*Inilah kehidupan yg harus kita hadapi kedepan*
*MAU BERAPA LAMA LAGI HIDUP DALAM KETAKUTAN ??*
Mungkin banyak yang belum tahu...
Dunia sekarang menghadapi tsunami resesi ekonomi. Di Amerika sudah 33 juta orang kena PHK. Di China ada 80 juta orang. Eropa sendiri pusing dengan 60 juta pekerja terancam PHK.
Badai Corona ini membuat Amerika harus berhutang 46 ribu triliun rupiah. Sebagian besar hutang bukan untuk menghadapi Corona, tapi untuk menyelamatkan keuangan perusahaan2 yang mulai rontok bersamaan.
Eropa sendiri menggalang dana hampir 2 ribu trilyun rupiah, untuk menyelamatkan ekonomi mereka.
Jadi jangan anggap remeh resesi ekonomi kali ini. Karena seperti kita pernah obrolkan dulu, virus membunuh beberapa orang tetapi resesi ekonomi bisa menghancurkan sebuah negara.
Inilah masa-masa menakutkan bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Produksi berhenti, ekonomi hancur, orang ketakutan. Dan dampak besarnya adalah jutaan orang kehilangan pekerjaan.
Para pengusaha di Indonesia bahkan sudah warning, mereka hanya bisa bertahan terakhir di bulan Juni saja. Kalau Juni mal-mal masih tutup, kantor-kantor gak boleh kerja maka banyak perusahaan bangkrut. Dan untuk menyelamatkan keuangan banyak perusahaan itu, butuh dana ribuan triliun rupiah. Hancurlah kita..
Jadi kita harus paham kenapa Jokowi harus melonggarkan ikatan dari ketakutan terhadap virus Corona ini. Kita tidak bisa hidup dalam ketakutan terus, harus mulai bergerak untuk melancarkan nadi perekonomian kembali
Itulah kenapa transportasi publik setahap demi setahap dibuka. Juni sekolah-sekolah harus kembali aktivitas. Kantor mulai bergerak.
Dan untuk sekarang, Doni Monardo, Ketua Gugus Tugas Covid, sudah mengumumkan bagi warga yang berusia dibawah 45 tahun, boleh kembali beraktivitas. Pertimbangannya, karena selama ini yang rentan akan dampak Corona adalah mereka yang berusia diatas 45 tahun.
Pasti banyak yang mencaci, "Wah, kok pemerintah seenaknya saja. Bagaimana kalau nanti angka tertular Corona jadi meninggi ??"
Percayalah. Lebih mengerikan melihat statistik jumlah orang yang di PHK, daripada statistik jumlah orang positif Corona sekarang ini. Yang ribut biasanya kelas menengah yang hidup ketakutan meski masih bisa makan, tapi kelas bawah perut laparnya gak akan bisa ditahan.
"Berdamailah dengan Corona.." Kata Presiden beberapa hari lalu.
Ya mau tidak mau, kita harus realistis dan menatap ke depan bahwa kita sekarang harus membangun benteng2 besar supaya tsunami resesi tidak masuk ke halaman, daripada sibuk mengutuk gempa Corona yang kemarin datang..
Memangnya mau berapa lama lagi kita harus hidup dalam ketakutan ??
Pemerintah hanya dapat menahan lockdown untuk jangka waktu tertentu. Penguncian akan berakhir perlahan. Pemerintah juga tidak akan menunjukkan keketatan seperti itu karena pemerintah pada saat itu telah membuat Anda mengetahui tentang Corona (COVID-19), jarak sosial, sanitasi tangan, dll.
Anda juga melihat peningkatan jumlah pasien Covid di negara ini.
Sekarang mereka yang masuk akal, akan memahami rutinitas mereka.
Pemerintah tidak akan melindungi Anda 24x7 selama 365 hari.
Masa depan Anda dan keluarga Anda sepenuhnya ada di tangan Anda. Setelah kuncian terbuka, pikirkan baik-baik sebelum pergi. Anda dapat pergi bekerja / kantor dan bertindak sesuai aturan dan batasan. Anda harus sangat waspada terhadap lingkungan Anda.
Apakah Anda pikir, setelah 22 Mei 2020, Corona tiba-tiba akan pergi, dan kita akan mulai hidup seperti sebelumnya?
Tidak, tidak sama sekali....
Virus ini sekarang telah menetap di negara kita, dan di sini, kita harus belajar untuk hidup dengannya. Setidaknya sampai vaksin ditemukan.
Berapa lama pemerintah akan melakukan lockdown? Berapa lama pintu keluar akan diblokir?
Sekarang kita harus melawan virus ini sendiri, dengan mengubah gaya hidup kita, dengan memperkuat kekebalan kita.
Kita harus mengadopsi gaya hidup yang berusia ratusan tahun. Makan murni. Beli hanya apa yang perlu.
Bebaskan diri Anda dari cengkeraman dokter dan Antibiotik. Anda harus menambah jumlah makanan bergizi dalam makanan Anda. Lupakan makanan cepat saji, pizza, burger, minuman dingin dll. Kita mungkin harus mengganti peralatan kita .... mengadopsi kapal-kapal besar yang terbuat dari kuningan, perunggu, tembaga, bukannya aluminium, baja dll, yang secara alami membantu menghilangkan virus.
Lupakan rasa lidah, gorengan pedas, sampah hotel.
Ini harus diikuti secara ketat setidaknya 7 hingga 8 bulan ke depan. Hanya dengan begitu kita bisa selamat. Mereka yang tidak berubah bisa dalam masalah.
Terima ini dan mulai implementasikan.
.
Kehidupan adalah keputusan kita semua.
TETAP AMAN.
*TUHAN MENYERTAIMU*
👍👍👍
Showing posts with label Lawan Covid-19. Show all posts
Showing posts with label Lawan Covid-19. Show all posts
Friday, 15 May 2020
Monday, 4 May 2020
Strategi Canggih Jokowi Melawan Covid-19
Gambar Ilustrasi.
_*Ninoy Karundeng*_ :
*Selain Jokowi Hadapi Wabah Corona Indonesia Beruntung Punya Orang-orang Ini*
Menghadapi wabah Covid-19 bukan perkara gampang. Kata Bima Arya Walikota Bogor wabah Corona adalah tentang ujian kepemimpinan. Tanpa kepemimpinan yang mumpuni tentu akan porak-poranda. Keberuntungan Indonesia pertama adalah Indonesia dipimpin oleh Jokowi.
Jokowi menghitung berbagai aspek. Politik dan bukan politik. Sosial dan ekonomi. Faktor politik menjadi pertimbangan yang paling berat. Kenapa? Karena Jokowi sudah tidak maju lagi di 2024. Maka tak mengherankan seolah Jokowi berjalan sendiri. Para parpol di DPR seakan membiarkan Jokowi berjalan sendirian.
Untungnya Jokowi mengikuti instink politik hebat, sebelum virus merebak. Saat pendukung dan penentang Jokowi ingin menjauhkan rekonsiliasi politik. Jokowi tetap menginginkan Prabowo menjadi bagian dari pemerintahan.
Lewat KaBIN Budi Gunawan, Mas Pram, Budi Karya akhirnya Prabowo masuk ke pemerintahan. Dengan perjuangan alot – termasuk revival of Perjanjian Batutulis. Prabowo-Puan. Itu urusan politik yang menjadi blessing in-disguise.
Tanpa Prabowo di pemerintahan, yang suka tak suka masih cukup berpengaruh di militer dan purnawirawan, saat ini akan sangat sulit bagi Jokowi untuk menyeimbangkan kepentingan kompleks: politik dan kepentingan.
Hiruk-pikuk internal TNI yang didiamkan oleh Jokowi ternyata kini menjadi berkat kuat. Bagi Jokowi. Bagi Indonesia. Jokowi mengangkat Jenderal (Purn.) Terawan Agus Putranto sebagai Menkes. Tak terbayangkan jika posisi ini tidak di bahwah tentara. Pertimbangan kebijakan Menkes memberikan data konkrit tentang lockdown kepada Jokowi membuat Jokowi menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Bukan lockdown.
