasi terdapat relawan Kagege (Kancane Gibran Gees) yang sudah berada di tempat sembari mengedukasi masyarakat sekitar terkait penanggulangan Covid-19. Relawan turut membagikan masker dan menyediakan tempat cuci tangan di lokasi acara.

Sekitar pukul 15.00 WIB saat acara Panglipur Ati dimulai, warga pun menempati kursi yang telah ditata berjarak dan tetap menerapkan protokol kesehatan, tertib mengenakan masker dan melakukan physical distancing.

Panglipur Ati dibuka oleh Gibran dengan membaca puisi dedication of life milik Bung Karno dan dilanjutkan aksi pertunjukan wayang golek dari @yayasan_slenkgroup. Demo masak resep khas masakan yang digemari Bung Karno seperti sayur lodeh, telur ceplok, ikan asin, jadah ketan, olahan singkong dan gethuk bakar juga ditampilkan pada acara ini.

Gibran turut menyapa langsung warga Baron Cilik yang sedang nonbar Panglipur Ati, pemilik brand Tugas Negara Bos itu menanyakan bagaimana keadaan warga selama pandemi.

Ari selaku Ketua RT 1, RW 2 Panularan mengutarakan kegiatan usaha banyak yang macet.

Yayuk selaku kader posyandu balita dan lansia pun menyampaikan permohonan bantuan terkait pengadaan alat kelengkapan posyandu, peningkatan gizi dan permainan edukasi anak.

"Nggih Bu, permasalahan yang Ibu utarakan sering saya dengar saat blusukan dulu. Terkait masalah tersebut sudah saya catat dan coba saya carikan solusinya," ujar Gibran.

Warga pun tampak menikmati acara Panglipur Ati #DariRumahAja. Performer yang tampil pada konser daring kali ini adalah Endah Laras, Fisip Meraung, Wayang Slenk Group, Batikabstract Pandono, Romanz Pitu, Natic.motion, dan Dwisurni.

Warga Baron Cilik turut mendapat bantuan paket sembako dari Gibran sebanyak 210 bingkisan yang disalurkan melalui perangkat RT setempat.


*Lilmar*

-----+-------

*Suara dari seorang Gurubesar UI :*I
_(Rhenald Kasali)_

*Hidup zaman sekarang jauh lebih enak.*

 Sy bingung kl ada yg bilang enak zaman dulu.  Juga bingung kl dikatakan ekonomi susah. Yg susah kan cuma tinggal preman, koruptor dan politisi2 yg tak terpilih lagi oleh rakyat.

 Ngga tahu ya bagaimana takutnya kita sbg mahasiswa, dulu waktu kita dikejar2 intel, ngumpet di kamar jenazah, mau menyatakan pendapat susahnya minta ampun. Itu saat negeri dikuasai oknum diktatur militer. Ngeri...

Cari seribu perak saja saat itu susah sekali. Cuma krn dulu gak ada WA dan FB kita gak saling komen. Lagian kl mengeluh ya besoknya dah hilang diciduk aparat. Ngeri...

Naik bis ngga ada yg ada AC nya. Copetnya ada dimana2. Bahkan pada bawa sangkur. Kita penumpang bis dulu biasa dirogoh dan diperas copet dan begal.

Preman di setiap sudut jalan.

Untuk bisa Makan paling2 sama krupuk dan sudah top kl dapat sop kaki kambing. Itu baru bisa kite makan bbrp bulan sekali.

Mudik, ampun...susahnya setengah mati. Naik kereta semua orang rebutan sampai masuk lewat jendela dan bawa kardus2 bau ikan asin, bukan koper. Toiletnya kotor.  Anak2 kegencet-gencet. Tak ada celah kosong. Orang tidur sambil berdiri. Calonya juga banyak. Uang THR habis diembat calo dan copet.

Di kampung2, dulu, ada babinsa yg galaknya minta ampun. Lurah2 juga korup. Bupatinya harus tentara. Kita apa2 harus urusan sama tentara.  Ada litsus dll. Di jalanan tentara galaknya minta ampun. Kita ambil jalan mereka, habis kita digamparin. Lewat komplek tentara serem sekali.

Koran2 sering dibredel. Lalu puncaknya waktu anak2 mahasiswa sudah gak tahan gegara mertua kawan kita mau terus jadi raja, maka penculikan2 terjadi. 

Banyak mahasiswa2 saya yg hilang. Orangtua menangis. Mereka bukan cuma ditembak aparat. Tetapi juga di-injak2 dgn sepatu lars dan  nyawanya meregang. Mereka juga dihadapkan dgn laskar2 berjubah, muncul pasukan berjubah agama yg menyerang mahasiswa pakai bambu runcing. Penjarahan dibiarkan. Banyak orang hilang.

Kekerasan itu adalah bagian dari sesuatu yg awalnya adalah intoleransi. Jangan biarkan itu terulang lagi di negeri yg sudah diperbaiki oleh para ulama dan umaroh hebat. GUS Dur sdh mengembalikan militer ke barak untuk fokus ke pertahanan dan keamanan. Tentara zaman sekarang sdh jauh lbh manusiawi dan punya tantangan baru, yaitu perang proxy.

Sekarang para oknum yg dulu gagal melanjutkan kekuasaannya secara diktatur mencoba kembali.  Tentu mereka senang mengendalikan orang2 lugu dan mereka yg mudah dimanipulasi dgn "sorga"
Tetapi janganlah kita mudah tertipu, sahabat. Sebab apapun yg datang dari Allah pasti adalah kelembutan  dan kasih sayang, bukan amarah atau meng-anjing-anjingkan manusia. Bukan yg "keras" dan menakut2i. Juga bukan yang haus kuasa dan korup.

Bahkan mereka kini memakai teknologi internet. Menyerang TGB dan ustadz2 baik.  Menyerang Jokowi, Sri Mulyani, Susi, Adi MS, Rudiantara, BUMN, Maruf Amin dll

Orang2 baik ini diserang pakai bot dan robot, pakai "senjata pemusnah massal" hoax.  Pakai segala yg serba palsu.

Kita semua ditakut-takuti. Seakan2 besok Indonesia tak ada lagi. Se-akan2 jadi sopir ojol itu pekerjaan budak dan bodoh, seakan2 kita semakin miskin. Semua kemajuan dianggap kemunduran.

Faktanya kita justru tengah menuju negara yg makmur. Daya beli meningkat, ketimpangan turun, harga2 terkendali, banyak yg semakin murah. Tetapi memang banyak yg berubah, orang sekarang lebih senang pindah2 kerja shg kesannya banyak yg nganggur. Padahal mereka lebih punya pilihan jrn orangtua mereka lbh kaya dari orangtua kita dulu.

Taksi dulu hanya ada yg seratus ribuan yg silver dan gold. Sekarang ada ribuan taksi yg ongkosnya hanya ribuan perak.

Dulu bini kita beli kerudung cepek dapat satu, sekarang bisa dapat 4 gegara bisnis online dibuka pemerintah.

Dulu kl orang jakarta naik mobil ke Surabaya  butuh 15-20 jam. Sekarang cukup 8 jam. Airport2 baru cakep2. Pelabuhan juga keren2. Sekolah2 tak terdengar lagi yg roboh krn koruptor disikat habis. PNSnya sdh digaji lbh baik, kontrolnya jauh lbh kuat.

