Latest News

Showing posts with label Politik Luar Negeri. Show all posts
Showing posts with label Politik Luar Negeri. Show all posts

Monday, 16 September 2019

Jokowi sempat berang gegara 33 perusahaan China yg hengkang dari negerinya tak satupun melirik Indonesia


IYYAS SUBIAKTO

VIETNAM..

Viral beberapa hari ini karena Jokowi sempat berang gegara 33 perusahaan China yg hengkang dari negerinya tak satupun melirik Indonesia, yg mengejutkan kita, 23 diantaranya memilih Vietnam sbg basis produksi dan pengembangan usahanya. Kenapa Vietnam, kenapa mereka menjauh dari Indonesia, padahal katanya kita dekat dgn China, kita antek aseng, dst.

Thn 2017, saya mampir ke Vietnam, setelah 1 minggu mengagumi Korea Selatan dgn segala kemajuannya. Vietnam tentulah jauh vs Korea Selatan, tapi Vietnam sdg menuju kesana. Vietnam membuka diri dgn isi kepala yg ditata agar mereka kebagian dari berkembangnya dunia nyata, bukan minum kencing onta, terus mengkhayal masuk surga.

Di Vietnam kami mengunjungi bekas desa Vietkong yg penuh bekas terowongan yg dulu dipakai saat perang Vietnam dgn Amerika, perang yg memakan waktu 20 thn ini ( 1955-1975 ) konon menewaskan 2 jt rakyat Vietnam dan 50 rb tentara Amerika, apakah Vietnam kalah, tidak, Amerikalah yg pulang, Amerika prustrasi menghadapi Vietnam,  Amerika sampai menjatuhkan bom Napalm yg mengerikan, membuat anak² cacat, dan konon mengkontaminasi sampai 5 keturunan.

Menuju desa ex Vietkong, guide yg mengantar kami pria muda Vietnam yg energik, dia bercerita bgmn negaranya hancur, jutaan nyawa melayang di hajar Amerika, tapi apakah kami harus dendam dgn Amerika, tidak sambungnya. Ibu Bapak bisa lihat, skrg ada Starbucks, Kentucky, Mc Donald, dll. Mereka orang Amerika, produk Amerika, yg menanamkan modalnya disini dan kami mendapat pekerjaan darinya. Hidup tidak bisa di besarkan dgn dendam, perut harus makan, anak-anak harus berpendidikan, negara ini ditangan anak muda yg hrs menata masa depan, bukan pikiran dendam yg bisa membuat kami tenggelam ditengah kemajuan zaman.

Apakah dia tdk nasionalis, apakah mereka kaum muda yg mengkhianati bangsanya. Tidak, bukan itu esensi melepas dendam dan meredam rasa marah karena mereka pernah bersimbah darah.

Mahatma Gandhi berkata; Rasa marah dan dendam ibarat bejana yg diisi air raksa, sebelum air disiramkan kepada orang lain, air akan merusakkan bejana penampungnya.

Jelas, rakyat Vietnam tidak ingin menjadi bejana rusak karena amarah yg terus dipendam. Mereka skrg bangkit, mereka belajar menanam kopi ke Indonesia, skrg kopi mereka mengalahkan kita, investor melirik mereka, kenapa, karena regulasi dan produktifitas tenaga kerjanya tinggi. Contoh, saya pernah punya pabrik garmen thn 2010, dapat jahitan jeans Lecooper. 1 line mesin terdiri dari 23 org, output perhari 8 jam kerja, rata² perorang 2,6 pcs. Vietnam 3,4, Bandladesh 3,1, Cina 3,8. Ini baru urusan menjahit. Kenapa mrk tinggi outputnya, karena saat kerja mrk fokus, ulet, telaten. Kita kebanyakan ngobrol, disuruh menjahit cerita sinetron dan tolah toleh.

Kenapa dari 33 perusahaan China 23 diantaranya ke Vietnam, dan Indonesia tak kebagian, selain produktifitas kita rendah, kita kebanyakan demo, ribut UMK. Kerjanya didua alam, berkhayal dan rebutan kunci surga, orang sudah kemana-mana, kita gak kemana-mana. Jokowi gemes dan marah karena dia merasa kerja sendiri, sementara yg lain cuma berteori gak pernah ada yg bisa dieksekusi.

Kita larut dlm kebencian yg mendalam sampai kita lupa terjadi kerusakan sebuah kehidupan, bernegara dgn makian, pemimpinnya dihina, produknya dicela, bgmn orang mau datang, kalau menjaga dirinya saja tak bisa, orang mau datang berinvestasi jadi ngeri. Dan ini bkn peringatan dini tp sudah terjadi.

Kita harus sadar sepenuhnya bahwa negara ini skrg sdg dianiaya oleh segelintir orang yg akan menghancurkan negerinya, bahkan sekelompok ormas yg meraup dana dari topeng donasi uangnya dibuat meracuni anak² utk membenci negerinya sendiri, ngeri dan ini sedang terjadi. Kita sedih tdk dihampiri investor, tapi sebagian orang dungu senang akan hal itu.

Bukan Vietnam yg akan membuat kita tenggelam, tapi negeri ini sedang dibocori penumpangnya sendiri, kita yg sadar harusnya tidak membiarkan, mari bersama menjaga kapal besar Indonesia agar terus mengarungi samudra bangsa², menjadi bangsa yg hadir bersama bangsa besar lainnya di dunia, karena kita bisa. Syaratnya kita harus cepat menambal mulut bocor dan para penista.

#MARI KITA JAGA INDONESIA KITA DGN BAIK DAN BENAR 🙏🙏🙏 ###

Wednesday, 4 September 2019

Amerika Di Ambang Kehancuran


Amerika (Kapitalis Global) di Ambang Kehancuran, Hongkong dan Papua Pun Dibuat Bergolak
Teman...
Bukan kebetulan tuh demo di Papua berakhir rusuh.

Demo di Hongkong juga dalam waktu berdekatan itu rusuh

Khusus Hongkong, baru kali ini lho demonya jadi rusuh
Oke...
Kita mulai dulu dengan settingan Sejarah Perang Teluk.
Pernah Saya tulis di halaman FB Saya, bahwa motivasi penguasaan Minyak di Teluk lah Perang Teluk terjadi.
Sehabis Perang melawan Iran, Negara Irak mengalami kebangkrutan Ekonomi.
Karenanya, mereka hendak aneksasi Quwait.

Mirisnya...
Quwait baru saja beri bantuan berupa Pinjaman Hutang ke Irak saat itu.
Tapi Irak menuntut supaya Hutang itu dihapus.
Bahkan tak cuma tuntut lunas, Irak bahkan mencaplok Quwait.
Quwait tidak terima lalu melawan.

Di sela-sela Perang itu, tersebutlah seorang Remaja berusia 15 Tahun bernama NAYIRAH yang berkesaksian di Kongres bidang HAM Amerika Serikat kalau Tentara Iraq sangat bengis.
Bayi-bayi di Inkubator di Rumah Sakit diambil dan dibiarkan tergeletak di lantai.

Dunia pun marah.
Amerika dan Sekutunya pun oleh PBB diberikan mandat untuk tunduk kan Irak.
Irak pun luluh lantak, ga berbentuk sekarang ini.

Belakangan...
Ternyata kesaksian Nayirah HOAX!

Benar, Irak invasi Kuwait.
Tapi tidak benar Tentaranya sebengis itu.

Irak habis.
Menyusul pula berikutnya adalah Suriah.
Lalu Libya.

Ah hampir lupa juga untuk singgung bahwa Al Qaeda di Afghanistan dulunya merupakan Sekutu Lokal bentukan Amerika dalam Perang melawan komunis Uni Sovyet.

Belakngan Al Qaeda jadi apa?
Semua sudah tahu kan?

Nah...
Di Suriah dan Libya, ISIS dibentuk.

Perang Saudara berkecamuk.
Qhadafi tewas di tangan Rakyatnya sendiri.
Entah nanti nasib Basyar.
Yang jelas...
Negara-negara yang tadinya makmur dari hasil Minyak Buminya kini jadi Negara-negara penuh Darah.

Tapi jalur dan Tambang Minyak kini setidaknya dikuasai jaringan Kapitalis Global yang dengan Topeng Lemanusiaan dan Perdamaian ke sana, menduduk kan Orang-orang mereka yang mudah didikte, yang penting Kekuasaan aman, aliran Petro Dollar juga tetap mulus masuk ke kantung para Kapitalis Global.

Itu belum cukup.
Pokoknya Kekayaan Dunia harus mereka kuasai.

Maka...
Mereka kini mulai menyasar ke sini nih, ke HONGKONG dan PAPUA.

Hongkong digoyang, karena sasarannya adalah China yang nyata-nyata telah dengan senyap berhasil menyalib perekonomian Amerika Serikat.
AS sendiri adalah Markas Besarnya Kapitalis Dunia.
Ganggu kepentingan Amerika sama saja ganggu kepentingan Kapitalis Global ini.

REMINBI yang diberlakukan China adalah pukulan lain terhadap kepentingan Kapitalis.
Minyak tidak lagi dijual beli pakai Dollar yang membuat Amerika makin kelojotan.
Maka...
China perlu diprovokasi lewat aksi demo Hongkong.
Sayang sekali...
Mereka kurang cermat berhitung.