Lockdown di Wuhan Provinsi Hubei dengan penduduk 58 juta (4% penduduk China) dikabarkan telah menghabiskan dana US$180 milyar. Kalau Indonesia menerapkan lockdown – artinya seluruh kebutuhan masyarakat dipenuhi negara – hanya dalam dua minggu Indonesia akan bangkrut.
Strategi isolasi dan penetapan rumah sakit Covid-19 yang didukung oleh TNI, c.q. KASAD Jenderal Andika Perkasa memimpin pemanfaatan RSPAD dan RSAD di berbagai daerah. Doni Monardo didukung oleh Menkes Terawan menerapkan fungsi rumah sakit pemerintah dan swasta sebagai garda depan penanganan Covid-19, dengan subsidi khusus. Itupun Menkes baru menggunakan tak lebih dari Rp25 triliun dari dana Rp70 triliun.
Dan, membangun tempat isolasi Covid di Wisma Atlet dan pulau galang: jadi murah, karena bukan di rumah sakit. Untung ada Basoeki Hadimoeljono yang sigap membangun fasilitas kesehatan.
(Ini yang menyebabkan Daeng M. Faqih dari IDI berteriak tak karuan karena justru penanganan Covid-19 menjauhkan peran para mafia kesehatan. Berisik tidak karuan padahal dia bukan Jubir Covid-19. Akhirnya kini dia diam.)
Jokowi pun didukung penuh Luhut Binsar Pandjaitan yang senior Prabowo. Ditambah soliditas BIN di bawah pimpinan Budi Gunawan yang mendapat dukungan penuh dari Guru Intelijen Jenderal (Purn) AM Hendropriyono, menjadikan fungsi intelijen sepenuhnya di tangan Jokowi.
Keputusan Jokowi memberhentikan dan mengangkat Tito Karnavian juga sangat tepat. Instink yang luar biasa. Di bawah Tito, kepala daerah cenderung diam. Sistem kerja strategis Satgas meredam kegilaan dan kengawuran para kepada daerah. Yang bandel jadi bulan-bulanan media sosial.
Rekan Tito Karnavian, Jenderal Idham Aziz dipilih sendiri oleh Jokowi. Hasilnya? Penyeimbangan kekuatan di Polri. Komjen Listyo Sigit Prabowo pun dipasang di Bareskrim. Dari Korlantas Polri pun Irjen Istiono muncul mengamankan kebijakan. Tak berhenti di situ, ada Firli Bahuri Ketua KPK yang menghindari kegaduhan. Pasokan kebutuhan makanan dipegang oleh Budi Waseso.
Puan Maharani dan Bambang Soesatyo pun menjaga di DPR/MPR. Tenang. Tidak berisik. Ditambah dengan keberuntungan mengangkat Erick Thohir di BUMN yang berani melawan mafia. Tingkat kebijkan energi untuk rakyat ada di Pertamina dan PLN juga aman. Ada Ahok di Pertamina dan Darmawan Prasodjo di PLN sebagai pelapis kebijakan.
Untuk meredam berisik dua gubernur cari sensasi Jabar dan DKI Jakarta – tidak usah sebut nama ikuti gerakan Lockdown dia di media – ada Ganjar Pranowo, Risma, Khofifah. Gubernur Jatim mengirimkan bantuan sampai ke Kepulauan Kangean yang posisinya kalau ditarik garis lurus di utara Karangasem Bali.
Beruntunglah Jokowi masih memiliki orang-orang tersebut. Tanpa mengecilkan peran siapa pun. Yang akhirnya rakyat Indonesia mengikuti aturan. Melihat kesungguhan mengatasi Corona wabah Covid-19.
Dengan strategi awal social distancing dan PSBB yang tidak membangkrutkan, namun menenangkan rakyat Indonesia. Indonesia kini melihat wujud asli Jusuf Kalla dan Susilo Bambang, hanya politikus dan bukan negarawan sama sekali. Kalau Presiden Habibie masih ada pasti telpon-telponan dengan Jokowi, memberi dukungan.
Beruntung. Indonesia punya Jokowi. Bukan Bolsonaro. Bukan Trump. Relawan dan rakyat Indonesia yang waras mendukung kepemimpinan Jokowi. (Penulis: Ninoy Karundeng).
_*Ninoy Karundeng*_ :
*Selain Jokowi Hadapi Wabah Corona Indonesia Beruntung Punya Orang-orang Ini*
Menghadapi wabah Covid-19 bukan perkara gampang. Kata Bima Arya Walikota Bogor wabah Corona adalah tentang ujian kepemimpinan. Tanpa kepemimpinan yang mumpuni tentu akan porak-poranda. Keberuntungan Indonesia pertama adalah Indonesia dipimpin oleh Jokowi.
Jokowi menghitung berbagai aspek. Politik dan bukan politik. Sosial dan ekonomi. Faktor politik menjadi pertimbangan yang paling berat. Kenapa? Karena Jokowi sudah tidak maju lagi di 2024. Maka tak mengherankan seolah Jokowi berjalan sendiri. Para parpol di DPR seakan membiarkan Jokowi berjalan sendirian.
Untungnya Jokowi mengikuti instink politik hebat, sebelum virus merebak. Saat pendukung dan penentang Jokowi ingin menjauhkan rekonsiliasi politik. Jokowi tetap menginginkan Prabowo menjadi bagian dari pemerintahan.
Lewat KaBIN Budi Gunawan, Mas Pram, Budi Karya akhirnya Prabowo masuk ke pemerintahan. Dengan perjuangan alot – termasuk revival of Perjanjian Batutulis. Prabowo-Puan. Itu urusan politik yang menjadi blessing in-disguise.
Tanpa Prabowo di pemerintahan, yang suka tak suka masih cukup berpengaruh di militer dan purnawirawan, saat ini akan sangat sulit bagi Jokowi untuk menyeimbangkan kepentingan kompleks: politik dan kepentingan.
Hiruk-pikuk internal TNI yang didiamkan oleh Jokowi ternyata kini menjadi berkat kuat. Bagi Jokowi. Bagi Indonesia. Jokowi mengangkat Jenderal (Purn.) Terawan Agus Putranto sebagai Menkes. Tak terbayangkan jika posisi ini tidak di bahwah tentara. Pertimbangan kebijakan Menkes memberikan data konkrit tentang lockdown kepada Jokowi membuat Jokowi menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Bukan lockdown.
Lockdown di Wuhan Provinsi Hubei dengan penduduk 58 juta (4% penduduk China) dikabarkan telah menghabiskan dana US$180 milyar. Kalau Indonesia menerapkan lockdown – artinya seluruh kebutuhan masyarakat dipenuhi negara – hanya dalam dua minggu Indonesia akan bangkrut.
Strategi isolasi dan penetapan rumah sakit Covid-19 yang didukung oleh TNI, c.q. KASAD Jenderal Andika Perkasa memimpin pemanfaatan RSPAD dan RSAD di berbagai daerah. Doni Monardo didukung oleh Menkes Terawan menerapkan fungsi rumah sakit pemerintah dan swasta sebagai garda depan penanganan Covid-19, dengan subsidi khusus. Itupun Menkes baru menggunakan tak lebih dari Rp25 triliun dari dana Rp70 triliun.
Dan, membangun tempat isolasi Covid di Wisma Atlet dan pulau galang: jadi murah, karena bukan di rumah sakit. Untung ada Basoeki Hadimoeljono yang sigap membangun fasilitas kesehatan.
(Ini yang menyebabkan Daeng M. Faqih dari IDI berteriak tak karuan karena justru penanganan Covid-19 menjauhkan peran para mafia kesehatan. Berisik tidak karuan padahal dia bukan Jubir Covid-19. Akhirnya kini dia diam.)