Dulu kita malu kalo ngaku jadi orang Indonesia pas jalan2 ke luar negri. Orang asing memandang kita rendah. Miskin prestasi. Jalanannya buruk, ambles, macet, banyak lubang, gak menarik.

Jembatannya dulu juga sempit2 dan reyot sampai2 anak2 sekolah harus bergelantungan mengerikan. Jalan tol cuma bisa dibuat di jabodetabek dan sebagian kecil pulau jawa.  Itupun banyak yg sampai 20 tahun gak kelar2.

Korupsinya menggunung. Sebab  Anak2 presiden, dulu  ngambil proyek2 besar scr serakah dan bekerjasama dgn para kroni2nya. Merekalah yg menjadi rolemodel awal para koruptor. Mereka merusak nilai2 bangsa.

Militer juga dulu sangat berkuasa, dan selalu maunya punya presiden dari militer. Seakan2 tak ada pemimpin sipil. Maka kita dipandang sejajar dengan Uganda di era Idi Amin atau Irak di era Jendral Sadam Husen. Dianggap diktatur militer.  Duh, malu deh zaman itu...  efeknya masih ada smp sekarang, setiap kali sipil menjadi presiden, kok selalu dikatain PKI... ada apa ini?

Sekarang bangsa kita dibawah Jokowi sudah muncul sbg kekuatan baru yg nyata di dunia. Orang sipil berbadan kecil dan sdh merasa cukup dengan makan sedikit tapi semangat membangunnya begitu kuat. Freeport tunduk, Singapura takut, Swiss mau tandatangan untuk kembalikan harta2 kita yg disimpan para koruptor di sana. Malaysia kembali memandang RI.  Bahkan di Asian Games kita bisa unjuk prestasi. Anak2 muda kita semakin menonjol dengan inovasi sejak diberi ruang lewat Bekraft dan sering dikunjungi presiden. Bahkan produk2nya dipromosikan beliau.

Banggalah punya pemimpin yg meski dia orang sipil, tetapi dia adem, ibadahnya jelas, puasanya disaksikan ustad Yusuf Mansur, kerja keras buat kita, dan hasilnya nyata.   

Sahabat, Hanya orang2 baguslah yg selalu ditakuti para diktator dan koruptor.

Hanya karena dia diperhitungkanlah maka dia dikirim rumor dan hoax yg ngga2. Mereka yg mentereng hanya berani dari semak2  benar2 terlalu kerdil, mentang2 tak punya prestasi kini  membual dan memutarbalikkan fakta2.

Hidup ini begitu indah dan akan ada banyak hal indah yg bisa kita nikmati kalo negri ini damai dipimpin pemimpin yg adem, optimis, rendah hati dan mau mendengarkan.... itu sebabnya mata batin kita tertuju pada *Jokowi*.
 Tuhan selalu menjaga orang2 baik... Amiiinn...🙏🇲🇨🙏

PDIP dan Harimau Jokowi

ADA APA DENGANMU PDIP?

Oleh: Saiful Huda Ems.

Partai pemenang rasa oposisi. Begitulah kira-kira kata yang pas untuk menggambarkan situasi politik saat ini di tubuh partai pemenang PEMILU 2014 dan 2019, yakni PDIP yang telah sukses menempatkan Jokowi sebagai Presiden RI selama dua periode.

Maestro debator PDIP Adrian Napitupulu mendadak dipanggil ke istana oleh Presiden Jokowi (Jum'at 12 Juni 2020) siang ini, untuk keperluan apa? Tentu kalau boleh penulis menebaknya, yakni sehubungan dengan kritik-kritik keras dan tajam Adrian yang akhir-akhir ini ditujukan untuk Pemerintah wabil khusus Menteri BUMN Erick Tohir.

Adrian sebagaimana pengakuannya sendiri merupakan sekrup kecil dari kampanye besar tim sukses Jokowi, mulai dari pencalonan Jokowi sebagai Gubernur DKI hingga sebagai Capres RI 2014 dan 2019 lalu. Dan ia sangatlah pasti tidak akan berani bicara bersebrangan dengan Megawati penguasa PDIP. Maka suara Adrian dapat dipastikan merupakan suara Megawati atau suara PDIP.

Perseteruan antara Adrian dan Erick Tohir ini mau tidak mau, suka tidak suka akan melibatkan Presiden Jokowi juga. Dan ketika Erick Tohir sebagai menteri merupakan pembantu Presiden, maka perseteruan antara Adrian dan Erick merupakan perseteruan antara PDIP dengan Presiden Jokowi. Prihatin sekali bukan?.

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa BUMN selama puluhan tahun telah dijadikan medan jarahan utama elit-elit Parpol, dan ketika Presiden Jokowi melalui Erick Tohirnya ingin membersihkan mafia-mafia di dalamnya, mungkinkah Jokowi mulai diserang, bahkan oleh partai pengusung pencapresannya dan mantan tim suksesnya sendiri?.

Apakah karena ada makelar-makelar politik parpol yang selama ini ditugaskan menjarah di BUMN yang akan dan sudah terkena tendangan Jokowi melalui Erick hingga PDIP meradang? Ataukah hanya masalah perbedaan sudut pandang mengenai pengelolaan BUMN saja, hingga perseteruan ini bisa terjadi?

Jika persoalan yang sesungguhnya hanyalah masalah perbedaan sudut pandang mengenai pengelolaan BUMN, kita sebagai rakyat harus berani mengapresiasinya, karena ini sebuah pertanda Jokowi dengan partai pengusungnya yakni PDIP telah mengajarkan tentang berdemokrasi yang indah, dimana setelah jadi Presiden loyalitas ke partai pengusungnya berhenti dan berganti ke rakyat, hingga Presiden tak segan-segan memilih jalan yang berbeda dengan kemauan partainya.

Namun jika sebaliknya yang terjadi, yakni perseteruan baru ini muncul dikarenakan adanya pihak-pihak (elit parpol PDIP) merasa tersakiti karena adanya pembersihan mafia di BUMN dan mereka kena dampaknya, kita sebagai rakyat harus berani bertanya pada PDIP, ada apa denganmu?. Meski demikian tentu untuk sementara kita sebagai rakyat harus bisa berprasangka baik terlebih dahulu pada keduanya, sebelum fakta baru kita temukan nantinya, sesungguhnya yang benar terjadi itu bagaimana.

Keadilan tidak memandang kamu siapa tapi kamu berbuat apa. Dan sampai kini kita belum tau percisnya, Erick atau kader-kader PDIP yang bandel pada instruksi Presiden, atau Presiden itu sendiri yang sudah tidak fokus bekerja hingga kabur wawasan kerakyatannya dan "diinterupsi" oleh partai pengusungnya.

Sabar...mari kita tunggu jalannya peristiwa politik mutakhir ini sampai akhir. Jangan kemana-mana, tetap loyal dan setia pada Pancasila dan Konstitusi Negara serta NKRI. Jangan mudah terhasut dan terbawa makelar-makelar politik Kadrun yang sudah siap mengganti Pancasila dengan Sistem Khilafah. Tetap lindungi Pemerintahan Jokowi, namun jika sudah terlihat melenceng ya mari kita ingatkan bersama. Kritik itu sehat, makar itu harus disikat !...(SHE).

12 Juni 2020.

Saiful Huda Ems (SHE). Ketua Umum Pimpinan Pusat HARIMAU JOKOWI.