China meski diprovokasi berulang kali selama ini, dia memilih diam.
Dalam diam, membangun Persenjataan yang jauh lebih canggih, lebih dahsyat dibanding Amerika sekalipun.
Di sisi lain, Amerika tidak mampu untuk upgrade persenjataannya karena kas mereka berkurang jauh untuk membiayai Perang sejak Perang Teluk tadi.

Papua?
Papua perlu dibuat bergolak karena ada kepentingan Freeport di situ.
Ada Gunung Emas dan berbagai jenis Tambang lain di sana.

Belum lagi Pemerintahan Presiden JokoWi selama 5 Tahun terakhir ini memang nyata-nyata memacetkan pundi-pundi mereka.

Eh, bahkan ada niat pula mau pulangkan Aset senilai 7000 T di Bank-bank di Swiss.

Emang beneran ada Duit Cash segitu di Bank-bank sana?

Enggaklah.
Oleh Bank-bank itu tentu diputar di berbagai bisnis yang antara lain bisa saja bersinggungan dengan jaringan Kapitalis Global ini.
Bayangkan bila ditarik tuh Duit 7000 T, bisa bangkrut Bank-bank di Swiss.
Indonesia ketiban untung.
Wajar kalau jaringan ini meradang!

Hehehe...
Belum lagi kalau diusut itu Duit atas Nama siapa dan bagaimana bisa sampai di Swiss?

Ah...
Kita kayaknya perlu membongkar siapa sesungguhnhya Otak di balik G/30/S pada 54 Tahun silam.

Sebab...
Segera setelahnya, Orde Baru naik.
Soekarno yang anti Amerika diturunkan lewat Supersemar yang tidak tahu juntrungannya kini ada di mana?

Yang jelas, konon Duit 7000 T di Swiss itu ada kaitannya sama Orde Baru.

Benang Merahnya monggo dibaca kini :

Rusuh Papua dipicu provokasi rasis di Surabaya yang gak ada fakta kejadiannya, hanya fitnah.
Di sana terlibat PP, Pimpinan Yorris yang meski berdarah Papua, amat dekat dengan Cendana, antek Orde Baru.

Papua kini rusuh dengan dalih demo tuntut kemerdekaan.
Nah...
Papua merdeka maka kita akan ingat OPM yang mana memiliki Kantor Utama Pergerakannya di London.
Kota dimana kerusuhan di Hongkong juga dikonsepkan.

Pokoknya Saya bilang juga apa?
Bukan kebetulan Pangeran Cendana nyaleg dari Papua Barat kemarin.
Sebab...
Kalau tak berhasil tumbangkan JokoWi, setidaknya bisa bisa "berbuat" sesuatu di Jantung kepentingan : Sumber Daya Alam Papua

Sampai sini, kalian masih mau diprovokasi?

Satu Kata saja: LAWAN!
https://politikandalan.blogspot.com/2019/09/amerika-di-ambang-kehancuran.html
Catatan: Gambar Tak Mewakili Narasi.
Oleh: A.J.
#SavePapua
#PapuaItuIndonesia
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=923229338012952&id=790637767938777
https://politikandalan.blogspot.com/2019/09/amerika-di-ambang-kehancuran.html

Thursday, 11 July 2019

Rizieq Shihab, Singa yang Terlupakan


Rizieq Shihab, Singa yang Terlupakan

Ternyata juara umrah terlama Rizieq Shihab sudah tidak punya izin tinggal di Arab Saudi.

KBRI di Riyadh mengabarkan bahwa masa tinggal Rizieq sudah habis setahun lalu. Dan karena itu ia tidak bisa pulang, karena harus bayar denda 110 juta rupiah per orang. Sialnya lagi, Rizieq harus bayar denda untuk 5 orang termasuk keluarganya, yang berarti totalnya hampir setengah miliar rupiah.

Dari mana Rizieq dapat duit untuk bayar semua itu?

Inilah masalahnya. Dulu kita mengira Rizieq selama di sana selalu mendapat sangu besar karena sering dikunjungi banyak tokoh politik. Apalagi Prabowo dan Tommy Soeharto juga pernah berkunjung ke sana.

Kedua orang superkaya itu seharusnya tidak berat merogoh kocek supaya Rizieq dan keluarga bisa punya duit. Ternyata, amit-amit.

Mungkin Imam kebesaran itu malu untuk minta ongkos pada mereka. Padahal dia pernah dijuluki "Singa Allah". Masak singa bokek? Kan memalukan. Hilang dong gagahnya.

Prabowo juga pelit amat. Wong dia selama ini dibantu Rizieq dengan terus mendukungnya. Kasih 500 juta rupiah tentu gak banyak apalagi harga kudanya satu ekor miliaran rupiah. Lebih mahal kuda daripada manusia.

Apalagi Prabowo dulu pernah PHP. Janji-janji surga kalau dia menang pilpres, akan jemput Rizieq pakai jet pribadi. Terus ada karpet merah dan penyambutan sejuta manusia di bandara. Kalau menang.

Mungkin ke depan, Rizieq harus memikirkan masa depannya. Bahwa dalam politik itu tidak ada kawan abadi, yang abadi hanya kepentingannya.

Dan ternyata dia kalah. Ya mingkem. Sembunyi di rumah pura-pura gak kenal. Pas ditanya, "Pak, bagaimana nasib Rizieq di Saudi ?" Jawabnya mungkin, "Rizieq siapa ya?" Dengan wajah tak berdosa sambil mengelus-elus Bobby the cat yang mahal makanannya.

Tapi ada juga yang masih kasihan sama Rizieq Shihab. Dahnil Anzar Simanjuntak yang terkenal dengan foto di atas kuda poninya dan petinggi Gerindra punya perhatian. Tapi jeleknya, mereka malah suruh Jokowi mulangin Rizieq sebagai bagian rekonsiliasi.

Lah, yang janji Prabowo kok yang disuruh mulangin Jokowi? Aneh kan, kampret yang budiman.

Harusnya Prabowo tanggung jawab. Pas habis pencoblosan kan sudah telepon-teleponan. Malah dapat ucapan selamat dari Rizieq Shihab, padahal gak menang hihi.... Gua kira dulu sahabat, ternyata cuman diperalat.

Kasihan sebenarnya ma Rizieq. Tapi gimana lagi. Ntar dipulangin, di sini kerjaannya caci-maki lagi. Mulut ga bisa dikontrol dengan mimik wajah ngotot bagai penyanyi Rock n Roll.

Seharusnya umat 212 yang katanya jumlahnya 11 jutaan itu patungan buat Imamnya. Kalau per orang nyumbang serebu rupiah, kan bisa dapat 11 miliar rupiah. Banyak tuh sisanya. Masak umat 212 serebu aja gak punya? Misqueen amat hidupnya.

Harusnya dalam situasi begini Ferdinand Hutahaean turun tangan. Superhero sempak merah itu kan punya kemampuan terbang. Jemput kek, digendong bawa pulang.

Gua kira jadi orang terkenal yang dipuja di mana-mana oleh ribuan pendukungnya seperti Rizieq itu hidupnya enak. Ternyata sebelas dua belas dengan nasib gua.

Mungkin ke depan, Rizieq harus memikirkan masa depannya. Bahwa dalam politik itu tidak ada kawan abadi, yang abadi hanya kepentingannya. Kalau ada uang abang disayang, gak ada uang abang ditendang.

Sini, bib.,,. Ngopi ma gua di warkop seharga tiga rebuan. Meski gelasnya bau sabun, nikmatnya gak karuan. Karena nikmat itu sejatinya ada di pikiran.

Seruput....
Denny Siregar

Thursday, 4 July 2019

Ini Dampak Negatifnya Perang Dagang Amerika atas China



Gila, Ternyata Sederhana Caranya Menjadi Negara Lebih Besar dari Amerika

Tuesday, 18 June 2019

Membahas dan menganalisa "kekuatan" China.


Baru2 ini, beberapa pakar cendekiawan universitas terkenal di Eropa dan AS, berkumpul di Amsterdam, Belanda.

Membahas dan menganalisa "kekuatan" China.

 Mereka menyimpulkan bahwa skrg "China is unstopable" dgn paparan sbb:

1. Patuhi sosialisme, tetapi tdk menolak kapitalisme, patuhi kepemimpinan partai dan tdk menolak pengawasan partai.

2. Model ekonomi yg berlaku jarang ada didunia. Bukan ekonomi yg dimiliki publik, juga bkn ekonomi pasar. Tapi Model gabungan yg sangat efektif.

3. Patriotisme nasional sangat luar biasa. Mereka juga sering bertengkar di dalam, tetapi begitu ada serangan dari luar, tanpa dikomando, semua 1,4 miliar rakyat sepakat melawan , msh ingat Insiden Sade membuat Korsel kehilangan 2/5 pasar.

4. Tingkat atas selalu memikirkan kesejahteraan rakyatnya yg jarang ada di negara lain, baik sekarang atau sejak zaman dahulu kala. Menghapus pajak pertanian, pengentasan kemiskinan dan bantuan utk bencana ...
Mereka sehati melakukan yg terbaik.