Jokowi pun didukung penuh Luhut Binsar Pandjaitan yang senior Prabowo. Ditambah soliditas BIN di bawah pimpinan Budi Gunawan yang mendapat dukungan penuh dari Guru Intelijen Jenderal (Purn) AM Hendropriyono, menjadikan fungsi intelijen sepenuhnya di tangan Jokowi.
Keputusan Jokowi memberhentikan dan mengangkat Tito Karnavian juga sangat tepat. Instink yang luar biasa. Di bawah Tito, kepala daerah cenderung diam. Sistem kerja strategis Satgas meredam kegilaan dan kengawuran para kepada daerah. Yang bandel jadi bulan-bulanan media sosial.
Rekan Tito Karnavian, Jenderal Idham Aziz dipilih sendiri oleh Jokowi. Hasilnya? Penyeimbangan kekuatan di Polri. Komjen Listyo Sigit Prabowo pun dipasang di Bareskrim. Dari Korlantas Polri pun Irjen Istiono muncul mengamankan kebijakan. Tak berhenti di situ, ada Firli Bahuri Ketua KPK yang menghindari kegaduhan. Pasokan kebutuhan makanan dipegang oleh Budi Waseso.
Puan Maharani dan Bambang Soesatyo pun menjaga di DPR/MPR. Tenang. Tidak berisik. Ditambah dengan keberuntungan mengangkat Erick Thohir di BUMN yang berani melawan mafia. Tingkat kebijkan energi untuk rakyat ada di Pertamina dan PLN juga aman. Ada Ahok di Pertamina dan Darmawan Prasodjo di PLN sebagai pelapis kebijakan.
Untuk meredam berisik dua gubernur cari sensasi Jabar dan DKI Jakarta – tidak usah sebut nama ikuti gerakan Lockdown dia di media – ada Ganjar Pranowo, Risma, Khofifah. Gubernur Jatim mengirimkan bantuan sampai ke Kepulauan Kangean yang posisinya kalau ditarik garis lurus di utara Karangasem Bali.
Beruntunglah Jokowi masih memiliki orang-orang tersebut. Tanpa mengecilkan peran siapa pun. Yang akhirnya rakyat Indonesia mengikuti aturan. Melihat kesungguhan mengatasi Corona wabah Covid-19.
Dengan strategi awal social distancing dan PSBB yang tidak membangkrutkan, namun menenangkan rakyat Indonesia. Indonesia kini melihat wujud asli Jusuf Kalla dan Susilo Bambang, hanya politikus dan bukan negarawan sama sekali. Kalau Presiden Habibie masih ada pasti telpon-telponan dengan Jokowi, memberi dukungan.
Beruntung. Indonesia punya Jokowi. Bukan Bolsonaro. Bukan Trump. Relawan dan rakyat Indonesia yang waras mendukung kepemimpinan Jokowi. (Penulis: Ninoy Karundeng).
Sunday, 3 May 2020
Harapan Terbaik Yang Kedua
*Prepared For The Worst But Hope For The Best (ke II)*
Suatu ketika Yudhistira sang pemimpin Pandawa yang bijaksana, harus menjawab pertanyaan terakhir dari Raksasa Yaksa sebagai syarat untuk menghidupkan kembali ke empat saudaranya yang telah di bunuhnya
Yaksa," Musuh apakah yang tidak terlihat? *Penyakit apa yang tidak bisa disembuhkan?* Manusia macam apa yang mulia dan hina?"
Yhudistira menjawab, "Kemarahan adalah musuh yang tidak terlihat. Ketidakpuasan adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Manusia mulia adalah yang mengharapkan kebaikan untuk semua makhluk dan Manusia hina adalah yang tidak mengenal pengampunan".
Ternyata jawaban bijak dari Yhudistira itu membuat sang Raksasa Yaksa puas kemudian dia menghidupkan kembali Bima, Arjuna Nakula dan Sadewa.
*
Artikel harian Kompas hari ini yang berjudul _Berkaca dari Vaksin HIV, Bagaimana Jika Vaksin Corona Tidak Berhasil Ditemukan?_ sangat menarik untuk direnungkan, karena harapan terbesar umat manusia untuk menghentikan keganasan virus ini adalah ditemukannya Vaksin Covid-19.
Dalam artikel itu disebutkan bahwa sampai dengan hari ini, para ahli dunia belum bisa menemukan Vaksin Human Immunodeficiency Virus (HIV), sehingga sampai dengan saat ini HIV telah merenggut 32 juta jiwa.
Sangat sulit untuk membayangkan bila vaksin Covid-19 gagal untuk dikembangkan dan ditemukan, maka kehidupan didunia akan sangat berbeda dengan sebelum adanya terjangan gelombang virus yang mematikan ini. Roda dunia masih akan berputar seperti biasanya namun kehidupan akan selalu di hantui dengan bayang-bayang menakutkan virus ini.
Karena virus ini tidak mengenal waktu dan tempat maka serangan kembali (second wave) bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, sedangkan manusia dalam hal ini pemerintahan di seluruh dunia ini akan disibukan dengan tes swab, pelacakan kontak, Social Distancing, PSBB, Lockdown dan lain sebagainya.
Saya akan sedikit menyingung tentang kemungkinan yang terjadi di dunia pariwisata, yang menurut hemat saya yang paling terdampak dari terjangan virus covid 19 ini. Seperti tulisan yang terdahulu bahwa sektor pariwisata kemungkinan akan menjadi gerbong belakangan untuk bisa recovery.
Apakah sekarang ini dinilai terlalu dini untuk membicarakan sebaiknya bagaimana menata sektor pariwisata setelah pandemi ini berakhir? Mungkin jawaban yang rasional adalah kembali keatas bahwa pandemi ini harus di akhiri dulu, sebelum membicarakan langkah-langkah pembenahan yang komprehensif dan berkelanjutan. Apalagi selama ini paradigma yang berkembang di sektor pariwisata adalah bahwa tolok ukur keberhasilan pariwisata Indonesia adalah pada jumlah kedatangan wisatawan mancanegara.
Sebagai contoh kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) bila di hadapkan dengan gelombang pandemi ini maka kebijakan ini akan kontraproduktif. Sementara negara-negara diseluruh dunia akan membatasi mobilitas manusia dengan pembatasan perjalanan international, karena mereka tidak ingin “mengimpor” kasus covid 19 baru.
Dengan alasan pertumbuhan ekonomi, mungkin saat ini beberapa negara melonggarkan pembatasan perjalanan international, dengan syarat mengantongi Covid-19 Free Certificate. Tapi justru disini permasalahannya, apakah sertificate dari negara Indonesia misalnya akan di akui oleh negara Amerika, negara-negara Eropa atau negara lain didunia, atau sebaliknya? Bagaimana dengan standar internasional untuk terbitnya sertifikat ini? Apakah WHO yang menerbitkannya? Bagaimana prosedur dan tetek bengek persyaratan lainnya?.
Belum lagi bila ditinjau dari negara yang dituju, karena negara yang dituju harus memperlihatkan kredibiltas bagaimana menangani virus covid 19. Ini bukan sesederhana tentang laporan jumlah pasien yang terjangkit, angka mortalitas, jaminan pemerintah setempat, tapi lebih kompleks daripada itu.
Kejadian pandemi corona ini mungkin adalah momentum, karena sudah saatnya pemangku kepentingan pariwisata untuk lebih memperhatikan wisatawan domestik, dengan tidak mengesampingkan pertumbuhan wisata mancanegara. Kejadian bom Bali telah memberikan contoh, bahwa ketika wisatawan mancanegara masih trauma, justru wisatawan nusantara berbondong-bondong berwisata ke Bali dan tentunya menyelamatkan perekonomian dan dunia pariwisatanya.
Sebagaimana perang Baratayuda, Yudhistira sang pemimpin Pandawa yang bijaksana telah berhasil memimpin Pandawa memenangkan perang. Untuk itu berilah kesempatan kepada para pemimpin bangsa Indonesia yang saat ini menghadapi perang melawan pagebluk korona bin candrabirawa.