Friday, 12 June 2020

Sisi Lain Dari Seorang Presiden Jokowi


SISI LAIN SEORANG JOKOWI

Melihat gambar ini, dimana Prabowo tampak sangat hormat pada Jokowi dan itu ditunjukkannya di depan publik, saya tersentuh..

Prabowo ternyata mampu menempatkan dirinya, dimana ia berada. Meski secara garis keturunan, kekayaan maupun pengalaman, ia jauh diatas Jokowi, tapi ia tetap mampu bersikap dengan elegan.

Saya sempat punya pertanyaan di kepala, "Pakde ini punya aji apa sih, sampe orang bisa segan padanya ?"

Pertanyaan saya terjawab, ketika bertemu dan ngobrol dgn seorang tokoh, seorang Jenderal besar yang punya koneksi dekat ke Jokowi. Dia bercerita, bagaimana Jokowi sering mengundang banyak tokoh, termasuk dirinya, untuk sekedar makan siang di istana. "Lu tau gak, apa menu makan siang Jokowi ?" Dia bertanya serius. Jelas saya gak tau, wong gak pernah diundang.

Dia meneruskan, "Tiap gua diundang makan siang, menu makannya Jokowi pasti sayur lodeh, tempe ma tahu. Itu terus. Gua yang biasa makan mewah di rumah, suka gak minat diundang maksi ke istana. Gak enak.." sang tokoh itupun ketawa ngakak.

"Sialnya lagi, si itu ( dia nyebut nama seorang tokoh ) selalu kabur kalau diundang maksi. Dia mending cari nasi padang.." kamipun tertawa bersama.

Tapi disinilah saya melihat, bahwa rasa hormat itu timbul karena kesederhanaan seorang Jokowi. Ini yang tidak bisa dilawan, karena mereka disekitarnya merasakan aura itu.

Bahkan ada seorang tokoh lagi, seorang pengusaha kaya yang ada disekitar istana, pernah bicara, "Jokowi itu tidak pernah mencuri dgn memanfaatkan jabatannya. Itu yang membuat saya juga jadi tidak mencuri. Kalau dia mencuri, saya pasti akan mencuri lebih besar dari dia.."

Dari perbincangan dengan para tokoh2 itu, saya jadi mengenal sosok Jokowi diluar dari penglihatan publik kebanyakan. Mereka hormat karena yang dihormati pun layak menerima kehormatan. Dan semua itu muncul spontan tanpa kepura-puraan ataupun karena ada kepentingan.

Begitulah pemimpin. Ia memberi contoh, bukan sekadar bicara manis dgn kemunafikan. Karena kemunafikan pasti mengundang kemunafikan lainnya.

Sesudah Prabowo dekat dengan Jokowi karena pekerjaannya, ia pun merasakan hal yang sama. Dan gestur tubuhnya tidak bisa disembunyikan.

Entah kapan lagi kita akan bertemu sosok unik seperti Jokowi ini. Mungkin seratus tahun lagi. Tapi biarlah saya nikmati kebersamaan saya sebagai rakyat dgn Presiden saya sekarang ini.

Duh, siang ini secangkir kopi tampaknya niat sekali. Seruput...

Denny Siregar

Tuesday, 9 June 2020

PENCUCIAN UANG


Mungkin anda tahu kasus TPPI yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp. 37 triliun. Itu kasus era SBY. Namun di era Jokowi dana negara bisa diselamatkan sebesar Rp.32 triliun. Mengapa ? Atas dasar UU Pencucian uang, Polri berhasil melakukan gerakan cepat memblokir rekening bank para pihak yang terlibat. Polri menyita Rp 32 triliun  dari beberapa rekening tersangka yang diblokir. Selain itu, ada pula rekening lain yang mendapat keuntungan sekitar Rp 140 miliar. Termasuk menyita kilang minyak di Tuban senilai Rp 600 miliar. Begitu juga kasus Jiwasraya yang merugikan negara sebesar Rp. 13,5 Triliun. Pihak kejaksaan dapat bergerak cepat dengan menyita asset tersangka mencapai Rp. 17 triliun. Itupun  menggunakan operasi aksi anti pencucian uang.

Menurut PBB, pencucian uang dari hasil tindak kejahatan itu mencapai USD 800 miliar sampai dengan USD 2 triliun per tahun. Jadi memang raksasa sekali nilainya, yang 2 kali PDB negara kita dan 4 kali dari PDB Arab  Saudi. Dana sebanyak itu ditempatkan dalam berbagai portfolio investasi. Dari rekening bank, reksadana, saham, deposito, sampai kepada property. Aksi pencucian uang inilah yang membuat ketimpangan perekonomian dan membuat likuiditas tidak lancar pada sektor real.

“ Dari mana uang money laundry itu. “ Tanya teman waktu kami diskusi dalam satu kesempatan.

“ Pasti berasal dari tindak kejahatan. Misal, uang suap, korupsi. Transaksi ilegal seperti penipuan MLM. Komisi haram dari jual beli izin konsesi bisnis berskala triliunan seperti illegal mining, illegal fishing, illegal logging. Pengadaan barang pemerintah lewat skema in kind loan. Penggelapan pajak lewat skema transfer pricing. Uang lendir dari prostitusi dan narkoba. Dan masih banyak lagi. Jadi disebut pencucian uang karena para pelakunya berusaha menyembunyikan asal usul uang.”

“ Gimana caranya mereka menyembunyikan asal usul uang itu ?

“ Ya pertama, mereka berusaha menempatkan uang itu ke dalam sistem perbankan. Biasanya menggunakan proxy dalam transaksi jual beli barang atau saham perusahaan tertutup. Dengan begitu uang akan mengalir ke dalam rekening bank. Ini disebut dengan tekhnis placement. Kedua, setelah dana berada di bank , mereka akan masuk ke bursa membeli saham atau membeli reksadana atau beli emas atau beli property atau obligasi. Ini disebut dengan operasi layering. Ketiga, setelah uang berubah ujud jadi asset, maka asset itu dijadikan collateral utang ke bank atau lembaga keuangan untuk membiayai proyek yang dilegitimasi negara. Ini disebut dengan integration. Kalau sampai tahap integration sudah sulit untuk melacak asal usul uang. Namun masih tetap beresiko terlacak. Nah agar lebih aman, biasanya utang itu sengaja dibuat  gagal bayar agar collateral disita oleh kreditur. Sehingga kalaupun terlacak, sudah sulit disita negara. Karena yang jadi korban adalah kreditur. Sementara debitur sudah pindahkan uangnya ke luar negeri melalui rekening SPC”

“ Tentu proses dari placement, layering, dan integration itu sangat rumit ya. Melibatkan pihak perbankan, lawyer, notaris dan akuntan. Agar semua nampak legal dan clean. “ Kata teman saya.

“ Benar sekali. Operasi pencucian uang itu bisa terlaksana karena moral dari petugas yang berada di garda terdepan lemah atau mudah dipengaruhi. Makanya ongkos proses penempatan dana sampai integrasi itu memang mahal sekali. Kadang 15% habis untuk biaya ini itu termasuk fee“

“ Apa tindakan pemerintah untuk mengantisipasi operasi pencucian uang ini ?

