Showing posts with label Renungan Politik. Show all posts
Showing posts with label Renungan Politik. Show all posts
Sunday, 26 January 2020
SORGA BUKAN CERITA
-Tulisan bagus dari seorang asing yang memandang Indonesia dari luar-
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/01/sorga-bukan-cerita.html]
Musim dingin, ketika salju turun, di Eropa atau Amerika Utara, suhu bisa mencapai *-minus 40 derajat celsius-. Artinya, kulkasmu masih lebih hangat.
Itulah saat semua tetumbuhan "mati " kecuali pohon cemara. Itulah saatnya darahmu bisa berhenti menjadi es ketika kamu keluar rumah tanpa pakaian khusus.
Musim salju adalah ketika manusia bertahan hidup dan beraktivitas yang mungkin, tanpa bisa berjalan jika tak ada bantuan peralatan dan teknologi.
Tanpa itu, mati kedinginan. Dan ada satu periode dimana salju berbentuk badai. Badai salju. Terbayang apa yg bisa dilakukan selain bertahan hidup diruangan berpemanas.
Padang pasir. Begitu keringnya sampai2 manusia yang berdiam disana membayangkan sungai2 yang mengalir sebagai surga.
Hanya ada beberapa jenis pohon yang bisa hidup dalam suhu bisa di atas 40 derajat celcius. Keringatmu bisa langsung menguap bersama cairan tubuhmu. Dan keberadaan air adalah persolan hidup mati. Sungguh bukan minyak.
Saya sungguh tidak mengerti ketika ada orang yg masih belum percaya bahwa Indonesia itu serpihan sorga.
Cobalah kamu bercelana pendek, pakai kaos dan sandal jepit jalan jalan di Kanada ketika musim dingin. Atau jalan jalan dipadang pasir. Dijamin mati.
Disini, dinegaramu, kapan saja, mau siang mau malam kamu bisa jalan2 kaosan tanpa alas kaki. Mau hujan mau panas, Selamat.
Di Eropa, Amerika paling banter kamu akan ketemu buah2an yg sering kamu pamer2in. Apel🍎, anggur🍇, sunkist🍊, pear🍐, dan semacamnya.
Di Timur tengah paling kamu ketemu kurma, kismis, kacang arab, buah zaitun, buah tin.
Di Indonesia, kamu tak akan sanggup menyebut semua jenis buah dan sayuran, umbi2an, kacang2an, bunga2, rempah2, saking banyaknya.
Di Amerika, Eropa, kamu akan ketemu makanan lagi2, sandwich, hot dog, hamburger. Itu2 saja yang divariasi. Paling banter steak, es krim, keju.
Di Timur tengah?. Roti. Daging dan daging dan daging lagi.
Di Indonesia?. Dari Sabang sampai Merauke, mungkin ada ratusan ribu varian makanan. Ada puluhan jenis soto, varian sambal, olahan daging, ikan dan ayam tak terhitung macamnya.
Setiap wilayah ada jenisnya. Kue basah kue kering ada ribuan jenis. Varian bakso saja sudah sedemikian banyak. Belum lagi singkong, ketan, gula, kelapa bisa menjadi puluhan jenis nama makanan.
Dan tepian jalan dari Sabang sampai Merauke adalah garis penjual makanan terpanjang didunia. Saya tdk berhasil menghitung penjual makanan bahkan hanya dari Kemayoran ke Cempaka Putih.
Di Indonesia, kamu bebas mendengar pengajian, shalawatan, lonceng gereja, dang dut koplo, konser rock, jazz, gamelan dan ecrek2 orang ngamen.
Di Eropa, Amerika, Timur Tengah, belum tentu kamu bisa menikmati kecuali pakai head set.
Saya ingin menulis Betapa Surganya Indonesia dari segala sisi. Hasil buminya, cuacanya, orang2nya yang cerdas2, kreatif dan bersahabat, budayanya, toleransinya, guyonannya.
Keindahan tempat2 wisatanya dan seterusnya. Saya tidak mungkin mampu menulis itu semua meskipun jika air laut menjadi tintanya.
Saking tak terhingganya kenikmatan anugerah Allah pada bangsa Indonesia.
Indonesia ini negara kesayangan Tuhan.
Jika kamu tidak bisa mensyukuri itu semua?. Jiwamu sudah mati.
-Pesan-
Jangan biarkn sorga ini hancur karena nafsu berkuasa
Janganlah kehangatan persaudaraan yang dicontohkan oleh embah, kakek, opung kita dihancurkan hanya karena perbedaan dan kita merasa paling benar/pintar!!
Tuhan hanya ingin kamu bersyukur agar sorga ini tidak jadi neraka. Bahkan andai kamu sering bersyukur maka berkat2 itu akan ditambahkn.
Bersyukur itu diantaranya, tidak merusak apa2 yg sudah baik. Baik alam lingkungan, sistem nilai, budaya asli, kebersihan dll.
Jika kita merusak alam,
Alam akan berproses membuat keseimbangan/keadilan
Politik, berjangka pendek jangan sampai merubah sorga ini jadi neraka. -Jangan berkelahi-
Pandai2lah menahan diri seperti orang berpuasa. Jangan jadi pengikut orang2 yang haus kekuasaan dan ketamakan luar biasa.
MARI JAGA NKRI DEMI ANAK DAN CUCU...
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/01/sorga-bukan-cerita.html]
Thursday, 21 November 2019
Ini kata-kata Nazaruddin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta
Berita Teraktual, Jakarta -
Islam melarang pelacuran. Hukumnya sangat pasti dan tegas. Ketika Ahok menutup komplek pelacuran terbesar di Kalijodo, adakah aksi atas nama Islam untuk mendukungnya?
Islam melarang Narkoba. Ketika Ahok menutup diskotik Stadium dan Milles yang menjadi sarang peredaran narkoba, adakah aksi atas nama Islam yang mendukungnya?
Islam melarang korupsi. Ketika Ahok bergelut kekeuh tidak mau toleran dengan bancakan proyek-proyek APBD yang biasanya dilakukan oknum-oknum serakah, adakah aksi bela Islam yang mendukungnya?https://politikandalan.blogspot.com
Islam mewajibkan orang melaksanakan amanah. Ketika Ahok secara ketat memerintahkan semua pegawai Pemda DKI untuk bekerja melayani rakyat, sebab gaji mereka selama ini dibayar oleh duit rakyat, adakah aksi atas nama Islam yang mendukungnya?
Islam memerintahkan membangun rumah ibadah. Ketika Ahok membangun mesjid di Balaikota dan Mesjid Raya Jakarta di Daan Mogot, adakah aksi bela Islam yang mendukungnya?
Islam mengajarkan kebersihan. Ketika Ahok mengeruk kali-kali dan membersihkan sampah agar Jakarta terhindar dari banjir, adakah aksi bela Islam yang mendukungnya?
Islam mengajarkan seorang yang diamanahkan memegang jabatan untuk memperhatikan semua warganya. Ketika Ahok setiap pagi meluangkan waktu menyelesaikan masalah semua orang yang datang ke Balai Kota, dengan menggunakan dana operasional Gubernur, adakah aksi bela Islam yang mendukungnya?
https://politikandalan.blogspot.com/2019/11/ini-kata-kata-nazaruddin-umar-imam.html
Islam melarang pelacuran. Hukumnya sangat pasti dan tegas. Ketika Ahok menutup komplek pelacuran terbesar di Kalijodo, adakah aksi atas nama Islam untuk mendukungnya?
Islam melarang Narkoba. Ketika Ahok menutup diskotik Stadium dan Milles yang menjadi sarang peredaran narkoba, adakah aksi atas nama Islam yang mendukungnya?
Islam melarang korupsi. Ketika Ahok bergelut kekeuh tidak mau toleran dengan bancakan proyek-proyek APBD yang biasanya dilakukan oknum-oknum serakah, adakah aksi bela Islam yang mendukungnya?https://politikandalan.blogspot.com
Islam mewajibkan orang melaksanakan amanah. Ketika Ahok secara ketat memerintahkan semua pegawai Pemda DKI untuk bekerja melayani rakyat, sebab gaji mereka selama ini dibayar oleh duit rakyat, adakah aksi atas nama Islam yang mendukungnya?
Islam memerintahkan membangun rumah ibadah. Ketika Ahok membangun mesjid di Balaikota dan Mesjid Raya Jakarta di Daan Mogot, adakah aksi bela Islam yang mendukungnya?
Islam mengajarkan kebersihan. Ketika Ahok mengeruk kali-kali dan membersihkan sampah agar Jakarta terhindar dari banjir, adakah aksi bela Islam yang mendukungnya?
Islam mengajarkan seorang yang diamanahkan memegang jabatan untuk memperhatikan semua warganya. Ketika Ahok setiap pagi meluangkan waktu menyelesaikan masalah semua orang yang datang ke Balai Kota, dengan menggunakan dana operasional Gubernur, adakah aksi bela Islam yang mendukungnya?
https://politikandalan.blogspot.com/2019/11/ini-kata-kata-nazaruddin-umar-imam.html
Monday, 21 October 2019
Ucapan Gus Mus Ini keren banget :
Kepada yang terhormat dan saya hormati: Bapak Joko Widodo dan Bapak Ma'ruf Amin.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pertama-tama, perkenankanlah saya ikut menyampaikan Selamat atas pelantikan Bapak berdua sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. 2019-2024.⚘ Semoga selamat melaksanakan amanat dan tanggung jawab menyejahterakan rakyat --baik yang mendukung Bapak berdua atau tidak. 🙏
Secara lahiriah rakyat yang memilih, tapi secara hakikat Allahlah yang memilih dan menjadikan Bapak berdua menjadi Presiden dan Wakil Presiden negeri tercinta ini. Maka tanggungjawab Bapak berdua sungguh berat namun mulia: tanggung jawab terhadap Allah dan rakyat. Pimpinlah kami rakyat Indonesia dengan cinta dan belas kasih seraya senantiasa mengingat dan memohon pertolongan Allah. Tantangan seberat apa pun, akan terasa ringan bersama Allah dan pertolonganNya.
Dalam memilih pembantu, pilihlah pembantu yang membantu, bukan yang mengganggu kerja. Pilihlah mereka yang mempunyai komitmen keindonesiaan dan bisa dan mau bekerja tulus untuk Indonesia dan rakyat Indonesia. Jangan memilih mereka yang menawarkan diri membantu Bapak berdua kecuali mereka yang memang memahami hajat hidup rakyat Indonesia dan mempunyai kemampuan bekerja menjalankan tugas mereka.
Dengan memohon maaf sebesar-besarnya atas kelancangan saya ini, saya ikut mendoakan semoga Allah selalu menolong Bapak berdua dalam berkhidmah kepada Bangsa dan Negara. WaffaqakumuLläh ilã mã fiihi khairu ummah.
Salam takzim saya.
a. mustofa bisri
🇮🇩
Mohon kepada saudara-saudariku yang punya akses kepada Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf Amin, sudi menyampaikan surat singkatku ini. Terima kasih.
Pangkat Kopral Rezeki Lebih Dari Jenderal
Copas dr WAG Pawon Semar...
.
.
Pangkat Kopral Rezeki Lebih Dari Jenderal
Brigjen TNI (Purn) Mazni Harun berdiri dalam posisi sikap sempurna di atas panggung, sambil memberi hormat. Di bawah panggung Kopral Kepala (Kopka) TNI (Purn) Haryanto, membalasnya memberi hormat.