Dukunglah langkah dan upaya para pemimpin bangsa Indonesia untuk menghadapi makhluk kasatmata candrabirawa covid 19 ini. Endapkanlah rasa kemarahan dan ketidak-puasanmu dalam menyorot soal kebijakan pemerintah dalam menangani kasus korona ini. Kalaulah dirasa perlu berilah saran yang santun dan kritik yang membangun karena saya yakin pemimpin kita sang Yudhistira sedang merentang Gendewa Panah Cakra Baskara untuk memusnah makhluk kasatmata Candra Birawa bin Korona ini, enyah dari bumi Nusantara.
Wahyu I Widodo
Kasongan 03/05/2020
Thursday, 30 April 2020
Dari Mana Sesungguhnya Sumber Virus Corona,Saling Tuduh.
( Selasa 28/4) Ini adalah berita terbaru hari ini, sesuai informasi yg diterima dari media resmi di Amerika , bahwa Gubernur negara bagian California Jerry Brown lakukan gabrakan yang sangat penting , dia memerintahkan jajarannya melakukan atopsi terhadap mayat pasien yang meninggal setelah Desember tahun lalu yg sesuai data mati disebabkan karena penyakit flu . Tujuannya adalah untuk mengatahui secara pasti dan membutikan sesunggahnya mulai kapan Covid 19 telah beredar di tengah masyarakat California . ini juga sangat mendesak dan penting agar ilmu kesehatan memberi manfaaat dan arti bagi kehidupan. dalam jumpa pers dia menegaskan bahwa tidak hanya California saja yang melakukan penelitihan ini, tapi negara bagian lain di Amerika Serikat juga akan melakukan hal yang sama, California hanya yang mulai duluan. Karena semua pemerintah negara bagian ingin jelas dan terbuka atas masalah sesungguhnys, bukan menutupinya. Sebab Covid 19 telah memberi pukulan dan dampak negatif sangat besar terhadap perekonomian Amerika , maka mengungkapkan kebenran adalah hal yang tidak bisa dihalang oleh pihak manapun.
Dua hari lalu dinas kesehatan kebupaten San Diego California telah lakukan penelitihan terhadap 3 mayat yang menginggal dengan data penyakit flu , hasil atopsi menunjukan bahwa mereka sesungguhnya meninggal karena positif Covid 19 , dimana 3 warga ini masing-masing meninggal pada tanggal 6/2, 17/2 & 6/3. Dan sesuai data resmi pemerintahan menunjukan ke 3 warga tersebut semasa hidup tidak pernah ke RRC ,dan kematian mereka yang sangat awal ini membuka suatu kenyataan yang sangat ditakuti pemerintahan Donald Trump , dimana ini membuktikan bahwa Covid 19 telah ada ditengah masyarakat Amerika jauh sebelum timbulnys kasus di RRC . Setalah mendapat laporan resmi tersebut Gubernur California menginstruksi adakan penelitihan mendalam lebih lanjut . menurut dinas kesehatan setempat , 3 warga yang meninggal itu hanya bagian kecil dari gunung es yg ada, dimana masih banyak kasus dibelakangnya yang menunggu , bahwa sangat banyak pasien yang meninggal karena Covid 19 di Amerika tetapi dalam laporan medis hanya ducatat dan diakui meninggal karena flu biasa. Berita di atas langsung mengempar Amerika dan dunia. Karena Trump terus mengelak dan menutupi kebenaran , bahkan sengaja memganti sebutan nama Covid 19 menjadi Virus China . Tujuan sengaja memfitnah dan menuduh agar memberi tekanan kepada RRC, bahwa Covid 19 berasal dari RRC.
Dengan hasil atopsi mayat-mayat di California telah menunjikan bahwa sesungguhnya Covid 19 telah lama ada di Amerika dan telah menyebabkan banyak warga Amerika meninggal jauh sebelumnya. Hanya pemerintah Amerika tidak berani mengakuinya dan selalu usaha menutup fakta yang ada, dengan sengaja mencatat pasien positif covid 19 sebagai pasien penyakit flu biasa.
Setelah mengkambing hitam RRC , Trump berusaha menekan WHO dengan menghentikan bantuan dana kepada WHO. Kini Trump telah gagal dengan tuduhan-tuduhan fiktif yang terus dilontarkannya, bahkan kebohongan-kebohongannya justru menjadi beban yang kian berat menimpah dipundaknya sendiri. Dimana juga kita diketahui kapal induk Theodore Rooseveit milik Amerika yang berlayar di tengah samudra bebas berbulan-bulan jauh sebelum kasus covid 19 timbul , namun tentara di kapal induk yang tidak berhubungan dengan pihak luar tersebut terpapar positif covid 19 , ini membuktikan Covid 19 di kapal induk tersebut dibawa dari daratan Amerika bukan berasal dari negara lain manapun. Hal yang sama juga terjadi di kapal-kapal selam Amerika, banyak tentara AS di kapal selam yang positif Covid 19, sedangkan kapal-kapal selam yang tidak mungkin kontak langsung dengan pihak luar tersebut telah berlayar berbulan-bulan didalam lautan . ini juga buktikan bahwa tentara AS yang membawa Covid 19 dari darat Amerika ke dalam kapal selam.
Bukti-bukti di atas menjelaskan bahwa Covid 19 telah ada di Amerika jauh sebelum ditemukannya virus Corona / Covid 19 di RRC. hanya pemerintah Amerika dibawah President Trump tidak mau mengakuinya , bahkan berusaha dengan segela cara untuk menutup fakta.
Dengan penelitihan resmi di California menhatopsi mayat-mayat membuktikan Covid 19 telah ada di Amerika jauh sebelum kasus Covid 19 muncul di RRC , ini juga bisa menarik suatu kesimpulan bahwa Covid 19 lebih mungkin berasal dari Amerika dari pada bermula di RRC .
Kini topeng Trump telah mulai terbuka. Trump berusaha keras menutupi fakta dengan tidak mau umumkan kebenaran yang ada . Tujuannya agar tidak dinilai tidak miliki kemampuan dalam mencegah dan hentikan virus Covid 19 , serta khwatir hilang kepercayaan di mata warga masyarakat Amerika . Awalnya pemerintah Trump menganggap enteng terhadap Covid 19 dan mengabaikan penyakit ini , dan sengaja menutup teliga mendengar laporan dan berita tentang virus corona , diluar dugaan awal mereka ternyata keganasan Covid 19 jauh diatas perkiraan mereka sebelumnya. Sampai akhirnya Trump tidak mampu menutup kenyataan lagi, dan keadaan memaksanya secara pelan mulai mengakui adanya covid 19 di Amerika , namun bisa fakta menunjukan dalam waktu singkat angka yang terpapar covid 19 dan angka kematian di Amerika adalah yang tertinggi di dunia. Ini juga buktikan bahwa Covid 19 telah lama terpendam di daratan Amerika.
Saat ini kepercayan masyarakat Amerika terhadap kemampuan Trump ada di titik terendah, jabatan presiden di priode ke 2 yg diimpikannya mungkin sudah tidak ada harapan.
Pemerintah-pemerintah negara bagian Amerika serikat mulai menuntut tanggung jawab Trump, mereka mengatakan Trump sangat tidak seriu. tidak mampu dan tidak trasfaran dalam mencegah Covid 19 yang mengakibatan terjadinya mala petaka di Amerika , dan melakukan banyak kesalahan yang dinilai sangat bodoh. Memang Trump tetap miliki kelompok masyarakat yang mendukungnya yg selalu aktif lalkukan mendemontrasi mendukung Trump . Namun sebagian besar masyarakat Amerika yang menantang Trump dan meminta pertanggung jawab Trump dengan melakukan demontrasi untuk meneriakan ketidak mampuan Trump, mereka adakan demontrasi di depan Trump Plaza .