“ Sebetulnya sudah ada the Global Forum on Transparency and Exchange of Information for Tax Purposes in the area of the automatic exchange of information. Dengan forum dunia ini memungkinkan negara yang ingin terlibat dalam panangkalan aksi pencucian uang dapat bergabung. Nah Indonesia, di era Jokowi, udah bergabung dalam forum ini. Jadi PPATK bisa menggunakan akses ke negara anggota untuk melacak keberadaan uang yang dicurigai berasal dari kejahatan”

“ Loh katanya Jokowi berjanji akan mencairkan dana Rp 11000 triliun dari uang orang Indonesia yang ada di Swiss “

“ Ya benar. Itu sedang berproses. “

“ Kenapa sampai sekarang belum bisa cair ?

“ Kan Perjanjian Hukum Timbal Balik atau Mutual Legal Assistance Treaty antara Indonesia dan SWISS baru ditandatangani bulan agustus 2019. Itu butuh waktu dan proses yang rumit. Karena posisi uang itu sudah terintegrasi. Maklum pembiaran terjadi sejak era Soeharto sampai ke SBY. Engga mudah sampai bisa ditarik kedalam negeri. Kita walau sudah ada UU Pencucian uang namun belum ada UU Pembuktian Terbalik. Jadi sangat sulit memaksa pelaku untuk menyerahkan diri. Apalagi upaya hukum kepada mereka yang dicurigai sangat sulit. Kan sebagian mereka juga adalah elite politik yang terhubung dengan Orba, dan mereka juga sangat dekat dengan ormas Islam.”

“ Jadi apa upaya Jokowi untuk menghadapi mereka yang dicurigai itu agar uang rakyat sebesar Rp. 11000 triliun itu bisa kembali ke negara ?

“ Saat sekarang melalui Mutual Legal Assistance Treaty, memungkinkan negara bisa blok uang yang dicurigai. Walau memang negara belum bisa ambil namun orang yang dicurigai itu jelas engga bisa pakai uang. Jadi sama dengan kodok hidup hidup di masukan kedala baskom berisi air sambil direbus.  Walau kodok itu tahu cara keluar dari baskom namun dia tidak pernah bisa mencapai bibir baskom, dan sementara air semakin lama semakin panas. Hanya satu cara kodok bebas. Menyerahkan diri atau mati. Itulah kini yang terjadi pada mereka yang dicurigai pemilik dana haram.”

“Makanya mereka yang dicurigai itu secara tidak langsung berada dibalik pembenci Jokowi dan inginkan Jokowi jatuh sebelum tahun 2024. Karena mereka butuh dana untuk Pemilu 2024. Ternyata semua karena bisnis. Politik hanya kuda tunggangan saja”
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/06/pencucian-uang.html]

---------------------------

Asal tau...                                                                            •                                                                                                                                                                              SOEHARTO yang pernah berkuasa selama tiga dekade di Indonesia menempati urutan pertama dalam daftar pemimpin politik terkorup di dunia. Tidak tanggung-tanggung, daftar pemimpin politik terkorup yang nama resminya adalah Prakarsa Penemuan Kembali Kekayaan Yang Dicuri (Stolen Asset Recovery Initiative) itu di luncurkan di gedung Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di New York, Senin waktu setempat.

Sekjen PBB Ban Ki-moon, Presiden Bank Dunia Robert B. Zoellick dan Direktur Kantor PBB untuk Obat-obatan Terlarang dan Kejahatan (UNODC) Antonio Maria Costa, serta para pejabat tinggi sejumlah negara anggota PBB, termasuk Deputi Watap RI untuk PBB, Adiyatwidi Adiwoso, dan Direktur Perjanjian Internasional Deplu RI Arif Havas Oegroseno.

Daftar tersebut mencantumkan “Mohammad Soeharto (1967-1998)” pada urutan teratas tabel “Perkiraan Dana yang Kemungkinan Dicuri dari sembilan Negara”. Diperkirakan selama berkuasa Soeharto menggelapkan tak kurang 15 miliar dolar AS hingga 35 miliar dolar AS uang negara.

Temuan PBB dan Bank Dunia itu menyebutkan perkiraan total PDB Indonesia setiap tahun selama Soeharto berkuasa, 1970-1998, sebesar 86,6 miliar dolar AS.

Presiden Bank Dunia Robert B. Zoellick mengatakan bahwa StAR Initiative dapat membantu memperkuat kemampuan tim nasional suatu negara untuk mengembalikan harta yang dicuri.

Untuk itu, ujar Zoellick, diperlukan antara lain dukungan perundang-undangan di negara yang bersangkutan, pelatihan dan peningkatan kemampuan bagi pihak-pihak terkait di bidang hukum serta kerjasama antar-negara dalam mengumpulkan kembali kekayaan yang diparkir di suatu negara tertentu.

Ketika menjawab pertanyaan, Direktur UNODC Antonio Maria Costa mengatakan, pengembalian kekayaan yang diparkir di luar negeri juga akan memerlukan perjanjian ekstradisi antara negara-negara yang bersangkutan.

Berikut ini adalah 10 pemimpin politik dunia terkorup versi PBB dan Bank Dunia itu

1. Mohamad Soeharto (1967-1998), dana yang digelapkan 15-35 miliar dolar AS.
2. Ferdinand Marcos dari Filipina (1972-1986) dana yang digelapkan sekitar-10 miliar dolar AS.
3. Mobutu Sese Seko dari Zaire (1965-1997) dana yang digelapkan sekitar 5 miliar dolar AS.
4. Sani Abacha dari Nigeria (1993-1998) dana yang digelapkan 2-5 miliar dolar AS.
5. Slobodan Milosevic dari Serbia/Yugoslavia (1989-2000) dana yang digelapkan sekitar 1 miliar dolar AS.
6. Jean-Claude Duvalier dari Haiti (1971-1986) dana yang digelapkan sekitar 300-800 juta dolar AS.
7. Alberto Fujimori dari Peru (1990-2000) dana yang digelapkan sekitar 600 juta dolar AS.
8. Pavio Lazarenko dari Ukraina (1996-1997) dana yang digelapkan sekitar 114 hingga 200 juta dolar AS.
9. Arnoldo Aleman dari Nikaragua (1997-2002) dana yang digelapkan sekitar 100 juta dolar AS.
10. Joseph Estrada dari Filipina (1998-2001) dana yang digelapkan sekitar 70 hingga 80 juta dolar AS.

https://www.google.com/amp/s/teguhtimur.com/2007/09/18/versi-pbb-soeharto-terkorup-di-dunia/amp/

https://m.cnnindonesia.com/nasional/20181207044538-20-351756/sejarawan-soeharto-kepala-negara-terkorup-di-dunia

https://m.detik.com/news/berita/d-4322222/soal-korupsi-di-era-soeharto-ini-hasil-riset-ketua-pukat-ugm


https://republika.co.id/berita/n85dwn/soeharto-diktator-terkorup-sedunia-abad-ke20

Thursday, 4 June 2020

BANGUN PAK PRESIDEN, NEGARA DALAM BAHAYA


  1. Mengapa Negara Kita Selama Ini Tidak Bisa Maju,
  2. Dengarkan Apa Kata Denny Siregar !!!
  3. [https://politikandalan.blogspot.com/2020/06/bangun-pak-presiden-negara-dalam-bahaya.html]

Monday, 4 May 2020

Strategi Canggih Jokowi Melawan Covid-19

Gambar Ilustrasi.
_*Ninoy Karundeng*_ :

*Selain Jokowi Hadapi Wabah Corona Indonesia Beruntung Punya Orang-orang Ini*

Menghadapi wabah Covid-19 bukan perkara gampang. Kata Bima Arya Walikota Bogor wabah Corona adalah tentang ujian kepemimpinan. Tanpa kepemimpinan yang mumpuni tentu akan porak-poranda. Keberuntungan Indonesia pertama adalah Indonesia dipimpin oleh Jokowi.