Adegan "janggal" itu berlangsung di garasi Perusahaan Otobus (PO) Haryanto di pinggiran Kota Kudus, Rabu sore (7/8).
Seorang jenderal memberi hormat seorang kopral----kendati sudah sama-sama pensiun----di luar sebuah kelaziman tradisi militer.
Mazni mantan Komandan Satgas Intel Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI mengaku pantas memberikan penghormatan itu. “Haryanto ini orang yang luar biasa,” ujarnya.
Dia sangat terharu dan bangga bisa mengajak sejumlah purnawirawan bersilaturahmi dengan Haryanto. Salah satunya Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin yang pernah menjadi atasan Haryanto di Kodam Jaya.
Kopral Haryanto pemilik PO Haryanto adalah mantan anak buah Mazni saat dia menjadi Komandan Batalyon Arhanud 1/1 Kostrad di Serpong Tangerang (1990-1993).
Bukan karena Haryanto kini telah menjadi orang sukses, harta kekayaannya melebihi para jenderal. Namun perjuangan dan sikap hidupnya, memang pantas mendapat penghormatan. Bukan hanya dari Mazni.
Sejumlah pensiunan perwira tinggi yang hadir di tempat itu juga menyatakan salut dan respeknya terhadap Haryanto. “Jarang orang kaya yang sangat dermawan dan pemurah seperti pak Haryanto, “ ujar mantan KSAU Marsekal TNI (Purn) Imam Sufaat.
Cerita tentang Haryanto adalah perpaduan antara kegigihan, keuletan, dan keteladanan.
Dalam bahasa anak-anak milenial sekarang, Haji Haryanto adalah pengusaha startup yang sukses dan tumbuh besar. Dia juga seorang philantropis, dermawan.
Lahir sebagai anak ke-6 dari 9 orang bersaudara, Haryanto anak seorang petani miskin. Ketiadaan biaya membuatnya gagal meneruskan studinya di STM.
Bermodal ijazah Sekolah Teknik (ST), setingkat SLTP, dia kemudian melamar menjadi prajurit ABRI. Dia beruntung diterima menjadi anggota ABRI dengan pangkat paling rendah, Prajurit Dua.
Tugasnya menjadi sopri truk mengangkut alat-alat berat, meriam, dan logistik untuk pasukan.
Semangatnya membara untuk mengubah nasib membuat Haryanto mencari penghasilan tambahan selepas dinas. “Saya menjadi sopir omprengan dengan trayek Serpong ke Kota Tangerang,” ujarnya.
Dari hasil menabung, dia kemudian bisa membeli angkot. Jumlah angkotnya terus bertambah, sampai mencapai 50. Pangkatnya prajurit, tapi sudah jadi juragan angkot.
“ Saya ingat pada tahun 90-an itu Haryanto menyunatkan anaknya dengan mengundang dalang Ki Mantep Sudarsono. Acara digelar di alun-alun Tangerang. Bayarannya kalau gak salah waktu itu sudah Rp 50 juta,” ujar Mazni.
Dari Batalyon Arhanud I, Haryanto dimutasi ke Kodam Jaya. Pangdam Jaya saat itu Mayjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin teman satu angkatan Mazni Harun (Akabri 1974).
Karena bisnisnya terus membesar, Haryanto akhirnya memutuskan pensiun dini. Dia pensiun pada tahun 2002 pada usia 43 tahun.
Dengan modal kucuran dari BRI sebesar Rp 3 miliar, Haryanto membeli 6 armada bus. Usahanya hampir bangkrut ketika krisis ekonomi melanda tahun 2007-2008.
Dia terlilit utang ke BRI sebesar Rp 27 miliar. Namun setelah dijadwal ulang pembayarannya, dia mendapat keringanan selama 5 tahun. Dengan bantuan Bank tersebut, dalam waktu 3 tahun utang itu berhasil dilunasi.
Usahanya terus tumbuh. Kini dia memiliki 250 armada bus. Terdiri dari bus pariwisata dan bus angkutan kota antar provinsi (AKAP).
(Sangat memuliakan anak yatim dan ibunda)
Cerita tentang Haryanto tidak hanya berhenti pada keberhasilannya menjadi juragan perusahaan bus, sejumlah restoran, dan pom bensin. Apa yang dilakukannya dengan kekayaan itu justru jauh lebih menarik.
Dia menggunakan kekayaannya untuk membantu orang lain dan menebar kebaikan.
Dia menampung sejumlah temannya, termasuk para pensiunan tentara, bekerja di perusahaannya. Seorang karyawannya ada yang pensiunan perwira menengah berpangkat Letnan Kolonel.
Haryanto saat ini mengurus dan menyantuni 4.000 anak yatim. Dia juga membiayai para hafidz penghafal Al Qur'an di beberapa pesantren.
Setiap tahun dia memberangkatkan puluhan orang, termasuk para karyawannya umroh dan haji. Haryanto juga banyak membangun masjid.
Secara personal Haryanto dikenal sebagai pribadi sederhana dan soleh. Dia selalu mengajak karyawannya untuk salat berjamaah lima waktu.
Sebuah spanduk di garasi armada busnya bertuliskan sebuah pesan :
Apabila Hidupmu Susah. Tengoklah Sudah Benarkah Sholat Berjamaahmu?
Selain salat berjamaah tepat waktu, dan puasa sunnah, Haryanto punya satu amalan lagi yang menjadi satu kunci keberhasilannya. Dia sangat memuliakan Ibunya.
Dia sering terlihat mengendong ibunya, kendati dalam usia 90 tahun masih sangat sehat.
Keuletan, kedermawanan, dan sikapnya yang memuliakan anak yatim dan ibunda menjadi kunci sukses Haryanto.
Dia pantas mendapat penghormatan bukan hanya dari para purnawirawan petinggi militer, mantan atasannya, namun juga dari kita semua.
----------- 🇮🇩 ------------
Malam minggu penuh berkah, 5 Oktober 2019
Dirgahayu TNI ke 74.
TNI garda terdepan NKRI
.
Tksh...
Sunday, 29 September 2019
SURAT DARI MEDSOS
Mohon di berikan pencerahan kpd keluarga sanak saudara sebangsa setanah air Indonesia...🇮🇩🇮🇩
SURAT DARI MEDSOS : Banyak yang menyalahkan aparat yang melakukan tindakan pemukulan.. sebenarnya simpel, kita tarik garis lurus Tidak ada asap kalau tidak ada api .
Dan adanya pasukan Sabhara dan Brimob Polri disana bukan sbg pendukung atau pro ke DPR / MPR, Tapi menjalankan tupoksi nya sbg PHH ( Pasukan Huru Hara ) .
Kenapa brimob sampai ada pemukulan ?
Kau lempari polisi dgn batu, polisi diam, kau lempari bom molotov, polisi diam, kau ludahi aparat, Polri hanya berlindung di balik tameng. Ketika Polri maju pukul mundur kalian dgn gas air mata & water canon, kalian bilang polri anarkis.
Siapa yang anarkis ?
Kembali ke awal kalimat saya Tidak ada asap kalau tidak ada api .
Polri jaga dan stand by dari kalian belum datang sampai kalian betul2 bubar.
Tidak makan,
tidak mengabarkan keluarga dirumah,
tidak ibadah demi jaga keamanan kalian dan gedung dpr,
tidak duduk spt kalian yg bergantian maju mundur.
Bayangkan di balik tameng itu BAPAK MU, SAUDARA MU, ATAU BAHKAN ORANG YANG KAU SAYANGI KAU LEMPARI BATU !
Polri punya keluarga sama spt kalian dirumah. Penyampaian pendapat telah di atur dlm UU berikut peraturan2 nya. Contoh :
1. Tidak melakukan tindakan anarkis
2. Tidak merusak fasilitas umum
3. Tidak membakar ban
4. Membubarkan diri sesuai dengan ketentuan yang sudah tertera dlm IJIN PENYAMPAIAN PENDAPAT Sudah kalian jalankan belum 4 point di atas ?
Semua di langgar, ketika polri bertindak kau bilang Polri anarkis ?
Kami manusia !
Punya nurani dan otak bahkan keluarga sama spt kalian.
Polri ada di tengah2 pendemo bukan sbg musuh, tp sbg penengah antara DPR dan Mahasiswa agar tdk ada kress bahkan jangan sampai masuk ke gedung Dpr spt kejadian ‘98. Apa salah POLRI kalian kambing hitamkan ? Polri kalian salahkan bertindak anarkis dll. Pd hal pemicu & yg anarkhis adalah massa pendemo yg tdk punya nurani.....????
KALAU KALIAN DEMO DENGAN AMAN, IKUTI ATURAN UU PENYAMPAIAN PENDAPAT, POLRI TDK AKAN BERTINDAK TEGAS .
Masih ingat Polri jadi korban pembakaran oleh mahasiswa kemarin ?
Mana keadilan utk anggota Polri ?
Di papua Brimob terkena busur panah, mana ada keadilan ?
Di JKT mobil Water Canon, Raimas kalian rusak. Salah apa ?
Polri bukan musuh kalian adik2, ada nya Polri justru menjaga situasi agar tdk memanas, budayakan tertib dlm segala hal di mulai dari diri sendiri,
Dgn niat yg baik......🙏🙏🙏🙏🙏
Tlg Viralkan agar masyarakat paham akan tugas Polri.
Thursday, 19 September 2019
Apakah perlu mahasiswa Papua pulang ke Papua ?
Oleh Methodius Kossay
Memang benar bahwa saat ini terjadi eksodus mahasiswa Papua yang sedang kuliah di luar Papua untuk kembali ke Papua. Ketika penulis mengunjungi beberapa peguyuban asrama/kontrakan mahasiswa asal Papua di setiap kabuaten/kota di wilayah Jakarta dan sekitarnya, hampir 75 persen mahasiswa sudah pulang ke Papua. Hanya beberapa mahasiswa yang masih tinggal menyelesaikan tugas akhir sambil menunggu tiket dari orang tua atau Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten/kota.
Informasi dari humas Kapolda Papua; 1.282 mahasiswa Papua kembali ke Papua dapat dibaca di berita detik.com (https://news.detik.com/berita/d-4704359/kapolda-1282-mahasiswa-kembali-ke-papua). Jumlah ini belum termasuk mahasiswa Papua yang saat ini sedang dalam perjalanan ke Papua.
Jika seluruh mahasiswa Papua yang ada di seluruh kota studi di luar Papua pulang ke Papua, tentu akan menjadi ledakan yang cukup besar dengan ekskalasi kerawanan yang cukup tinggi. Apalagi bila tidak diakomodir baik oleh Pemerintah Provinsi dan Majelis Rakyat Papua (MRP). Ini masalah yang sangat serius untuk dicari jalan keluar supaya terselesaikan dengan baik melalui dinamika dialog yang intens dan berkelanjutan.
Berkaitan dengan eksodus mahasiswa Papua, penulis dalam melakukan kunjungan serta berdiskusi dengan mahasiswa di asrama/kontrakan selalu memberikan pemahaman dan pengertian kepada mahasiswa dalam mengambil keputusan untuk pulang ke Papua atau tidak.
Penulis berusaha memberikan pilihan-pilihan pertimbangan dan mengajak para mahasiswa untuk tidak termakan oleh isu-isu hangat yang belum tentu benar atau hoax. Pilihan yang salah bisa membawa dampak buruk untuk masa depan mereka.