Saat ini ada 2 Gubernur negara bagian yang terang-terangan menantang Trump. Mereka adalah Gubernur New York dan Gubernur California. Dalam pernyataan resmi Gubernur New York Andrew Cuono mengatakan Trump sangat tidak terbuka dan tidak miliki kemampuan dan sengaja tutup fakta dalam mencegah Covid 19 di Amerika , sesuai data yang ada warga yang terpapar Covid 19 di New York saja telah menyentuh angka 250.000. Sedangkan Gubernur California menegaskan bahwa jika Trump tidak mengakui kesalahan dalam tangani Covid 19, California tidak abaikan untuk merdekakan diri , dan melepas diri dari Kepemerintahan Perserikatan Amerika Serikat. Dan akan bertindak berlaku berbagai cara sebagai negara merdeka untuk bertidak dengan kebijakan di bidang medis mereka sendiri dan membeli serta mendatangkan alat kesehatan sendiri dari negara lain.
Seperti kertas yang tidak mungkin mampu membungkus api, kebohongan-kebohongan Trump terungkap dan tidak mungkin bisa ditutup lagi, saat topeng terakhirnya dibuka maka semua kebenaran akan muncul, mungkin nantinya sejarah akan mencatat bahwa Virus Covid 19 bermula dan berasal dari Amereka , dan karena tindakan Trump yang sangat tidak terpuji telah membuat banyak orang mati di dunia karena Covid 19. ini mengkin menjadi tragedi kemanusiaan terbesar di abad ini.
Wednesday, 29 April 2020
KILAU PAKAIAN DINAS SANG JENDRAL..
KILAU PAKAIAN DINAS SANG JENDRAL..
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/04/kilau-pakaian-dinas-sang-jendral.html]
Orang-orang besar mulut itu kini mulai terhempas pada pinggiran jurang dalam tak berujung. Tanpa daya mereka terpojok dan menunggu ajal atau adakah tangan yang akan meraihnya, pertunjukan sedang mendekati masa akhirnya.
Kita memang sedang menyaksikan akhir drama tentang kejatuhan serigala berbulu domba dan proxy nya para serigala berbaju agama
Terlalu lama muka tampan dan mulut manis mereka membuai kita dengan lagu indah tanpa akhir bahagia. Seumur hidup kita hanya akan menjadi bangsa kelas dua tanpa pernah beranjak dan mereka.., menyimpan uang dalam jumlah fantastis di negeri seberang.
Mereka mandi uang dan berenang dalam kemewahan hanya karena pekerjaannya. Ya mereka antek penjajah sesungguhnya, para kapitalis asing.
Bak lintah para kapitalis telah dan terus ingin menyedot seluruh kekayaan alam kita. Dan mereka, para pejabat korup, yang turut dalam hingar bingar politik kita, adalah calo sekaligus boneka bagi kepentingan kapitalis tersebut.
Kemewahan itu kini diungkit. Dibongkar dan kemudian dijungkirbalikkan oleh Jokowi demi kembali pada fitrahnya, kembali kepada asal seharusnya itu diperuntukkan RAKYAT...!
Dulu, ketika mereka adalah bagian dari kekuasaan, tak ada alasan takut dan kemudian menciptakan proxy. Kini, proxy dibuat dari kaumnya, jadilah serigala berbaju agama. Mereka mencari dukungan dari rakyat dengan dalil agama.
Perpecahan dituju, kekacauan diciptakan demi rasa tak percaya rakyat kepada sang pimpinan, presiden terpilih..!
Melalui pandemi negara memiliki alasan melakukan re-start. Re-start juga dilakukan banyak negara di dunia akibat pandemi global Covid-19. Sang kapitalispun tak terbebas, bahkan terjatuh lebih parah. Mereka sibuk dengan dirinya sendiri dan sesaat lupa memberi makan para proxy nya.
Berita baik akibat lima tahun kerja keras tanpa henti sang Presiden telah membuat Indonesia memiliki posisi start sempurna. Indonesia langsung menjadi negara bersinar dan para sponsor berebut memilih kita sebagai salah satu kendaraan pilihannya.
Lihat strategisnya kebijakan PSBB yang serta merta membuat negara memiliki dana sebesar RP 405 triliun demi menanggulangi bencana skala global ini.
Lihat juga stimulus yang menjadi rujukan banyak negara lain dari penerbitan 'Global Bond' berdenominasi total US$ 4,3 miliar yang memiliki tenor terpanjang yakni 50 tahun.
Nilai tukar rupiah dalam 2 pekan terakhir terus menguat dan dinilai sebagai mata uang paling perkasa di tengah ekonomi global yang suram akibat Covid-19 adalah bukti bahwa para sponsor sekaligus para pelaku pasar tersebut menengok pada Indonesia.
Urusan luar sudah tak lagi ada masalah. Kita siap melaju dan bersaing. Kompetisi akan membuat kita semakin tangguh sebagai sebuah bangsa.
Bersih-bersih dari dalam kini mendapatkan moment sempurna. Selera makan sang kapitalis sedang terganggu, mulutnya sedang tak memiliki rasa akibat demam parahnya. Mereka sedang tidak berminat makan.
Para petempur lapangan yang diidentifikasi sebagai kelompok anarko telah kandas. Buruh tak lagi bersuara. Provokator lapangan digiring dan ditangkap.
Reflly Harun sang ahli tata negara disuruh pulang. Ketua KPAI dipecat dengan tidak hormat. Faddly Zon dibikin sibuk ngobrol pertanian biar Ge-Er mo diajak gabung. Said Didu sudah berdiri di sudut lapangan di mana jalan untuk lari tak lagi tersedia.
Ini hanya sekelumit tanda-tanda bahwa bersih-bersih di dalam sedang berjalan.
Setelah ide lockdown gagal dan usaha membuat masyarakat yang tertular makin banyak juga gagal, kini ide agar rakyat mati kelaparan sedang dibuat.
Bantuan negara kepada mereka dihambat dengan data pura-pura salah sasaran.
Bayangkan, orang lapar tak mendapat bantuan, dan yang berlebihan dibagi lebih. PNS/ASN dapat jatah makanan, tetangga sebelah yang dua hari tak makan dibiarkan.
Ini adalah cara membuat rakyat marah. Kecemburuan dan rasa tidak adil diciptakan demi gejolak yang mereka tunggu.
Tiba-tiba suara yang biasanya terdengar santun itu berteriak, "Ingat.., mau itu RT atau RW, Lurah, Bupati, Wali Kota, Gubernur kalau ada penyalahgunaan sembako dari Pemerintah Pusat, saya tegaskan sekali lagi.. akan saya hukum seumur hidup..!! Sesuai hukuman seperti para koruptor."
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/04/kilau-pakaian-dinas-sang-jendral.html]
Perang terhadap para pengkhianat negara yang ingin membuat kekacauan dengan ide rakyat mati karena kelaparan digaungkan Presiden. https://www.buletinterkini.com/2020/04/18/jokowi-saya-tegaskan-untuk-rakyat-yang-tidak-mendapatkan-bantuan-harap-melapor.
Dari seberang lapangan, Prabowo mengumpulkan seluruh kader partainya dan berteriak "kita harus dukung Presiden..!!" Serta merta pendukung militannya bergabung
Tak mau kalah, Kapolri dengan sigap memberi perintah "Siapkan 10 ton beras pada masing-masing Polres..! Cari dan bantu rakyat yang membutuhkan..!!"
https://pontas.id/2020/04/26/selama-corona-kapolri-minta-tiap-polres-sediakan-10-ton-beras/
Dan.., KEPALA BNPB yang juga Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo tiba-tiba tampil mengenakan seragam militer dengan brevet KOPASUS terpasang, saat Ratas dengan Presiden.
https://www.google.com/amp/s/m.liputan6.com/amp/4238744/makna-seragam-militer-yang-dipakai-doni-monardo-saat-bertugas
Ya.., sang komandan telah mengenakan seragam yang menunjukkan bahwa dia adalah pemimpin lapangan.. Panglima tempur telah memberi sinyal.