Jokowi menghitung berbagai aspek. Politik dan bukan politik. Sosial dan ekonomi. Faktor politik menjadi pertimbangan yang paling berat. Kenapa? Karena Jokowi sudah tidak maju lagi di 2024. Maka tak mengherankan seolah Jokowi berjalan sendiri. Para parpol di DPR seakan membiarkan Jokowi berjalan sendirian.

Untungnya Jokowi mengikuti instink politik hebat, sebelum virus merebak. Saat pendukung dan penentang Jokowi ingin menjauhkan rekonsiliasi politik. Jokowi tetap menginginkan Prabowo menjadi bagian dari pemerintahan.

Lewat KaBIN Budi Gunawan, Mas Pram, Budi Karya akhirnya Prabowo masuk ke pemerintahan. Dengan perjuangan alot – termasuk revival of Perjanjian Batutulis. Prabowo-Puan. Itu urusan politik yang menjadi blessing in-disguise.

Tanpa Prabowo di pemerintahan, yang suka tak suka masih cukup berpengaruh di militer dan purnawirawan, saat ini akan sangat sulit bagi Jokowi untuk menyeimbangkan kepentingan kompleks: politik dan kepentingan.

Hiruk-pikuk internal TNI yang didiamkan oleh Jokowi ternyata kini menjadi berkat kuat. Bagi Jokowi. Bagi Indonesia. Jokowi mengangkat Jenderal (Purn.) Terawan Agus Putranto sebagai Menkes. Tak terbayangkan jika posisi ini tidak di bahwah tentara. Pertimbangan kebijakan Menkes memberikan data konkrit tentang lockdown kepada Jokowi membuat Jokowi menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Bukan lockdown.

Lockdown di Wuhan Provinsi Hubei dengan penduduk 58 juta (4% penduduk China) dikabarkan telah menghabiskan dana US$180 milyar. Kalau Indonesia menerapkan lockdown – artinya seluruh kebutuhan masyarakat dipenuhi negara – hanya dalam dua minggu Indonesia akan bangkrut.

Strategi isolasi dan penetapan rumah sakit Covid-19 yang didukung oleh TNI, c.q. KASAD Jenderal Andika Perkasa memimpin pemanfaatan RSPAD dan RSAD di berbagai daerah. Doni Monardo didukung oleh Menkes Terawan menerapkan fungsi rumah sakit pemerintah dan swasta sebagai garda depan penanganan Covid-19, dengan subsidi khusus. Itupun Menkes baru menggunakan tak lebih dari Rp25 triliun dari dana Rp70 triliun.

Dan, membangun tempat isolasi Covid di Wisma Atlet dan pulau galang: jadi murah, karena bukan di rumah sakit. Untung ada Basoeki Hadimoeljono yang sigap membangun fasilitas kesehatan.

(Ini yang menyebabkan Daeng M. Faqih dari IDI berteriak tak karuan karena justru penanganan Covid-19 menjauhkan peran para mafia kesehatan. Berisik tidak karuan padahal dia bukan Jubir Covid-19. Akhirnya kini dia diam.)

Jokowi pun didukung penuh Luhut Binsar Pandjaitan yang senior Prabowo. Ditambah soliditas BIN di bawah pimpinan Budi Gunawan yang mendapat dukungan penuh dari Guru Intelijen Jenderal (Purn) AM Hendropriyono, menjadikan fungsi intelijen sepenuhnya di tangan Jokowi.

Keputusan Jokowi memberhentikan dan mengangkat Tito Karnavian juga sangat tepat. Instink yang luar biasa. Di bawah Tito, kepala daerah cenderung diam. Sistem kerja strategis Satgas meredam kegilaan dan kengawuran para kepada daerah. Yang bandel jadi bulan-bulanan media sosial.

Rekan Tito Karnavian, Jenderal Idham Aziz dipilih sendiri oleh Jokowi. Hasilnya? Penyeimbangan kekuatan di Polri. Komjen Listyo Sigit Prabowo pun dipasang di Bareskrim. Dari Korlantas Polri pun Irjen Istiono muncul mengamankan kebijakan. Tak berhenti di situ, ada Firli Bahuri Ketua KPK yang menghindari kegaduhan. Pasokan kebutuhan makanan dipegang oleh Budi Waseso.

Puan Maharani dan Bambang Soesatyo pun menjaga di DPR/MPR. Tenang. Tidak berisik. Ditambah dengan keberuntungan mengangkat Erick Thohir di BUMN yang berani melawan mafia. Tingkat kebijkan energi untuk rakyat ada di Pertamina dan PLN juga aman. Ada Ahok di Pertamina dan Darmawan Prasodjo di PLN sebagai pelapis kebijakan.

Untuk meredam berisik dua gubernur cari sensasi Jabar dan DKI Jakarta – tidak usah sebut nama ikuti gerakan Lockdown dia di media – ada Ganjar Pranowo, Risma, Khofifah. Gubernur Jatim mengirimkan bantuan sampai ke Kepulauan Kangean yang posisinya kalau ditarik garis lurus di utara Karangasem Bali.

Beruntunglah Jokowi masih memiliki orang-orang tersebut. Tanpa mengecilkan peran siapa pun. Yang akhirnya rakyat Indonesia mengikuti aturan. Melihat kesungguhan mengatasi Corona wabah Covid-19.

Dengan strategi awal social distancing dan PSBB yang tidak membangkrutkan, namun menenangkan rakyat Indonesia. Indonesia kini melihat wujud asli Jusuf Kalla dan Susilo Bambang, hanya politikus dan bukan negarawan sama sekali. Kalau Presiden Habibie masih ada pasti telpon-telponan dengan Jokowi, memberi dukungan.

Beruntung. Indonesia punya Jokowi. Bukan Bolsonaro. Bukan Trump. Relawan dan rakyat Indonesia yang waras mendukung kepemimpinan Jokowi. (Penulis: Ninoy Karundeng).

Tuesday, 28 April 2020

Mengapa Presiden Jokowi Sangat Dibenci


MENGAPA PRESIDEN JOKOWI SANGAT DIBENCI ?

JK yg pernah menjadi orang dekat Presiden Jokowi, sekarang terang2an menjadi musuh dan menghujat cara penangan pandemi virus corona covid-19 oleh presiden Jokowi.
Refly H yg sebelumnya dikasih jabatan, tetapi malah menjadi musuh dan sering menghujat Presiden Jokowi, dan sekarang ia berkata bahwa " Larangan mudik langgar UU, Jokowi harus tanggung jawab ".
Yg memusuhi dan menghujat Presiden Jokowi itu banyak dan semakin bertambah, dari semua golongan. Mengapa Presiden Jokowi sangat dibenci ?
Karena Presiden Jokowi bukan siapa2, Presiden Jokowi berasal dari keluarga sederhana, Presiden Jokowi bukan ketua partai, tetapi bisa menjadi orang nomor satu di Indonesia.
Jokowi hanya punya titel Ir. Kehutanan, merintis usaha mebelnya dari nol, utk buat rumah saja beli tanah kredit bayar nyicil, coba bandingkan dgn JK yg punya harta Triliunan.
Mereka sangat membenci Presiden Jokowi yg bukan siapa2, dari keluarga sederhana dan bisa menjadi orang nomor satu di Indonesia. Mereka tidak peduli Jokowi orang baik, mereka tdk peduli Presiden Jokowi tulus ikhlas bekerja siang malam utk bangsa dan negaranya,
ini masalah politik, ini masalah kekuasaan, ini masalah hebatnya kedengkian, mereka bukan lagi manusia tetapi setan dan setan ini selalu bilang semua salah Presiden Jokowi.