Ketika duduk dan berdiskusi bersama mahasisawa, penulis mengajukan banyak pertimbangan sebelum mahasiswa yang bersangkutan membuat keputusan. Keputusan yang baik tidak bisa datang dari suasana dan sikap yang emosional. Pun juga membuat keputusan berdasarkan isu yang berkembang yang belum tentu benar dan selalu berubah-ubah ini akan membawa situasi batin yang penuh dilematis.
Kita perlu melihat berbagai pertanyaan sebagaimana pesan yang ditulis oleh Papuanus/Bomomani, 13 Sept 2019 melalui share whatshap ) yang tentu bisa membuka hati, pikiran dan menjadi perenungan kita bersama:
1. Apakah perlu mahasiswa Papua pulang ke Papua ?
2. Mengapa kita yang baru masuk kuliah, sedang kuliah, apalagi sebentar lagi KKN, Praktek, ataupun wisuda harus pulang Papua, lantaran kita meninggalkan sisa perjuangan hidup kita di tanah rantau?”
3. Kalau kita pulang nanti, apakah pemerintah daerah Papua dan Papua Barat sudah memikirkan jaminan bagi mahasiswa yang meninggalkan kuliahnya?
4. Apakah kita bisa Transfer ke Universitas-universitas yang ada di Papua, lalu bagaimana dengan surat pindah ?
5. Apakah setelah kita ke Papua, dan masalah Papua tidak lagi memanas, kemudian diperintahkan oleh dinas pendidikan dan Pemerintah daerah untuk balik lagi kuliah, apa bisa?
6. Apakah kita balik ke Papua ini, langsung mau merdeka?
7. Bagaimana dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) ? Bagaimana dengan perang suku?
8. Bagaimana dengan istilah ko pantai dan sa gunung ?
9. Kalau Papua merdeka nanti, apakah mahasiswa yang putus kuliah dan pulang ini langsung dapat kerja atau harus kuliah dulu?
10. Toh, bila Papua nantinya merdeka pun pasti ada kerja sama Universitas-universitas di Papua dengan Universitas-universitas di Indonesia, jadi lebih baik tinggal saja, atau?
11. Kalau di Papua ada perang, apakah mahasiswa Papua dan keluarga Papua di Sulawesi, NTB, NTT, KALIMANTAN, JAWA, BALI, dan SUMATERA akan aman-aman saja?
12. Jika semua pulang ke Papua, bagaimana dengan mahasiswa yang sungguh-ungguh ingin kuliah ?
13. Jika ingin sungguh-sungguh sekolah di luar Papua, bagaimana dengan kenyamanan dan keamanan yang selama ini kita lihat dan menyaksikan kedatangan aparat ke sekolah, kontrakan, kos atau kampus ? apakah itu malah membuat trauma ?
14. Bagaimana nasib mahasiswa dan pelajar beasiswa program ADIK dan ADEM dari Provinsi Papua yang selanjutnya, setiap mahasiswa ADIK maupun ADEM yang hendak pulang dan sudah pulang ke Papua diharapkan melaporkan diri, nama, asal universitas, jurusan, program study, dan semester kepada dinas pendidikan provinsi dan kabupaten?
Pendataan yang tengah dilakukan dinas ini pastinya berkaitan erat dengan sederet pertanyaan dilematis di kalangan mahasiswa, terutama nasib mahasiswa kedepannya.
Pertanyaan-pertanyaan demikian, membuat mahasiswa Papua yang kuliah di luar Papua semakin penasaran, semakin ragu dan tidak tenang untuk membuat mereka harus memilih antara pulang atau tidak.
Bermula dari sentuhan dan seruan rasisme di Surabaya dan Malang oleh oknum tertentu entah dinahkodai oleh aktor intelektualis yang sangat pintar dan berpengalaman dengan sentuhan remot control yang menguasai psikologi masa dan finansial, kini berdampak besar dan merajalela serta perpecahan dalam dinamika masyarakat. Ibarat api yang sudah menyala dan menghanguskan sebagian besar rumah atau kampung, bila tidak segera dipadamkan maka akan menghanguskan seluruh perkampungan.
Jalan yang terbaik yang bisa ditempuh agar tidak merembet ke mana-mana, adalah melalui dialog dengan mengupas habis pelanggaran HAM yang terjadi di Papua selama ini.
Sebab, jika kita mengukur atmofer permasalahan Papua kali ini, perlu diakui bahwa masalah saat ini tidak serupa dengan masalah-masalah politik di tahun-tahun sebelumnya. Masalah-masalah sebelumnya hanya diperjuangkan oleh sekelompok masyarakat atau organisasi tertentu. Masalah kali ini benar-benar melibatkan seluruh masyarakat Papua. Bahkan dengan hati yang tulus penuh bijaksana dan keberhati-hatian, dapat dikatakan bahwa situasi dan kondisi Papua saat ini semakin bergema menyeruhkan kemerdekaan.
Berhadapan dengan masalah ini, kita sebagai mahasiswa mestinya tetap bersikap bijak dan berpikir secara intelek dan luas dalam membuat keputusan. Kita tidak boleh membuat keputusan yang keliru, emosional dan tergesa-gesa hanya karena desakan orang di sekeliling kita. Sebab keputusan yang tergesa-gesa dengan hanya berdasarkan isu pada akhirnya bisa menghambat serta merusak masa depan kita sendiri. Kita terhalang dalam mengejar mimpi dan cita-cita melalui pendidikan.
[9:15 AM, 9/15/2019] +62 813-9217-8879: Selebaran di atas membuat kaum muda bingung untuk menafsirkan.
Sunday, 1 September 2019
Bada dan Renungkan : Saya Bacanya Aja Merinding
Saya Bacanya Aja Merinding .
FC : Curahan Hati Seorang Anak Papua , Ini Saya Copas Dari Wall Hadi Wibowo ...
Sangat Peduli Papua , Presiden Jokowi 🇮🇩👌👍
By Cristian Pundulay Asli Anak Papua ...
Bnyk orang yg SOMAD ( sok tau amad ) tentang Papua , nulis begana begini begono tentang Papua .
Eeeh saya hidup di Papua sejak Tahun '95 tdk mau belagu Nulis tentang Papua , apalagi Sok tauu .
Saya hidup di daratan Serui , tau Serui tdk ! ?
Daerah ujung tipis yg Masyarakatnya hidup di garis bawah , sejak Bumi ini ada . Miskin ?? sdh Pasti . tapi kami tau cara Bersyukur pd Tuhan .🙏
Stop ‼ Menulis tentangg kami anak² Papua , jngn lagi kalian mencari nama dngn se-olah² berempati pd kami , tapi tdk melakukan apa² .‼
Kalian mungkin beruntung hidup di Barat Indonesia . senangnya bukan main , serba ada dan murah .
Kalian Lahir pakai dokter , kami tdk !!! .
Kalian bisa nonton TV sejak Lahir , bahkan sebelum Lahir , kami baru 3 Tahun ini .😭
Kalian bisa berjalan di Aspal gagah , kami ?? Syukur² bukan Kubangan Babi .
Tau tdk Kalian , berapa Harga sekarung Beras 50 kg ?? 1Jt cuk 1 Jt ... !!
Puji Tuhan 🙏 kami tdk terlalu biasa makan Nasi yg mewah sejak kecil . Beras itu makanan Mewah bagi kami , makanan orang² Kaya . kami cukup hidup dngn Talas atau Enau . Syukur 🙏 klu Jagung lagi murah , sedikit mewahlah kami makan Sekeluarga .
Tau nggak ? kenapa Rumah kami cuma bak kandang Sapi kalian ?? siapa yg mampu beli Semen satu sak 2,5 juta . liat uang segitu besar nggak pernah Broo . cuma tau baca kami disini . Tdk terpikir mau beli Semen buat Rumah , bawa Semen satu sak 20 km , sdh Mati duluan kami disini .
Terus apa kami marah dngn kondisi dan ketimpangan itu ?? tdk .
Kami so biasa jadi anak tiri bahkan di anggap anak boleh pungut .
Kami biasa di lupakan meski kekayaan alam kami di keruk sampai ke akar Bumi . lalu Uangnya di beri utk kalian di Barat sana . Aspal kalian licin , Rumah kalian Terang , Sekolah kalian bagus , Rumah Sakit kalian mewah .
Kami dpt apa ??
Dapat Ampas dan kerusakan dari itu semua . Kami tdk Marah !!! kami ikhlas berbagi sama kalian , kekayaan Alam kami utk mempercantik Daerah kalian .
Kemudian hari ini Daerah kami mulai di bangun Rumah Sakit so ada dokter , Sekolah so pakai Sepatu . Harga Beras murah . beli Semen so tak semahal Berlian lagi . Jalan kami mulai Lebar , tapi kalian ribut ... !
Apa cuma kalian yg ingin rumah sakit lengkap ? Apa hny kalian yg ingin Jalan beraspal ? Apa hny kalian yg ingin makan Nasi ? Apa hny kalian yg ingin pasang Listrik !!! ?
Heeiiiii kami jugaaa ...
Kami juga Manusia . Manusia Indonesia . cukuplah kulit kami saja yg Gelap , tapi Daerah kami jngn ikut Gelap . !
Cukup Rambut kami saja yg Bergelombang . Jalanan kami jngn ikut bergelombang . !!
Cukuplah Kekayaan Alam kami saja yg kalian KERUK , sifat kalian juga jngn macam Beruk .
Ikhlaslah sedikit berbagi dngn kami anak² Papua , anak² Pelosok Rimba , yg juga ingin merasakan bagaimana di anggap layaknya seperti Manusia ... !!
Di tangan Tukang Kayu itu , yg rupanya tidaklah Gagah , Badannya tdk Tegap , tapi Hatinya sangat Mulia ...🙏👍
Tapi kami di anggap dan di hargai ...
Kami di setarakan . Kami di Hargai selayak Manusia Indonesia .
Kami tdk kenal rupa Tukang Kayu itu , tapi hasil kerjanya , membuat kami kenal bagaimana Kearifan , Kebijaksanaan, Keadilan , kesejahteraan yg merata ada dalam benak kepemimpinannya dan dia mencoba utk berbuat yg terbaik utk kami .
Membangun tidaklah mudah , apalagi membangun Papua . Daerah dngn struktur Alam perbukitan , meliuk² dan daerah yg masih beralam Brutal ! karena tdk terjamah Pembangunan selama ini .
Semua butuh Waktu ... Semua butuh Proses ...
Tapi ... Seorang anak Desa pinggiran Sungai Bengawan Solo , telah berupaya dan terus Berjuang utk kemajuan kami anak² Papua .
Terima kasih Presiden Ku . Terima kasih Bapak Presiden Joko Widodo . Tuhan yg akan membalasnya 🙏👌👍
Di tangan anda , kami merasakan layaknya di anggap Manusia Indonesia .🙏
Salam dari Serui .
Dari anak Bangsa yg pernah terpinggirkan !!! .
Cristian Pundulay . Asli Anak PAPUA . 🙏🏻🙏🏻✊🏻🤝🏻🇲🇨
KEBANGGAAN DENGAN PEMIMPIN JUJUR DAN RENDAH HATI.
Sampaikan kepada sedikitnya 2 Keluarga, atau 10 orang lain! Sebagai "Target Harian" kita men-sosialisasikan bahwa Kita Bangga dengan Pemimpin yang :
1. Membantai Para Mafia Penggerogot Uang Rakyat mulai dari Pungli Kecil2an hingga Mafia Minyak, Beras, Ikan dll.
TERBUKTI!!!