5. Mekanisme Pemilihan pemimpin senior Tiongkok terunik didunia yg membutuhkan wkt lebih dari 10 thn utk diselidiki, diseleksi, dievaluasi dan tidak ada satu kelompok berkepentingan yg dapat mengaturnya.

6. Tiongkok ingin melakukan apa pun yang di dianggap penting dan tidak ada yg tdk bisa, krn mereka bisa melakukan semua SDM, sumber daya keuangan, dan semua bhn material didalam negeri tanpa adanya hambatan.

7. Generasi muda dididik semaximal utk menjadi pilar negara dimasa mendatang: ruang angkasa, nuklir, elektronik, Semiconductor chip, KA cepat , dan bidang lainnya.
Usia pemimpin rata2 hanya 39,4 tahun, 40% dari mereka adalah siswa yang kembali dari kuliah di luar negeri.

8. China memiliki sistem industri terlengkap di dunia: dari membuat jarum hingga membuat kapal induk, dari desain hingga produk jadi, tidak perlu tenaga eksternal.

9. China memiliki inventaris keuangan yg sangat besar. China memiliki hampir 4T  USD dalam cadangan dan memberikan pinjaman kepada AS 2,1 T USD, surplus fiskal, deposito bank, dan cadangan lain total sekitar 8 triliun yuan. Kemampuan finansialnya adalah se-jumlah dari Eropa, Amerika, Jepang dan Rusia.

10. Menciptakan barang2 bermerek Tiongkok jarang ada lawan. Dunia mengacu pada produk unggulan individu sebagai merek, sementara China menggunakan model bisnis baru: e-commerce, Alipay, interkoneksi KA super cepat, dan group keuangan lebih besar dari AS.
Model bisnis yang mereka buat dalam waktu singkat menciptakan akumulasi nilai yg sangat besar.

11. Tiongkok memiliki kemampuan kontrol makro yang langka. Gejolak keuangan Asia dan krisis subprime mortgage yang dibuat oleh Amerika Serikat tidak berdampak pada Tiongkok, dan krisis tsb dengan cepat ditangkal.

12. Tiongkok memiliki pasar yang sangat besar. Dia dapat sepenuhnya mempromosikan barang untuk konsumsi sendiri, dan pada saat yang sama, dgn export dapat menenggelamkan pasar.

13. China sdh memikirkan banyak hal utk yg akan datang , planning yg terhebat di dunia. China memiliki rencana 5 thn dan 10 thn, one belt one road , dan mungkin rencana 20, 30, 40, 50 thn. Kemampuan  mengantisipasi adalah dasar dari mengatasi hampir segala jenis krisis.

14. Kebijakasaan (policy) yang baik diturunkan dari generasi ke generasi. Sedangkan di banyak negara lain: seorang presiden memiliki ide sendiri2.
Di China, dengan melayani rakyat adalah tujuan utama, mereformasi dan membuka diri, dan bisa digunakan beberapa dekade, dari generasi ke generasi berikutnya...
Contoh: 5 kebijakan luar negeri Zhou En Lai , sampai skrg msh dipakai, antara lain “masyarakat yg hidup damai” msh menjadi prinsip2 diplomatik luar negeri China.
Ini adalah perwujudan dari kepercayaan utk dunia dan bertanggung jawab kepada kesejahteraan dunia secara bersama.

15. Kekuatan pembangunan infrastruktur besar China dlm semua aspek, tidak ada yang bisa menandingi. Perkembangan China dalam 40 thn terakhir, bukan hanya bbrp aspek tertentu,  ... tapi overall menyeluruh.

China tdk terkalahkan, China sendiri tidak ada masalah besar di dalam negeri, dengan demikian tidak ada satu kekuatan didunia yg dpt menghentikan kemajuannya ...

Saturday, 1 June 2019

Campur tangan Asing di Indonesia ( POLITIK)


Campur tangan Asing di Indonesia
( POLITIK)

Ketika Herman Nicolas "Ventje" Sumual, Soemitro Djojohadikusumo, dan Ahmad Husein sedang makan di sebuah restoran di Singapura, beberapa orang-orang barat berpakaian santai mendatangi mereka.
“ Kami tahu kalian butuh senjata untuk memerangi Soekarno. Kami sia memberikan bantuan. “ Demikian maksudnya. Setelah itu, Sumual, Soemitro, dan Husein bertemu dengan Foster Collins, kepala kantor CIA Singapura. Collins berjanji membantu persenjataan untuk Permesta.

Dari Singapore, Sumual yang merupakan pencetus Permesta pada 2 Maret 1957. meneruskan perjalanan ke Manila. Ia memperoleh simpati Angkatan Bersenjata Filipina. Pada saat itu di Filipina terdapat Pangkalan Militer AS, Clark Di pangkalan militer yang ada di Okinawa dan Filipina, terdapat timbunan senjata dan perlengkapan militer. Orang-orang Indonesia, Filipina, China (Taiwan), Amerika dan para serdadu sewaan dan negara-negara lain juga telah siap di Okinawa dan Filipina untuk membantu pemberontakan PERMESTA.

Persenjataan modern dari Amerika antara lain senapan ringan kaliber 12,7mm, RPG atau bazoka, granat semiotomatis, senapan serbu infanteri, dan senjata‐senjata penangkis serangan udara. Bantuan kapal selam, pesawat pembom B-26 yang telah dimodifikasi sebagai pesawat pengangkut persenjataan, pelatihan militer kepada passukan PRRI. Para pelatih militer itu berkedok sebagai pegawai perusahaan minyak Caltex di Sumatera. Sementara di Sulawesi Utara, dengan kapal selam para serdadu AS lebih mudah masuk karena lokasinya dekat dengan Filipina.

Sementara kekuatan prajurit PRRI/PERMESTA tidak sedikit. PRRI /PERMESTA didukung beberapa panglima daerah di Sumatera yang menyatakan tidak setia kepada pemerintah Soekarno. Mereka antara lain Kolonel Maludin Simbolon, panglima di Sumatera Utara, Letkol Ahmad Husein, panglima di Sumatera Barat, dan Letkol Barlian di Sumatera Selatan. Guna menghadapi pemberontak ini, TNI menggelar operasi militer dengan sandi “Tegas” yang merupakan pasukan gabungan AD, AU, AL dan POLRI. Letnan Jenderal AH. Nasution ditunjuk sebagai Ketua Gabungan Kepala Staf. Saat itu pengerahan pasukan sangat besar melibatkan pesawat tempur, yang tentu butuh management logistik yang rumit.

Sasaran serangan pertama adalah Riau, pada maret 1958. Mengapa ? Riau adalah kawasan perminyakan yang merupakan sasaran yang diperhitungkan bagi intervensi Amerika Serikat. Disamping itu posisi Riau cukup strategis karena berbatasan dengan jalur lalu lintas laut internasional. Menguasai Riau akan menutup kemungkinan pemberontak melarikan diri melalui selat Malaka. Duta Besar AS Howard Jones didampingi pejabat tinggi Caltex menemui Perdana Menteri Juanda di Jakarta. Kedua tamu ini khawatir keselamatan warga dan investasi Amerika di Riau. Mereka mengisyaratkan ancaman. Armada Laut AS yang berpangkalan di Pasifik dan kesatuan militer Inggris di Singapura bersiaga di perairan Riau. Pasukan marinir AS akan diturunkan bila pemerintah Indonesia tak mampu mengamankan wilayahnya.

AS dan Inggeris sudah punya taktik yang jitu agar mereka dapat terlibat lansung dalam perang ini, sudah dipersiapkan dengan matang. Apabila TNI berani melakukan serangan kepada pasukan PRRI maka para pemberontak akan melakukan aksi bumi hangus terhadap kawasan minyak Riau. Dengan demikian pasukan AS dan Inggeris punya alasan ikut campur langsung, yaitu mengamankan investasinya. Tapi gerakan pasukan gabungan TNI tidak terdeteksi oleh pasukan AS dan Inggeris. Karena semua sandi komunikasi antara pasukan komando TNI menggunakan bahasa Jawa.

Dini hari 12 Maret 1958, di cuaca yang tidak bersahabat, pasukan elite yang terdiri dari RPKAD Pasukan Gerak Tjepat, Korps Komando (KKO) AL, Brimob berangkat dari Tanjung Pinang, Riau. Mereka tergabung dalam komando “Kanguru”. Tugas mereka melakukan penerjunan untuk menduduki lapangan terbang dan kota Pekanbaru. Benarlah, kehadiran pasukan TNI tidak diduga oleh Pemberontak. Dengan gerak cepat pasukan elite TNI dengan kemampuan skill diatas rata rata pasukan reguler membuat pasukan pemberontak tidak berdaya.

Pukul 07.00 lapangan udara Simpangtiga sepenuhnya dapat dikuasai oleh TNI. Menyusul kemudian kota Pekanbaru yang sudah dalam kendali TNI. Tidak ada perlawanan yang berarti. Sebagian persenjatan bisa direbut oleh TNI. Para pemberontak menyerahkan diri. Pasukan RPKAD dari komando Kangguru pimpinan Letnan II Benny Moerdani, menyita sekitar 80 truk yang ditinggalkan di landasan lapangan terbang. Setelah digeledah, truk-truk tadi membuat kebutuhan logistik berupa persenjataan dan uang. Perbekalan asing itu terdiri dari senapan laras panjang Garand, Springfield, Recoilless, dan Bazooka buatan Amerika. Diketahui kemudian senjata-senjata mutakhir tadi berasal dari AS lewat para agen CIA.