Ingat, Letjen Doni Monardo adalah petempur sejati. Seorang Danjen Kopasus. Komandan Jendral sebuah pasukan elit paling ditakuti di seluruh dunia. Dipadu dengan jabatan terakhir sebagai Setjen Wantanas, lengkap sudah kapasitas yang memenuhi ruang pribadinya.
Sebagai Setjen Wantanas salah satu tugas pokoknya adalah tentang Penetapan kebijakan dan strategi nasional dalam rangka menjamin keselamatan bangsa dan negara.
Sebagai Danjen Kopasus, motto "lebih baik pulang nama dari pada gagal dalam tugas" sudah menjelaskan bagaimana integritas seorang anggota Kopasus.
Sang komandan sudah berdiri paling depan pada barisan pasukannya dengan seragam kebesarannya, adakah musuh masih akan bermain-main?
Panglima besar, Presiden Republik Indonesia, sepertinya memang ingin menuntaskan carut marut masalah negeri ini. Strategi luar biasa telah dibuat dan dijalankan tanpa seoorangpun musuh tahu bahwa mereka benar-benar sudah terpojok.
Perkiraan dari penelitian Driven Innovation Laboratorium Singapore University of Technology and Design, wabah COVID-19 di Indonesia diperkirakan akan berakhir mulai 6 Juni 2020.
Presiden memperkirakan bahwa Juli 2020 kita akan terbebas dari bencana ini.
Akankah kita selamat?
Dua bulan bagi rakyat terdampak adalah waktu yang sangat lama. Menunggu dan terkurung adalah waktu paling menyiksa. Namun, bagi mereka yang melihat ini sebagai peluang, ini adalah waktu pendek, bahkan sangat pendek.
Peluang terbaik bagi penjatuhan Presiden adalah saat ini. Kekecewaan kepada Presiden dapat kembali mereka bangun saat korban meninggal tinggi.
Yang penting, korban meninggal dunia harus banyak. Bila korban meninggal karena Covid-19 ternyata sedikit, buat korban meninggal karena kelaparan membesar.
Kedua sebab tingginya kematian adalah ukuran gagal dan kacaunya pekerjaan Presiden.
Kacaukan Bansos, buat BLT tak sampai tujuan, di saat yang sama, buat keriuhan di media sosial. Semua dimulai dari di mana kelompok mereka memiliki kekuasaan sebagai kepala daerah.
Ini akan dimulai oleh para proxy nya yakni para serigala berbaju agama.
Jawaban Presiden sungguh membuat mereka terhenyak, sang Komandan Kopasus ke 27 ini diminta maju. Mengenakan baju kebesaran militer dengan brevet Kopasusnya yang mencorong, siapa tak akan mundur?
Masih mau nekad? Silakan..!!
Yang jelas, kepastian bahwa kita sebagai bangsa akan mampu melewati masa krisis ini, semakin tampak menjanjikan.
Presiden RI Joko Widodo : “Saya Tegaskan Untuk Rakyat yang Tidak Mendapatkan Bantuan Harap Berani Melapor!! “Jangan Teriak teriak Dimedsos
Presiden RI Joko Widodo : “Saya Tegaskan Untuk Rakyat yang Tidak Mendapatkan Bantuan Harap Berani Melapor!!!“
“Untuk seluruh rakyat Indonesia yang ada di berbagai Provinsi khususnya di Pedesaan, di Kampung-Kampung dan di Pelosok-Pelosok harus Bersatu Padu untuk membantu orang-orang yang sekarang ini banyak yang tidak mendapatkan bantuan dari Kepala Daerah”.
“Saya banyak mendengar dan melihat tentang Orang-Orang yang tidak mendapatkan bantuan dari Kepala Daerah dengan alasan tidak ada data yang lengkap mengenai penduduknya”.
“Yang lebih memperihatinkan, saat Ini yakin telah membuat saya kecewa kepada orang-orang yang sudah memanfaatkan situasi Covid-19. Seperti Ini malah tambah me Ngada-ada”.
“Banyaknya Warga masyarakat yang tidak mendapatkan bantuan hanya gara-gara sebagian orang yang memanfaatkan hak orang lain”.
“Saya tahu dan saya mengetahui hal Ini pasti terjadi, makanya untuk rakyat yang tidak mampu yang tidak mendapatkan hak-hak kalian harap gotong royong bersatu saling membantu agar orang yang telah menggunakan Sembako tidak di gunakan seenaknya. Kalau tidak kebagian cepat melakukan tindakan, karena ini dari Pusat Pemerintah sudah jelas sekian Triliun Uang untuk bantuan sudah di transfer ke Daerah masing-masing”.
“Dan saya tidak mau lagi ada Dana untuk rakyat malah di bagikan ke orang-orang yang mampu saja, harus bisa di ratakan jangan hanya untuk orang terdekatnya”.
“Ingat, mau itu RT Atau RW, Lurah, Bupati, Wali Kota, Gubernur Kalau ada Penyalahgunaan Sembako dari Pemerintah Pusat maupun Dana Desa, untuk seluruh rakyat yang tidak mampu dan Bantuan-bantuan tidak di salurkan tepat sasaran,” Saya Tegaskan Sekali Lagi Akan Saya Hukum Seumur Hidup” sesuai hukuman seperti para Koruptor”.
“Kemaren, Saya banyak pengaduan dari rakyat yang ada di Desa-desa yang katanya Sembako dari Pemerintah Pusat nyampe ke RT/RW ke Lurah ke bale desa tapi banyak yang tidak mendapatkan malah banyak yang mendapatkan Justru yang orang mampu, yang tidak mampu malah tidak mendapatkan”.
“Saya tegaskan sekali lagi untuk rakyat yang tidak mendapatkan bantuan harap segera melapor jangan takut-takut, Kalau kalian takut sendiri melapor boleh kok sesama yang tidak mendapatkan juga bersatu untuk melaporkan hal ini demi Kemanusiaan dan Pemerataan Seluruh Rakyat Indonesia”.
“Jangan cuma bisanya teriak-teriak ini dan itu tapi nyali melapor saja tidak ada”.
“Sudah tahu Itu sudah melanggar hukum malah pada diam aja”.
“Yang di salahkan terus-menerus Pemerintah Pusat ini dan itu, Padahal dari Pemerintah Pusat sudah jelas menggelontorkan Dana-dana buat Pemerataan Seluruh Rakyat Indonesia itu sudah di salurkan ke setiap Provinsi, dan bukan dana sedikit”.
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/04/presiden-ri-joko-widodo-saya-tegaskan.html]
Sumber Berita:
https://www.journalpolice.id/presiden-ri-joko-widodo-saya-tegaskan-untuk-rakyat-yang-tidak-mendapatkan-bantuan-harap-berani-melapor-jangan-teriak-teriak-dimedsos/
http://selidikkasus.com/2020/04/26/presiden-ri-joko-widodo-saya-tegaskan-untuk-rakyat-yang-tidak-mendapatkan-bantuan-harap-melapor/
https://www.berandankrinews.com/2020/04/22/presiden-joko-widodo-segera-melapor-untuk-rakyat-yang-tidak-mendapatkan-bantuan-terkait-covid-19/
https://www.perssigap88.co.id/2020/04/saya-tegaskan-untuk-rakyat-yang-tidak.html?m=1
https://www.sidikkasus.co.id/presiden-joko-widodo-saya-tegaskan-untuk-rakyat-yang-tidak-mendapatkan-bantuan-harap-melapor.html
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/04/presiden-ri-joko-widodo-saya-tegaskan.html]
#BersatuKitaBisa
#KamiBersamaPresidenJokowi
#TangkapKorupsiBansosCovid19
Bisa dilaporkan ke pihak kepolisian terdekat atau melalui no WA 08111022210 (aduan bansos covid-19)
Tuesday, 28 April 2020
HENTAKAN JOKOWI UNTUK INDONESIA DI MATA DUNIA
HENTAKAN JOKOWI UNTUK INDONESIA DI MATA DUNIA
[politikandalan.blogspot.com]
Sang penguasa dunia sedang sakit. Tubuh tambunnya kini terlihat lemah dan bergerak sangat lamban. AS, negara adidaya itu jatuh dan terjerembab dengan luka paling parah dan jumlah korban meninggal paling memilukan di negara tersebut.