2. Membangun Infrastruktur Menuju Indonesia Maju.
TERBUKTI!!!
3. Sangat Mencintai dan Menghormati Rakyatnya.
TERBUKTI!!!
4. Tidak Korupsi. TERBUKTI!!!
5. Membagikan Jutaan Sertifikat Tanah kepada Rakyatnya.
TERBUKTI!!!
6. Keluarganya Tidak Memanfaatkan Fasilitas Negara.
TERBUKTI!!!
7. Membangun Perbatasan Negara Demi Harga Diri Bangsa.
TERBUKTI!!!
8. Disegani Para Pemimpin Dunia. TERBUKTI!!!
9. Merancang Indonesia Menuju Negara No 5 Dunia di 2030. TERBUKTI!!!
10. Menghormati Para Ulama serta Pemimpin Agama. TERBUKTI!!!
11. Membangun Bandara International Jawa Barat
TERBUKTI!!!
Kalau kemarin belum men-sosialisasikan ... JANGAN LUPA HARI INI, Sebar + Viralkan !!!
Jadilah duta duta #Jokowi2Periode dimana pun ... siapa pun ... sampai Rakyat faham, Masyarakat faham ... bahwa Presiden Jokowi adalah yang terbaik.
Dapat dimulai dari Keluarga kita - Teman kita - Tetangga kita - Rekan Kerja kita - dan seterusnya ...
Dirumah - Di-Tempat Kerja - atau bahkan di Warung2 saat kita bersantai.
"BERI KEPERCAYAAN JOKOWI MELANJUTKAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR YANG SUDAH DIMULAINYA. BERI KESEMPATAN 5 TAHUN LAGI UNTUK MEMBAWA INDONESIA MENUJU NEGARA MAJU"
"APA YANG SUDAH DIMULAI JOKOWI, BIARKAN JOKOWI YANG SELESAIKAN"
Saya sudah menyebarkan ...Bagaimana dengan Anda?
SEBAR+VIRALKAN!!!
Friday, 30 August 2019
Manuver Tommy Soeharto Goyang Jokowi di Papua
Dan ternyata memang keluarga Cendana memiliki saham di Freeport yang kini diusik Jokowi lewat kebijakannya. Saya tak membayangkan kalau Tomy sampai masuk jadi wakil rakyat di Papua, bukannya mensejahterakan, bisa-bisa ikut mendukung gerakan Papua merdeka agar kepentingannya bersama Freeport bisa leluasa di sana.
Berikut sedikit cuplikan hasil penelitian kekayaan Cendana yang bersinggungan dengan Freeport di Papua. Paul Hunt yang menulis di koran Guardian & Mail yang terbit di Inggris, 1 Agustus beberapa tahun lalu, memperkirakan bahwa nilai kekayaan tak teraudit dari yayasan-yayasan Suharto sendiri sekitar US$ 5 milyar.
Dengan kurs terakhir di mana US$ 1 melonjak-lonjak di sekitar Rp 14.000, berarti kekayaan yayasan-yayasan Suharto sekitar Rp 60 trilyun. Namun menurut taksiran badan rahasia AS, Central Intelligence Agency (CIA), sebagaimana dikutip dalam tesis Ph.D. Jeffrey Winters tahun 1991, kekayaan Presiden Suharto sendiri mencapai US$ 15 billion. Jumlah itu harus dilipat dua, kalau kekayaan seluruh anggota keluarga besarnya mau dimasukkan juga (Vriens, 1995: 49).
Itu baru taksiran tahun 1991, delapan tahun sebelum Nusamba menguasai saham-saham empuk di tambang tembaga-emas-perak PT Freeport Indonesia di Irian Jaya, serta raksasa automotif PT Astra Internasional. Makanya taksiran nilai total kekayaan seluruh keluarga besar Suharto, sebesar US$ 40 milyar (Newsweek, 26 Januari 1998), cukup masuk akal. Juga, cukup untuk menebus bangsa Indonesia dari kemelut moneter sekarang ini, tanpa harus berhutang pada IMF.
Begitulah kira-kira alasan Tomy begitu muak dengan pemerintah sekarang yang berusaha mengacak-acak Freeport yang berarti mengacak-acak keluarga Cendana. Akankah kita serahkan Papua kembali ke pangkuan orba yang sekian lama menjarah kekayaan alamnya tanpa balas budi pada rakyat Papua. Menariknya setelah Papua terpinggirkan begitu lama dan dikuras banyak oleh Freeport, kenapa baru sekarang Tomy bersuara? Pastinya ada lobster dibalik terumbu karang.
Begitulah kura-kura.
Referensi:
https://m.detik.com/news/berita/d-4206188/manuver-tommy-soeharto-goyang-jokowi-di-papua
https://m.detik.com/news/berita/4164008/tommy-soeharto-nyaleg-dari-dapil-papua-ini-daftar-penantangnya
Newsweek, edisi 26 Januari 1998
Vriens, Hans (1995). “The grandson also rises,” Asia, Inc ., Maret, hal. 46-51.
trending
Niha Alif
I'm wonder woman. Add me on my twitter @NihayaturR and my ig @niha_alif
Wednesday, 3 April 2019
Embracing Diversity-Pesawat dipersonifikasikan sebagai bangsa Indonesia.
Romo..bapa Ibu..ibukkk..
kami membuat video tentang "Embracing Diversity" sangat senang kalau pd mau meluangkan sedikit waktu untuk melihatnya.
Video ini asli bikinan momi2 Kanisius alias CC lho..☺
Dalam video ini 'Departure' bisa kita artikan sebagai kebangkitan kembali /take off menuju kejayaan Bangsa.
Pesawat dipersonifikasikan sebagai bangsa Indonesia.
Yang seiring waktu mengalami berbagai macam rintangan dalam demokrasi pemerintahan dan bencana alam.
Dengan bersatunya anak bangsa dalam persaudaraan, kerukunan didalam kemajemukan yang mengikat kita menjadi satu maka kita semakin kuat, semakin dalam, dan semakin indah menjadi bangsa yang 'berhikmat dan bermartabat' menuju Indonesia yang lebih baik.
Terima kasih
Selamat pagi
Monday, 25 March 2019
JIHAD POLITIK
Denny Siregar
JIHAD POLITIK
Sejak 2014, kegelisahan terjadi pada kelompok fundamentalis saat kepemimpinan Jokowi.
Kelompok fundamentalis berbaju agama ini tersebar diberbagai ormas dengan mengatasnamakan "Islam". Selama ini mereka happy menyebarkan faham radikalnya dengan dana pemerintah berbentuk bantuan sosial atau bansos.
Ada simbiosis mutualisma antara partai penguasa sebelumnya dengan para ormas. Ormas mendapat dana dan perlindungan, partai mendapatkan suara dari mereka. Kerjasama saling menguntungkan ini terjadi sekian lama sehingga kondisi negeri tampak adem dan tenteram, padahal sesungguhnya sakit di dalam.
Dana bantuan sosial kepada ormas ini besarnya bisa mencapai 10 persen dari pendapatan daerah.
Sebagai contoh sebuah provinsi misalnya, dengan pendapatan sekitar 44 triliun pertahun, dana Bansos kepada ormasnya bisa mencapai 4 triliun rupiah. Jadi bisa dibayangkan, pesta pora diantara para ormas yang kemudian diikuti dengan membentuk ormas-ormas baru supaya bisa mendapat bagian.
Begitulah yang terjadi di negeri ini selama sekian tahun lamanya..
Saat Jokowi memimpin, dana Bansos yang nilainya triliunan rupiah itu dihapus dan dialihkan ke program yang langsung berguna bagi masyarakat, seperti Kartu Pintar, Kartu Sehat dan kartu-kartu lainnya.
Inilah yang membuat ormas fundamentalis ini meradang. Mereka yang selama ini memanfaatkan dana Bansos untuk memperluas jaringan mereka, tiba-tiba harus kelaparan. Arus utama kas keuangan mereka hilang.
Para ormas fundamentalis ini kemudian merapat bergabung dengan para mafia dan pengusaha hitam untuk mendapatkan dana dari mereka sekaligus berfungsi sebagai attack dog dan pencuci tangan kotor mereka.
Pada tahun 2017, Jokowi membubarkan Hizbut Thahrir Indonesia dan HTI tiba-tiba menjadi organisasi yang berbahaya. Keputusan Jokowi ini membuat HTI kemudian menjadi musuh utama karena cita-cita mereka untuk mendirikan negara Islam terhambat.
Berbeda dengan ormas agama fundamentalis lainnya, HTI adalah kelompok intelektual. Mereka membangun jaringan kelompoknya melalui dunia pendidikan.
Seiring dengan pembubaran HTI, para anggota senior mereka menyebar ke berbagai ormas fundamental itu dan mengkonsolidasikan mereka dalam satu barisan untuk melawan Jokowi. HTI mengadakan perjanjian dengan oposisi untuk memenangkan mereka supaya mereka bisa kembali eksis. HTI juga mengkoordinasikan dana para pengusaha hitam dan mafia sebagai "dana perjuangan" dengan seruan revolusi.
Bagi HTI dan kelompok fundamentalis berbaju agama itu, Pilpres 2019 ini adalah jihad politik. Itulah kenapa mereka selalu memakai narasi "perang badar", "perang uhud", untuk memompa semangat perlawanan.
Melihat lawan-lawan Jokowi, sudah selayaknya kita harus melihat Pilpres 2019 ini dengan kacamata yang sama dengan mereka, yaitu jihad.
Itulah kenapa Pilpres 2019 ini jauh lebih besar dari pemilihan "siapa Presidennya" tetapi lebih mengarah pada perang ideologi sebenarnya.
Pilpres 2019 adalah titik utama apakah ke depan negeri ini akan berjaya atau hancur berantakan karena kelompok dengan agenda khilafah ingin menguasai pemerintahan..
Seruput kopinya.
SHARE ARTIKEL INI AGAR LEBIH BANYAK PEMBACA
Saturday, 29 December 2018
PRABOWO DAN AGAMA
Posisi saya sebenarnya agama seseorang tidak menjadi penentu buat saya untuk memilih seseorang untuk menjadi pemimpin. Melihat Prabowo dipersoalkan kemampuannya sholat, membaca Al-Qur’an atau menjadi Imam itu juga saya tidak peduli. Ketika beredar video dan foto Prabowo berjoget ria dalam acara perayaan Natal, saya juga berfikiran “so what?”.
Saya juga tidak heran misalnya ketika melihat video, seorang Prabowo, yang mengikuti ritual Natal agama Nasrani dengan menyalakan lilin dan menyanyikan lagu-lagu rohani, yang nota bene adalah bagian dari ritual agama Kristen, menurut teman saya yg Kristen. Membuat saya bertanya-tanya juga: Prabowo Kristen atau Islam yg ultra moderat?
Tetapi kemudia saya sadar, apa hak saya dan kita semua menghakimi ke Islaman Prabowo? Sama seperti apa hak orang menghakimi ke Islaman saya karena saya tidak pakai jilbab?
Bagi saya, dan saya percaya ini berlaku bagi publik di negara manapun, untuk memilih pemimpin, yang paling penting adalah karakter seseorang. Pemimpin yang baik bagi saya adalah yang jujur, bekerja keras, memberi perhatian detil pada pekerjaannya untuk menjamin kesuksesan, secara “genuine” peduli pada rakyatnya, terutama yang dari kelompok lemah, terbuka, transparan, sederhana, rendah hati, “acessible” dan mampu menyelesaikan konflik. Yang paling penting dari semua karakter adalah sikap yang demokratis, yang terbuka pada kritikan dan masukan, bergerak dalam koridor hukum, bahkan menghormati oposisi. Agama seharusnya tidak jadi faktor penentu.