Setelah itu operasi penumpasan PRRI/PERMESTA terus berlanjut di wilayah lainnya. Sampai akhirnya tuntas. AS dan Inggeris tidak berkutik. Sementara para gembong PRRI seperti Soemitro Djoyohadikusumo melarikan diri ke Inggris dan AS. Beberapa tahun kemudian, CIA melalui operasi inteligennya berhasil menjatuhkan Soekarno dengan menempatkan Soeharto sebagai Presiden, dan Soemitro Djoyohadikusumo dipanggil pulang ke tanah air oleh Soeharto untuk membangun Indonesia melalui bantuan dari AS. Jadi bukan China yang menjadi acaman kita. Karena sejarahnya China tidak pernah melakukan campur tangan untuk menguasai Indonesia melalui proxy nya. Tetapi AS dan Eropa yang pernah mencoba menganeksi bangsa ini melalui proxynya. Kemenangan Prabowo di wilayah ex PRRI, seperti Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan dan Sulawesi, seakan menyiratkan wilayah itu memang renta campur tangan asing. Dulu AS menggunakan Masyumi dan kini sama saja retorika Islam yang dipakai.

Wednesday, 22 May 2019

PIL PAHIT DARI SRILANKA



PIL PAHIT DARI SRILANKA
Oleh Alissa Wahid

Minggu ini kita dikejutkan dengan aksi bom bunuh diri yang masif di berbagai tempat di Sri Lanka. Di tengah misa Paskah di tiga gereja besar, ratusan warga Nasrani Sri Lanka menjadi korban. Nyawa puluhan turis mancanegara hilang di hotel- hotel mewah. Teror bom Sri Lanka menjadi serangan paling masif sejak tragedi 11 September 2001 di Amerika Serikat.
Teror ini terasa lebih menyakitkan karena sebelumnya berbagai peringatan telah diberikan, baik dari intelijen dalam negeri Sri Lanka maupun dari negara-negara lain, seperti India.

Namun, peringatan ini tidak direspons secara komprehensif oleh pemerintahan Maithripala Sirisena. Salah satu sebab kebobolan ini adalah konflik politik elite sehingga muncul tuduhan bahwa data peringatan ini sengaja disembunyikan dari pemerintah. Betapa mahal harga konflik politik itu bagi bangsa Sri Lanka.

Dari 8 pelaku bom bunuh diri, tujuh orang telah teridentifikasi. Dua di antaranya anak-anak dari seorang miliuner Sri Lanka. Muda, kaya, dan berpendidikan tinggi. Bahkan dari keluarga mereka, masih ada anggota keluarga yang lain yang terlibat. Bertentangan dengan asumsi awam bahwa terorisme utamanya disebabkan oleh dendam (ketimpangan) ekonomi.

Ini selaras dengan yang terjadi di Indonesia, baik pada keluarga pelaku bom Surabaya maupun pada beberapa keluarga kelas menengah yang memilih meninggalkan kehidupannya untuk pindah ke negara ISIS.

Istri salah seorang pelaku bom memilih meledakkan diri bersama kedua anak dan satu di kandungannya saat rumah mereka diserbu polisi Sri Lanka. Mengingatkan kita kepada ledakan bunuh diri di Sibolga beberapa waktu lalu. Ini membuktikan meningkatnya keterlibatan aktif perempuan dan keluarga dalam aksi terorisme sebagaimana tampak dalam upaya aksi teror perempuan jihadi di Mako Brimob tahun lalu.

Pelaku lain aksi teror Sri Lanka diidentifikasi sebagai seorang penceramah garis keras yang sering melontarkan agitasi ekstremisme di Youtube. Pelaku kelima ditengarai sebagai otak gerakan, dan dalam video yang dimuat ISIS di kanal AMAQ, tampak dia sedang memimpin beberapa orang lain berbaiat kepada ISIS. Kedua orang ini sering dilaporkan oleh kelompok-kelompok Islam moderat kepada pihak otoritas Sri Lanka karena ceramah-ceramahnya yang penuh kebencian dan ekstremisme agama. Sayangnya, laporan-laporan ini tidak diindahkan dan kedua penceramah tersebut tak juga ditindak, dan menjadi terlambat saat ini.

Di Indonesia, kelompok GP Ansor NU adalah salah satu yang paling depan menyuarakan tentang fenomena penceramah kebencian dan ekstremisme karena pengalaman lapangan di akar rumput menunjukkan narasi-narasi kebencian dibalut agama semakin kencang.

Tahun 2018, sebuah riset dari lembaga Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) Nahdlatul Ulama mengungkapkan, dari 100 masjid di lingkungan lembaga terkait negara kita, telah ada puluhan yang mendakwahkan eksklusivisme beragama, bahkan ekstremisme.

Namun, riset ini justru diserang dengan berbagai tuduhan, termasuk tentang kerangka pikir, kriteria radikal, dan tentang metodologi riset. Demikian juga nada miring yang dituduhkan terhadap banyak survei tentang radikalisme, intoleransi, dan khilafah. Setidaknya, bingkai bahwa riset-riset ini mendiskreditkan kelompok umat tertentu, atau memiliki agenda fobia terhadap berkembangnya kelompok tersebut.

Demikianlah kecanggihan narasi yang dimainkan para pendakwah teror berbalut agama ini. Kekuatannya besar dalam mengindoktrinasi pengikut berbagai ideologi ekstremisme atas nama Islam. Beberapa pelaku teror Sri Lanka mengalami perubahan keyakinan tentang jihad dan eksklusivisme agama karena ceramah-ceramah yang didengarnya di perkumpulannya di kampus di Inggris dan Australia.

Dari buku yang kerap saya kutip, Pengakuan Pejuang Khilafah (The Islamist), Ed Hussain yang sempat menjadi anggota Jemaah Islamiyah dan Hizbut Tahrir di Inggris menceritakan dengan gamblang proses yang dialaminya.

Dimulai dengan membangun dignity atau martabat, pendekatan imajinatif tentang betapa mulia dan bermartabat

identitasnya sebagai anggota kelompok yang menjadi jaminan akhirat nanti. Diikuti dengan casting vision, penanaman visi masyarakat yang suci murni yang diperjuangkan. Dan bagian yang paling penting adalah role to play, penanaman peran khusus dengan satu tugas penting, sebagai latihan untuk menjadi pejuang saat ia sudah menjadi kader yang bergerak di masyarakat.

Untuk proses indoktrinasi yang sedemikian terstruktur dan sistematis, dibutuhkan orator-orator yang piawai sebagai ujung tombaknya. Di Indonesia kita menemukan banyak pendakwah yang seperti ini, yang memompa sentimen identitas kelompok dengan semangat menyerang kelompok yang ditanamkan sebagai musuh. Karena itu, kosakata yang mengandung sentimen permusuhan, seperti kafir, penistaan, dan musuh agama, menjadi bukan sesuatu yang spontan, melainkan memang diamplifikasi terus-menerus.

Indonesia perlu belajar dari Sri Lanka. Aksi teror yang terjadi memiliki banyak karakteristik yang sama dengan lapangan Indonesia. Kaum Muslim sufi tradisional dan kelompok Islam moderat mereka telah mengingatkan bahaya pendakwah-pendakwah ekstrem di kanal-kanal media sosial. Pemerintah mereka tidak merespons. Hasilnya, 253 korban jiwa dan lebih dari 500 korban luka-luka. Sebuah pil yang sangat pahit.

Semoga pemerintah kita bisa memastikan ini tidak terjadi di Indonesia.

Alissa Wahid, penulis adalah Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia. Tulisan ini dimuat di Harian Kompas, Kolom Udar Rasa, edisi 28 April 2019.

Tuesday, 2 April 2019

INDONESIA KEMBALI MEMENANGKAN DUA TAMBANG ASING



Waow.......
INDONESIA KEMBALI MEMENANGKAN DUA TAMBANG ASING, PERUSAHAAN (INGGRIS & AUSTRALIA).
*Ijin tambang-nya palsu....!!!
*Siapa yang bikinin ijinnya...???

Menang Gugatan Lawan Perusahaan Inggris & Australia, RI Selamatkan Rp 18 T

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) memenangkan gugatan arbitrase internasional yang dilayangkan dua perusahaan tambang asing, Churchill Mining Plc dari Inggris dan Planet Mining Pty Ltd dari Australia. Dengan begitu, pemerintah RI telah menyelamatkan dana sebesar USD 1,3 miliar atau sekitar Rp 18 triliun.

Putusan tersebut telah dikeluarkan oleh Komite Pusat Internasional Penyelesaian Perselisihan Investasi atau International Centre for Settlement of Investment Disputes (ICSID) di Washington DC, Amerika Serikat pada 18 Maret 2019. ICSID menolak semua permohonan annulment of the award atau permohonan pembatalan putusan yang diajukan oleh para penggugat.