AS sedang terpuruk. Tertatih-tatih sang jagoan no. 1 dunia itu mencoba bangkit, namun beban tubuh tambun dan banyaknya luka membuat dia hanya mampu terduduk lesu.
Mungkinkah kepemimpinan dunia sedang beralih?
Dollar AS sampai hari ini masih menjadi mata uang dunia. Salah jalan Dollar dalam pengembaraannya telah membuatnya bukan lagi menjadi alat tukar, Dollar telah berubah menjadi komoditas. Komoditas yang berbentuk uang. Sehatkah orang memiliki wajah ganda?
Siapa menguasai minyak adalah siapa yang memiliki dunia, itu adalah motto AS dan para kapitalis yang berdiri di belakangnya. Namun minyakpun telah salah jalan, dia membunuh terlalu banyak manusia dan merusak alam.
Dua kekuasaan besar tersebut kini sedang sekarat dan menunggu ajalnya. Seperti baju zirah, pelindung itu kini justru membebani.
Dollar yang sudah sejak 50 tahun lalu berjalan pada arah yang salah sedang menunggu saat jatuhnya. Tak ada lagi underlaying dalam bentuk emas atau apapun dalam pencetakannya.
Di sisi lain, uang elektronik China yang memakai underlaying emas sudah mulai beredar. Dengan kekuatan ekonomi China yang sangat spektakuler dan menguasai seluruh perdagangan dunia, jelas sudah, ini adalah ancaman. Hanya masalah waktu saja Dollar akan meredup.
Dimulai dengan Kesepakatan Iklim Paris 2015, pengurangan pemakaian Bahan Bakar Minyak terjadi dimana-mana. Mereka melirik pada tekhnologi Lithium.
Lithium, sang takdir pembunuh minyak sudah tumbuh makin dewasa. Periode dan kejayaan minyak sedang terus digerogoti oleh hadirnya sang penyimpan energi yang jauh lebih bersih dan terbarukan.
Mata dunia, terutama generasi milenial yang sebentar lagi menguasai panggung politik dan di sisi lain sebagai kaum yang sangat peduli terhadap lingkungan, sedang menengok kesana.
Lithium adalah masa depan, Lithium adalah baterai, dan Lithium adalah Indonesia.
Lho kok...???
Ingat, Uni Eropa menggugat Indonesia di WTO beberapa waktu silam. Ingat, Uni Eropa memboikot sawit kita.
Saat digugat di WTO karena kebijakan tak lagi mengijinkan ekspor nikel dalam bentuk ore, Jokowi dengan Pe-De nya mengatakan : "SIAPKAN LAWYER TERBAIK..!!"
Dan saat sawit diboikot, dengan ekspresi muka ngenyek dia bilang "GAK MAU YA SUDAH, SAYA KONSUMSI SENDIRI", dan... Eropa kaget karena dari Indonesia langsung muncul diesel B30.
Saat ini, infrastruktur kita di Morowali sudah sangat siap. Di sana sudah ada Kawasan Industri Morowali. Dan di Virtue Dragon, Weda Bay, di sana juga sudah terbangun politeknik bagi siapnya masyarakat lokal menerima alih tehnologi tinggi dalam bidang baterai.
Lho kok baterai...??
Lithium adalah baterai, dan lithium adalah tentang nikel sebagai bahan bakunya. Di sana, di Morowali Sulawesi Tengah, bahan baku nikel terhampar sangat luas. Dan itu adalah masa depan yang sedang menanti kita.
Seluruh mata dunia sedang mengarah ke sana, dimana masa depan gemilang Indonesia ada pada jalur yang tepat. Jalur trend dunia dengan teknologi hijaunya.
Kenapa harus dengan China...??
Ingat isu pekerja China yang menjadi senjata bombastis lawan politik Jokowi saat pemilu tahun lalu? Di sinilah, di Morowali, diisukan ada ribuan pekerja China.
Lithium adalah apa yang juga menjadi senjata unggulan China dalam melawan dominasi minyak AS. Dengan lithium, China mampu membuat dunia sedikit demi sedikit meninggalkan minyak.
Karena lithium adalah unggulan China, maka belajar teknologi lithium tentu harus dengan China. Itu sesuatu yang sangat logis, bukan masalah komunis dan demokrasi.
Pernah dengar Mercedes dan Tesla? Keduanya ada di belakang China dalam teknologi baterai ini. Dua raksasa industri terdepan dalam pengembangan baterai.
Ya.., dapat ditebak dengan mudah, mereka yang sibuk berteriak China! China! dan China!, tentu sangat terkait erat pada siapa yang akan dirugikan dengan terbangunnya industri baterai di Indonesia.
Mungkinkah suatu saat nanti kita akan menjadi pusat baterai dunia?
Morowali sedang diarahkan menjadi penghasil baterai mobil terbesar di dunia. Komponen baterai pada mobil elektrik adalah mencakup 40% dari keseluruhan produk itu, maka demi efisiensi, tentu itu sangat logis.
Sangat logis bila industri dan produksi mobil elektrik akan memilih Indonesia menjadi pusat produksinya. Ini adalah soal bisnis, dan bisnis tak kenal kewarganegaraan.
Kini menjadi semakin jelas kenapa Indonesia menjadi satu dari tiga negara kelompok G-20 yang akan memimpin. Lima tahun pertama Jokowi benar-benar telah membuat semua infrastruktur bagi kemajuan negara ini tersusun rapi dan jelas.
Kepercayaan investor terlihat dengan jelas saat nilai tukar Rupiah semakin hari semakin kuat akibat penilaian asing terhadap bagaimana Pemerintah menangani bencana Covid-19 ini.
Global Bond yang diinisiasi oleh Indonesia, kini menjadi alternatif cerdas bagi banyak negara lain di dunia untuk keluar dari jerat ekonomi yang pasti merosot. Arab Saudi dan negara-negara Teluk telah mengikuti jejak Indonesia.
Arah sudah jelas, peminat sudah ngantri, apakah kita benar-benar akan memimpin, tentu hal itu juga tergantung dari seluruh rakyat Indonesia.
Dominasi AS atas dunia tak mungkin akan dilepas begitu saja. Semua kekacauan dan kericuhan akan semakin intens saat perang posisi ini makin mendekati puncak.
Lantas apa yang harus kita lakukan?
Teriakan China!, China! dan China! akan semakin masif dan kita tahu siapa dibalik teriakan tersebut. Kita tahu siapa yang akan main kasar ketika pertandingan hampir usai.
Mereka yang kalah dan tak tahu harus berbuat apa selain marah dan marah, adalah mereka yang harus kita hadapi. Mereka adalah orang-orang yang tak mengerti dan tak memiliki rasa cinta tanah air.
Perkembangan luar biasa atas kepemimpinan Jokowi telah mulai tampak. Baru terjadi BUMN kita telah menggeser posisi Malaysia dan Singapura dalam hal keuntungan sejak tahun 1998.
Baru terjadi Freeport memberikan keuntungan signifikan terhadap Indonesia dari sejak awal dikuasai oleh AS.
Baru kali ini Indonesia masuk menjadi kelompok dengan GDP 1 Triliun Dollar, sejajar dengan beberapa negara maju didunia.
Siapa menguasai minyak akan menguasai dunia adalah cerita masa lalu. Kini, siapa menguasai nikel, dialah pemilik masa depan dunia... dan itu adalah kita.
Ingat AS dengan jumlah penduduk dan luas wilayah yang gak jauh-jauh amat dengan Indonesia mampu menjadi raja dunia lebih dari 50 tahun karena dominasi minyak.