Menjadi masalah besar soal agama ini apabila hal itu dijadikan alat untuk meraih kekuasaan. Lebih parah lagi, apabila agama seseorang dimanipulasi sedemikian rupa, seolah-olah Calon Pemimpin itu merupakan simbol dari agama tertentu. Prabowo sudah dan sedang dijadikan simbol agama Islam sejak Pilpres tahun 2014 berlanjut ke Pilgub DKI 2017 sampai sekarang oleh kelompok Ultra kanan dan radikal, yang kita tahu siapa mereka.
Prabowo tahu bahwa dijadikannya dia menjadi seolah-olah simbol Islam adalah kebohongan publik yang luar biasa. Tampilan dia yang tidak bisa baca Al-Qur’an, salam Islam yang dia ucapkan belepotan, yang menyebabkan dia tidak mampu jadi Imam, bukanlah tampilan seorang simbol Islam seperti yang dimengerti publik. Oleh karena itu dia marah waktu ditanya ulama apakah dia mampu baca Al-Qur’an atau tidak dan apakah dia mampu jadi Imam dalam sholat berjamaah. Dia marah dan mengatakan bahwa dia bukan santri, dia tidak belajar Islam di pesantren, ada orang yang lebih baik dari dia, apa salahnya orang lain yang jadi Imam sholat? Dia berteriak: Kenapa itu jadi persoalan?
Bagi saya dan bagi publik Indonesia, yang menjadi persoalan seharusnya bukanlah Prabowo yang tidak bisa baca Al-Qur’an sehingga tidak bisa menjadi Imam, atau mengikuti ritual kebaktian agama Kristen, tetapi kebohongan publik yang Dia ciptakan dengan membiarkannya menjadi simbol Islam dan menuduh lawannya anti Islam. Dia memanipulasi agama untuk memenangkan pertarungan menjadi Presiden.
Persoalan terbesar dari semua cara Prabowo untuk meraih kekuasaan Presiden adalah dengan menghalalkan segala cara. Bahkan dia menutup mata bahwa cara-cara yang dia pakai menjadikan bangsa kita terpecah belah, antar umat beragama diadu domba, dan umat sesama agama pun diadu domba. Saya khawatir ramalannya bahwa Indonesia akan punah tahun 2030 justru akan menjadi kenyataan, tapi bukan karena kalau Jokowi kembali menjadi Presiden, tetapi apabila Prabowo memenangkan Pilpres dengan cara-cara yang dia lakukan sekarang.
Prabowo, yang ultra moderat, barangkali berfikir bahwa suatu saat apabila dia memenangkan pertarungan kursi Presiden, dia akan mampu mengendalikan kelompok ultra kanan yang dia jadikan kenderaan untuk tidak melaksanakan agenda mereka : menjadikan Indonesia sebuah khilafah dan mengganti dasar-dasar negara kita dan menerapkan syariat agama tertentu. Mana mungkin seorang yang ultra moderat Islam membiarkan hal itu terjadi? Ini yang sekarang berusaha ditampilkan oleh pendukung-pendukungnya dengan mengeluarkan videonya mengikuti perayaan Natal itu untuk meyakinkan publik bahwa dia bukanlah seorang yang ultra kanan.
Seorang aktifis perempuan teman saya yang berada di kubu Prabowo pernah mengatakan bahwa strategi dia adalah sebaiknya bergabung dengan suatu kekuatan yang tidak bisa dilawan, lalu kemudian pimpinlah kekuatan itu untuk dikendalikan. Mungkin ini salah satu halusinasi Prabowo yang dia camkan ke pendukung moderatnya, untuk memimpin Indonesia dengan memanfaatkan kelompok agama ultra kanan itu.
Apakah Prabowo mampu mengendalikan kelompok ultra kanan dan radikal apabila dia menjadi Presiden? Apakah Prabowo yakin, bahwa gerakan yang sedang dia kendarai saat ini akan tunduk pada dia dan tidak akan memindahkan dukungannya kepada seseorang lain, (yang saat ini belum kelihatan), untuk terus menggulirkan agenda mereka? Apakah tuduhan yang sama kepada Jokowi sekarang sebagai anti Islam dan kriminalisasi ulama tidak akan dikenakan kepada Prabowo apabila dia berusaha mengendalikan kekuatan penghancur NKRI ini?
Bagi saya dan publik Indonesia, jelas bahwa Prabowo adalah seorang Machiavelis, dia tidak malu-malu berbohong, dia tidak segan-segan memanipulasi agama, bahkan mungkin membelakangi imannya sendiri, demi memenangkan pertarungan kekuasaan. Dugaan saya, berdasarkan rekam jejaknya, yang menghalalkan segala cara, dia tidak akan segan-segan melakukan kekerasan termasuk menculik dan menyiksa orang-orang yang kritis, dia akan melakukan cara yang sama yang dilakukan Orde Baru untuk mempertahankan kekuasaan dan melemahkan kekuatan-kekuatan yang melawan dia. Itu adalah gambaran yang hampir pasti terjadi apabila Prabowo menjadi Presiden. Karakternya yang Machiavelis akan menjadi karakter ke Presidenannya.
Jadi, bagi kelas menengah Indonesia, yang saat ini belum menentukan pilihan, pelajari karakter Calon Presiden kita. Jatuhkan pilihan pada seseorang yang sudah terbukti jujur, sederhana, terbuka, aksesibel, demokratis, pekerja keras, mampu memberikan perhatian pada hal-hal detil dan genuinely peduli pada kesejahteraan rakyatnya. Jangan salah pilih, karena kucing sudah diluar karung ...
Jakarta, 29 Des 2018.
Emmy Hafild/sos/par
Wednesday, 26 December 2018
Mereka bicara tanpa intelektual yg mereka miliki, namun bicara/berprilaku seperti hewan/binatang buas di hutan belantara.
Karena ilmu kejiwaan seperti yg dipakai oleh Trump/Pres.AS saat pippres, mereka bicara tanpa intelektual yg mereka miliki, namun bicara/berprilaku seperti hewan/binatang buas di hutan belantara. Dibawah ini adalah ilmu jiwa yg menghancurkan intelektual yg mereka miliki seperti kita.
"HYPNOWRITING an CROC BRAIN"
(Haryoko R. Wirjosoetomo)
Ada hal menTVarik yang saya temukan dalam Expert Sharing tentang Literasi Digital di kantor Kementerian Kominfo beberapa waktu lalu, di mana saya menjadi salah satu pembicaranya.
Seluruh hadirin di ruang pertemuan tersebut adalah sarjana dari berbagai Universitas ternama di Indonesia.
Tentu saja mayoritas hadirin adalah Alumni Universitas Gadjah Mada, karena acara tersebut sebenarnya digagas hanya untuk anggota grup Kagama Virtual saja.
Jika pada akhirnya mengundang peserta dari luar grup, semata karena Kementerian Kominfo tertarik dengan materi yang akan kami sharingkan dan memutuskan untuk menanggung seluruh biaya pelaksanaannya.
Nah, apa yang menarik bagi saya?
Ternyata 100-orang lebih di ruangan tersebut, bahkan sesama Pembicara lain juga, tidak menyadari bahwa sebagian terbesar status-status atau meme-meme di media-sosial yang menimbulkan kontroversi memang di-desain secara khusus untuk memicu perdebatan, percekcokan, silang sengkarut orang ramai.
Targetnya menciptakan Segregasi Sosial berdasarkan kelompok; membangun dan mengentalkan sikap ingroup-outgroup dalam masyarakat.
Tujuan akhirnya?
Menciptakan Kelompok Pendukung politik yang fanatik, pemarah dan 'Kebal terhadap Data dan Fakta' yang disodorkan kepadanya.
Kok bisa? Bisa saja..., bisa sekali!
Dengan cara bagaimana?
Menggunakan teknik Hypnowriting!
Bagaimana saya bisa bicara demikian?
Karena saya mengetahui teknik tersebut, menguasainya dengan baik dan sudah lama menggunakannya untuk keperluan wawancara investigasi.
Pertanyaan berikutnya, "Siapa orang-orang yang menggunakan Teknik Hypnowriting di atas?"
Para Cyber-Army kedua kubu-politik yang bersaing, baik di kubu-Pemerintah maupun Oposisi!
Mereka (para Cyber Army), bisa relawan, bisa pula orang profesional, tentara-Cyber sewaan, Cyber-Mercenaries.
Apa yang disasar?
CROC BRAIN manusia, dimana Security/Insecurity Feeling berada.
Kedua jenis perasaan tersebut adalah Basic Instinct, Landasan Survival Spirit Manusia.
Cara menguliknya bagaimana?
Dengan mendesain narasi-narasi dan gambar-gambar yang disisipi Pesan Subliminal, yakni 'Pesan Tersembunyi'.
Pesan tersembunyi tersebut berupa Pesan yang tidak akan ditangkap oleh Neo-Cortex di mana pikiran Kritis dan Logika berada, namun langsung menusuk ke Croc Brain!
Contoh nyata,
Apa (yang jadi) target menggembar-gemborkan isu 10 juta naker-Cina masuk ke Indonesia?
Rasa takut kehilangan pekerjaan, rasa takut tidak-kebagian lapangan kerja, rasa takut menganggur.
Konsekuensinya?
Reaksi-Primitif pun akan langsung terpicu pada saat Croc Brain merasa terancam.
Dan hampir semua orang tidak paham, bahwa REAKSI PRIMITIF CROC BRAIN TIDAK DAPAT DIHADAPI DENGAN DATA.
Silahkan Anda berbusa-busa menyangking Data satu gerobak dari sumber-sumber yang kredibel..., percumaaa Saudara... Kenapa?
Karena, DATA, hanya bisa dicerna oleh otak modern, Neo Cortex, bukan oleh Croc Brain.
Jadi, terjawab sudah keheranan Anda soal kebal-data itu kan?
Lalu bagaimana menghadapinya?
Silahkan sajikan Data, ga masalah.
Hanya saja sejak sekarang, sebaiknya Anda mesti membangun kesadaran bahwa Data tersebut tidak untuk mereka yang kebal data!
Tapi untuk memelihara kewarasan orang lain yang masih mengedepankan Neo Cortex-nya untuk berpikir.
Itu target yang harus Anda bidik.
Cinere, 11 Juni 2018
Haryoko R. Wirjosoetomo
Tulisan ini pada awalnya saya buat khusus untuk kerabat Kagama Virtual.
Atas permintaan rekan-rekan grup tersebut, saya tulis di wall pribadi agar bisa di share kepada kerabat lain yang bukan alumni UGM.
Mulai ngerti kan kita kenapa orang-orang pinter bisa kena hal-hal yang gak masuk akal?!?!
Penulis (Haryoko R. Wirjosoetomo) adalah konsultan psikologi, banyak memuat tulisan sejenis, bisa browsing untuk menemukannya.
Mudah-mudahan kita bisa mempertahankan KEWARASAN kita masing-masing.