Ir.H.Joko Widodo ( 1961-... ) adalah berasal dari keluarga yg sederhana, boleh dikatakan kelas bawah, namun hal itu tidak membuatnya minder dan takut bermimpi tinggi, mulai dari sekolah SD sudah mulai mengalami kesulitan biaya, lalu Jokowi kecil membantu orang tuanya berdagang, mengojek payung, hingga jadi kuli panggul, untuk membiayai sekolah dan uang jajannya sendiri, setelah tamat SMA Jokowi melanjutkan kuliah di UGM jurusan Kehutanan. Sempat bekerja, tetapi kemudian Jokowi memutuskan keluar dan memulai usahanya sendiri menjadi pengusaha Furniture. Pada 2005 Jokowi mulai terjun kedunia politik diusung PDIP, maju sebagai calon Wali Kota Solo dan menang. Tidak sedikit yg meragukan kemampuan Jokowi perihal kepemimpinan. Tak butuh waktu lama, setelah satu tahun Jokowi sudah berhasil memberikan perubahan drastis untuk Solo. Pada th 2010 Jokowi memenangkan lagi pemilihan Wali Kota Solo dgn total suara melebihi 90% , pada th 2012 Jokowi kemudian dicalonkan sbg Gubernur Jakarta bersama Ahok dan menang. Dan puncaknya pd 2014 Jokowi dicalonkan sebagai Presiden bersama JK dan menang, Jokowi menjadi Presiden RI yg ke 7, dan pd Pilpres 2019 Presiden Jokowi kembali menang.
Presiden yg merakyat dan sederhana, Presiden yg cerdas dan visioner, Presiden dgn prestasi kerja nyata.

" Hanya seorang pemimpin berhati pelayanlah yg secara otomatis merespon setiap permasalahan dgn mendengarkan setiap permasalahan itu terlebih dahulu ".
( Robert Greenleaf ).

Semenjak kecil Jokowi sudah dihina, Jokowi oleh beberapa temannya dipanggil dgn sebutan Klemer, waktu menjadi Wali Kota Solo Jokowi juga diragukan, tetapi Jokowi mampu membawa perubahan yg drastis bagi Solo, dan pd 2012 The City Mayors Foundation menempatkan Jokowi menjadi Wali Kota terbaik dunia no.3 , dan hanya ada 2 orang Indonesia saja yg mendapatkan penghargaan masuk dlm daftar The Leading Global Thinkers, versi Foreign Policy, yaitu :
Jokowi dan Ahok.

" Pemimpin yg lahir dlm keluarga yg kaya raya, dgn orang miskin itu beda. Omongan boleh dibuat2 tetapi gestur tubuh dan mimiknya tidak bisa berbohong " ( Presiden Jokowi ).

Siapa yg pernah menyangka seorang anak desa bertubuh kerempeng dari keluarga kelas bawah, sering diejek temannya, dan sekarang orang yg bertubuh kerempeng ini menjadi orang nomor satu di Indonesia, dia bernama :
" Ir. H. Joko Widodo " , Jokowi memerintah negara ini dgn Hati, dgn kerja keras tak kenal lelah, dan prestasi kerja nyata telah dipersembahkannya utk negeri ini, Presiden Jokowi tidak bisa diajak KKN, tegas keputusannya tdk bisa dipengaruhi, jujur jalannya lurus tdk bisa diajak jalan bengkok, sederhana, tenang dan sgt sabar, maka dari itu mereka sangat membenci Presiden Jokowi, meskipun sejuta kebaikan Presiden Jokowi, meskipun sejuta prestasi Presiden Jokowi utk bangsa dan negara ini, mereka sama sekali tidak peduli, dimata mereka semua kerja dan kebijakan Presiden Jokowi salah, tidak ada benarnya, semua salah dan Presiden Jokowi harus ditumbangkan, ini masalah politik, ini masalah kekuasaan, ini masalah hebatnya kedengkian, mereka bukan lagi manusia tetapi setan, setan tidak pernah lelah membenci.

" Resep untuk dapat memimpin rakyat dengan hati adalah : jangan punya kepentingan apapun selain rakyat " ( Presiden Jokowi ).

SALAM DAMAI.
ROF SIN.
🇲🇨💙🙏💚🇲🇨

Tuesday, 11 February 2020

Bantu share agar terdengar sampai ke Istana.


Tetap Kuat Lae Romesko Purba
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/02/bantu-share-agar-terdengar-sampai-ke.html]
Barusan, saya mendengar Humas Gereja Katolik St Joseph Karimun Romesko Purba  sedang diteror untuk diusir dari Kabupaten Karimun.

Sekelompok orang dengan spanduk bernada provokasi berdemo menuntut agar Romesko Purba diusir dari tempat tinggalnya.

Bahkan Gereja St Joseph yang lebih tua umurnya dari umur republik ini dipaksa untuk dipindahkan. Dipaksa untuk dijadikan cagar budaya.

Mohon Bapak Presiden dan Bapak Kapolri memastikan bahwa hukum masih tegak di negeri ini. Hukum masih menjadi panglima di negeri ini.

Untuk Lae Romesko Purba jangan takut dan gentar. Tetap tenang. Kami akan membelamu. Sabar saja.

Terimakasih.

Salam perjuangan penuh cinta

Birgaldo Sinaga
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/02/bantu-share-agar-terdengar-sampai-ke.html]
**Bantu share agar terdengar sampai ke Istana.

Thursday, 21 November 2019

RAKSASA Itu Bernama INDONESIA


"Saya akan membangun superholding BUMN di Indonesia.." kata Jokowi saat kampanye menjadi Capres di periode kedua.

Apa itu Superholding BUMN ?

Untuk tahu tentang rencana Jokowi, kita harus belajar dulu pada Temasek Singapura.
Temasek adalah sebuah lembaga investasi yg berada dibawah Menteri Keuangan Singapura.

Temasek lahir disaat kondisi ekonomi Singapura terpuruk karena baru merdeka. Pengangguran adalah masalah terbesar mereka dan kondisi geografis Singapura yg miskin sumber daya alam.

Untuk menciptakan lapangan kerja,
Lee Kuan Yew Perdana Menteri pertama Singapura, membangun daerah perkebunan di kawasan industri Jurong. Lalu dibentuklah Dewan Pengembangan Ekonomi EDB sebagai kendaraan payungnya.

EDB ini selain bertugas untuk menarik investor asing, juga mengambil saham2 di perusahaan swasta lokal mereka. Semakin lama semakin banyak perusahaan lokal yg ada dibawah EDB, lalu digabungkanlah semua aset mereka dalam satu bendera perusahaan holding, yaitu :
Temasek.

Ngapain aja Temasek ?
Ya mereka juga tugasnya mengakuisisi banyak perusahaan, tapi kali ini bukan lokal, melainkan internasional.
Mereka masuk membeli saham di Danamon, DBS, Standar Chartered sampai Telkomsel.