"Kemenangan yang diperoleh pemerintah Indonesia dalam forum ICSID ini bersifat final, berkekuatan hukum tetap, sehingga tidak ada lagi upaya hukum lain yang dapat dilakukan oleh para penggugat," ujar Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly di kantornya, Jakarta, Senin (25/3).

Kasus bermula saat para penggugat menuduh pemerintah Indonesia dalam hal ini Bupati Kutai Timur melanggar perjanjian bilateral investasi (BIT) RI-UK dan RI-Australia. Pelanggaran dimaksud adalah melakukan ekspropriasi tidak langsung dan prinsip perlakuan adil dan seimbang melalui pencabutan Kuasa Pertambangan atau Izin Usaha Pertambangan Eksploitasi (KP/IUP Eksploitasi) anak perusahaan para penggugat (empat perusahaan Grup Ridlatama) seluas sekitar 350 ribu meter persegi, di Kecamatan Busang pada 4 Mei 2010.

Para penggugat mengklaim bahwa pelanggaran tersebut telah menimbulkan kerugian terhadap investasinya di Indonesia, dan mengajukan gugatan sebesar USD 1,3 miliar atau sekitar Rp 18 triliun.

Gugatan tersebut sejatinya telah dimentahkan Tribunal ICSID pada 6 Desember 2016. Tribunal yang terdiri dari Gabrielle Kaufmann-Kohler, Michael Hwang SC, dan Albert Jan van den Berg menolak semua klaim yang diajukan penggugat terhadap Indonesia. Tribunal ICSID saat itu juga mengabulkan klaim Indonesia untuk mendapatkan penggantian biaya berperkara (award on costs) sebesar USD 9,4 juta.

Tribunal ICSID menerima semua argumen dan bukti yang diajukan pemerintah Indonesia yang membuktikan adanya pemalsuan dokumen oleh para penggugat. Setidaknya ada 34 dokumen palsu yang diajukan para penggugat pada proses persidangan tersebut.

"Tribunal ICSID sepakat dengan argumentasi pemerintah Indonesia bahwa, investasi yang bertentangan dengan hukum tidak pantas mendapatkan perlindungan dalam hukum internasional," tutur Yasonna.

Kemenangan Final

Tak terima dengan keputusan tersebut, dua perusahaan tambang asing asal Inggris dan Australia itu kembali mengajukan permohonan pembatalan putusan (annulment of the award) berdasarkan Pasal 52 Konvensi ICSID.

Argumentasi yang diajukan para enggugat adalah, bahwa Tribunal ICSID dianggap telah melangkahi kewenangan (ultra vires), telah terjadi penyimpangan yang serius dari aturan prosedur yang mendasar, dan putusan dianggap gagal menyatakan alasan yang menjadi dasar putusan.

Namun akhirnya setelah melalui perjuangan panjang, Komite ICSID pada 18 Maret 2019 menegaskan kemenangan Indonesia melalui sebuah putusan yang final dan berkekuatan hukum tetap (Decision on Annulment).

"Perlu digarisbawahi bahwa kemenangan ini adalah prestasi luar biasa bagi pemerintah Indonesia yang dicapai melalui koordinasi, dukungan, dan kerjasama dari instansi-instansi terkait," ucap Yasonna.

Dengan kemenangan tersebut, maka pemerintah Indonesia terhindar dari klaim sebesar USD 1,3 miliar atau sekitar Rp 18 triliun. Selain itu, penggantian biaya perkara sebesar USD 9,4 juta merupakan yang terbesar yang pernah diputus Tribunal ICSID.

Putusan tersebut tercatat sebagai kemenangan yang pertama yang dicapai pemerintah Indonesia di Forum ICSID di Washington DC, Amerika Serikat. Kemenangan tersebut bukti bahwa pemerintah Indonesia membuat perlakuan yang seimbang dan adil terhadap investor asing.

"Dan juga bukti bahwa pemerintah Indonesia memiliki kedaulatan dalam pengelolaan di bidang pertambangan," kata Yasonna menandaskan.

Reporter: Nafiysul Qodar

Sumber: Liputan6.com

https://m.merdeka.com/peristiwa/menang-gugatan-lawan-perusahaan-inggris-australia-ri-selamatkan-rp-18-t.html

Ayo......
Sikat habis para pencipta ISIS itu...!!!

Pak Jokowi harus sekali lagi, untuk menyelesaikan semuanya.....🙏🙏🙏
Majulah Negri-ku.......🇮🇩🇮🇩🇮🇩
*M E R D E K A........💪💪

MENANG & MENANG LAGI


Waow...Jokowilagi 💪
INDONESIA KEMBALI MEMENANGKAN DUA TAMBANG ASING, PERUSAHAAN (INGGRIS & AUSTRALIA).
*Ijin tambang-nya palsu....!!!
*Siapa yang bikinin ijinnya...???

Menang Gugatan Lawan Perusahaan Inggris & Australia, RI Selamatkan Rp 18 T

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) memenangkan gugatan arbitrase internasional yang dilayangkan dua perusahaan tambang asing, Churchill Mining Plc dari Inggris dan Planet Mining Pty Ltd dari Australia. Dengan begitu, pemerintah RI telah menyelamatkan dana sebesar USD 1,3 miliar atau sekitar Rp 18 triliun.

Putusan tersebut telah dikeluarkan oleh Komite Pusat Internasional Penyelesaian Perselisihan Investasi atau International Centre for Settlement of Investment Disputes (ICSID) di Washington DC, Amerika Serikat pada 18 Maret 2019. ICSID menolak semua permohonan annulment of the award atau permohonan pembatalan putusan yang diajukan oleh para penggugat.

"Kemenangan yg diperoleh pemerintah Indonesia dalam forum ICSID ini\ bersifat final, berkekuatan hukum tetap, sehingga tidak ada lagi upaya hukum lain yang dapat dilakukan oleh para penggugat," ujar Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly di kantornya, Jakarta, Senin (25/3).

Kasus bermula saat para penggugat menuduh pemerintah Indonesia dalam hal ini Bupati Kutai Timur melanggar perjanjian bilateral investasi (BIT) RI-UK dan RI-Australia. Pelanggaran dimaksud adalah melakukan ekspropriasi tidak langsung dan prinsip perlakuan adil dan seimbang melalui pencabutan Kuasa Pertambangan atau Izin Usaha Pertambangan Eksploitasi (KP/IUP Eksploitasi) anak perusahaan para penggugat (empat perusahaan Grup Ridlatama) seluas sekitar 350 ribu meter persegi, di Kecamatan Busang pada 4 Mei 2010.

Para penggugat mengklaim bahwa pelanggaran tersebut telah menimbulkan kerugian terhadap investasinya di Indonesia, dan mengajukan gugatan sebesar USD 1,3 miliar atau sekitar Rp 18 triliun.

Gugatan tersebut sejatinya telah dimentahkan Tribunal ICSID pada 6 Desember 2016. Tribunal yang terdiri dari Gabrielle Kaufmann-Kohler, Michael Hwang SC, dan Albert Jan van den Berg menolak semua klaim yang diajukan penggugat terhadap Indonesia. Tribunal ICSID saat itu juga mengabulkan klaim Indonesia untuk mendapatkan penggantian biaya berperkara (award on costs) sebesar USD 9,4 juta.

Tribunal ICSID menerima semua argumen dan bukti yang diajukan pemerintah Indonesia yang membuktikan adanya pemalsuan dokumen oleh para penggugat. Setidaknya ada 34 dokumen palsu yang diajukan para penggugat pada proses persidangan tersebut.

"Tribunal ICSID sepakat dengan argumentasi pemerintah Indonesia bahwa, investasi yang bertentangan dengan hukum tidak pantas mendapatkan perlindungan dalam hukum internasional," tutur Yasonna.

Kemenangan Final

Tak terima dengan keputusan tersebut, dua perusahaan tambang asing asal Inggris dan Australia itu kembali mengajukan permohonan pembatalan putusan (annulment of the award) berdasarkan Pasal 52 Konvensi ICSID.

Argumentasi yang diajukan para enggugat adalah, bahwa Tribunal ICSID dianggap telah melangkahi kewenangan (ultra vires), telah terjadi penyimpangan yang serius dari aturan prosedur yang mendasar, dan putusan dianggap gagal menyatakan alasan yang menjadi dasar putusan.

Namun akhirnya setelah melalui perjuangan panjang, Komite ICSID pada 18 Maret 2019 menegaskan kemenangan Indonesia melalui sebuah putusan yang final dan berkekuatan hukum tetap (Decision on Annulment).

"Perlu digarisbawahi bahwa kemenangan ini adalah prestasi luar biasa bagi pemerintah Indonesia yang dicapai melalui koordinasi, dukungan, dan kerjasama dari instansi-instansi terkait," ucap Yasonna.

Dengan kemenangan tersebut, maka pemerintah Indonesia terhindar dari klaim sebesar USD 1,3 miliar atau sekitar Rp 18 triliun. Selain itu, penggantian biaya perkara sebesar USD 9,4 juta merupakan yang terbesar yang pernah diputus Tribunal ICSID.

Putusan tersebut tercatat sebagai kemenangan yang pertama yang dicapai pemerintah Indonesia di Forum ICSID di Washington DC, Amerika Serikat. Kemenangan tersebut bukti bahwa pemerintah Indonesia membuat perlakuan yang seimbang dan adil terhadap investor asing.