Sekilas pengertian ISTILAH: CROC BRAIN DAN HYPNOWRITING
===================================================
Kenapa oposisi yang notabene orang-orang berpendidikan (mulai Dosen, Dokter, Ilmuwan, Mahasiswa dan orang-orang terpelajar lainnya) banyak yang tersangkut dengan kasus hukum hanya karena hate speech (ujaran kebencian)? Apakah karena tidak bisa mengontrol emosi? Apakah karena sifa pembenci?
Padahal mereka adalah orang-orang yang seharusnya mengedepankan rasionalitas.
Sejujurnya saya agak terkejut ketika membaca aritikel dari Bpk. Haryoko R. Wirjosoetomo tentang Hypno Writing. Tentang Narasi Digital, tentang sebuah ilmu mengenai penulisan meme dan narasi di kelompok-kelompok yang cenderung radikal. Satu hal yang bisa ditarik kesimpulan adalah, Hypno Writing berdampak dan menimbulkan pola pikir primitif, barbar dan tidak mau menerima informasi yang faktual.
Oleh beliau disebut Croc Brain. Setelah saya googling, croc adalah singkatan dari crocodile yang artinya buaya dan brain artinya otak. Jadi, croc brain artinya artinya otak buaya. Wadhuuhh…. Ngeri, bukan?

Ketika Jokowi diisukan PKI, apa yang ada di pikiran mereka? PKI adalah kejam. PKI pernah makar. PKI memusuhi ulama.
Setelah isu PKI, lalu muncul Jokowi tidak Pro Islam, mengkriminalisasi ulama, apa eksesnya? Ruang isi kepala mereka semakin dibutakan oleh fakta bahwa Jokowi sudah puluhan kali berkunjung ke pesantren-pesantren, Jokowi bahkan memikirkan agar dari pesantren muncul santri-santri yang berkwalitas dalam berusaha dan berbisnis.

Apakah narasi digital yang membuat banyak orang menjadi primitif dikerjakan oleh orang sembarangan? Ya, jelas tidak, Dul. Mereka mempunyai team ahli. Mereka mempunyai tenaga ahli di bidangnya agar kemenangan yang 48% di Pilpres 2014 menjadi modal.
Jika ustadz Tengku, akun Gerindra serta PKS membuat hiruk pikuk termasuk #GantiAnu, sejatinya mereka selalu dan selalu menghipnotis para pendukungnya agar semakin terlelap, semakin bisa diengkuk-engkuk untuk dijadikan perkedel. Jika ke depan, apalagi tahun politik, polisi semakin sibuk menangkapi orang-orang yang menghina presiden, tentu ini sejatinya kontra produktif. Kasihan Pak Polisi. Namun, bagaimana lagi? Mau dibiarkan? Ya, rusak negeri ini.
Itulah cara-cara primitif dan bar-bar. Kasihan para pendukung oposisi, bukan?
Thursday, 20 December 2018
Bagi saya, Jokowi sudah seperti anak saya sendiri. Saya sangat mencintainya.
Testimoni B.J. Habibie mengenai Presiden Jokowi dalam buku Menuju Cahaya:
= Ia Teguh di dalam Niat Baik =
Saya mengamati gerak juang Presiden Jokowi dan saya akui saya kagum kepadanya. Sebagai orang yang juga pernah memegang tampuk kepemimpinan tertinggi di Indonesia, saya tahu, tidak mudah memimpin Indonesia. Negeri kita memiliki persoalan yang kompleks di berbagai bidang: politik, ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial, dan sebagainya. Banyak sekali pekerjaan rumah yang tak terselesaikan dan senantiasa menjadi tantangan berat bagi Presiden Republik Indonesia.
Tapi, Jokowi dengan sangat tenang membuat strategi yang cerdas dan mengurai satu per satu permasalahan di negeri ini. Jelas tidak mudah. Tapi, ia konsisten dan penuh komitmen melakukan niat baiknya. Dengan teguh, ia laksanakan apa yang menurutnya akan menjadi hal terbaik bagi rakyat Indonesia dan ia buktikan itu dengan proses yang penuh kesabaran. Ia begitu banyak melakukan perjalanan ke daerah untuk memastikan semua proyek dan program pemerintah bagi rakyat bisa terselesaikan dengan baik. Ia memastikan segalanya ada di rel yang baik.
Sepanjang itu, ia digempur oleh kritikan, caci maki, dan penghinaan. Tapi, inilah hebatnya, ia tetap teguh berjalan dan mampu menahan diri. Ia mampu mengelola emosinya sehingga segala serangan itu tidak mengubah diri dan niat baiknya. Ia hadapi keadaan yang tajam dan penuh guncangan itu dengan kesabaran yang luar biasa. Kerja keras, niat baik, dan kesabaran adalah ciri kepemimpinan Jokowi yang sangat menonjol. Indonesia di dalam kepemimpinannya sedang dibawa menuju arah yang baik. Oleh sebab itu, saya setuju buku ini diberi judul Menuju Cahaya. Ya, kita memang sedang diajak melangkah menuju terang.
Tantangan berat di depan nanti adalah bagaimana membangun manusia Indonesia yang tangguh di dalam alam kemajuan yang sangat agresif dan mengelola kekayaan alam nusantara agar mampu menyejahterakan rakyat secara adil. Saya yakin, Jokowi akan sanggup menciptakan hal-hal indah dan mengagumkan bagi negeri ini. Sebagai mantan Presiden Republik Indonesia dan bagian dari rakyat Indonesia, saya berterima kasih memiliki presiden seperti dirinya.
Bagi saya, Jokowi sudah seperti anak saya sendiri. Saya sangat mencintainya.
BJ.Habibie
Wednesday, 19 December 2018
Pegunungan Erstberg tak hanya menyimpan tembaga.
Viralkan teman-teman
SABTU, 3 Maret 1973. Sejarah mencatat Presiden Soeharto meresmikan tambang tembaga milik Freeport Sulphur, (sebuah perusahaan tambang terkemuka asal Amerika Serikat) sekaligus meresmikan berdirinya kota Tembagapura. Saat memberikan pidato sambutan, Soeharto begitu sumringah.
Bagi Soeharto, gelontoran uang yang diinvestasikan Freeport ke bumi Papua merupakan bentuk kepercayaan kepada Indonesia untuk membangun masa depan. Kepercayaan itu juga telah mendorong penanam-penanam modal asing lain untuk datang ke Indonesia. Selain itu, Soeharto juga menyatakan kepercayaannya bahwa kegiatan pertambangan akan membantu memajukan masyarakat lokal disitu.
Tapi taukah anda?
Semua Itu adalah Petaka bagi Rakyat Papua
Pegunungan Erstberg tak hanya menyimpan tembaga. Salah satu gunung bernama Grasberg juga mengandung cadangan emas yang melimpah. Grasberg disebut-sebut sebagai tambang emas terbesar di dunia. Lewat kontrak karya berdasarkan UU Penanaman Modal Asing (PMA) yang diizinkan pemerintah Soeharto, Freeport memiliki hak istimewa untuk merambahnya.
Kehadiran Freeport langsung mengancam penduduk asli dari suku Amungme yang berdiam di dataran tinggi sekitar proyek tambang. Suku Amungme sangat terikat dengan tanah leluhur. Bagi mereka, Gunung Grasberg dianggap suci. Puncak Grasberg dikiaskan sebagai kepala ibu. Orang Amungme sangat menghormati kawasan keramat itu.
Terjadi konflik, Amerika pun tak peduli. Bersama Soeharto, mereka membantai anak Indonesia di Papua, yang saat itu menentang mereka, Kebun dan rumah-rumah dihancurkan, sejumlah orang dibantai. Pemerintah mengumumkan jumlah orang yang meninggal di Tembagapura sebanyak 900 orang. Para saksi lapangan memperkirakan dua kali lipatnya
Berapa keuntungan Soeharto? Dan berapa keuntungan Amerika?
Selama 14 tahun pertama beroperasi Freeport meraup keuntungan sebesar 14,9 milyar dolar AS. Sedangkan penerimaan negara dari pajak dan royalti berjumlah 5,4 milyar dolar AS. Sejak 1980, Presiden Soeharto menerima upeti setiap tahunnya sebesar 5 sampai 7 juta dolar AS tiap tahun.
Freeport telah menyerahkan uang kepada Yayasan Dana Sejahtera yang didirikan oleh Soeharto sebesar 20,3 juta dolar AS berdasarkan Kepres No. 92/1996.
Pada 1996, sekira 2000 personel dari kesatuan Kopassus dan Kostrad dikerahkan langsung di bawah perintah Presiden Soeharto demi menjaga Freeport. Untuk itu, Freeport memberikan lagi dana kepada Soeharto sebesar 40 juta dolar AS. Freeport mau melakukan itu agar situasi di Papua stabil dan mereka dapat mengeduk emas lebih banyak lagi demi target mendapatkan superprofit.
Sebaliknya, bagi Soeharto, Freeport adalah pendulang uang yang harus diamankan dari apapun.“Jika orang Papua mengganggu atau menuntut Freeport, aparat akan melakukan tindakan,”
Saya jadi paham, mengapa Jokowi ketika turun kepapua, orang papua-pun berkata, Kalau Presiden mau ke papua, itu anggap saja tuhan mau turun, hanya Jokowi yang berani ke papua. Sebelumnya saya tidak mengerti, mengapa demikian? Terjawab sudah sebabnya, karena catatan hitam Soeharto terhadap Papua begitu kelam, begitu juga dengan mantan militer lainnya yang semua punya sejarah yang sama! Menyedihkan sekali.
Alhamdulilah, kini negara kita, tanpa adanya pungli (pungutan liar) lagi yang dilakukan oleh Presiden Luar Biasa yang begitu jahatnya itu, rakyat papua berhak merdeka. Karena Indonesia kini benar-benar memerhatikan mereka.
Freeport untuk Indonesia
Satu lagi janji dan visi Presiden Jokowi terwujud, atas kerja keras Tim INALUM, didukung kerja sama yang kompak dari Kementerian ESDM, Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan dan dorongan semua masyarakat Indonesia! 🇮🇩
Kita saksikan bersama finalisasi Divestasi Saham Freeport di mana akhirnya Pemerintah Indonesia, lewat INALUM akan memiliki saham mayoritas di PT Freeport Indonesia sejumlah 51% setelah selama ini kita hanya memiliki PTFI sebesar 9%.
Sejak Kontrak Karya I di tahun 1967, melewati berbagai kasus dan isu serta 6 presiden, baru sekarang di tahun ke 51 Freeport kembali ke pangkuan ibu pertiwi sehingga manfaat dari sumber daya alam mineral ini bisa benar2 menjadi berkah bagi masyarakat lokasi di Papua dan seluruh bangsa Indonesia.
Karena Jokowi yang benar-benar cinta terhadap rakyatnya, tanpa memikirkan pamrih ataupun timbal balik, dimana ia punya kesempatan saat ini untuk berbakti pada negara, ia lawan semua mafia-mafia brengsek itu, yang sekarang, karena Jokowi terlalu berani, mafia-mafia itupun makin kepanasan dengan ulah Jokowi, Rokan sudah diambil alih, kini Freeport sudah jelas milik anak negeri.
Nikmat mana lagi yang mau kalian dustakan? Sebarkan artikel ini agar semua tau sejarah Indonesia.
Saturday, 8 December 2018
Erick Thohir! Erick Thohir! S.O.S!
Ada kabar baru, stagnasi suara pemilih Jokowi mulai bergerak. Sayangnya, bukan naik, tapi justru turun. Saya tak peduli bagaimana kondisi Prabowo. Kalah sudah biasa baginya. Mungkin sudah jadi semacam tradisi.