Tanpa Temasek, Singapura tidak akan seperti sekarang. Temasek bukan menunggu investor asing masuk ke Singapura, mereka membeli saham di perusahaan asing itu dan memaksa berinvestasi di Singapura. Dahsyat, kan ?

Oke, kembali ke Indonesia.

Total aset BUMN kita jika disatukan, nilainya mencapai lebih dari 8 ribu triliun rupiah. Dan Jokowi memang berniat menyatukan seluruh aset BUMN dalam satu payung Superholding seperti Temasek.

Dia bahkan sudah merencanakan nama untuk Superholding itu, yaitu :
Indonesia incorporation atau Indonesia Inc.

Dengan Indonesia Inc. maka Jokowi akan membeli saham2 di perusahaan multinational, dan memaksa mereka untuk berinvestasi di Indonesia.
"Kalau kamu tidak bisa memaksa mereka, beli mereka.."
begitu filosofinya. Dan dengan begitu, masalah ekonomi dan pengangguran akan teratasi.

Negara akan menjadi leader dalam ekonomi, bukan lagi diatur oleh pengusaha-pengusaha berdasi.

Dan jika ini terjadi, Temasek Singapura dan Khazanah Malaysia bisa deg2 plas, karena akan menemukan saingan berat luar biasa. Mereka tidak akan bisa meremehkan lagi Indonesia kelak, bahkan akan berebut menjadi partner.

Lalu siapa yg cocok memimpin Superholding seperti ini ?

Erick Thohir lah,
siapa lagi ?
Dalam skala menengah, dia sudah melakukannya dengan perusahaan2 yg dia miliki. Dan kini dia punya kapal raksasa. Dia nahkodanya. Dibawah kepemimpinan Jokowi dan rakyat Indonesia sebagai pemilik kapal besarnya.

Itulah kenapa dia merombak banyak eselon yg tidak sesuai dengan visi besar negara ini.
Orang-orang dibawah Superholding ini kelak adalah orang2 yg paham kemana arah dan tujuan mereka.

Kalau sudah paham, mari kita seruput kopinya..

Denny Siregar

Tuesday, 19 November 2019

Kisah Kaisar Gaozu Menyisir Pejabat Korup.


Oleh: Suhana Lim

Kaisar Gaozu of Han nama kelahirannya Liu Bang adalah pendiri sekaligus sebagai kaisar pertama dari Dinasti Han. Dinasti Han adalah dinasti kedua (setelah Dinasti Qin) yang berkuasa dari 206 BC - 220 AD.
Gelarnya ialah Taizu," dan gelar nya setelah wafat adalah "Gaozu of Han."

Ada kisah menarik mengenai Kaisar Gaozu. Beliau punya seorang sahabat bernama Zhang Er.
Zhang Er ini dikenal sebagai seorang yang banyak akalnya. Pada suatu hari, Kaisar Gaozu mengutarakan keinginannya sekaligus kekhawatirannya kepada Zhang Er.
."Saya ingin mengidentifikasi mana-mana pejabat di daerah yang kerjanya baik dan tidak korup. Tapi bagaimana cara untuk menscreening/ menyisir nya?"

Zhang Er pun tertawa, dan berkata: "Mudah sekali Yang Mulia. Yang Mulia tunjuk saja Xiao He dan Cao Shen, Dua sosok pejabat kelas menengah yang selama ini bereputasi lurus dan jujur di posisi Portfolio Hukum! Nanti Yang Mulia perhatikan saja, mana-mana yang bersuara keras menentang pengangkatan Xiao He dan Cao Shen; mereka lah yang berindikasi kuat tidak jujur dalam menjabat dan patut dicurigai!".

Singkat cerita, Kaisar Gaozu pun memanggil semua kepala daerah dan pejabat utama ke istana. Beliau mengumumkan bahwa akan mengangkat Xiao He sebagai kepala polisi dan Cao Shen guna membenahi masalah hukum. Serta merta sebagian pejabat yang hadir mengutarakan keberatan mereka dengan berbagai alasan. Komentar dan keberatan mereka di terima dan dicatat. Tetapi the show must go on, Xiao He dan Cao Shen tetap dilantik. Secretly, Kaisar Gaozu memberikan perintah khusus untuk lebih "memerhatikan" kinerja semua pejabat yang menyatakan keberatan mereka atas pengangkatan mereka berdua.

Singkat cerita, beberapa bulan kemudian, sebagian besar dari para pejabat yang tak setuju atas penunjukan Xiao He dan Cao Shen pun either di copot atau di hukum mati karena memang benar terbukti adalah korup dan tidak adil sebagai pejabat!

Tidak ada yang baru didunia. Hampir semuanya pernah berlangsung seperti Cerita yang berulang, Hanya beda jaman, beda setting nya, dan berganti pemerannya. Kejadian yang pernah terjadi ribuan tahun silam di era Dinasti Han pun most likely sudah berulang-ulang terjadi di berbagai pelosok dunia di era jaman Disrupsi!

Begitu ada sosok jujur dan lurus "datang," maka pihak-pihak yang bengkok dan kotor pasti akan bereaksi keras menentang. Kelangsungan status quo yang selama ini sudah dinikmati pasti akan terganggu. Atau jangan-jangan bukan hanya bakul nasi yang hilang, jabatan pun bisa raib and worst bisa masuk bui. Hence, penunjukkan individu lurus jujur pun harus ditentang dengan aneka alasan dan argumentasi. Mostly, semakin keras penentangannya, semakin kuat pula indikasinya yang bersuara keras tadi ada sesuatu yang tidak baik yang disembunyikannya!

(Renungkan Kisah tsb diatas dan perhatikan perkembangan situasi politik di mana Anda berada, utk membuktikan kebenaran Kisah Sejarah Dynasty Han tsb.)

Monday, 21 October 2019

JOKOWI SULIT DIJATUHKAN, LAWAN JADI BEBEK LUMPUH


Setelah kalah telak di MK, lawan Jokowi menyusun strategi baru. Mereka memprovokasi Prabowo agar tidak bertemu dengan Jokowi. Mereka mati-matian melarang Prabowo bertemu dengan Jokowi. Tujuannya adalah agar mereka bisa memperalat dan menunggangi Prabowo untuk menggagalkan pelantikan Jokowi bulan Oktober dengan segala cara.

Strategi busuk lawan itu diamati Jokowi dengan seksama. Lalu dengan cepat Jokowi memetakan kekuatan inti lawannya. Ia paham bahwa poros kekuatan lawannya ada pada diri Prabowo. Jika Prabowo ditundukkan, maka lawan-lawan yang ingin menjatuhkannya tidak lebih dari bebek lumpuh, singa ompong dan lelaki yang ‘burungnya’ sudah dikebiri.

Itulah sebabnya Jokowi dengan sabar menunggu Prabowo berbalik badan. Dan ternyata walaupun alot, akhirnya Prabowo luluh mau bertemu dengan Jokowi. Prabowo berhasil dikunci. Jokowi senyum. Ia sukses mengunci Prabowo. Mengapa Prabowo mau bertemu dengan Jokowi? Lalu kemudian Megawati? Alasannya ada 3.

Pertama, Prabowo kecewa akurat stadium empat kepada massa 212, Amin Rais, Rizieq Shihab, para pengkafling surga, para ustad yang tak berhenti ber-istigma ulama dan PKS yang jungkir balik meyakinkan Prabowo menang.