"Dan juga bukti bahwa pemerintah Indonesia memiliki kedaulatan dalam pengelolaan di bidang pertambangan," kata Yasonna menandaskan.

Reporter: Nafiysul Qodar

Sumber: Liputan6.com

https://m.merdeka.com/peristiwa/menang-gugatan-lawan-perusahaan-inggris-australia-ri-selamatkan-rp-18-t.html

Pak Jokowi harus sekali lagi, untuk menyelesaikan semuanya.....🙏🙏🙏
Majulah Negri-ku.......🇮🇩🇮🇩🇮🇩
*M E R D E K A........💪💪💪

Monday, 31 December 2018

➡SIAPA SESUNGGUHNYA SI RAJA HUTANG ⬅



▪Hindia Belanda - 4 Milyar USD

▪Soekarno - 2.3 Milyar USD

▪Suharto  - 61 Milyar USD

▪Habibie - 8.5 Milyar USD

▪Gus Dur - (minus) 3.76 Milyar USD

▪Mega - 11 Milyar USD

▪SBY - 211 Milyar USD

▪Jokowi  - 10.5 Milyar USD

Hutang yg 211 milyar USD, tdk ada hasil apa2, digunakan utk impor dan korupsi. Kok gak pada rame ?
Sedangkan yg 10,5 milyar, utk bangun infra struktur dimana-mana, kok jadi masalah. 

Memang, beberapa orang kita mikirnya sudah kebolak-balik 😪

http://mobile.seruu.com/utama/sketsaindonesia/artikel/siapa-raja-hutang-sesungguhnya
#Viralkan!

Friday, 7 December 2018

Waspada Serangan Balik Singapura .... Save Jokowi !!!!!



Tahun madu dan hubungan mesra Singapura dengan Indonesia dimulai sejak Lee Kuan Yew berkuasa di Singapura dan Soeharto berkuasa Indonesia. Dilanjutkan dengan pengganti Lee Kuan Yew dan Presiden SBY.

Hubungan manis terganggu sejak Jokowi berkuasa di Indonesia.

Apa saja kebijakan Pemerintahan Jokowi yg mengganggu kepentingan Singapura ?.

1. Pembubaran Petral di Singapura.

- Selama ini semua transaksi ekspor impor migas dan BBM dilakukan di Singapura.

- Perputaran uang di perbankan Singapura dari hasil transaksi 2 juta barrel per hari mencapai 150 juta USD per hari atau sekitar 60 milyar USD per tahun.

- Sekarang transaksi keuangan tersebut berhenti total.

2. Kebijakan menyuling minyak mentah di Indonesia dan pembangunan kilang minyak di Indonesia.

- Selama ini sebagian minyak mentah Indonesia disuling di Singapura serta Indonesia juga mengimpor BBM dari hasil kilang Singapura.

- kebijakan ini membuat Kilang Singapura akan stop berproduksi.

- Industri perkapalan mengangkut migas akan berhenti.

- Pelabuhan Singapura akan berkurang muatannya.

- Bisnis dan keuangan yg berkaitan dengan kilang minyak Singapura dan industri perkapalan tangker Singapura akan hancur.

3. Wewenang jasa pandu kapal di Selat Malaka diambil alih Indonesia (yang selama ini dikuasai Singapura).

- Pendapatan jasa pandu kapal akan masuk ke Indonesia.

- Setiap hari ribuan kapal hilir mudik melalui Selat Malaka.

(Selama ini semua pendapatan jasa pandu masuk ke Singapura).

4. Pembangunan pelabuhan Hub internasional Kuala Tanjung di Sumatera Utara.

- Sekarang semua kapal mother vessel yg lewat Selat Malaka akan singgah di Pelabuhan Kuala Tanjung.

- Ekspor Impor Indonesia tidak perlu pakai kapal feeder ke Singapura lagi.

Sudah bisa langsung tanpa via Singapura.

- Bisnis ekspor impor dan bisnis perkapalan serta pelabuhan Singapura akan hancur.

5. Kebijakan Tax Amnesti Indonesia.

- Uang dan aset warga negara Indonesia di Singapura kena pengampunan pajak di Indonesia dengan membayar kewajiban ke Indonesia.

- Tidak mudah lagi mencuci uang di Singapura.

- Bisnis perbankan dan bisnis properti Singapura akan terganggu.

6. Dimulainya pelaksanan peraturan transparansi bank dan keterbukaan Bank terhadap data nasabah.

- Semua uang hasil kejahatan korupsi, kejahatan ekstra ordinary (extra ordinary crime) dan transnegara akan bisa diambil kembali.

7. Berakhirnya perjanjian wewenang pengaturan udara di Laut Cina Selatan dan perairan Indonesia sekitar selat Malaka yg selama ini dikuasai Singapura.

- Setiap hari sekitar 20 ribu pesawat yg melewati kawasan udara Selat Malaka dan Laut Cina Selatan.

- Semua penerbangan membayar Air Transport Control Fee (ATC Fee) atau Jasa Pandu Udara kepada otoritas bandara Singapura.

- Tarifnya 1 USD per mile. Satu kali pandu pesawat jaraknya sampai 20 - 50 mile

- Diperkirakan Singapura mendapat ATC Fee sebesar 10 milyar USD per tahun.

- Semua ATC Fee akan masuk ke Indonesia.

8. Berakhirnya perjanjian kebebasan pesawat tempur Singapura melakukan latihan terbang tempur dengan negara mitranya di udara laut China Selatan.

- Sekarang semua pesawat Angkatan Udara Singapura bila mau terbang harus ijin Indonesia.

2019 - 2024 Indonesia Maju. hatevan@gmail.com

Tuesday, 4 September 2018

Bahaya Politisasi Agama

Bagaimana hubungan agama dan politik adalah perdebatan klasik yang tak kunjung usai, entah sampai kapan. Ada yang mengatakan perdebatan ini akan berhenti dengan sendirinya manakala masyarakat sudah beranjak dewasa dan bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya. Ternyata, di negara-negara maju sekalipun, kerumitan hubungan antara agama dan politik tetap terjadi.
Di Indonesia, kita menemukan banyak fakta bahwa dosis agama akan menguat pada setiap saat menghadapi kontestasi untuk merebut jabatan-jabatan politik. Penggunaan dosis agama dalam berpolitik inilah yang sering kita sebut dengan poilitisasi agama, yakni agama dijadikan sebagai alat untuk meraih kekuasaan politik.
Mengapa agama sangat mudah dijadikan alat politik, karena semangat emosional merupakan unsur terkuat dalam memperkokoh dukungan. Salah satu unsur terpenting dalam agama adalah keimanan yang dalam bahasa teknisnya merupakan keterlibatan emosi dalam membangun keyakinan pada sesuatu yang gaib dan yang maha kuasa. Jika unsur emosi ini disentuh, kemungkinan besar akan terbawa dalam satu arus (emosi) yang sama. Maka, politisasi agama menjadi gerakan politik yang sangat efektif.
Dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahap ketiga yang berlangsung 27 Juni 2018 di 171 (17 provinsi, 115 kabupaten, dan 39 kota) membuktikan dengan sangat nyata efektifnya gerakan politisasi agama, terutama di daerah-daerah yang terdapat pemisahan yang relatif jelas antara partai yang selama ini mengusung semangat “agama” dengan yang “nasionalis”.
Di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sumatera Utara bisa menjadi contoh. Pasangan Sudrajat-Syaikhu di Jawa Barat, meskipun belum berhasil menjadi pemenang, karena menggunakan isu agama pada saat kampanye, berhasil meraih suara yang signifikan, meningkat drastis dari perkiraan lembaga-lembaga suvei. Demikian juga pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah di Jawa Tengah. Adapun pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah di Sumatera Utara berhasil memenangkan kontestasi, selain dengan menggunakan isu agama juga isu etnis.
Memang banyak tokoh agama yang membantah, atau lebih tepatnya mengelak adanya politisasi agama, tapi fakta-fakta di lapangan jelas menunjukkan adanya gerakan ini. Tampaknya, dalam melihat isu ini, tergantung pada bagaimana kita menginterpretasikan fakta-fakta di lapangan. Bagi yang menolak atau mengelak politisasi agama berpandangan bahwa penggunaan isu agama merupakan bagian dari ekspresi politik warga negara yang dibenarkan dalam perspektif demokrasi.
Yang menjadi masalah sebenarnya bukan pada aspek penyaluran aspirasi politiknya, tapi pada saat agama digunakan sebagai sarana kampanye untuk meraih kekuasaan, akan sangat potensial menjadi alat pemecah belah umat yang secara faktual tidak terkonsentrasi pada pasangan calon tertentu. Semua pasangan calon memiliki pendukung dari kalangan umat. Klaim salah satu pasangan calon selain mengandung unsur kebohongan, juga akan menimbulkan ketidakpercayaan publik pada agama sebagai alat pemersatu. Menurut saya, inilah salah satu bahaya dari politisasi agama.
Bahaya lain yang tidak bisa dianggap enteng adalah kemungkinan terkoyaknya keutuhan republik. Benar bahwa republik ini lahir dengan dilandasi semangat keagamaan yang kuat. Tapi, yang harus disadari, republik ini juga lahir karena kuatnya semangat kebersamaan dari berbagai unsur yang ada di nusantara, yakni unsur agama, suku, ras, dan ragam budaya. Penonjolan salah satu aspek saja dari beragam unsur ini akan menumbuhkan kecemburuan dan sentimen yang negatif. Jika sentiment negative ini terus dibiarkan bisa mengarah pada perpecahan.
Banyak kalangan menduga bahwa siapa pun yang menolak politisasi agama sebagai manifestasi dari Islamofobia, atau sebagai ekspresi dari ketidaksukaan pada Islam. Dugaan ini salah besar. Menolak politisasi agama justru sebagai bentuk pemuliaan terhadap nilai-nilai agama. Agama harus kita jadikan pedoman dalam merajut kebersamaan, bukan sebaliknya. Agama harus menjadi dasar sikap semua pejabat negara, bukan hanya dijadikan alat meraih suara kemudian dicampakkannya.
Pada saat agama semata-mata dijadikan alat politik, maka yang terjadi adalah pengabaian pada nilai-nilai luhurnya. Sebagai contoh, agama melarang dengan tegas transaksi suap menyuap, korupsi, dan perbuatan-perbuatan lain yang merugikan rakyat. Tapi karena agama hanya dijadikan alat politik, tindakan-tindakan buruk ini pun tidak sedikit yang melakukannya. Agama hanya sebatas lips service, hanya sebatas jargon politik yang tidak mewujud dalam tingkah laku politik sehari-hari.
Kita pernah mendengar adanya fakta-fakta yang terpapar di persidangan tindak pidana korupsi (tipikor), ada oknum-oknum koruptor yang dalam menjalankan aksinya menggunakan istilah-istilah kitab suci sebagai kode-kode rahasia untuk mengelabuhi orang lain. Dengan menggunakan istilah-istilah kitab suci, disadari atau tidak, yang bersangkutan telah melumuri agama dengan kotoran.
Maka, sekali lagi, menolak politisasi agama adalah wujud dari upaya memuliakan agama. Kita mencegah kemungkinan publik tidak percaya lagi pada agama lantaran terlampau sering menjadi penghias bibir para koruptor. Bahkan tidak menutup kemungkinan ada oknum-oknum koruptor yang melegitimasi tindakannya dengan dalil-dalil agama.
Kita tidak menolak agama dalam berpolitik. Yang kita tolak adalah setiap upaya politisasi (mengotori) kesucian agama yang akan membahayakan bagi keberagaman dan keutuhan kebangsaan kita.
Jeffrie Geovanie
http://jeffriegeovanie.com
Anggota MPR RI 2014-2019
https://psi.id/berita/2018/08/17/bahaya-politisasi-agama/