Dengan dominasi nikel, kesempatan menjadi pemilik masa depan dunia kini terbuka semakin lebar. Dengan memilih nikel sebagai ujung tombak kemajuan teknologi dan mendorong Indonesia sebagai basis mobil listrik dunia, potensi menjadi salah satu pemimpin dunia tersebut semakin mendekati kenyataan.
Dunia sebagai Gadget secara bersama sedang direstart, dan kabar bagusnya, kita menyala paling cepat. Apakah sang operator mampu membuat gadget ini menjadi makin dan semakin hebat, tentu itulah yang menjadi harapan kita.
by RudySoekarno
[politikandalan.blogspot.com]
Wednesday, 15 April 2020
Mengapa Tidak Lockdown,ini Alasannya Supaya Loh Pintar...
KENAPA DULU DIRAHASIAKAN..??
(dan kenapa dulu Lockdown Jakarta ditolak?)
Sedikit banyak saya mulai paham, kenapa diawal-awal menyebarnya pandemi Covid-19, banyak data yg ditutupi oleh pemerintah, dan sekarang ini malah justru DIBUKA
Ditutupi bukan berarti diam, karena dgn kemampuan negara yg serba terbatas, fasilitas perawatan dan alat uji terus ditingkatkan
Setidaknya ada 2 alasan kenapa dulu data sebaran Covid-19 ditutup :
1. Untuk meredam kepanikan
2. Untuk melokalisir episentrum penyebaran
Dari awal "aparat" sudah membuat simulasi skenario terburuk pandemi Covid-19 di Indonesia, termasuk jumlah pasien dan sebarannya. BIN sudah membuat simulasi perhitungannya
Dan sikap pemerintah yg awalnya seolah terkesan MENGANGGAP ENTENG, justru berawal dari data simulasi tadi, sengaja dicitrakan demikian, demi mencegah KEPANIKAN
Artinya:
Sejak awal semuanya sudah sangat DIPERHITUNGKAN
Coba bayangkan, jika saat 2 (dua) pasien PDP pertama dari Depok terungkap, lalu pemerintah secara VULGAR menyebut bahwa suspek ODP terbanyak ada di kota Jakarta
Kira-kira apa yg akan terjadi?
✅ Kepanikan massa
✅ Mudik besar-besaran
✅ Dan tersebarlah ODP Covid-19 ke seluruh provinsi
Saat ini episentrum Covid-19 ada di Jakarta, dan saya lihat memang inilah skenario yg "diinginkan" pemerintah
Jakarta memang dijaga supaya jadi episentrum Covid-19, dan JANGAN SAMPAI muncul episentrum-2 baru di provinsi lainnya
Pertanyaannya:
KENAPA JAKARTA?
Sederhana:
Karena tidak ada provinsi yg fasilitas kesehatan, ketersediaan lab, obat, logistik APD dan koordinasi aparat, yg SEBAIK Jakarta
Dari 4.557 kasus Covid-19, 2.186 nya (48% nya) ada di Jakarta, dan sejauh ini Jakarta MASIH MAMPU mengatasi situasi
Bayangkan....
Seandainya sebarannya berubah, dari 4.557 kasus tadi, 1.000 ada di Jawa Timur, 1.500 ada di Jawa Tengah.....
AKAN SANGAT MENGERIKAN...
Maka ceritanya akan jauh berbeda, dan tingkat kerusakannya tidak bisa dibayangkan, karena fasilitas kesehatan di luar Jakarta, amat sangat berbeda tingkat kesiapannya
Provinsi di luar Jakarta bisa kolaps betulan.. Dan ini yg sangat dijaga oleh pemerintah. TERBUKTI STRATEGINYA JITU...
Lantas kenapa sekarang dibuka?
Sederhana :
Karena daerah saat ini SUDAH SIAP
✅ Siap membendung arus mudik
✅ Siap dalam mengedukasi masyarakatnya
✅ Siap dgn fasilitas perawatan
✅ Dan siap dgn logistik obat dan APD
Ini juga sekaligus menjawab pertanyaan besar, kenapa pemerintah tegas menolak LOCKDOWN Jakarta
Tidak semata-mata soal kekhawatiran akan berhentinya RODA EKONOMI
Karena anda bayangkan saja, bila dulu ada pengumuman Jakarta akan di lockdown, kira-kira AKAN ADA BERAPA RIBU ORANG YG MENDADAK MUDIK...?
DAN AKAN ADA BERAPA EPISENTRUM BARU DI LUAR JAKARTA..?
Sejauh ini, stagegi pemerintah terbukti teramat sangat jitu
[politikandalan.blogspot.com]
https://www.facebook.com/1506466801/posts/10222745838343684/
Sunday, 12 April 2020
Indonesia Bertahan Hadapi Covid-19
IMF: HANYA ADA 3 NEGARA ASIA MAMPU BERTAHAN HADAPI CORONA, INDONESIA SALAH SATUNYA
International Monetary Fund (IMF) & World Bank memperkirakan Indonesia masih bisa tumbuh positif di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19. Indonesia menjadi satu dari tiga negara yg mampu bertahan dari wabah virus asal China tersebut.
Majalah economist intelligence membuat analisa berdasarkan data komprehensif. Ternyata diantara negara G20, negara yg tidak termasuk krisis hanya tiga, yaitu China, Indonesia & India. Selebihnya nyungsep.
Anda mungkin berkerut kening. Mengapa Indonesia tidak termasuk resesi... ? Bukankah mata uang Indonesia terburuk di Asia ? Bukankah Indonesia mengalami defisit neraca berjalan ? Defisit primer. Penerimaan pajak turun. Mengapa ? saya akan jawab secara sederhana.
Pertama, kurs rupiah melemah, membantu mengurangi defisit APBN.
Apa pasal?
-Karena volume impor BBM sudah berkurang sejak tiga tahun lalu, sejak ada kebijakan Biodisel.
-Apalagi tertolong dengan jatuhnya harga minyak dunia. Porsi SBN atau surat utang negara terhadap mata uang asing sudah dibawah 50% atau tepatnya 42%. Jadi tekanan penurunan rupiah tidak ada dampak significant.
-Apalagi sebagian besar SUN Valas itu bersifat unsecure yang bisa di recycle secara ARO.
Kedua, akibat postur APBN seperti itu, maka pemerintah punya ruang untuk melakukan stimulus Ekonomi sektor real yg sangat penting menyelamatkan ekonomi dari akibat adanya goncangan.
Sementara negara G20 lainnya, ruang stimulus sudah sangat sulit. Kecuali hanya untuk sektor moneter, yg tentu tidak berdampak luas terhadap sektor real.
Indonesia segera meluncurkan paket stimulus sebesar Rp, 405,1 triliun. Andaikan tidak ada corona, mungkin Jokowi tidak akan punya kekuatan politik keluarkan stimulus sebesar itu, apalagi sampai harus mengeluarkan PERPPU agar tidak melanggar UU pagu defisit maximum 3%.
Ketiga, inflasi yang rendah dan suku bunga terus dipangkas oleh BI, semakin memberikan sentimen positip terhadap dampak dari adanya Stimulus.
Dengan adanya PERPPU, perubahan pagu defisit, dan tingkat inflasi yg masih di bawah 5%, itu memberikan peluang besar bagi pemerintah untuk terus meluncurkan stimulus sampai tiga tahun kedepan.
Jadi walau pajak menurun, pendapatan menurun, ekonomi tetap stabil, dan chaos ekonomi seperti Italia, Spanyol, Venezuela dan lainnya tidak akan terjadi.
Semua kendala dan goncangan ekonomi, justru memberi peluang politik bagi Jokowi merestruktur ekonomi agar lebih besar porsinya bagi UKM, dan pemberdayaan kepada ekonomi lemah agar pasar domestik berkembang, yg tentu menjadi daya tarik bagi investasi.
Itu bukan karena Jokowi hebat, tetapi karena Tuhan sayang dia & rakyat Indonesia. Percayalah, itu blessing in disguise !
https://bit.ly/2Rggtlh https://bit.ly/2RjbvE9