Prabowo terlalu di-PHP. Janji gombal Amin Rais bahwa kali ini Jokowi akan menjadi bebek lumpuh, ternyata halusinasi. Strategi busuk kelompok radikalis bercelana cingkrang yang yakin seribu persen Jokowi kalah, ternyata hanya mimpi basah.

Pun doa tingkat dewa Neno Warisman yang mengatur Tuhan agar memenangkan Prabowo, bagai kentut yang menjijikan. FPI yang berpesta tujuh putaran merayakan kemenangan Prabowo ternyata hanya impian.

Gairah Prabowo memang luar biasa meninggi sampai Planet Saturnus saat masa kampanye Pilpres. Alasannya ia terus-menerus diyakinkan siang-malam akan menang telak melawan Jokowi. Jantung Prabowo benar-benar berdebar, berdetak kencang dan berdegup melihat pendukungnya sudah mempersiapkan panita pemulangan Jokowi ke Solo.

Kenyataannya kalah. Akhirnya Prabowo stress berat, tertekan ke dasar lumpur, frustrasi tingkat jengkol dan jengkel tingkat petai atas ulah yakin menang para pendukungnya.

Maka (alasan kedua) mau bertemu dengan Jokowi adalah Prabowo ingin membalas dendam kepada orang-orang yang ahli ber-PHP kepadanya. Ia ingin mengobati sakit hatinya yang tercabik-cabik dan diiris-iris oleh kelompok radikal yang menjanjikan kursi presiden sekaligus surga akhirat yang nikmat.

Dan alasan ketiga adalah Prabowo tergoda rayuan maut kelompok Jokowi yang mengiming-iming kursi empuk menteri, dukungan pada tahun 2024 dan tanahnya yang ratusan ribu hektar itu tidak diambil alih oleh negara. Dan seperti yang publik tahu, Jokowi-Prabowo bertemu dan berhaha-ria di MRT. Lalu menikmati nasi goreng bersama Megawati.

Jokowi melihat kunci membabat habis strategi lawannya berada pada diri Prabowo. Ketika Prabowo dikunci, maka apapun strategi lawan akan dengan dengan mudah dibaca, dihancur-leburkan dan dikacau-balaukan.

Mari kita lihat bagaimana strategi ini berjalan. Pertama, ketika Jokowi sudah bertemu dengan Prabowo, Jokowi langsung berani luar biasa mengumumkan di hadapan moncong Fadli Zon dan Fahri Hamzah dengan tatapan mengejek bahwa ia akan memindahkan ibu kota ke Kalimantan.

Ocehan Amin Rais yang meminta membatalkan pemindahan ibu kota dianggap angin kentut yang cepat berlalu. Permintaan Fadli Zon agar ibu kota dipindahkan ke Jonggol dianggap ocehan sinting lelaki pengangguran. Pun ngingauan Fahri Hamzah agar ibu kota dipindahkan ke tanah reklamasi dianggap bonyolan kosong lelaki busuk. Jokowi tetap memindahkan ibu kota Jakarta dari cengkraman Anies.

Ketika Prabowo sudah dikunci oleh Jokowi, maka bau amis kerusuhan rasisme terhadap Papua di Surabaya dengan mudah diatasi. Bahkan kerusuhan di tanah Papua yang diprovokasi oleh asing tidak berjalan mulus.

Rencana kerusuhan yang susul-menyusul di Papua dapat dengan mudah digagalkan. Bahkan para pemuda Papua kini kembali sadar mereka telah ditipu. Justru para provokator sudah dijadikan tersangka dan akan menikmati bau pengapnya penjara dengan menu ikan asin.

Jokowi pun sambil ketawa tidak terjebak oleh desakan para pembencinya termasuk Zulkifi Hasan agar cepat datang ke Papua. Jokowi paham bahwa kendali kerusuhan ada di Jakarta, ada pada kroni keluarga kunyuk. Ketika Prabowo sudah dikunci, maka keluarga kunyuk panic dan kalang kabut, mabuk membiayai kerusuhan.

Ketika Prabowo sudah dikunci oleh Jokowi maka kita bisa melihat lelucon Rizieq di Arab yang hanya bisa berkoak-koak dizalimi. Dia baru menyesal sekarang mengapa dulu dia pergi ke Arab. Sekarang entah kapan pulang di tanah air. Mungkin tahun 2050.

Provokasi para pembenci Jokowi termasuk menyulut kemarahan orang Kristen atas mulut busuk Abdul Somad soal jin di salib, tidak berhasil. Orang Kristen memang marah, melapor ke polisi namun tidak turun ke jalan dan demo berjilid-jilid di Monas.

Ketika orang Kristen demo misalnya maka massa 212 akan membuat demo tandingan membela si penista agama Abdul Somad. Mereka dengan gegap-gempita memanasi situasi. Tujuannya membuat rusuh lalu pelantikan Jokowi gagal.

Tentu saja bau busuk strategi ini sudah dicium oleh para operator istana. Itulah sebabnya Polisi tidak akan langsung memproses Somad seperti Ahok. Kasus pelaporan Somad ini akan diendapkan dan baru diproses jika ada waktu yang tepat.

Provokasi elemen-elemen yang mabuk agama dengan membubarkan ibadah orang Kristen, merobohkan gereja, melarang ibadat dan seterusnya juga tidak menyulut kerusuhan. Orang Kristen paham bahwa kelakuan tersebut hanyalah amukan kekalahan pendukung Prabowo yang sulit sampai tujuh turunan move on.

Lagi pula pembubaran ibadat dan perubuhan gereja hanyalah jebakan kepada Jokowi agar marah dan membela orang Kristen yang disebut kafir itu. Jika itu terjadi maka dibuat demo, Jokowi anti Islam dan justru pembela kafir.

Pertanyaannya adalah apakah Prabowo sudah benar-benar dikunci Jokowi? Untuk sementara saya katakan sudah. Sekurang-kurangnya Prabowo sudah mengikhlaskan kemenangan Jokowi. Prabowo pun sudah siap menghadiri pelantikan Jokowi bulan Oktober.

Pertanyaan kedua apakah kuncian Jokowi sudah di tingkat tujuh? Menurut saya masih kuncian tingkat dua. Jika kuncian lima, maka Jokowi setelah pelantikan ia langsung menghabisi lawan-lawannya. Mari kita lihat kuncian Jokowi selanjutnya setelah pelantikan. Begitulah kura-kura.

Salam SayWar....
IS "Daddy"

Monday, 29 July 2019

Melihat Danau Toba dari Sipinsur Geosite,Harapan Semakin Dekat Pembangunan Wisata Danau Toba.


Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan sejumlah Menteri Kabinet Kerja meninjau Sipinsur Geosite di Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera Utara, Senin, 29 Juli 2019.

Presiden juga menginginkan agar Danau Toba, yang tak jauh dari Sipinsur, bisa dikembangkan menjadi kawasan wisata terintegrasi yang berkelas. Di samping soal wisata, ia juga menegaskan agar isu lingkungan juga menjadi perhatian.

Meninjau Pelabuhan Penyeberangan Muara di Tapanuli Utara

Presiden Joko Widodo meninjau Pelabuhan Penyeberangan Muara, di Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara, pada Senin, 29 Juli 2019. Usai menyimak paparan dan melihat panel proyek, Presiden menyempatkan bersalaman dan berswafoto dengan masyarakat sekitar.













https://setpres.setneg.go.id/foto/melihat-danau-toba-dari-geosite-sipinsur/

Tags

Recent Post