Tetapi untuk Jokowi, ini jadi pertaruhan serius. Bagi orang-orang yang melihat perkembangan baik di era Jokowi, ini akan jadi kabar duka. Dari hasil pengamatan selama ini, Tim Kampanye Nasional Jokowi-Amin itu mandul.
Hasil yang tidak memuaskan itu memang akumulasi banyak hal. Namun jelas ada masalah di sana. Sebelum menjadi semakin parah, kerusakan itu harus secepatnya diperbaiki.
Tentunya, puncak kegusaran bertumpu pada nama besar Erick Thohir dan timnya. Apa yang sudah dikerjakan orang ini? Atau kita bikin sederhana saja, konsep apa yang menjadi acuan kerja mereka? Sejauh ini saya tak melihat adanya rel yang kokoh. Semuanya abstrak dan asal ngalir.
Pada titik ini, sebenarnya Jokowi benar-benar ditinggal sendiri.
Orang-orang partai itu lebih mirip benalu. Mereka menempel Jokowi, tapi tak ada timbal-balik. Barangkali ada setumpuk rencana, ribuan meeting. Namun tanpa hasil.
Pemilih loyal Jokowi hari ini adalah hasil jerih-payah Jokowi sendiri. Sisa-sia dari pancaran pamornya, yang sayangnya telah sampai puncaknya. Dengan ungkapan klise, mulai meredup. Jika boleh menyebut, mungkin ada kelompok-kelompok kecil yang tulus bekerja. Tapi mereka seperti berada di luar sistem.
Makin tergerusnya suara Jokowi mengindikasikan, mesin politiknya tak bekerja dengan baik. Sekadar mempertahankan yang ada saja tak bisa. Padahal Pilpres masih cukup lama. Jika trend ini terus terjadi, lampu merah untuk Jokowi.
Di medsos Jokowi sudah kalah. Seleb medsos pendukung Jokowi mungkin banyak, tapi hasil akhirnya tak seriuh sebelah. Tidak ada ledakan berkesinambungan. Satu energi yang konstan. Kini, trend di dunia nyata juga mengalami penurunan. Padahal sebagai incumbent, Jokowi punya hampir segalanya.
Lalu apa saja yang sudah mereka kerjakan?
Nyatanya, kelengkapan persenjataan politik itu tidak menambah efek apa-apa. Bertahan pada titik aman saja tak. Sementara saya melihat relawan masih mabuk kemenangan. Beberapa tampak bekerja. Yang lain entah menunggu apa. Sepertinya masih saling curi pandang dengan Erick Thohir. Dugaan saya, logistik belum turun.
Pilpres 2019 memang memunculkan gairah berbeda. Dulu 2014, orang-orang berjuang pro bono demi memenangkan lelaki cungkring dari Solo itu. Sekarang dalam pengamatan saya, banyak yang masuk angin. Ingin tampil paling depan, tapi tak jelas jasanya.
Pamrih ini membuat gerak mereka kurang lincah. Saling lihat dan tunggu. Kecintaan seperti dulu terhadap Jokowi, agaknya mulai luntur. Banyak yang sekadar menempel-jilat pada kue manis kekuasaan. Cita-cita demi Indonesia yang lebih baik, mulai kurang gaungnya.
Ini memang baru lampu kuning, tapi krusial sifatnya. Sebaiknya TKN itu perlu dievaluasi lagi. Mereka yang tak bisa bekerja, diberi tugas ringan saja, misalnya sibuk jual retorika di media massa. Urusan permesinan politik, serahkan pada ahlinya. TKN harus dibentuk menjadi sebuah organ solid. Orang-orang yang jelas fungsi dan kerjanya.
Kubu Jokowi-Amin agaknya masih dalam sikap nyaman dan tenang. Mereka sibuk membayangkan, nanti dapat posisi apa?
Padahal kekacauan sedang direncanakan di sebelah. Seolah memang tanpa bentuk dan ngawur. Tapi mereka terus bekerja. Mereka sebenarnya menunggu momentum untuk membuat kerusakan. Mungkin berawal dari satu kesalahan kecil. Soal kesabaran, kekalahan telah menempa mereka demikian.
Timses Prabowo memang lebih gemuk dan tampak asal pasang. Tetapi, militansi mereka jangan dipertanyakan lagi. Ingat bagaimana PKS mendoktrin jamaahnya. Belum lagi dendam kesumat Gerindra dan klan Muhamadiyahnya Amien. Bohir politik yang kecewa dengan sepak-terjang Jokowi, pastinya tak diam begitu saja.
Gerakan sekecil apapun harus diwaspadai. Terutama kesalahan dari organ sendiri. Tidak ada kelas remedial dalam kasus ini. Seperti sepenggal puisi getir Chairil, "Sekali berarti / sudah itu mati."
Ini sinyal darurat untuk Erick Thohir. Ada tanda-tanda pergeseran posisi serang di lautan. Sementara biduk yang dikendalikannya mengalami kebocoran. Sebagai nakhoda, dia harus cermat menyeleksi kelasinya, membaca arah angin dan menghitung kecukupan logistik. Tukang ngorok, doyan makan, pemalas, mestinya cepat dibuang.
Kita sedang berperang, Tuan, bukan melancong dengan kapal pesiar. Erick Thohir, Erick Thohir, S.O.S!!!
Kajitow Elkayeni
https://seword.com/politik/erick-thohir-erick-thohir-sos-i_lZYXHDX
Friday, 7 December 2018
Waspada Serangan Balik Singapura .... Save Jokowi !!!!!
Tahun madu dan hubungan mesra Singapura dengan Indonesia dimulai sejak Lee Kuan Yew berkuasa di Singapura dan Soeharto berkuasa Indonesia. Dilanjutkan dengan pengganti Lee Kuan Yew dan Presiden SBY.
Hubungan manis terganggu sejak Jokowi berkuasa di Indonesia.
Apa saja kebijakan Pemerintahan Jokowi yg mengganggu kepentingan Singapura ?.
1. Pembubaran Petral di Singapura.
- Selama ini semua transaksi ekspor impor migas dan BBM dilakukan di Singapura.
- Perputaran uang di perbankan Singapura dari hasil transaksi 2 juta barrel per hari mencapai 150 juta USD per hari atau sekitar 60 milyar USD per tahun.
- Sekarang transaksi keuangan tersebut berhenti total.
2. Kebijakan menyuling minyak mentah di Indonesia dan pembangunan kilang minyak di Indonesia.
- Selama ini sebagian minyak mentah Indonesia disuling di Singapura serta Indonesia juga mengimpor BBM dari hasil kilang Singapura.
- kebijakan ini membuat Kilang Singapura akan stop berproduksi.
- Industri perkapalan mengangkut migas akan berhenti.
- Pelabuhan Singapura akan berkurang muatannya.
- Bisnis dan keuangan yg berkaitan dengan kilang minyak Singapura dan industri perkapalan tangker Singapura akan hancur.
3. Wewenang jasa pandu kapal di Selat Malaka diambil alih Indonesia (yang selama ini dikuasai Singapura).
- Pendapatan jasa pandu kapal akan masuk ke Indonesia.
- Setiap hari ribuan kapal hilir mudik melalui Selat Malaka.
(Selama ini semua pendapatan jasa pandu masuk ke Singapura).
4. Pembangunan pelabuhan Hub internasional Kuala Tanjung di Sumatera Utara.
- Sekarang semua kapal mother vessel yg lewat Selat Malaka akan singgah di Pelabuhan Kuala Tanjung.
- Ekspor Impor Indonesia tidak perlu pakai kapal feeder ke Singapura lagi.
Sudah bisa langsung tanpa via Singapura.
- Bisnis ekspor impor dan bisnis perkapalan serta pelabuhan Singapura akan hancur.
5. Kebijakan Tax Amnesti Indonesia.
- Uang dan aset warga negara Indonesia di Singapura kena pengampunan pajak di Indonesia dengan membayar kewajiban ke Indonesia.
- Tidak mudah lagi mencuci uang di Singapura.
- Bisnis perbankan dan bisnis properti Singapura akan terganggu.
6. Dimulainya pelaksanan peraturan transparansi bank dan keterbukaan Bank terhadap data nasabah.
- Semua uang hasil kejahatan korupsi, kejahatan ekstra ordinary (extra ordinary crime) dan transnegara akan bisa diambil kembali.
7. Berakhirnya perjanjian wewenang pengaturan udara di Laut Cina Selatan dan perairan Indonesia sekitar selat Malaka yg selama ini dikuasai Singapura.
- Setiap hari sekitar 20 ribu pesawat yg melewati kawasan udara Selat Malaka dan Laut Cina Selatan.
- Semua penerbangan membayar Air Transport Control Fee (ATC Fee) atau Jasa Pandu Udara kepada otoritas bandara Singapura.
- Tarifnya 1 USD per mile. Satu kali pandu pesawat jaraknya sampai 20 - 50 mile
- Diperkirakan Singapura mendapat ATC Fee sebesar 10 milyar USD per tahun.
- Semua ATC Fee akan masuk ke Indonesia.
8. Berakhirnya perjanjian kebebasan pesawat tempur Singapura melakukan latihan terbang tempur dengan negara mitranya di udara laut China Selatan.
- Sekarang semua pesawat Angkatan Udara Singapura bila mau terbang harus ijin Indonesia.
2019 - 2024 Indonesia Maju. hatevan@gmail.com
Monday, 12 November 2018
Puisi Gus Mus : Ketika Agama Kehilangan Tuhan
Ketika Agama Kehilangan Tuhan. Oleh Ribut Kennedy, seniman.
Dulu agama menghancurkan berhala. Kini agama jadi berhala. Tak kenal Tuhannya yang penting agamanya. Dulu orang berhenti membunuh karena agama. Sekarang orang saling membunuh karena agama. Dulu orang saling mengasihi karena beragama. Kini orang saling membenci karena beragama
Agama tak pernah berubah ajarannya dari dulu. Tuhannya pun tak pernah berubah dari dulu. Lalu yang berubah apanya? Manusia nya?
Dulu orang belajar agama sebagai modal untuk mempelajari ilmu lainnya. Sekarang orang malas belajar ilmu lainnya maunya belajar agama saja.
Dulu pemimpin agama dipilih berdasarkan kepintarannya. Yang paling cerdas di antara orang-orang lainnya. Sekarang orang yang paling dungu yang tidak bisa bersaing dengan orang-orang lainnya. Dikirim untuk belajar jadi pemimpin agama.
Dulu para siswa diajarkan untuk harus belajar giat dan berdoa untuk bisa menempuh ujian. Sekarang siswa malas belajar tapi sesaat sebelum ujian berdoa paling kencang karena diajarkan pemimpin agamanya. Untuk berdoa supaya lulus.
Ketika agama kehilangan Tuhan. Dulu agama mempererat hubungan manusia dengan Tuhan. Sekarang manusia jauh dari Tuhan karena terlalu sibuk dengan urusan-urusan agama. Dulu agama ditempuh untuk mencari wajah Tuhan. Sekarang agama ditempuh untuk cari muka di hadapan Tuhan.
Esensi beragama telah dilupakan. Agama kini hanya komoditi yang menguntungkan pelaku bisnis berbasis agama. Karena semua yang berbau agama telah didewa-dewakan. Tak kan pernah dianggap salah, tak pernah ditolak dan jadi keperluan pokok melebihi sandang, pangan, papan. Agama jadi hobi, tren dan bahkan pelarian karena tak tahu lagi mesti mengerjakan apa
Ketika agama kehilangan Tuhan. Agama kini diperTuhan kan. sedang Tuhan itu sendiri dikesampingkan Agama dulu memuja Tuhan. Agama kini menghujat Tuhan.