Kupas Tuntas Pemberontakan Hizbut Tahrir di Libya, Suriah dan Indonesia



SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Pengamat politik Timur Tengah, Dina Sulaeman dalam akun fanpage Facbooknya mengupas tuntas gerakan Hibut Tahrir di berbagai negara, HT adalah gerakan politik tapi yang mengklaim sebagai gerakan dakwah, HT dibalik kehancuran di beberapa negara, karena mereka ingin menegakkan ‘Khilafah’ ala mereka, berikut ulasannya:


Sebenarnya yang paling awal berperan mengobrak-abrik Suriah adalah kelompok Ikhwanul Muslimin (mengaku berjihad, padahal dapat suplai dana dan senjata dari Barat). Saat inipun pasukan “jihad” terkuat di Suriah selain ISIS dan Al Qaida adalah yang berhaluan IM. IM ini ada cabangnya di Indonesia dan mendirikan partai.


HTI selalu mengklaim diri sebagai semata-mata organisasi dakwah Islam dan atas alasan itu, UU Ormas (kini UU) secara salah kaprah disebut anti Islam. Padahal yang disasar UU Ormas adalah ormas yang ideologinya membahayakan NKRI (anti Pancasila, pro kekerasan, dll). Tokoh ex-HTI pun mengajukan gugatan ke PTUN minta pencabutan pembubaran ormas mereka.

Untuk argumen teologis, para pakar sudah dihadirkan pihak pemerintah dalam persidangan. Tentu saja, para pakar ini dibully di medsos oleh para pembela HTI, bahkan dengan cara dan tuduhan yang sangat kasar.

Untuk argumen politik, saya bisa menjelaskan, dimana bahayanya HTI, dengan cara menyimak rekam jejak mereka dalam isu Timteng.


HTI selalu mengklaim sebagai organisasi dakwah. Ini bertentangan dengan pernyataan yang dimuat di situs-situs HT di berbagai negara, termasuk Indonesia, yang secara jelas menyatakan bahwa Hizbut Tahrir adalah partai politik yang memiliki tujuan untuk mendirikan kekhalifahan Islam.

Saat diwawancarai oleh Aiman dari Kompas TV (12/6), Ismail Yusanto mengelak menjawab, bagaimana proses terbentuknya kekhilafahan serta siapa dan dari negara mana asal sang khalifah.

Pertanyaan bagaimana proses terbentuknya khilafah adalah poin yang amat krusial dalam mengetes kesahihan klaim-klaim anti kekerasan yang disampaikan oleh HTI. Bila kita melacak jejak digital pernyataan-pernyataan HTI terkait upaya pendirian khilafah di Libya dan Suriah, kita justru mendapati bahwa organisasi ini menyebarkan narasi yang menyerukan kekerasan. Menurut HTI, rezim Qaddafi dan Assad adalah rezim taghut, karenanya perlu jihad untuk mendirikan khilafah di kedua negara itu.


HTI dan Libya

Pada 23 Februari 2011, Ismail Yusanto merilis siaran pers berjudul “Seruan HTI untuk Kaum Muslimin di Libya Tumbangkan Rezim Diktator, Tegakkan Khilafah”. Dalam siaran pers itu Ismail menyatakan, “penguasa Libya memimpin dengan penuh kezaliman, menggunakan tekanan, paksaan dan kekangan… rakyatnya hidup dalam kemiskinan yang sangat dan kelaparan yang tiada terkira.”

Lalu pada Agustus 2011, situs HTI merilis siaran pers ucapan selamat atas tumbangnya “rezim tiran Qaddafi”.


HTI mengabaikan data dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa sebelum 2011, Libya adalah negara dengan Human Development Index (HDI) tertinggi di Afrika. Pada tahun 2010, HDI Libya berada di peringkat 57 dunia. Ini adalah posisi yang jauh lebih baik darpada Indonesia yang baru sampai di peringkat 112.


Dalam situs UNDP dicantumkan bahwa pengukuran HDI dimaksudkan untuk mengetahui kondisi kehidupan manusia, dengan berbasis tiga hal berikut ini: kehidupan yang sehat, panjang umur, dan kreatif; memiliki pengetahuan, serta memiliki akses terhadap sumber daya yang diperlukan untuk memiliki kehidupan yang layak.

Pada 2010, pendapatan penduduk per kapita Libya adalah US$ 14.582. Bandingkan dengan Indonesia pada saat itu yang hanya US$ 2.149. Warga Libya menikmati pendidikan dan layanan kesehatan gratis, serta subsidi berlimpah di sektor energi dan pangan.

Dan ironisnya, di balik seruan-seruan jihad serta gegap-gempita HTI pasca tergulingnya Qaddafi, yang terjadi di Libya sesungguhnya adalah agenda penggulingan kekuasaan yang dilakukan oleh NATO. Prosesnya diawali dengan demo-demo anti pemerintah oleh para “mujahidin” Libya yang berafiliasi dengan Al-Qaidah. Lalu, setelah terjadi bentrokan senjata dengan tentara pemerintah, mereka meminta kepada PBB untuk turun tangan, mengklaim telah terjadi “kejahatan kemanusiaan”.

Hanya dalam waktu sebulan, di luar kewajaran, Dewan Keamanan PBB merilis Resolusi 1973/Maret 2011, yang memberikan mandat kepada NATO untuk memberlakukan no fly zone. Praktis resolusi ini memberi kesempatan kepada NATO untuk membombardir Libya. Negara yang pernah dijuluki “Swiss-nya Afrika” itu pun luluh lantak. Qaddafi terguling dan korporasi multinasional pun berpesta-pora karena mendapatkan proyek-proyek rekonstruksi dan eksplorasi minyak di negara yang amat kaya sumber daya alam itu.


HTI dan Suriah

Peran “mujahidin” sebagai proksi NATO di Libya kembali terulang di Suriah. Bahkan tokoh-tokoh Al-Qaidah Libya-lah yang merintis pembentukan milisi-milisi jihad Suriah. Laporan jurnalis Mary Fizgerald dari Foreign Policy menyebutkan bahwa salah satu komandan pemberontak Libya yang paling terkenal, Al-Mahdi Al-Harati, bersama lebih dari 30 milisi Al-Qaidah Libya datang ke Suriah untuk mendukung Free Syrian Army (FSA) serta membentuk milisi Liwaa Al-Ummah.