Nama Tuhan dijual, diperdagangkan, dijaminkan, dijadikan murahan. Oleh orang-orang yg merusak, membunuh, sambil meneriakkan nama Tuhan.
Tuhan mana yang mengajarkan tuk membunuh? Tuhan mana yang mengajarkan tuk membenci? Tapi manusia membunuh, membenci, mengintimidasi, merusak sambil dengan bangga meneriakkan nama Tuhan. Berpikir bahwa Tuhan sedang disenangkan ketika dia menumpahkan darah manusia lainnya.
Ketika agama kehilangan Tuhan. Agama dijadikan senjata tuk menghabisi manusia lainnya. Dan tanpa disadari manusia sedang merusak reputasi Tuhan dan sedang mengubur Tuhan dalam-dalam dibalik gundukan ayat-ayat dan aturan agama.
https://islam-institute.com/puisi-gus-mus-ketika-agama-kehilangan-tuhan/
Wednesday, 24 October 2018
INDONESIA TANPA JOKOWI

INDONESIA TANPA JOKOWI
Oleh :
Rudi S. Kamri
MEMBAYANGKAN Indonesia tanpa Jokowi setidaknya sampai akhir 2024 membuat saya terhenyak seketika. Saya seolah mati suri. Bagaimana mungkin semua alur pembangunan semesta yang sudah direncanakan dengan cermat akhirnya akan kembali ke titik NOL atau setidaknya akan terbengkalai begitu saja.
Saya meyakini bahwa lawan tanding Jokowi di Pilpres 2019 ini TIDAK BERKEMAMPUAN untuk membuat program yang pro-rakyat. Premis saya sudah teruji dari rekam jejak mereka selama ini yang menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan. Apa yang terjadi pada Pilgub DKI Jakarta 2017 menguatkan kekhawatiran saya. Bagaimana mereka tega memporak-porandakan semua tatanan sosial dan menghancurkan nilai hakiki spritualitas masyarakat dengan berbagai cara. Kesucian Agama dibawa oleh mereka ke level dasar dengan dalil-dalil penggalan yang dicoba dicekokkan kepada para pendukungnya. Ayat dan mayat adalah menu hari-hari yang disajikan dengan aroma kepentingan. Dan celakanya sebagian masyarakat lunglai terperdaya.
Saya melihat ada indikasi kuat mereka akan menggunakan pola yang sama untuk Indonesia. Mereka akan membanjiri rakyat dengan berbagai fitnah, kebohongan dan aneka ramuan ujaran kebencian. Contohnya kasus Ratna Sarumpaet. Kasus ini adalah salah satu amunisi yang mereka tembakan. Hanya sayangnya porak-poranda karena dikemas dengan strategi kebodohan yang memalukan. Saya meyakini hal-hal seperti ini akan berulang mereka lakukan kembali. Dengan kemasan berbeda dan strategi yang lain warna.
Pada dasarnyanya sebenarnya mereka tidak mencintai Indonesia. Mereka tidak pernah peduli dengan rakyat. Mereka hanya menghamba pada kekuasaan yang akan dipakai mereka untuk memuaskan birahi setaniyah yang terlanjur 'nge-blendded' dalam pola pikir dan perilaku mereka. Membayangkan Indonesia akan dikelola olah Kaum Tuna Nalar dan Tuna Empati seperti mereka, membuat saya sesak nafas akut.
Inilah alasan kuat mengapa saya sangat mendukung Jokowi. Karena di tangan Jokowi selama ini, saya melihat negeri indah yang bernama Indonesia Raya ini berubah berwarna dan beraura cerah. Ini bukan untuk saya atau anda yang membaca tulisan ini. Tapi untuk untuk anak cucu kita. Semua ini untuk mempermudah Generasi Emas Indonesia 2045 dalam membawa bangsa ini ke peradaban yang lebih tinggi.
Pilihan saya terhadap Jokowi bukan berarti Jokowi tanpa kekurangan. Banyak hal yang harus beliau sempurnakan ke depannya. Meskipun saya menyadari bahwa pada periode awal pemerintahan Jokowi 2014 - 2019 bukan pekerjaan ringan dan mudah. Menerima warisan keadaan negara yang compang-camping dari Pemimpin yang mengidap GLORIFIKASI dan "merasa paling" seperti SBY bukan perkara gampang. Tapi dengan ketekunannya, Jokowi berhasil mengurai kekusutan masalah satu persatu. Ke depan dengan modal hasil kerja 5 tahun belakangan ini saya yakin langkah-langkah penyempurnaan dari Jokowi relatif lebih mudah.
Kalau anda semua mempunyai ketakutan yang sama dengan saya dalam membayangkan Indonesia Tanpa Jokowi, mari kita mendukung Jokowi dengan cerdas dan tepat langkah. Jangan kita membuat blunder euforia yang over dosis. Kita jangan pernah percaya dukungan banyak partai adalah 'golden ticket' buat Jokowi. Disamping itu hasil kerja Jokowi yang hebat bukan merupakan jaminan utama rakyat di level grassroots dan kaum milenial pasti serta merta memilih Jokowi.
Rakyat di pedesaan, kaum marjinal di perkotaan dan kaum milenial mempunyai LOGIKA tersendiri. Kita tidak bisa memaksakan logika kita kepada mereka. Yang harus kita lakukan adalah kita masuk dalam alam pikiran mereka dan mencoba menyelami logika mereka. Ini yang saya namanya Empati Sosial.
Kepekaan empati sosial kaum relawan pendukung Jokowi adalah modal utama kita untuk secara halus dan bertahap untuk meluruskan pemahaman dan logika mereka ke arah yang lebih baik.
Satu hal yang perlu saya sampaikan berdasarkan hasil survei suatu lembaga yang kredibel, bahwa hanya 30% rakyat Indonesia yang bermain Medsos (FB, IG, Twitter YouTube). Sisanya yang 70% mereka tidak bermain Medsos. Jadi kita (termasuk saya) jangan keasyikan, kegenitan dan kepedean hanya bermain Medsos. Mari kita turun ke bumi realita membantu anak cucu Indonesia agar mereka tidak terwarisi dengan negara yang amburadul apalagi ada jejak khilafah yang siap mencengkeram Indonesia. Yakinilah, bahwa keganasan manusia pro khilafah jauh lebih kejam dibanding PKI. Rakyat di Suriah, Afghanistan, Irak dll sudah merasakan hal itu.
Jadi membayangkan Indonesia Tanpa Jokowi ?
Perutku jadi mual...
Dan nafasku tersengal....
Anda juga kan ?
Salam SATU Indonesia
21102018
Dari segi security Indonesia paling lemah karena terdiri dari banyak pulau

Mendengar ocehan Bosan,membuat hati tambah bosan.Bosan semakin hari tambah galau.Gimana mungkin HR bisa bergerak,ditempat pengunsiannya saja sudah dicekal.Itu hanya,isu-isu yang dibuat-buat seperti sebelumnya guna memancing simpati akar rumput yang masih layu belum tersirami koalisi waras. Bowo sudah ketinggalan,tdk ada lagi pengaruhnya di abri.Abri sekarang sudah semakin solid.Kepulangan HR ke Indonesia sebelum April 2019 hanya sebuah mimpi di siang bolong.Keculai kalau dia bertobat,mengakui kesalahannya kepada Jkw.
Yang sangat perlu diperhitungkan adalah gerakan pendanaan dari negara tetangga,Aus,Spore,Malay,karena bagaimana pun juga mereka sangat berkepentingan terhadap Indonesia sehubungan kebijakan2 yg sudah dijalankan oleh Jkw.Terlebih-lebih AS.Sementara orang bilang,Freeport itu kan perusahaan ? Apa hubunganya ?? Haha....ingat bung ! Tahu kah Anda sudah berapa puluh ribu,1.000. ton emas Indonesia di bw ke AS....Waaaah luar biasa banyak.Bgm mungkin tidak ada sangkut pautnya dengan Negara AS.Hahahaaa. Bgm pun juga bank2 di negar tetangga tempat penyimpanan uang orang Indonesia, sangat berkepentingan dengan kebijaksanaan Jkw.Sehingga dgn cara apapun mereka ingin membantu pihak luar agar perekonomian mereka tidak terusik. Selamat pagi.
Dari segi security Indonesia paling lemah karena terdiri dari banyak pulau.Narkoba,senjata,uang sangat mudah masuk ke dalam negeri tanpa perlu tranferan.Mereka menyusup via pulau-pulau kecil, ratusan pulau di Riau Kepulauan sono.Sangat sulit dipantau,dan tidak cukup persoanal guna memantaunya.Tanpa kerja sama rakyat, memberi pengertian kpd rakyat tentang persatuan dan kesatuan, Indonesia tetap di ambang kehancuran.Teringat akan Ahok soal sistem penyelidikan guna membongkar kekayaan pribadi pejabat secara terbalik.Selidiki sumber kekayaanya,bila dinilai mencurigakan langsung dibui sampai diketahui sumbernya secara tuntas. (JMG)
Godaan tidak berhenti di zaman Adam atau Pilatus.

Sulit untuk menyangkal ada udang di balik bakwan.Sulit untuk menolak adanya politik dagang sapi para caleg kristiani.Demikian juga dlm penyelengara negara.Mungkin banyak orang belum atau tidak menyadarinya search google dari waktu kewaktu hingga detik ini yang paling top adalah tetap Tuhan.Melebihi pencaharian apa pun di muka bumi ini.Melebihi uang dan sex.Percetakan Alkitab tetap mendominasi jumlah terbesar dari percetakan buku apa pun di dunia ini dari tahun ke tahun.Sadar atau tidak nama Tuhan tetap dominan bhn promosi dan perdebatan umat manusia tanpa henti.
Ular mengalahkan manusia pertama Adam, karena mengunakan "atas nama"perkataan Tuhan.Dalam Mat 26 diceritakan bgm seorang murid menjual gurunya dgn harga yg sangat murah.Persoalan pokok bkn masalah harga melainkan sarana mencapaian kekuasaan.Peristiwa sama terjadi menjelang Pileg dan Pilpres sekarang ini.Semua kelihatan datang bak sang penolong mendekati Keuskupan,Gereja,Masjid,Musola,Medsos komuniti,kantong,dan komunitas identitas lainnya.Mereka datang dan memperlihatkan diri sbg bagian dari penyelamat rakyat dari ketempurukan dan kesulitan.Mereka memperlihatkan diri sebagai utusan pembela rakyat.
Godaan tidak berhenti di zaman Adam atau Pilatus.Percobaan dalam perebutan kekuasaan tanpa henti,besar dan kecil terus berlangsung selama manusia hidup.Jualan termahal tetaplah yang terindah yaitu"atas nama Tuhan". Keindahan Tuhan tidak terbatas dan tidak terjangkau akal pikiran manusia.Kecenderungan melawan ketidakterbatasan tetap ada dari kerterbatasan,karena kecongkakan dan kesombongan manusia.Sering kepintaran,kekayaan,dan kekuasaan yg mereka miliki menjadi tempat teratas,melebihi Tuhan.Lagi-lagi mereka mendirikan menara Babel.Karena kurang undrstand firman Tuhan.(JMG)