Lalu, di mana peran HTI? Sama seperti Libya, HTI menjadi cheerleader yang sangat aktif dalam menyerukan jihad Suriah. Pada Januari 2013, HTI bahkan sangat optimistis menyatakan bahwa “khilafah di Suriah sudah dekat”. Hafidz Abdurrahman, Ketua Lajnah Tsaqafiyah DPP HTI, menyatakan, “Hizbut Tahrir terus bekerja keras untuk mengawal Revolusi Islam ini hingga mencapai tujuannya, yaitu tumbangnya rezim kufur Bashar, kemudian menggantikannya dengan khilafah.”

Menurut Hafidz, proses berdirinya khilafah di Suriah bisa dipercepat dengan “…melumpuhkan kekuasaan Bashar. Bisa dengan membunuh Bashar, seperti yang dilakukan terhadap Qaddafi, atau pasukan yang menopang kekuasaan Bashar.”

Dari kalimat ini terlihat bahwa metode yang diusung HTI dalam mendirikan kekhalifahan adalah metode destruktif.

Bila diamati rekam jejak narasi HTI terkait Suriah di situs-situs mereka: sangat jelas mereka memberikan dukungan kepada kelompok-kelompok teror. Ini pun sudah diakui juga secara terbuka oleh Ismail Yusanto bahwa Hizbut Tahrir pernah mengikuti sumpah setia dengan banyak kelompok “mujahidin” Suriah, termasuk dengan Al-Nusra. Pada 9 September 2014, situs HTI memuat ucapan duka cita atas tewasnya pimpinan pasukan “jihad” Ahrar Al-Sham.

Jabhah Al-Nusrah dan Ahrar Al-Sham adalah organisasi teror yang sangat brutal, yang lahir dari rahim Al-Qaidah. Situs counterextrimism.com menyebutkan bahwa Al-Nusra didirikan oleh Abu Mus’ab Al-Zarqawi yang merupakan mantan anggota HT. Kelompok Al-Muhajirun, yang dituduh bertanggung jawab atas 50% aksi-aksi teror di Inggris sejak 1995, didirikan oleh Omar Bakri Muhammad, yang juga mantan pimpinan HT.

Di Indonesia, kita mengenal nama Muhammad Al-Khaththath yang ditangkap polisi dengan tuduhan makar, serta Bahrun Naim, yang disebut-sebut sebagai dalang bom Sarinah. Keduanya adalah mantan anggota HTI.


Suriah dan Indonesia

Sejak perang Suriah dikobarkan para “mujahidin”, di Indonesia pun muncul gerakan masif mengusung narasi kebencian kepada Syiah (dan parahnya, setiap orang/pihak yang tidak sepakat dengan mereka langsung distempel Syiah). Aksi-aksi penggalangan donasi untuk Suriah dilakukan sangat gencar, dengan membawa narasi kebencian, perang Sunni lawan Syiah, mencaci ulama-ulama Suriah yang menentang “jihad”, menyebarkan foto dan video palsu, dll.

Ini jelas membawa masalah besar buat Indonesia. Apa masalahnya? Karena kebencian itu bagai api, akan membakar ke segala penjuru. Dampaknya sudah sangat terasa di atmosfir Indonesia: kebencian meruyak ke segala arah; melebar ke semua isu. Fasisme atas nama agama dengan cara mengusung kebencian semakin merajalela. Isu yang dimanfaatkan bukan cuma Syiah, tapi PKI, China, dll. Dan siapa yang membawa narasi kebencian ini? Tak lain mereka yang berafiliasi dengan ormas-ormas radikal yang angkat senjata di Suriah.

Kalau mau diperdalam lagi, silahkan cek, kelompok-kelompok yang sering membawa hoax soal Suriah adalah kelompok-kelompok yang sama yang juga aktif menyebarkan hoax soal pemerintah. Karena itu, sepatutnya melawan hoax soal Suriah gencar dilakukan, terutama oleh mereka yang mengaku aktivis anti Hoax. (SFA)

http://www.salafynews.com/kupas-tuntas-pemberontakan-hizbut-tahrir-di-libya-suriah-dan-indonesia.html
Kupas Tuntas Pemberontakan Hizbut Tahrir di Libya, Suriah dan Indonesia
by SFA
Posted on March 23, 2018.
Jum’at, 23 Maret 2018 – 16.27 Wib,

Friday, 6 July 2018

Faktor Penentu Terpilihnya Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB



Faktor Penentu Terpilihnya Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB

Terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020 ini merupakan kepercayaan internasional untuk yang keempat kalinya bagi bangsa ini. Merujuk laman Dewan Keamanan PBB, Indonesia sebelumnya pernah mendapatkan kepercayaan serupa pada 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008.

Sejumlah hal menjadi pendorong bagi Indonesia untuk mendapatkan dukungan kali ini dengan 144 suara dari 190 negara anggota PBB. Faktor pertama ialah kondisi dari dalam negeri Indonesia itu sendiri yang dinilai demokratis, stabil, dan damai.

"Beberapa hal yang menyumbang kemenangan Indonesia antara lain yang pertama, kondisi dalam negeri Indonesia yang demokratis, stabil, dan damai. Kondisi dalam negeri Indonesia ini memiliki kontribusi yang besar dalam kemenangan ini," kata Presiden Joko Widodo saat memberikan pernyataannya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa, 12 Juni 2018.

Selanjutnya, rekam jejak Indonesia dalam pergaulan internasional turut mendapatkan tempat tersendiri. Kontribusi diplomasi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia selama ini telah berandil besar dalam pencapaian ini.

"Yang kedua, rekam jejak dan kontribusi diplomasi Indonesia dalam turut menjaga perdamaian dunia," tutur Presiden.

Selain itu, Presiden Joko Widodo menyebut bahwa independensi politik luar negeri Indonesia dan peranan Indonesia dalam menjembatani perbedaan-perbedaan di negara konflik sekalipun juga menjadi penentu bagi keberhasilan Indonesia.

"Yang ketiga, independensi politik luar negeri Indonesia, netralitas politik luar negeri Indonesia. Dan yang keempat, peran Indonesia dalam menjembatani perbedaan-perbedaan yang ada termasuk di negara-negara yang dilanda konflik," ucapnya.

Setelah tergabung dalam anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, setidaknya Indonesia akan memberikan empat prioritas dalam keanggotaannya. Presiden berujar, pertama, Indonesia ingin mengedepankan penyelesaian konflik dengan cara-cara damai. Kedua, Indonesia juga mendorong hubungan yang lebih erat antara organisasi-organisasi kawasan dengan Dewan Keamanan PBB.

"Kita ingin memperkuat ekosistem perdamaian dan stabilitas dunia dengan memperkuat budaya penyelesaian konflik secara damai. Kemudian kita ingin memperkuat sinergi antara organisasi kawasan dan Dewan Keamanan PBB," ujarnya.

Selain itu, Indonesia juga akan menawarkan pendekatan yang lebih menyeluruh dalam menangani kejahatan lintas batas, termasuk kejahatan terorisme yang menjadi masalah bersama negara-negara di dunia.

“Kita ingin meningkatkan pendekatan komprehensif dalam menangani kejahatan lintas batas termasuk di dalamnya terorisme. Serta kita ingin menyinergikan upaya menciptakan perdamaian dengan pencapaian agenda pembangunan 2030," tandasnya.


Bogor, 12 Juni 2018
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

Trump Kibarkan Perang Dagang dengan RI

Donald Trump (Foto: REUTERS/Win McNamee)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan peringatan kepada Indonesia agar berhati-hati dalam hubungan perdagangan. Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi mengatakan, Trump telah berencana mencabut perlakuan khusus terhadap Indonesia di bidang perdagangan.
"Trump sudah memberi kita warning. Kita bicara sama dia mengenai beberapa aturan mengenai special treatment tarif yang dia kasih ke kita mau dicabut, terutama tekstil," ungkap Sofjan di Permata Kuningan, Jakarta, Kamis (5/7).
Menurutnya, ekonomi AS memang sedang membaik. Namun, di sisi lain, hal tersebut menurut Sofjan membuat Trump menjadi bersikap seenaknya terhadap negara lain. Kini, Indonesia pun berpotensi menghadapi perang dagang dengan AS.
Donald Trump. (Foto: REUTERS/Jonathan Ernst)
"Ekonomi AS bukan main pertumbuhannya. Mal penuh, restoran penuh, pengangguran paling kecil dan dia berbuat seenaknya. Dia akan melakukan apakah besok jadi perang dagangnya atau tidak," ujarnya.
Ditemui di kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani juga menyatakan hal serupa. Menurut Haryadi, Trump bakal menerapkan perang dagang tidak hanya dengan China. Namun juga dengan semua negara yang memberikan ancaman defisit. Bahkan menurut Hariyadi, fasilitas preferensi bea masuk (Generalized System of Preferences/GSP) untuk tekstil sudah dicabut.
“Jadi memang ini tantangan ke kita. Yang saya tahu tekstil ya, tekstil sudah dicabut sejak Januari lalu. Udang dan kepiting saya enggak begitu yakin ya karena kita masuk ke AS mungkin tidak sebesar Vietnam atau yang lainnya. Memang secara keseluruhan Trump melihatnya ya


https://babe.topbuzz.com/a/6574741982977982978?user_id=6349798746343080968&language=id&region=id&app_id=1245&impr_id=6575001941909178625&gid=6574741982977982978&c=wa

Tags

Recent Post